Outline
…
19 pages
Sasaran penelitian ini adalah inskripsi keagamaan yang terdapat di Kompleks Makam Raja-raja Mempawah, salah satu kerajaan bercorak Islam di Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagai penelitian rintisan, tulisan ini dibatasi pada pendataan (inventarisasi) dan deskripsi hasil temuan lapangan. Dalam tulisan ini disajikan beberapa contoh inskripsi dan transliterasinya, yang kemudian diklasifikasi berdasarkan isi dan jenis kaligrafinya.
2018
AbstrakArosbaya sebagai sebuah tempat yang sakral dan bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebuah daerah yang terletak di Kabupaten Bangkalan, Madura memiliki komplek pemakaman raja – raja pada masa Islam. Kompleks pemakaman terebut terdiri atas tiga lokasi dan memiliki warisan budaya dari zaman Pra Sejarah, Hindu – Budhha dan Islam. Dahulu Arosbaya sebagai pusat kerajaan di Madura Barat dibuktikan dengan keberadaan Makam Ki Demung Plakaran, Komplek Makam Agung dan Pasarean Aer Mata Ebu. Terkait dengan hal tersebut maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1.Mengapa Islam Berkembang di Bangkalan pada Abad 15 – 17 Masehi ? 2.Bagaimana Unsur – Unsur Kepurbakaalan pada Makam Kepurbakalaan Makam Raja – Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, Madura? 3. Bagaimana Fungsi dan Nilai Kepurbakalaan Makam Kepurbakalaan Makam Raja – Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, MaduraMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran sumber (Heuristik), kemudian sumber sejara...
Jelita Tua Nainggolan, 2021
Fakta arkeologis menegaskan bahwa ada ribuan Kompleks makam kuno, baik yang tercatat maupun belum tercatat atau yang masih belum ditemukan, tidak lain merupakan potensi cagar budaya yang khas dan sejatinya tidak dimiliki bangsa lainnya di nusantara. Secara historis, kompleks makam kuno dengan tipologi nisannya yang terkenal sangat luar biasa dapat diklasifikasi berdasarkan asal usul pemerintahannya
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam, 2021
Tengkurep Crater is the burial place of the Palembang Sultanate which was built in 1728 which consists of four cupolas. This research is focused on the meaning of the symbol of the Sognket motif on the site of the Tengkurep Crater tomb complex which can provide information about the development of artistic culture during the Palembang Sultanate. Based on the results of the study, there were four songket motifs and their symbolic meanings found at the Tengkurep Crater Tomb Complex, namely the tumpal motif, the meru motif, the geometric motif and the berante motif. The method used to answer these problems is through observation and literature study. The data that has been collected is then analyzed and conclusions are drawn.
Manuskripta, 2016
Generally, this article explains about; fistly, manuscript Silsilah Raja-raja Mempawah or called SRM is the only manuscript who explains about name of Kings Mempawah with their titles and families. Secondly, it explains about manuscript condition that is good, the text can be red well although several letters are damaged by physical destructions such as eaten by termites or ripped off.
TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
When is Islam into Palembang is not surely, without else still conflict, because any more arguments. Distribution of Islam in Palembang can do it the way of the peace, and then continues step by step. Islamisasi process can do it tool, like as economic of way, married of the way and tassawuf. more than factually Islam into Palembang, so that signed like as mosque, grave, town center and then manuscript. Key word: Kapan Islam Masuk di Palembang, Proses Islamisasi, Bukti Islam di Palembang
SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH
Di Sulawesi Tenggara banyak terdapat makam-makam tua dengan bentuk yang sangat beragam. Salah satu makam tersebut adalah makam yang terletak di kompleks makam Lambuto. Berada di wilayah administrasi Desa Lalonggombu, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman makam dan nilai budaya yang mempengaruhi makam di kompleks makam Lambuto di Desa Lalonggombu Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penalaran induktif yang bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang dicapai terdiri dari beberapa tahapan yaitu observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis morfologi (bentuk), analisis teknologi (bahan dan teknik pembuatan). dari hasil observasi beberapa temuan makam teridentifikasi sebanyak 19 makam. Berdasarkan hasil analisis dan klasifikasi jenis makam, terdapat 3 jenis makam, yaitu: 1) Makam tip...
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam
This research is based on the writer’s desire to know the grave of Puyang Ramobayang in Embawang village as a historical site of Muara Enim regency in 1991 – 2018. The method of this research are historical and survey methods. The type of the research that used is descriptive qualitative with the geography, sociology, cultural, antropology, religion, economy, and history approaches. The process of collecting the data used the observation, interview, and documentation techniques. Conclusions: (1)the history of the establishing of Embawang village, Muara Enim regency in 1991 – 2018 was around 1300 AD at a village, there was a husband and wife that had (twelve) children, one of them was named warding sakti, after having a family, he left Karang Dale to look for a new region, after a while, they family found a village that was a founder to become Embawang village. (2) the origin of the Puyang Ramobayang grave in Embawang village Muara Enim regency in 1991 – 2018, Puyang Ramobayang was a...
JURNAL WALENNAE
Our understanding of the cultural transformation phase of the Islamic grave in South Sulawesi is still limited to the study of its territorial scope, not specific to a particular locality or kingdom. This study aims to determine the stage of transformation of Islamic shape tomb in Tanete Kingdom, Barru and its causal factors. The research used artefactual data which are four complex of King Tanete tomb, interview data and historical data. The methods used are survey, interview, literature study, identification, and interpretation. The study concludes three stages of transformation shape tomb at Tanete, the first transformation of the early seventeenth century characterized by tombstone, both occurring in the mid-18th century to the beginning of the nineteenth century characterized by decorative and inscribed tombs, and the third occurred beginning of the 20th century with the characteristic of European architecture. The cause of the three stages of the transformation of the tomb is ...
Forum Arkeologi
The form of burial in the ancient tomb complex of Sutan Nasinok Harahap is in the form of a mound of land bordered by flat stones. The problem is what the burial context and the characteristics of the tomb in the Sutan Nasinok Harahap Ancient Tomb Complex?. The purpose of this study is to determine the context of burial and recognize the complex characteristics of the tomb. This study uses an inductive reasoning model. Judging from the characteristics, the characteristics of the tomb have not yet been seen, only the orientation of the tomb indicates the absence of Islamic influence. Related to the burial context, the tomb is located far from the river, on a high place (dolok) and is in the banua partoru zone while Lobu Gunung Tua Batang Onang is in banua tonga which is adjacent to the banua parginjang zone (close to the river). Bentuk penguburan di Kompleks Makam Kuno Sutan Nasinok Harahap berupa gundukan tanah yang pada bagian tepiannya dibatasi oleh batu-batu pipih. Permasalahanny...

Loading Preview
Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.
AMERTA, 2016
Kajian ini bertujuan untuk (1) mengetahui riwayat hidup Qadhi Jafri; (2) menggambarkan tata letak Kompleks Makam Qadhi Jafri; (3) mendeskripsikan pernyataan kematian pada Kompleks Makam Qadhi Jafri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggabungkan penelitian sejarah dengan pendekatan Arkeologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qadhi Jafri adalah seorang ulama, buyut dari ulama besar Kalimantan, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Kompleks Makam Qadhi Jafri berisi 36 makam yang berada dalam beberapa jirat. Selain makam Qadhi Jafri, tulisan yang berupa pernyataan kematian juga terdapat pada makam mertua Qadhi Jafri, yakni Haji Abdul Aziz (Kiai Demang Wangsa Negara) dan istri, dan makam Haji Muhammad Nur bin Haji Mustafa. Adanya tulisan pernyataan kematian tidak terlepas dari agama Islam serta pemahaman bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Orang yang meninggal tetap hidup, tetapi rohnya berpindah tempat dari alam dunia ke alam barzakh. . The Ins...
2013
ABSTRAK Ornamen makam di kompleks makam kuno raja-raja Bugis adalah salah satu manifestasi kebudayaan masyarakat Bugis dari masa kejayaan kerajaan Islam pada abad ke XVII-XIX. Eksistensi ornamen merupakan ekspresi kebudayaan masyarakat Bugis untuk merepresentasikan religi, elite dan kekuasaan sebagai sistem dan identitas sosial dalam masyarakatnya. Untuk itu penelitian dengan judul “Estetika Ornamen Makam di Kompleks Makam Raja-raja Bugis” bertujuan menjelaskan bentuk, fungsi, dan nilai filosofi ornamen makam, tentang eksistensinya sebagai ekspresi kebudayaan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan budaya dan estetika. Metode pengumpulan data dengan studi pustaka, observasi, dan wawancara. Oleh karena ornamen makam adalah produk kesenian masa lampau maka ada dua aspek kesenian yang perlu diperhatikan, yaitu konteks estetika yang mencakup bentuk dan keahlian yang melahirkan gaya. Kedua adalah dalam konteks makna (meanin...
Masjid Agung Surakarta adalah salah satu masjid tua di pulau Jawa yang berfungsi sebagai masjid kerajaan. Para pegawainya diangkat oleh Raja Surakarta dan diberi kedudukan sebagai abdi dalem. Sejak 1 Oktober 1948, pengelolaan masjid ini diserahkan kepada Departemen Agama yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri Agama tanggal 18 Januari 1947 No. 3/1947 tentang Kas Masjid. Di atas mihrab masjid ini terdapat relief tughra, mahkota, dan sejumlah inskripsi tulisan Arab yang antara lain memuat nama-nama tokoh yang mengingatkan pada nama-nama penghuni gua dalam kisah ashabul kahfi.
Judikatif, 2023
This Journal entitled "The Form and Meaning of the Queen's Tomb of Nahrasyiyah Sultanah X of Samudera Pasai Kingdom in North Aceh Regency". The purpose of this study is, to describe and analyze the form and meaning contained in the tomb of Nahrasyiyah Queen. This research uses qualitative research method with snowball sampling technique that get data in rolling. This research relies on field data obtained from informants through interviews, observation and documentation and literature study related to the object of research. Based on these methods obtained results, that the tomb of Nahrasyiyah Queen is a tomb made and given by one of the kingdoms in India. The tomb is formed from the influence of Indian and Iranian culture (Persia). The high and large form and the calligraphy of the "Yasin surah" contained in the tomb of Nahrasyiyah Queen signifies that the tomb is a magnificent tomb and has never been owned by other kings in Aceh. Other than that four towers four towers at the corner of the tomb bound by the pillars make the tomb of Nahrasyiyah Queen increasingly visible. This indicates that Nahrasyiyah Queen is a strong figure in the golden age. In addition, the motif of the candlestick contained in the tomb of Nahrasyiyah Queen gives the meaning that the Kingdom of Samudera Pasai is a strong kingdom and able to prosper with 16 other kingdoms in the reign of Nahrasyiyah Queen. The lotus symbol, the cotton tree and the banana tree contained in the tomb reveal that the period of rule of Nahrasyiyah Queen is the period with the most prosperous fertility of the region.
Jurnal CMES, 2020
This study discusses the exotic Arabic inscriptions on kamardikan kris based on sociopragmatic studies. This research is interesting to do because not all kamardikan kris found Arabic inscriptions. The existence of Arabic inscriptions on the kamardikan kris is interesting to study from the type of Arabic script and also the intention of the owners to collect the kris. The method used in this study is the method of providing data, the method of analyzing data, and the method of presenting the results of data analysis. Based on an analysis of the types of Arabic script on the kamardikan keris it is concluded that Arabic writings on the kamardikan kris use one type of writing, namely naskhī writing and diwānī writing and some use a combination of several types of writing, namely (a) naskhi and diwāni writing, (b) Naskhī, Țugrā, and Śuluśi writing, (c) Naskhī, Țugrā, and Raihanī writing, (d) naskhī and Diwanī Jalī writing, and (e) writing the tattoo. Based on sociopragmatic studies, the...
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur, 2021
The tourism potential and area of West Kalimantan make it difficult for tourists to enjoy its natural and cultural tourism. The distance is quite far, making it difficult for tourists to share a short time to enjoy all the tours available. When viewed from the potential side, West Kalimantan has advantages such as abundant tourist attractions, culture, ethnicity, and various cultures. With this potential, it is necessary to have a container that can cover all the potential that exists in one area in the form of West Kalimantan Mini Park. The purpose of designing the Mini Park of West Kalimantan is expected to present the religious tourism potential of West Kalimantan in an integrated tourist area in Kubu Raya. The design method used in the design of Taman Mini West Kalimantan refers to 5 stages of design, which will start from the initial stages, preparation, submitting proposals, evaluating, and taking action. The design results are in the form of recreational tourism areas and cul...
2016
Istana Kadriah adalah sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi kota Pontianak. Dalam perkembangannya sampai dengan sekarang Istana Kadriah sudah banyak melewati serta menyaksikan beberapa peristiwaperistiwa penting yang terjadi di dalam Kesutanan maupun bagi kota Pontianak yang dalam menuju perkembangannya. Sebagai warisan budaya yang tersisa dari kejayaan Kesultanan Pontianak dulu, Istana Kadriah memiliki kisah yang panjang dalam pembangunannya. Sebuah perjuangan dan pengorbanan para petinggi kesultanan dahulu dalam mempertahankan dan memperjuangan kesultanan adalah sedikit garis besar dari kisah panjang yang mengiringi Istana Kadriah bertahan sampai dengan sekarang ini. Sebagai manusia yang hidup digenerasi sekarang sudah sepantasnya kita menghormati sebuah warisan budaya dari masa lalu seperti Istana Kadriah ini. Warisan-warisan budaya seperti ini memiliki peran besar dalam perkembangan sebuah daerah maupun negara, perannya yang besar itulah yang membuat n...
2021
CV. Citra Palapa Mineral merupakan salah satu perusahaan swasta pertambangan yang bergerak dibidang penambangan komoditas tanah urug yang terletak di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah IUP sebesar 26,8 hektar. CV. Citra Palapa Mineral sedang melaksanakan kegiatan eksplorasi dan akan segera melakukan penambangan dan belum adanya rancangan (design) penambangan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan analisis data sekunder. Perancangan quarry dilakukan dengan mengkaji data topografi dan data geoteknik. Hasil pemetaan topografi didapatkan elevasi tertinggi 86 mdpl dan terendah 10 mdpl. volume sumberdaya tanah urug sebesar 3,010,953.30 m³. Geometri lereng yang direkomendasikan yaitu tinggi lereng 10,31 m, lebar lereng 12,82 m, single slope 76° dan overall slope 38°. Batas akhir penambangan berada pada elevasi 35 mdpl. Dimensi geometri jalan angkut yang direkomendasikan yaitu lebar jalan lurus 3,94 m, lebar jalan...
Amerta: Berkala Arkeologi, 2016
Majapahit Influence on the Grand Palace of Kaba-Kaba, Tabanan. Majapahit, as a kingdom, had spread its influence to almost every part of Indonesia such as the western part of Sumatra and the eastern part of the Moluccas, even to our neighbouring countries in Southeast Asia, which were implemented in form of equal partnership (mitra satata). The archaeological remains from the Majapahit period that we can see include sacred and profane buildings, sculptures, reliefs, fragmented and intact potteries and ceramics, and literatures. They bear distinct characteristics, particularly in sacred buildings as well as the styles of reliefs and sculptures. Kaba-Kaba Palace is theremain of Kaba-Kaba Kingdom in Tabanan, Bali, whose king was originated from Majapahit. The aim of this research is to uncover the Majapahit influence on this palace. Furthermore, an attempt was also made to see whether it was built in accordance with Sanga Mandala, a concept used in the building of palaces. The method for this study was carried out by literature study and describing the building elements of the palace that have Majapahit influence, as well as interviewing some sources. The results show that the palace was built based on the sangamandala concept but it has experienced development to accommodate the needs of more recent period. The Majapahit influences on the Kaba-Kaba Palace are seen in the candi bentar (split gate), paduraksa (roofed gate), tantricstyle sculptures, the sculptures of tortoise and dragon, and figure with the face of a stranger. Abstrak. Majapahit sebagai kerajaan besar telah mengembangkan pengaruhnya meliputi hampir di seluruh wilayah Indonesia saat ini, yaitu daerah-daerah di Pulau Sumatra di bagian barat dan Maluku di bagian timur, bahkan pengaruhnya meluas sampai ke negara tetangga di Asia Tenggara yang dijalin dalam bentuk persahabatan yang setara (mitra satata). Tinggalan arkeologi dari masa Majapahit yang dapat kita temui adalah bangunan suci, arca-arca, relief, bangunan profan, fragmen/ utuh gerabah dan keramik, dan karya-karya sastra. Tinggalan Majapahit tersebut mempunyai ciriciri khusus dalam bentuk arsitektur bangunan suci, gaya relief dan arca. Puri Kaba-Kaba merupakan tinggalan Kerajaan Kaba-Kaba di Tabanan, yang rajanya berasal dari Majapahit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja pengaruh Majapahit yang ditemukan pada bangunan Puri ini. Selain itu juga untuk mengetahui apakah pembangunan Puri sesuai dengan konsep Sanga Mandala. Metode penelitian dilakukan dengan studi pustaka, dan mendeskripsikan unsur-unsur bangunan Puri yang mendapat pengaruh dari Majapahit, juga melakukan wawancara terhadap narasumber. Dari penelitian ini diketahui bahwa pembangunan Puri menerapkan konsep Sanga Mandala, namun telah mengalami pengembangan sesuai kebutuhan. Pengaruh Majapahit yang ditemukan pada bangunan Puri Kaba-Kaba antara lain adalah gapura candi bentar dan paduraksa, arca-arca bergaya tantris, arca kura-kura dan naga, serta arca tokoh berwajah orang asing.
Berkala Arkeologi Sangkhakala, 2018
sBuried is one of some activities in human life, which have been doing if someone died. In Indonesia, since arrival of Islamic influence, the prehistoric buried in several places have been developed and change with new phenomenon. In other site, some places have indication with two signs of prehistoric and Islamic buried. That facts, we can find in Bawahparit site that have location on Kototinggi District, Limapuluhkoto regent’s, West Sumatera. In this site, we could find a hundred of the up right stones as a sign of buried and human skeletons were setting in cavity and putting down in northwest-southeast orientation. It is the same with Islamic buried.