Movatterモバイル変換


[0]ホーム

URL:


Academia.eduAcademia.edu

Outline

Inskripsi pada Kompleks Makam Raja-raja Mempawah, Kalimantan Barat

Profile image of Jurnal SUHUFJurnal SUHUF
https://doi.org/10.22548/SHF.V5I1.51
visibility

description

19 pages

Sign up for access to the world's latest research

checkGet notified about relevant papers
checkSave papers to use in your research
checkJoin the discussion with peers
checkTrack your impact

Abstract

Sasaran penelitian ini adalah inskripsi keagamaan yang terdapat di Kompleks Makam Raja-raja Mempawah, salah satu kerajaan bercorak Islam di Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagai penelitian rintisan, tulisan ini dibatasi pada pendataan (inventarisasi) dan deskripsi hasil temuan lapangan. Dalam tulisan ini disajikan beberapa contoh inskripsi dan transliterasinya, yang kemudian diklasifikasi berdasarkan isi dan jenis kaligrafinya.

Related papers

Kepurbakalaan Makam Raja – Raja Islam DI Arosbaya, Bangkalan Madura

2018

AbstrakArosbaya sebagai sebuah tempat yang sakral dan bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebuah daerah yang terletak di Kabupaten Bangkalan, Madura memiliki komplek pemakaman raja – raja pada masa Islam. Kompleks pemakaman terebut terdiri atas tiga lokasi dan memiliki warisan budaya dari zaman Pra Sejarah, Hindu – Budhha dan Islam. Dahulu Arosbaya sebagai pusat kerajaan di Madura Barat dibuktikan dengan keberadaan Makam Ki Demung Plakaran, Komplek Makam Agung dan Pasarean Aer Mata Ebu. Terkait dengan hal tersebut maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1.Mengapa Islam Berkembang di Bangkalan pada Abad 15 – 17 Masehi ? 2.Bagaimana Unsur – Unsur Kepurbakaalan pada Makam Kepurbakalaan Makam Raja – Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, Madura? 3. Bagaimana Fungsi dan Nilai Kepurbakalaan Makam Kepurbakalaan Makam Raja – Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, MaduraMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran sumber (Heuristik), kemudian sumber sejara...

Kerajaaan Mempawah Pada Masa Opu Daeng Manambon Tahun 1737 – 1761 DI Kabupaten Pontianak

2017

Arkeologi Makam di Indonesia

Jelita Tua Nainggolan, 2021

Fakta arkeologis menegaskan bahwa ada ribuan Kompleks makam kuno, baik yang tercatat maupun belum tercatat atau yang masih belum ditemukan, tidak lain merupakan potensi cagar budaya yang khas dan sejatinya tidak dimiliki bangsa lainnya di nusantara. Secara historis, kompleks makam kuno dengan tipologi nisannya yang terkenal sangat luar biasa dapat diklasifikasi berdasarkan asal usul pemerintahannya

Makna Simbol Motif Songket Pada Situs Kompleks Makam Kawah Tengkurep

Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam, 2021

Tengkurep Crater is the burial place of the Palembang Sultanate which was built in 1728 which consists of four cupolas. This research is focused on the meaning of the symbol of the Sognket motif on the site of the Tengkurep Crater tomb complex which can provide information about the development of artistic culture during the Palembang Sultanate. Based on the results of the study, there were four songket motifs and their symbolic meanings found at the Tengkurep Crater Tomb Complex, namely the tumpal motif, the meru motif, the geometric motif and the berante motif. The method used to answer these problems is through observation and literature study. The data that has been collected is then analyzed and conclusions are drawn.

Melacak Jaringan Raja-Raja Di Pulau Borneo, Sulawesi dan Sumatera (Studi Naskah Silsilah Raja-raja Mempawah)

Manuskripta, 2016

Generally, this article explains about; fistly, manuscript Silsilah Raja-raja Mempawah or called SRM is the only manuscript who explains about name of Kings Mempawah with their titles and families. Secondly, it explains about manuscript condition that is good, the text can be red well although several letters are damaged by physical destructions such as eaten by termites or ripped off.

Bukti-Bukti Proses Islamisasi DI Kesultanan Palembang

TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam

When is Islam into Palembang is not surely, without else still conflict, because any more arguments. Distribution of Islam in Palembang can do it the way of the peace, and then continues step by step. Islamisasi process can do it tool, like as economic of way, married of the way and tassawuf. more than factually Islam into Palembang, so that signed like as mosque, grave, town center and then manuscript. Key word: Kapan Islam Masuk di Palembang, Proses Islamisasi, Bukti Islam di Palembang

Identifikasi Kompleks Makam Lambuto DI Desa Lalonggombu Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan

SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH

Di Sulawesi Tenggara banyak terdapat makam-makam tua dengan bentuk yang sangat beragam. Salah satu makam tersebut adalah makam yang terletak di kompleks makam Lambuto. Berada di wilayah administrasi Desa Lalonggombu, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman makam dan nilai budaya yang mempengaruhi makam di kompleks makam Lambuto di Desa Lalonggombu Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penalaran induktif yang bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang dicapai terdiri dari beberapa tahapan yaitu observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis morfologi (bentuk), analisis teknologi (bahan dan teknik pembuatan). dari hasil observasi beberapa temuan makam teridentifikasi sebanyak 19 makam. Berdasarkan hasil analisis dan klasifikasi jenis makam, terdapat 3 jenis makam, yaitu: 1) Makam tip...

Makam Puyang Ramobayang Di Desa Embawang Sebagai Situs Sejarah Di Kabupaten Muara Enim

Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam

This research is based on the writer’s desire to know the grave of Puyang Ramobayang in Embawang village as a historical site of Muara Enim regency in 1991 – 2018. The method of this research are historical and survey methods. The type of the research that used is descriptive qualitative with the geography, sociology, cultural, antropology, religion, economy, and history approaches. The process of collecting the data used the observation, interview, and documentation techniques. Conclusions: (1)the history of the establishing of Embawang village, Muara Enim regency in 1991 – 2018 was around 1300 AD at a village, there was a husband and wife that had (twelve) children, one of them was named warding sakti, after having a family, he left Karang Dale to look for a new region, after a while, they family found a village that was a founder to become Embawang village. (2) the origin of the Puyang Ramobayang grave in Embawang village Muara Enim regency in 1991 – 2018, Puyang Ramobayang was a...

Transformasi Bentuk Makam Raja-Raja Tanete Dari Abad KE-17 Hingga Abad KE-20

JURNAL WALENNAE

Our understanding of the cultural transformation phase of the Islamic grave in South Sulawesi is still limited to the study of its territorial scope, not specific to a particular locality or kingdom. This study aims to determine the stage of transformation of Islamic shape tomb in Tanete Kingdom, Barru and its causal factors. The research used artefactual data which are four complex of King Tanete tomb, interview data and historical data. The methods used are survey, interview, literature study, identification, and interpretation. The study concludes three stages of transformation shape tomb at Tanete, the first transformation of the early seventeenth century characterized by tombstone, both occurring in the mid-18th century to the beginning of the nineteenth century characterized by decorative and inscribed tombs, and the third occurred beginning of the 20th century with the characteristic of European architecture. The cause of the three stages of the transformation of the tomb is ...

Konteks Penguburan Kompleks Makam Kuno Sutan Nasinok Harahap

Forum Arkeologi

The form of burial in the ancient tomb complex of Sutan Nasinok Harahap is in the form of a mound of land bordered by flat stones. The problem is what the burial context and the characteristics of the tomb in the Sutan Nasinok Harahap Ancient Tomb Complex?. The purpose of this study is to determine the context of burial and recognize the complex characteristics of the tomb. This study uses an inductive reasoning model. Judging from the characteristics, the characteristics of the tomb have not yet been seen, only the orientation of the tomb indicates the absence of Islamic influence. Related to the burial context, the tomb is located far from the river, on a high place (dolok) and is in the banua partoru zone while Lobu Gunung Tua Batang Onang is in banua tonga which is adjacent to the banua parginjang zone (close to the river). Bentuk penguburan di Kompleks Makam Kuno Sutan Nasinok Harahap berupa gundukan tanah yang pada bagian tepiannya dibatasi oleh batu-batu pipih. Permasalahanny...

Loading...

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.

References (36)

  1. Hasan Muarif Ambary, Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998, hlm. 5 3 Kerajaan Mempawah terbagi atas dua periode, yaitu masa Suku Dayak Hindu, dan masa Islam. Para pemimpin Mempawah pada masa Suku Dayak Hindu adalah: (1) Patih Gumantar (+1380 M);
  2. Raja Kudung (+ 1610 M); dan
  3. Panembahan Senggaok (+ 1680 M). Sedangkan para pemimpin pada masa Islam adalah: (1) Opu Daeng Menambon bergelar Pangeran Mas Surya Negara (1740-1761 M);
  4. Gusti Jamiril bergelar Panembahan Adiwijaya Kesuma (1761-1787);
  5. Syarif Kasim bergelar Panembahan Mempawah (1787-1808);
  6. Syarif Hussein (1808-1820);
  7. Gusti Jati bergelar Sultan Muhammad Zainal Abidin (1820-1831);
  8. Gusti Amin bergelar Panembahan Adinata Krama Umar Kamaruddin (1831-1839);
  9. Gusti Mukmin bergelar Panembahan Mukmin Nata Jaya Kusuma (1839-1858);
  10. Gusti Usman bergelar Panembahan Usman (1858-1872);
  11. Gusti Ibrahim bergelar Panembahan Ibrahim Muhammad Safiyuddin (1872-1892);
  12. Gusti Intan bergelar Ratu Permaisuri (1892-1902);
  13. Gusti Mustaan (1944-1955), diangkat oleh Jepang; (14) Gusti Jimmi Muhammad Ibrahim Bergelar Panembahan XII (s/d 2002); dan (15) Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim bergelar Panembahan XIII (2002-sekarang). Lihat Andri Zulfikar, Sejarah Gemilang Kerajaan-kerajaan Islam Kalimantan Barat, Pontianak: Paguyuban Bina Insan Mulia, 2012, diterbitkan melalui www.nulisbuku.com, hlm. 202-206. Lihat juga M. Natsir, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak, "Kerajaan Kalbar sebagai Objek Wisata Sejarah Budaya", http://ace- informasibudaya.blogspot.com/2008/08/kerajaan-kalbar-sebagai-objek- wisata.html, diterbitkan 2 Agustus 2008, akses 7 Juli 2012.
  14. M. Natsir, "Sejarah Kerajaan Mempawah Kalimantan Barat" http://ace- informasibudaya.blogspot.com/ 2011/03/sejarah-kerajaan-mempawah.html, 13
  15. Maret 2011. "Kesultanan Mempawah" dalam http://melayuonline.com dan www.wisatamelayu.com, Selasa, 3 Juli 2012, dan "Kerajaan Mempawah" dalam http://id.wikipedia.org/ wiki/Kerajaan_Mempawah.
  16. Iswara N. Raditya "Berhimpun di Makam Opu Daeng Menambun" dalam http://melayuonline.com/ind/ opinion/read/375/berhimpun-di-makam-opu-daeng- menambun. "Opu Daeng Menambun adalah penguasa pertama Kerajaan Mempa- wah pada masa Islam. Sebelum dipimpin oleh Opu Daeng Menambun, pemerin- tahan Kerajaan Mempawah dikelola oleh orang-orang dari Suku Dayak di bawah pimpinan Patih Gumantar dan sudah ada sejak sekitar tahun 1380 Masehi." Opu Daeng Menambun kadang disebut Opu Daeng Menambon. 6 "Ritual Pembersihan Pusaka Kerajaan Mempawah", dalam www. wisatamelayu.com, 13 Sya'ban 1433 (Tuesday, 03 July 2012)
  17. Johan Wahyudi, "Bukti Sejarah Berdirinya Keajaan Mempawah" dalam http://www.borneotribune.com/headline/bukti-sejarah-berdirinya-kerajaan-mem- pawah.html, Selasa, 2 Agustus 2011. "Amanah Panembahan, Jaga Bentuk Keaslian Bangunan Masjid Jamiatul Khair Kota Mempawah", dalam http://www.pontianakpost.com/ index.php?mib=berita.detail&id=95318, Selasa, 09 Agustus 2011. (Baris 1) Gupernemen Ulanda karana mendapat kepujian Perang Cina Mandor; (baris 2) kepada hari Isnain satu Sya'ban sanah 1304 bersamaan h 2 April tarikh Masehi 1887. Ukuran: 158 cm x 30 cm.
  18. Makam Istri Panembahan Ibrahim, Syarifah Aminah Ukuran jirat 56 cm x 153 cm; teks 94 cm x 27 cm; nisan: tinggi 124 cm dan panjang lingkar tiang nisan 96 cm. (Baris 1) Wan Mas Sarifah Aminah bersuamikan Sri Paduka Panembahan Ibrahim Muhammad ¢afiyuddin; (baris 2) Kerajaan Mempawah mendapat anak yaitu Pangeran Adipati istri Utin putri dan Utin; (baris 3) Lelan bergelar Raden Anom istri dan Sri Paduka Muhammad Taufiq Aqamuddin Panembahan Mempawah.
  19. Makam Pangeran Bendahara Musa Ukuran jirat 68 cm x 155 cm, ukuran nisan 83 cm x 59 cm. (Baris 1) Hijrat an-Nabiyy Sallallahu 'alaihi wa sallam sanah 1326 kepada malam Sabtu; (baris 2) waktu jam pukul sebelas kepada sepuluh hari bulan Rabiul Awal dewasa itulah almarhum. Ukuran: 136 cm x 22 cm.
  20. Makam Pangeran Wali Adi Nata Kesuma Ukuran jirat: 57 cm x 108 cm, dan ukuran nisan: 120 cm x 84 cm. Kiri: Hijrah an-Nabiy. Ukuran: 39 cm x 38 cm. Kanan: ¢allall±hu 'alaihi wa sallam kepada tarikh seribu dua ratus enam puluh sembilan [1269] kepada tahun jim dan kepada enam hari bulan Zulqa'dah. Ukuran: 144 cm x 24 cm. Kiri: Malam Jum'at (?) maka waktu itulah Wali Adi Nata Kesuma Qamaruddin Panembahan Umar kembali ke rahmat Allah Ta'ala dari negeri yang fana ke negeri yang baqa'. Ukuran: 144 cm x 24 cm. Kanan: Waktu pukul jam empat (?). Ukuran: 39 x 38 cm.
  21. Daftar Pustaka Ambary, Husan Muarif, Menemukan Peradaban, Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998.
  22. Anonim, "Amanah Panembahan, Jaga Bentuk Keaslian Bangunan Masjid Jamiatul Khair Kota Mempawah", dalam http://www.pontianakpost.com/ index.php?mib=berita.detail&id=95318, Selasa, 09 Agustus 2011.
  23. Anonim, "Kerajaan Mempawah" dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan _Mempawah. Diakses 7 Juli 2012.
  24. Anonim, "Kesultanan Mempawah" dalam http://melayuonline.com dan www.wisatamelayu.com, Selasa, 3 Juli 2012
  25. Anonim, "Ritual Pembersihan Pusaka Kerajaan Mempawah", dalam www.wisatamelayu.com, 13 Sya'ban 1433 (Tuesday, 03 July 2012).
  26. Anonim, "Upacara Mandi Safar" dalam http://ace-informasibudaya.blogspot .com/2010/01/upacara-mandi-safar.html, Rabu, 27 Januari 2010.
  27. Hamidah, "Tradisi Robo-Robo Multikultur Mempawah Kalimantan Barat", dalam http://ace-informasibudaya. blogspot.com/ 2011/03/robo-robo- multikultur-kalbar.html. Minggu, 13 Maret 2011, Natsir, M., "Kerajaan Kalbar Sebagai Objek Wisata Sejarah Budaya", http://ace- informasibudaya.blogspot.com/2008/08/kerajaan-kalbar-sebagai-objek- wisata.html, publish 2 Agustus 2008, akses 7 Juli 2012.
  28. -------, "Sejarah Kerajaan Mempawah Kalimantan Barat" http://ace- informasibudaya.blogspot.com/2011/03/ sejarah-kerajaan-mempawah.html, Minggu, 13 Maret 2011.
  29. Pijper, G.F., Beberapa Studi tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1950, Jakarta: UI Press, 1984.
  30. Raditya, Iswara N., "Berhimpun di Makam Opu Daeng Menambun" dalam http://melayuonline.com/ind/ opinion/read/375/berhimpun-di-makam-opu- daeng-menambun. Diakses 7 Juli 2012.
  31. Sirojuddin AR, D., Seni Kaligrafi Islam, Jakarta: Multi Kreasi Singgasana, 1992.
  32. Tim Penerjemah Kemenag, Al-Qur'an dan Terjemah, Jakarta: Kementerian Agama RI, 2009
  33. Tim Penyusun Kamus, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Jakarta: Balai Pustaka, 2003.
  34. Tjandrasasmita, Uka, Penelitian Arkeologi Islam di Indonesia dari Masa ke Masa, Kudus: Menara Kudus, 2000.
  35. Wahyudi, Johan, "Bukti Sejarah Berdirinya Kerajaan Mempawah" dalam http://www.borneotribune.com/ headline/bukti-sejarah-berdirinya-kerajaan- mempawah.html, Selasa, 2 Agustus 2011.
  36. Zulfikar, Andri, Sejarah Gemilang Kerajaan-Kerajaan Islam Kalimantan Barat, Pontianak: Paguyuban Bina Insan Mulia, 2012; diterbitkan melalui www.nulisbuku.com

Related papers

Inskripsi Pernyataan Kematian pada Kompleks Makam Qadhi Jafri, Sosok Ulama dan Ahli Waris Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

AMERTA, 2016

Kajian ini bertujuan untuk (1) mengetahui riwayat hidup Qadhi Jafri; (2) menggambarkan tata letak Kompleks Makam Qadhi Jafri; (3) mendeskripsikan pernyataan kematian pada Kompleks Makam Qadhi Jafri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggabungkan penelitian sejarah dengan pendekatan Arkeologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qadhi Jafri adalah seorang ulama, buyut dari ulama besar Kalimantan, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Kompleks Makam Qadhi Jafri berisi 36 makam yang berada dalam beberapa jirat. Selain makam Qadhi Jafri, tulisan yang berupa pernyataan kematian juga terdapat pada makam mertua Qadhi Jafri, yakni Haji Abdul Aziz (Kiai Demang Wangsa Negara) dan istri, dan makam Haji Muhammad Nur bin Haji Mustafa. Adanya tulisan pernyataan kematian tidak terlepas dari agama Islam serta pemahaman bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Orang yang meninggal tetap hidup, tetapi rohnya berpindah tempat dari alam dunia ke alam barzakh. . The Ins...

Estetika Ornamen Makamdi Kompleks Makam Raja-Raja Bugis

2013

ABSTRAK Ornamen makam di kompleks makam kuno raja-raja Bugis adalah salah satu manifestasi kebudayaan masyarakat Bugis dari masa kejayaan kerajaan Islam pada abad ke XVII-XIX. Eksistensi ornamen merupakan ekspresi kebudayaan masyarakat Bugis untuk merepresentasikan religi, elite dan kekuasaan sebagai sistem dan identitas sosial dalam masyarakatnya. Untuk itu penelitian dengan judul “Estetika Ornamen Makam di Kompleks Makam Raja-raja Bugis” bertujuan menjelaskan bentuk, fungsi, dan nilai filosofi ornamen makam, tentang eksistensinya sebagai ekspresi kebudayaan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan budaya dan estetika. Metode pengumpulan data dengan studi pustaka, observasi, dan wawancara. Oleh karena ornamen makam adalah produk kesenian masa lampau maka ada dua aspek kesenian yang perlu diperhatikan, yaitu konteks estetika yang mencakup bentuk dan keahlian yang melahirkan gaya. Kedua adalah dalam konteks makna (meanin...

Inskripsi Ashabul Kahfi pada Mihrab Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta adalah salah satu masjid tua di pulau Jawa yang berfungsi sebagai masjid kerajaan. Para pegawainya diangkat oleh Raja Surakarta dan diberi kedudukan sebagai abdi dalem. Sejak 1 Oktober 1948, pengelolaan masjid ini diserahkan kepada Departemen Agama yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Menteri Agama tanggal 18 Januari 1947 No. 3/1947 tentang Kas Masjid. Di atas mihrab masjid ini terdapat relief tughra, mahkota, dan sejumlah inskripsi tulisan Arab yang antara lain memuat nama-nama tokoh yang mengingatkan pada nama-nama penghuni gua dalam kisah ashabul kahfi.

Bentuk dan Makna Makam Nahrasyiah Sultanah X Kerajaan Samudera Pasai

Judikatif, 2023

This Journal entitled "The Form and Meaning of the Queen's Tomb of Nahrasyiyah Sultanah X of Samudera Pasai Kingdom in North Aceh Regency". The purpose of this study is, to describe and analyze the form and meaning contained in the tomb of Nahrasyiyah Queen. This research uses qualitative research method with snowball sampling technique that get data in rolling. This research relies on field data obtained from informants through interviews, observation and documentation and literature study related to the object of research. Based on these methods obtained results, that the tomb of Nahrasyiyah Queen is a tomb made and given by one of the kingdoms in India. The tomb is formed from the influence of Indian and Iranian culture (Persia). The high and large form and the calligraphy of the "Yasin surah" contained in the tomb of Nahrasyiyah Queen signifies that the tomb is a magnificent tomb and has never been owned by other kings in Aceh. Other than that four towers four towers at the corner of the tomb bound by the pillars make the tomb of Nahrasyiyah Queen increasingly visible. This indicates that Nahrasyiyah Queen is a strong figure in the golden age. In addition, the motif of the candlestick contained in the tomb of Nahrasyiyah Queen gives the meaning that the Kingdom of Samudera Pasai is a strong kingdom and able to prosper with 16 other kingdoms in the reign of Nahrasyiyah Queen. The lotus symbol, the cotton tree and the banana tree contained in the tomb reveal that the period of rule of Nahrasyiyah Queen is the period with the most prosperous fertility of the region.

Eksotika Inskripsi Arab Pada Keris Tangguh Kamardikan

Jurnal CMES, 2020

This study discusses the exotic Arabic inscriptions on kamardikan kris based on sociopragmatic studies. This research is interesting to do because not all kamardikan kris found Arabic inscriptions. The existence of Arabic inscriptions on the kamardikan kris is interesting to study from the type of Arabic script and also the intention of the owners to collect the kris. The method used in this study is the method of providing data, the method of analyzing data, and the method of presenting the results of data analysis. Based on an analysis of the types of Arabic script on the kamardikan keris it is concluded that Arabic writings on the kamardikan kris use one type of writing, namely naskhī writing and diwānī writing and some use a combination of several types of writing, namely (a) naskhi and diwāni writing, (b) Naskhī, Țugrā, and Śuluśi writing, (c) Naskhī, Țugrā, and Raihanī writing, (d) naskhī and Diwanī Jalī writing, and (e) writing the tattoo. Based on sociopragmatic studies, the...

Taman Mini Kalimantan Barat DI Kuburaya

JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur, 2021

The tourism potential and area of West Kalimantan make it difficult for tourists to enjoy its natural and cultural tourism. The distance is quite far, making it difficult for tourists to share a short time to enjoy all the tours available. When viewed from the potential side, West Kalimantan has advantages such as abundant tourist attractions, culture, ethnicity, and various cultures. With this potential, it is necessary to have a container that can cover all the potential that exists in one area in the form of West Kalimantan Mini Park. The purpose of designing the Mini Park of West Kalimantan is expected to present the religious tourism potential of West Kalimantan in an integrated tourist area in Kubu Raya. The design method used in the design of Taman Mini West Kalimantan refers to 5 stages of design, which will start from the initial stages, preparation, submitting proposals, evaluating, and taking action. The design results are in the form of recreational tourism areas and cul...

Perancangan Buku Cerita Bergambar Sejarah Berdirinya Istana Kadriah Kesultanan Pontianak

2016

Istana Kadriah adalah sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi kota Pontianak. Dalam perkembangannya sampai dengan sekarang Istana Kadriah sudah banyak melewati serta menyaksikan beberapa peristiwaperistiwa penting yang terjadi di dalam Kesutanan maupun bagi kota Pontianak yang dalam menuju perkembangannya. Sebagai warisan budaya yang tersisa dari kejayaan Kesultanan Pontianak dulu, Istana Kadriah memiliki kisah yang panjang dalam pembangunannya. Sebuah perjuangan dan pengorbanan para petinggi kesultanan dahulu dalam mempertahankan dan memperjuangan kesultanan adalah sedikit garis besar dari kisah panjang yang mengiringi Istana Kadriah bertahan sampai dengan sekarang ini. Sebagai manusia yang hidup digenerasi sekarang sudah sepantasnya kita menghormati sebuah warisan budaya dari masa lalu seperti Istana Kadriah ini. Warisan-warisan budaya seperti ini memiliki peran besar dalam perkembangan sebuah daerah maupun negara, perannya yang besar itulah yang membuat n...

Rancangan (Design) Quarry Pada Penambangan Tanah Urug DI CV. Citra Palapa Mineral Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat

2021

CV. Citra Palapa Mineral merupakan salah satu perusahaan swasta pertambangan yang bergerak dibidang penambangan komoditas tanah urug yang terletak di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah IUP sebesar 26,8 hektar. CV. Citra Palapa Mineral sedang melaksanakan kegiatan eksplorasi dan akan segera melakukan penambangan dan belum adanya rancangan (design) penambangan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan analisis data sekunder. Perancangan quarry dilakukan dengan mengkaji data topografi dan data geoteknik. Hasil pemetaan topografi didapatkan elevasi tertinggi 86 mdpl dan terendah 10 mdpl. volume sumberdaya tanah urug sebesar 3,010,953.30 m³. Geometri lereng yang direkomendasikan yaitu tinggi lereng 10,31 m, lebar lereng 12,82 m, single slope 76° dan overall slope 38°. Batas akhir penambangan berada pada elevasi 35 mdpl. Dimensi geometri jalan angkut yang direkomendasikan yaitu lebar jalan lurus 3,94 m, lebar jalan...

Pengaruh Majapahit Pada Bangunan Puri Gede Kaba-Kaba, Tabanan

Amerta: Berkala Arkeologi, 2016

Majapahit Influence on the Grand Palace of Kaba-Kaba, Tabanan. Majapahit, as a kingdom, had spread its influence to almost every part of Indonesia such as the western part of Sumatra and the eastern part of the Moluccas, even to our neighbouring countries in Southeast Asia, which were implemented in form of equal partnership (mitra satata). The archaeological remains from the Majapahit period that we can see include sacred and profane buildings, sculptures, reliefs, fragmented and intact potteries and ceramics, and literatures. They bear distinct characteristics, particularly in sacred buildings as well as the styles of reliefs and sculptures. Kaba-Kaba Palace is theremain of Kaba-Kaba Kingdom in Tabanan, Bali, whose king was originated from Majapahit. The aim of this research is to uncover the Majapahit influence on this palace. Furthermore, an attempt was also made to see whether it was built in accordance with Sanga Mandala, a concept used in the building of palaces. The method for this study was carried out by literature study and describing the building elements of the palace that have Majapahit influence, as well as interviewing some sources. The results show that the palace was built based on the sangamandala concept but it has experienced development to accommodate the needs of more recent period. The Majapahit influences on the Kaba-Kaba Palace are seen in the candi bentar (split gate), paduraksa (roofed gate), tantricstyle sculptures, the sculptures of tortoise and dragon, and figure with the face of a stranger. Abstrak. Majapahit sebagai kerajaan besar telah mengembangkan pengaruhnya meliputi hampir di seluruh wilayah Indonesia saat ini, yaitu daerah-daerah di Pulau Sumatra di bagian barat dan Maluku di bagian timur, bahkan pengaruhnya meluas sampai ke negara tetangga di Asia Tenggara yang dijalin dalam bentuk persahabatan yang setara (mitra satata). Tinggalan arkeologi dari masa Majapahit yang dapat kita temui adalah bangunan suci, arca-arca, relief, bangunan profan, fragmen/ utuh gerabah dan keramik, dan karya-karya sastra. Tinggalan Majapahit tersebut mempunyai ciriciri khusus dalam bentuk arsitektur bangunan suci, gaya relief dan arca. Puri Kaba-Kaba merupakan tinggalan Kerajaan Kaba-Kaba di Tabanan, yang rajanya berasal dari Majapahit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja pengaruh Majapahit yang ditemukan pada bangunan Puri ini. Selain itu juga untuk mengetahui apakah pembangunan Puri sesuai dengan konsep Sanga Mandala. Metode penelitian dilakukan dengan studi pustaka, dan mendeskripsikan unsur-unsur bangunan Puri yang mendapat pengaruh dari Majapahit, juga melakukan wawancara terhadap narasumber. Dari penelitian ini diketahui bahwa pembangunan Puri menerapkan konsep Sanga Mandala, namun telah mengalami pengembangan sesuai kebutuhan. Pengaruh Majapahit yang ditemukan pada bangunan Puri Kaba-Kaba antara lain adalah gapura candi bentar dan paduraksa, arca-arca bergaya tantris, arca kura-kura dan naga, serta arca tokoh berwajah orang asing.

Temuan Kubur di Situs Bawahparit (Limapuluh Koto) Corak Penguburan Megalitik Masa Transisi

Berkala Arkeologi Sangkhakala, 2018

sBuried is one of some activities in human life, which have been doing if someone died. In Indonesia, since arrival of Islamic influence, the prehistoric buried in several places have been developed and change with new phenomenon. In other site, some places have indication with two signs of prehistoric and Islamic buried. That facts, we can find in Bawahparit site that have location on Kototinggi District, Limapuluhkoto regent’s, West Sumatera. In this site, we could find a hundred of the up right stones as a sign of buried and human skeletons were setting in cavity and putting down in northwest-southeast orientation. It is the same with Islamic buried.

Related topics

  • Islamic Archaeology
  • Academia
    Academia
    580 California St., Suite 400
    San Francisco, CA, 94104
    © 2026 Academia. All rights reserved

    [8]ページ先頭

    ©2009-2026 Movatter.jp