Soekarno
| Dr.(H.C.)Ir.H. Soekarno | |
|---|---|
| Presiden Indonesia ke-1 | |
| Masa jabatan 18 Agustus1945 –12 Maret1967 (21 tahun) | |
| Perdana Menteri | |
| Wakil Presiden | Mohammad Hatta (1945–1956) |
| Didahului oleh | Tidak ada, jabatan baru |
| Digantikan oleh | Soeharto |
| Perdana Menteri Indonesia ke-11 | |
| Masa jabatan 9 Juli 1959 – 25 Juli 1966 (7 tahun) | |
| Didahului oleh | Djuanda Kartawidjaja |
| Digantikan oleh | Soeharto (Ketua Presidium Kabinet) |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Kusno Sosrodihardjo 6 Juni1901 |
| Meninggal | 21 Juni1970 (umur 69) |
| Kebangsaan | |
| Partai politik | |
| Suami/istri | Oetari (1921–1923) Inggit Garnasih (1923–1943) Fatmawati (1943–1956) Hartini (1952–1970) Kartini Manoppo (1959–1968) Ratna Sari Dewi (1962–1970) Haryati (1963–1966) Yurike Sanger (1964–1968) Heldy Djafar (1966–1969) |
| Anak | Dari Inggit
Dari Fatmawati Dari Hartini Dari Ratna Dari Haryati Dari Kartini Manoppo |
| Profesi | Insinyur Politikus |
| Agama | Islam |
| Tanda tangan | |
| |||||
| Kesulitan mendengarkan berkas ini? Lihatbantuan. | |||||
Dr.(H.C.)Ir.H.Soekarno1 (ER,EYD:Sukarno,nama lahir:Koesno Sosrodihardjo) (lahir diSurabaya,Jawa Timur,6 Juni1901 – meninggal diJakarta,21 Juni1970 pada umur 69 tahun)[note 1][note 2] adalahPresidenIndonesia pertama yang menjabat pada periode1945–1966.[5]:11, 81 Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.[6]:26-32 Ia adalahProklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama denganMohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal17 Agustus1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenaiPancasila sebagai dasar negaraIndonesia dan ia sendiri yang menamainya.[6]
Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966Supersemar yang kontroversial, yang isinya —berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat— menugaskanLetnan JenderalSoeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan.[6] Supersemar menjadi dasarLetnan JenderalSoeharto untuk membubarkanPartai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.[6] Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan Soeharto menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.[6]
Daftar isi
- 1Nama
- 2Kehidupan
- 3Kiprah politik
- 4Sakit hingga meninggal
- 5Peninggalan
- 6Penghargaan
- 7Karya tulis
- 8Pidato
- 9Budaya populer
- 10Catatan
- 11Referensi
- 12Lihat pula
- 13Pranala luar
Nama[sunting |sunting sumber]
Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan namaKusno oleh orangtuanya.[5] Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur sebelas tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya.[5][7]:35-36 Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisahBharata Yudha yaituKarna.[5][7] Nama "Karna" menjadi "Karno" karena dalambahasa Jawa huruf "a" berubah menjadi "o" sedangkan awalan "su" memiliki arti "baik".[7]
Di kemudian hari ketika menjadi presiden, ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadiSukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda)[7]:32. Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalamTeks ProklamasiKemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah, selain itu tidak mudah untuk mengubah tanda tangan setelah berumur 50 tahun[7]:32. Sebutan akrab untuk Soekarno adalahBung Karno.
Achmed Soekarno[sunting |sunting sumber]
Di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulisAchmed Soekarno. Hal ini terjadi karena ketika Soekarno pertama kali berkunjung ke Amerika Serikat, sejumlah wartawan bertanya-tanya, "Siapa nama kecil Soekarno?"[butuh rujukan] karena mereka tidak mengerti kebiasaan sebagian masyarakat di Indonesia yang hanya menggunakan satu nama saja atau tidak memilikinama keluarga.
Soekarno menyebutkan bahwa nama Achmed didapatnya ketika menunaikan ibadah haji.[8] Dalam beberapa versi lain,[butuh rujukan] disebutkan pemberian nama Achmed di depan nama Soekarno, dilakukan oleh para diplomat muslim asal Indonesia yang sedang melakukan misi luar negeri dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh negara-negaraArab.
Dalam bukuBung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (terjemahan Syamsu Hadi. Ed. Rev. 2011. Yogyakarta: Media Pressindo, dan Yayasan Bung Karno,ISBN 979-911-032-7-9) halaman 32 dijelaskan bahwa namanya hanya "Sukarno" saja, karena dalam masyarakat Indonesia bukan hal yang tidak biasa memiliki nama yang terdiri satu kata.
Kehidupan[sunting |sunting sumber]
Masa kecil dan remaja[sunting |sunting sumber]
Soekarno dilahirkan dengan seorang ayah yang bernamaRadenSoekemi Sosrodihardjo dan ibunya yaituIda Ayu Nyoman Rai.[5] Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan seorang guru ditempatkan diSekolah Dasar Pribumi diSingaraja,Bali.[5] Nyoman Rai merupakan keturunan bangsawan dari Bali dan beragamaHindu, sedangkan Raden Soekemi sendiri beragamaIslam.[5] Mereka telah memiliki seorang putri yang bernama Sukarmini sebelum Soekarno lahir.[9]:4-6, 247-251 Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya,RadenHardjokromo diTulung Agung,Jawa Timur.[5]
Ia bersekolah pertama kali di Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah keMojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut.[5] Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno keEerste Inlandse School, sekolah tempat ia bekerja.[9] Kemudian padaJuni1911 Soekarno dipindahkan keEuropeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima diHogere Burger School (HBS).[5] Pada tahun1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS di Surabaya, Jawa Timur.[5] Ia dapat diterima di HBS atas bantuan seorang kawan bapaknya yang bernamaH.O.S. Tjokroaminoto.[5] Tjokroaminoto bahkan memberi tempat tinggal bagi Soekarno di pondokan kediamannya.[5] Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpinSarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu, sepertiAlimin,Musso,Dharsono,Haji Agus Salim, danAbdul Muis.[5] Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemudaTri Koro Dharmo yang dibentuk sebagai organisasi dariBudi Utomo.[5] Nama organisasi tersebut kemudian ia ganti menjadiJong Java (Pemuda Jawa) pada1918.[5] Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.[9]
TamatHBS Soerabaja bulanJuli1921[10], bersama Djoko Asmo rekan satu angkatan di HBS, Soekarno melanjutkan keTechnische Hoogeschool te Bandoeng (sekarangITB) diBandung dengan mengambil jurusanteknik sipil pada tahun1921,[1]:38 setelah dua bulan dia meninggalkan kuliah, tetapi pada tahun1922 mendaftar kembali[1]:38 dan tamat pada tahun1926.[11] Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada tanggal25 Mei1926 dan padaDies Natalis ke-6TH Bandung tanggal3 Juli1926 dia diwisuda bersama delapan belasinsinyur lainnya.[1]:37 Prof.Jacob Clay selaku ketua fakultas pada saat itu menyatakan"Terutama penting peristiwa itu bagi kita karena ada di antaranya 3 orang insinyur orang Jawa".[1]:37 Mereka adalah Soekarno, Anwari, dan Soetedjo,[12]:167 selain itu ada seorang lagi dari Minahasa yaitu Johannes Alexander Henricus Ondang.[12]:167
Saat di Bandung, Soekarno tinggal di kediamanHaji Sanusi yang merupakan anggotaSarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto.[5] Di sana ia berinteraksi denganKi Hajar Dewantara,Tjipto Mangunkusumo, danDr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasiNational Indische Partij.
Sebagai arsitek[sunting |sunting sumber]
Bung Karno adalah presiden pertama Indonesia yang juga dikenal sebagaiarsitek alumni dariTechnische Hoogeschool te Bandoeng (sekarangITB) diBandung dengan mengambil jurusanteknik sipil dan tamat pada tahun1926.[note 3][note 4][13]
Pekerjaan[sunting |sunting sumber]
- Ir. Soekarno pada tahun1926 mendirikan biro insinyur bersama Ir. Anwari, banyak mengerjakan rancang bangun bangunan. Selanjutnya bersama Ir.Rooseno juga merancang dan membangun rumah-rumah dan jenis bangunan lainnya.
- Ketika dibuang diBengkulu menyempatkan merancang beberapa rumah dan merenovasi total masjid Jami' di tengah kota.[14]
Pengaruh terhadap karya arsitektur[sunting |sunting sumber]
Semasa menjabat sebagai presiden, ada beberapa karya arsitektur yang dipengaruhi atau dicetuskan oleh Soekarno. Juga perjalanan secara maraton dari bulan Mei sampai Juli pada tahun1956 ke negara-negaraAmerika Serikat,Kanada,Italia,Jerman Barat, danSwiss. Membuat cakrawala alam pikir Soekarno semakin kaya dalam menata Indonesia secara holistik dan menampilkannya sebagai negara yang baru merdeka.[15]
Soekarno membidikJakarta sebagai wajah (muka) Indonesia terkait beberapa kegiatan berskala internasional yang diadakan di kota itu, namun juga merencanakan sebuah kota sejak awal yang diharapkan sebagai pusat pemerintahan pada masa datang. Beberapa karya dipengaruhi oleh Soekarno atau atas perintah dan koordinasinya dengan beberapa arsitek sepertiFrederich Silaban dan R.M. Soedarsono, dibantu beberapa arsitek junior untuk visualisasi. Beberapa desain arsitektural juga dibuat melalui sayembara.[16]
- Masjid Istiqlal1951
- Monumen Nasional1960
- Gedung Conefo[16]
- Gedung Sarinah[16]
- Wisma Nusantara[16]
- Hotel Indonesia1962[17]
- Tugu Selamat Datang[17]
- Monumen Pembebasan Irian Barat[17]
- Patung Dirgantara[17]
- Tahun1955 Ir. Soekarno menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci dan sebagai seorang arsitek, Soekarno tergerak memberikan sumbangan ide arsitektural kepada pemerintahArab Saudi agar membuat bangunan untuk melakukansa’i menjadi dua jalur dalam bangunan dua lantai. Pemerintah Arab Saudi akhirnya melakukan renovasiMasjidil Haram secara besar-besaran pada tahun1966, termasuk pembuatan lantai bertingkat bagi umat yang melaksanakansa’i menjadi dua jalur dan lantai bertingkat untuk melakukan tawaf[13]
- Rancangan skema Tata Ruang KotaPalangkaraya yang diresmikan pada tahun1957[13]
Silsilah keluarga[sunting |sunting sumber]
| Raden Soekemi Sosrodihardjo | Ida Ayu Nyoman Rai | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Soekarno (1901-1970) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Oetari (menikah 1921;berpisah 1923) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Inggit Garnasih (menikah 1923) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Fatmawati (menikah 1943) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Guntur (l.1944) | Megawati (l.1947) | Rachmawati (l.1950) | Sukmawati (l.1952) | Guruh (l.1953) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hartini (menikah 1952) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Taufan (1951-1981) | Bayu (l.1958) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ratna (menikah 1962) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kartika (l.1967) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Haryati (menikah 1963) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Ayu | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Yurike Sanger (menikah 1964) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kartini Manoppo | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Totok (l.1967) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Heldy Djafar (menikah 1966) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kiprah politik[sunting |sunting sumber]
| Artikel ini tidak memilikireferensi atausumber tepercaya sehingga isinya tidak bisadipastikan.Bantuperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu olehPengurus. |
Masa pergerakan nasional[sunting |sunting sumber]
Soekarno untuk pertama kalinya menjadi terkenal ketika dia menjadi anggotaJong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Bagi Soekarno sifat organisasi tersebut yang Jawa-sentris dan hanya memikirkan kebudayaan saja merupakan tantangan tersendiri. Dalam rapat pleno tahunan yang diadakan Jong Java cabang Surabaya Soekarno menggemparkan sidang dengan berpidato menggunakanbahasa Jawangoko (kasar). Sebulan kemudian dia mencetuskan perdebatan sengit dengan menganjurkan agar surat kabar Jong Java diterbitkan dalambahasa Melayu saja, dan bukan dalambahasa Belanda.[18]
Pada tahun1926, Soekarno mendirikanAlgemeene Studie Club (ASC)[note 5][20] di Bandung yang merupakan hasil inspirasi dariIndonesische Studie Club olehDr. Soetomo.[5] Organisasi ini menjadi cikal bakalPartai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun1927.[11] Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada tanggal 29 Desember1929 di Yogyakarta dan esoknya dipindahkan ke Bandung, untuk dijebloskan kePenjara Banceuy. Pada tahun1930 ia dipindahkan keSukamiskin dan di pengadilan Landraad Bandung 18 Desember 1930 ia membacakan pledoinya yang fenomenalIndonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal31 Desember1931.
Pada bulan Juli1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus1933, dan diasingkan keFlores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang GuruPersatuan Islam bernamaAhmad Hasan.
Pada tahun1938 hingga tahun1942 Soekarno diasingkan keProvinsi Bengkulu, ia baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun1942.
Masa penjajahan Jepang[sunting |sunting sumber]
Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memerhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat padaGerakan 3A dengan tokohnyaShimizu danMr. Syamsuddin yang kurang begitu populer.
Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memerhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh-tokoh Indonesia seperti Soekarno,Mohammad Hatta, dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi sepertiJawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera),BPUPKI danPPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta,Ki Hajar Dewantara,K.H. Mas Mansyur, dan lain-lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerja sama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah sepertiSutan Syahrir danAmir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.
Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerja sama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.
Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskanPancasila,UUD 1945, dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir keRengasdengklok.
Pada tahun 1943, Perdana Menteri JepangHideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh KaisarHirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang olehMarsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.
Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukanJepang membuat Soekarno dituduh olehBelanda bekerja sama dengan Jepang, antara lain dalam kasusromusha.
Masa Perang Revolusi[sunting |sunting sumber]
Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelangProklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Setelah menemui Marsekal Terauchi diDalat,Vietnam, terjadilahPeristiwa Rengasdengklok pada tanggal16 Agustus1945; Soekarno danMohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah AirPeta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lainSoekarni,Wikana,Singgih sertaChairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan momen tepat untuk kemerdekaan Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan bulan turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepadaNabi Muhammad SAW yakniAl Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan olehKNIP. Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada tempat 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.
Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. SirPhillip Christison, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secarade facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukanNICA (Belanda) yang membonceng Sekutu (di bawah Inggris), meledaklahPeristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir JenderalA.W.S Mallaby.
Karena banyak provokasi diJakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.
Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Selama revolusi kemerdekaan, sistem pemerintahan berubah menjadisemi presidensiil ataudouble executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.
Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapiPeristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah adaPemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketuaSjafruddin Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.
Masa kemerdekaan[sunting |sunting sumber]
Setelah Pengakuan Kedaulatan (PemerintahBelanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada MrAssaat, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Soekarno. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya.
Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat di kalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai "kabinet seumur jagung" membuat Presiden Soekarno kurang memercayai sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai "penyakit kepartaian". Tak jarang, ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa17 Oktober1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara.
Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsaAsia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkanDasasila Bandung. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat "bom waktu" yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkanimperialisme dankolonialisme, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang mengubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam penyelesaian konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama PresidenJosip Broz Tito (Yugoslavia),Gamal Abdel Nasser (Mesir),Mohammad Ali Jinnah (Pakistan),U Nu, (Birma) danJawaharlal Nehru (India) ia mengadakanKonferensi Asia Afrika yang membuahkanGerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia.[butuh rujukan]
Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalahNikita Khruschev (Uni Soviet),John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat),Fidel Castro (Kuba),Mao Tse Tung (Tiongkok).
Masa marabahaya[sunting |sunting sumber]
Soekarno,Presiden Indonesia pertama, sedikitnya pernah mengalami percobaan pembunuhan lebih dari satu kali, Putrinya,Megawati Soekarnoputri pernah menyebut angka 23. "Saya ingin mengambil satu contoh konkrit, Presiden Soekarno itu mengalami percobaan pembunuhan dari tingkat yang namanya baru rencana sampai eksekusi (sebanyak) 23 kali," tutur Mega padaJuli2009. Sementara itu, angka lebih kecil keluar dari mulutSudarto Danusubroto. Dia ajudan presiden pada masa-masa akhir kekuasaan Soekarno. Sudarto pernah mengatakan ada 7 kali percobaan pembunuhan terhadap Soekarno. Jumlah ini pernah diamini oleh eks Wakil Komandan Tjakrabirawa, KolonelMaulwi Saelan. Namun bekas pengawal pribadinya, hanya mampu mengingat 7 kali upaya percobaan pembunuhan.[21]
Granat Cikini[sunting |sunting sumber]
Pada30 November1957, Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik), tempat bersekolah putra-putrinya, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Soekarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII.[21]
Penembakan Istana Presiden[sunting |sunting sumber]
Pada9 Maret1960, Tepat siang bolong Istana presiden dihentakkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. Untunglah Soekarno tak ada di situ. Soekarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden. Maukar sendiri membantah ia mencoba membunuh Soekarno. Aksinya hanya sekadar peringatan. Sebelum menembak Istana Presiden, dia sudah memastikan tak melihat bendera kuning dikibarkan di Istana – tanda presiden ada di Istana. Aksi ini membuat 'Tiger', call sign Maukar, harus mendekam di bui selama 8 tahun.[21]
Pencegatan Rajamandala[sunting |sunting sumber]
PadaApril1960, Perdana Menteri Uni Soviet saat itu,Nikita Kruschev mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dia menyempatkan diri mengunjungi Bandung, Yogya dan Bali. Presiden Soekarno menyertainya dalam perjalanan ke Jawa Barat. Tatkala, sampai di Jembatan Rajamandala, ternyata sekelompok anggota DI/TII melakukan penghadangan. Beruntung pasukan pengawal presiden sigap meloloskan kedua pemimpin dunia tersebut.[21]
Granat Makassar[sunting |sunting sumber]
Pada7 Januari1962, Presiden Soekarno tengah berada diMakassar. Malam itu, ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Ketika itulah, saat melewati jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat. Granat itu meleset, jatuh mengenai mobil lain. Soekarno selamat. Pelakunya Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.[21]
Penembakan Idul Adha[sunting |sunting sumber]
Pada14 Mei1962, Bachrum sangat senang ketika berhasil mendapatkan posisi duduk pada saf depan dalam barisan jemaah salat Idul Adha di Masjid Baiturahim. Begitu melihat Soekarno, dia mencabut pistol yang tersembunyi di balik jasnya, moncong lalu diarahkan ke tubuh Soekarno. Dalam sepersekian detik ketika tersadar, arah pun melenceng, dan peluru meleset dari tubuh Soekarno, menyerempet Ketua DPR GR KH Zainul Arifin. Haji Bachrum divonis hukuman mati, namun kemudian dia mendapatkan grasi.[21]
Penembakan mortir Kahar Muzakar[sunting |sunting sumber]
Pada 1960-an, Presiden Soekarno dalam kunjungan kerja ke Sulawesi. Saat berada dalam perjalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai, sebuah peluru mortir ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar. Arahnya kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh. Soekarno sekali lagi, selamat.[21]
Granat Cimanggis[sunting |sunting sumber]
PadaDesember1964, Presiden Soekarno dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta. Rombongannya membentuk konvoi kendaraan. Dalam laju kendaraan yang perlahan, mata Soekarno sempat bersirobok dengan seorang lelaki tak dikenal di pinggir jalan. Perasaan Soekarno kurang nyaman. Benar saja, lelaki itu melemparkan sebuah granat ke arah mobil presiden. Beruntung, jarak pelemparannya sudah di luar jangkauan mobil yang melaju. Soekarno pun selamat.[21]
Pembunuhan karakter[sunting |sunting sumber]
Dekade 1950-an dan 1960-an, Amerika melalui perpanjangtanganannyaCentral Intelligence Agency tidak hentinya berusaha campur tangan dalam setiap urusan negara orang lain. Di Indonesia selain peristiwa terbongkarnya misi Allen Pope, ada juga misi rahasia yang bertujuan membunuh karakter dan kewibawaan Presiden Soekarno melalui agitasi dan propaganda media popular via produksi film porno yang diperankan oleh pemeran yang mirip Soekarno. Tujuan dari kampanye hitam ini adalah mengubah persepsi masyarakat internasional terhadap Soekarno yang anti kapitalisme dan mengagumi kaum Hawa tapi tunduk tak berdaya di bawah kendali agen rahasia Rusia.[22][23]
"Kesuksesan itu menginspirasi para pejabat CIA membuat langkah lebih jauh lagi. Mereka berniat memproduksi film porno Soekarno dengan seorang wanita pirang yang dibuat seolah-olah pramugari Rusia itu," tulis Blum mengutip pengakuan mantan agen CIA, Joseph Burkholder Smith, yang menulis bukuPortrait of a Cold Warrior. Kepala Kepolisian Los Angeles sampai turun tangan mencari pria berkulit gelap yang sedikit botak dan wanita pirang yang cantik. Tak ada yang mirip Soekarno, CIA membuat topeng khusus yang mirip Soekarno kemudian dikirim ke Los Angeles. Bintang porno disuruh memakai topeng Soekarno selama beradegan mesum. CIA merekam dan mengambil foto-foto adegan biru tersebut.[22]
Menurut Kenneth J. Conboy dan James Morrison dalamFeet to the Fire: CIA Covert Operations in Indonesia, 1957-1958, film porno itu dikerjakan di studio Hollywood yang dioperasikanBing Crosby dan saudaranya. Film ini dimaksudkan sebagai bahan bakar tuduhan bahwa Soekarno (diperankan pria Chicano) mempermalukan diri dengan meniduri agen Soviet (diperankan perempuan pirang Kaukasia) yang menyamar sebagai pramugari maskapai penerbangan. “Proyek ini menghasilkan setidaknya beberapa foto, meski tampaknya tak pernah digunakan,” tulis William Blum dalam Killing Hope: US Military and CIA Interventions Since World War II.[23]
Namun foto-foto itu akhirnya tak jadi disebarluaskan. Banyak versi kenapa CIA batal menyebarkan adegan mesum itu. Sebagian peneliti menilai kampanye hitam seperti itu tak mempan untuk menjatuhkan Soekarno. Apalagi ada mitos yang percaya jika seorang laki-laki gagah dan berkuasa, sah-sah saja berhubungan dengan banyak wanita. Toh raja-raja di nusantara pun dulu memiliki banyak istri dan selir.[22] “Nasib akhir dari film, yang berjudulHappy Days, tak pernah dilaporkan.”[23]
Masa embargo negara Adi Kuasa[sunting |sunting sumber]
Pada masa pra maupun paska kemerdekaan, Indonesia terjepit pada dua blok negara Adi Kuasa dengan ideologi yang bertentangan satu sama lain. Blok kapitalis yang dikomandoi Amerika dan sekutu di satu sisi, dan blok kiri yang diperebutkan antara poros Rusia dan Tiongkok. Amerika melakukan kebijakan embargo terhadap Indonesia karena menilai kecenderungan Soekarno dekat dengan blok rival. Amerika tidak dapat berkutik ketikaAllen Lawrence Pope, agenCentral Intelligence Agency tertangkap tangan. Tawar-menawar penangkapan Allen Pope, Amerika Serikat akhirnya menyudahi embargo ekonomi dan menyuntik dana ke Indonesia, termasuk menggelontorkan 37 ribu ton beras dan ratusan persenjataan yang dibutuhkan Indonesia saat itu setelah diplomasi tingkat tinggi antaraJohn F. Kennedy dengan Soekarno.[24] Sementara Rusia menerapkan embargo militer terhadap Indonesia karena genosida terhadap elemen kiri, orangPartai Komunis Indonesia pada tahun 1965-1967.[25] Indonesia sendiri terjepit di antara geopolitik Asia Tenggara, Malaysia yang dianggap Soekarno adalah negara boneka Inggris, juga Singapura yang memisahkan diri sebagai negara baru pada 9 Agustus 1965. Soekarno mengumumkan sikap konfrontatif terhadap pembentukan negara federasi Malaysia pada Januari 1963. Sehingga pada 1964-1965 negara federasi Malaysia yang dideklarasikan 16 September 1963 tersebut diembargo Soekarno.[26] Singapura membuka keran kerja sama dan berusaha dengan segala cara untuk mempertahankan perdagangan dengan Indonesia meski telah diboikot dan diembargo. Hal ini dianggap merugikan aspek ekonomi bagi Singapura akibat konfrontasi tersebut.[27]
Masa keterpurukan[sunting |sunting sumber]
SituasipolitikIndonesia menjadi tidak menentu setelah enamjenderal dibunuh dalam peristiwa yang dikenal dengan sebutanGerakan 30 September atau G30S pada1965.[11][28] Pelaku sesungguhnya dari peristiwa tersebut masih merupakan kontroversi walaupun PKI dituduh terlibat di dalamnya.[11] Kemudian massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikanTri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.[28] Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena bertentangan dengan pandanganNasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).[6][28] Sikap Soekarno yang menolak membubarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik.[6][11]
Lima bulan kemudian, dikeluarkanlahSurat Perintah Sebelas Maret yang ditandatangani oleh Soekarno.[28] Isi dari surat tersebut merupakan perintah kepadaLetnan JenderalSoeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden.[28] Surat tersebut lalu digunakan olehSoeharto yang telah diangkat menjadiPanglimaAngkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang.[28] Kemudian MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No. IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No. XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat menjadi presiden apabila presiden berhalangan.[29]
Soekarno kemudian membawakan pidato pertanggungjawaban mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S pada Sidang Umum ke-IVMPRS.[28] Pidato tersebut berjudul "Nawaksara" dan dibacakan pada22 Juni1966.[6] MPRS kemudian meminta Soekarno untuk melengkapi pidato tersebut.[28] Pidato "Pelengkap Nawaskara" pun disampaikan oleh Soekarno pada10 Januari1967 namun kemudian ditolak oleh MPRS pada16 Februari tahun yang sama.[28]
Hingga akhirnya pada20 Februari1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan diIstana Merdeka.[29] Dengan ditandatanganinya surat tersebut maka Soehartode facto menjadi kepala pemerintahan Indonesia.[29] Setelah melakukan Sidang Istimewa maka MPRS pun mencabut kekuasaan Presiden Soekarno, mencabut gelar Pemimpin Besar Revolusi dan mengangkat Soeharto sebagai Presiden RI hingga diselenggarakanpemilihan umum berikutnya.[29]
Sakit hingga meninggal[sunting |sunting sumber]
Kesehatan Soekarno sudah mulai menurun sejak bulanAgustus1965.[29] Sebelumnya, ia telah dinyatakan mengidap gangguanginjal dan pernah menjalani perawatan diWina,Austria tahun1961 dan1964.[29] Prof. Dr. K. Fellinger dari Fakultas Kedokteran Universitas Wina menyarankan agar ginjal kiri Soekarno diangkat, tetapi ia menolaknya dan lebih memilih pengobatan tradisional.[29] Ia bertahan selama 5 tahun sebelum akhirnya meninggal pada hari Minggu,21 Juni1970 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)Gatot Subroto,Jakarta dengan status sebagai tahanan politik.[5][29] Jenazah Soekarno pun dipindahkan dari RSPAD ke Wisma Yasso yang dimiliki olehRatna Sari Dewi.[29] Sebelum dinyatakan wafat, pemeriksaan rutin terhadap Soekarno sempat dilakukan oleh DokterMahar Mardjono yang merupakan anggota tim dokter kepresidenan.[29] Tidak lama kemudian dikeluarkanlah komunike medis yang ditandatangani oleh Ketua Prof. Dr. Mahar Mardjono beserta Wakil Ketua Mayor Jenderal Dr. (TNI AD)Rubiono Kertopati.[29]
Komunike medis tersebut menyatakan hal sebagai berikut:[29]
- Pada hari Sabtu tanggal20 Juni1970 jam 20.30 keadaan kesehatan Soekarno semakin memburuk dan kesadaran berangsur-angsur menurun.
- Tanggal21 Juni1970 jam 03.50 pagi, Soekarno dalam keadaan tidak sadar dan kemudian pada jam 07.00 Ir. Soekarno meninggal dunia.
- Tim dokter secara terus-menerus berusaha mengatasi keadaan kritis Soekarno hingga saat meninggalnya.
Walaupun Soekarno pernah meminta agar dirinya dimakamkan diIstana Batu Tulis,Bogor, namun pemerintahan PresidenSoeharto memilih KotaBlitar, Jawa Timur, sebagai tempat pemakaman Soekarno.[29] Hal tersebut ditetapkan lewat Keppres RI No. 44 tahun1970.[29] Jenazah Soekarno dibawa ke Blitar sehari setelah kematiannya dan dimakamkan keesokan harinya bersebelahan dengan makam ibunya.[29] Upacara pemakaman Soekarno dipimpin oleh Panglima ABRI Jenderal M. Panggabean sebagai inspektur upacara.[29] Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.[29]
Peninggalan[sunting |sunting sumber]
Dalam rangka memperingati 100 tahun kelahiran Soekarno pada6 Juni2001, maka KantorFilateliJakarta menerbitkanprangko "100 Tahun Bung Karno".[9]:247-251 Prangko yang diterbitkan merupakan empat buah prangko berlatar belakang benderaMerah Putih serta menampilkan gambar diri Soekarno dari muda hingga ketika menjadi Presiden Republik Indonesia.[9] Prangko pertama memiliki nilai nominal Rp500 dan menampilkan potret Soekarno pada saat sekolah menengah. Yang kedua bernilai Rp800 dan gambar Soekarno ketika masih di perguruan tinggi tahun1920-an terpampang di atasnya. Sementara itu, prangko yang ketiga memiliki nominal Rp900 serta menunjukkan foto Soekarno saat proklamasi kemerdekaan RI. Prangko yang terakhir memiliki gambar Soekarno ketika menjadi Presiden dan bernominal Rp1000. Keempat prangko tersebut dirancang oleh Heri Purnomo dan dicetak sebanyak 2,5 juta set oleh Perum Peruri.[9] Selain prangko, Divisi Filateli PT Pos Indonesia menerbitkan juga lima macam kemasan prangko, album koleksi prangko, empat jenis kartu pos, dua macam poster Bung Karno serta tiga desain kaus Bung Karno.[9]
Prangko yang menampilkan Soekarno juga diterbitkan oleh PemerintahKuba pada tanggal19 Juni2008. Prangko tersebut menampilkan gambar Soekarno dan presiden KubaFidel Castro.[30] Penerbitan itu bersamaan dengan ulang tahun ke-80 Fidel Castro dan peringatan kunjunganPresiden Indonesia, Soekarno, keKuba.
Nama Soekarno diabadikan sebagai nama gelanggang olahraga pada tahun1958. Bangunan tersebut, yaituGelanggang Olahraga Bung Karno, didirikan sebagai sarana keperluan penyelenggaraanAsian Games IV tahun1962 diJakarta. Pada masaOrde Baru, kompleks olahraga ini diubah namanya menjadiGelora Senayan. Tapi sesuai keputusan PresidenAbdurrahman Wahid, Gelora Senayan kembali pada nama awalnya yaituGelanggang Olahraga Bung Karno. Hal ini dilakukan dalam rangka mengenang jasa Bung Karno.[31]
Setelah kematiannya, beberapayayasan dibuat atas nama Soekarno. Dua di antaranya adalah Yayasan Pendidikan Soekarno dan Yayasan Bung Karno. Yayasan Pendidikan Soekarno adalah organisasi yang mencetuskan ide untuk membangununiversitas dengan pemahaman yang diajarkan Bung Karno. Yayasan ini dipimpin olehRachmawati Soekarnoputri, anak ke tiga Soekarno danFatmawati. Pada tahun 25 Juni 1999PresidenBacharuddin Jusuf Habibie meresmikanUniversitas Bung Karno yang secara resmi meneruskan pemikiran Bung Karno,Nation and Character Building kepada mahasiswa-mahasiswanya.[32]
Sementara itu, Yayasan Bung Karno memiliki tujuan untuk mengumpulkan dan melestarikan benda-bendaseni maupun nonseni kepunyaan Soekarno yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.[33] Yayasan tersebut didirikan pada tanggal1 Juni1978 oleh delapan putra-putri Soekarno yaituGuntur Soekarnoputra,Megawati Soekarnoputri,Rachmawati Soekarnoputri,Sukmawati Soekarnoputri,Guruh Soekarnoputra,Taufan Soekarnoputra,Bayu Soekarnoputra, danKartika Sari Dewi Soekarno.[33] Pada tahun2003, Yayasan Bung Karno membuka stan di ArenaPekan Raya Jakarta.[9] Di stan tersebut ditampilkan video pidato Soekarno berjudul "Indonesia Menggugat" yang disampaikan di Gedung Landraad tahun 1930 serta foto-foto semasa Soekarno menjadi presiden.[9] Selain memperlihatkan video dan foto, berbagai cenderamata Soekarno dijual di stan tersebut.[9] Di antaranya adalah kaus, jamemas, koin emas,CD berisi pidato Soekarno, serta kartu pos Soekarno.[9]
Seseorang yang bernama Soenuso Goroyo Sukarno mengaku memiliki harta benda warisan Soekarno.[9] Soenuso mengaku merupakan mantan sersan dariBatalyonArtileri Pertahanan Udara Sedang.[9] Ia pernah menunjukkan benda-benda yang dianggapnya sebagai warisan Soekarno itu kepada sejumlah wartawan di rumahnya diCileungsi,Bogor.[9] Benda-benda tersebut antara lain sebuah lempengan emas kuning murni 24 karat yang terdaftar dalam register emas JMLondon, emas putih dengan cap tapal kuda JM Mathey London serta plakatlogam berwarna kuning dengan tulisan ejaan lama berupadeposito hibah.[9] Selain itu terdapat pula uang UBCN (Brasil) danYugoslavia serta sertifikat depositoobligasi garansi diBankSwiss dan Bank Netherland.[9] Meskipun emas yang ditunjukkan oleh Soenuso bersertifikat namun belum ada pakar yang memastikan keaslian dari emas tersebut.[34]
Penghargaan[sunting |sunting sumber]
Semasa hidupnya, Soekarno mendapatkan gelarDoktorHonoris Causa dari 26universitas di dalam dan luar negeri.[35] Perguruan tinggi dalam negeri yang memberikan gelar kehormatan kepada Soekarno antara lainUniversitas Gajah Mada (19 September 1951),Institut Teknologi Bandung (13 September 1962),Universitas Indonesia (2 Februari 1963),Universitas Hasanuddin (25 April 1963),Institut Agama Islam Negeri Jakarta (2 Desember 1963),Universitas Padjadjaran (23 Desember 1964), dan Universitas Muhammadiyah (1 Agustus 1965).[35] Sementara itu,Universitas Columbia (Amerika Serikat),Universitas Berlin danUniversitas Heidelberg (18 Juni 1956,Jerman),Universitas Lomonosov (Rusia) danUniversitas Al-Azhar (Mesir) merupakan beberapa universitas luar negeri yang menganugerahi Soekarno dengan gelar Doktor Honoris Causa.[35]
Pada bulanApril2005, Soekarno yang sudah meninggal selama 35 tahun mendapatkan penghargaan dari PresidenAfrika SelatanThabo Mbeki.[9] Penghargaan tersebut adalah penghargaan bintang kelas satuThe Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentukmedali,pin,tongkat, danlencana yang semuanya dilapisiemas.[9] Soekarno mendapatkan penghargaan tersebut karena dinilai telah mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawanpenjajahan dan membebaskan diri dariapartheid.[9] Acara penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings diPretoria dan dihadiri oleh Megawati Soekarnoputri yang mewakili ayahnya dalam menerima penghargaan.[9] Penghargaan lainnyaBintang Mahaputera Adipurna (1959),[36]Lenin Peace Prize (1960),[37]Philippine Legion of Honor (Chief Commander, 3 Februari 1951).[38]
Karya tulis[sunting |sunting sumber]
- Sukarno. Pancasila dan Perdamaian Dunia
- Sukarno. Kepada Bangsaku : Karya-karya Bung Karno Pada Tahun 1926-1930-1933-1947-1957.
- Sukarno. Cindy Adams. (1965). Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
- Sukarno. Pantja Sila Sebagai Dasar Negara.
- Sukarno. Bung Karno Tentang Marhaen Dan Proletar.
- Sukarno. Negara Nasional Dan Cita-Cita Islam: Kuliah Umum Presiden Soekarno.
- Sukarno. (1933). Mencapai Indonesia Merdeka.
- Sukarno. (1951). Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Depan Pengadilan Kolonial.
- Sukarno. (1951). Sarinah: Kewajiban Wanita Dalam Perjuangan Republik Indonesia.
- Sukarno. (1957). Indonesia Merdeka.
- Sukarno. (1959). Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 1.
- Sukarno. (1960). Di Bawah Bendera Revolusi : Jilid 2.
- Sukarno. (1960). Amanat Penegasan Presiden Soekarno Didepan Sidang Istimewa Depernas Tanggal 9 Djanuari 1960.
- Sukarno. (1964). Tjamkan Pantja Sila ! : Pantja Sila Dasar Falsafah Negara.
- Sukarno. (1964). Re-So-Pim: Revolusi-Sosialisme Indonesia-Pimpinan Nasional.
- Sukarno. (1964). Komando Presiden/Pemimpin Besar Revolusi: Bersiap-sedialah Menerima Tugas untuk Menjelamatkan R.I. dan untuk Mengganjang "Malaysia"!
- Sukarno. (1964). Tahun "Vivere Pericoloso".
- Sukarno. (1965). Wedjangan Revolusi.
- Sukarno. (1965). Tjapailah Bintang-Bintang di Langit: Tahun Berdikari.
- Sukarno. (1965). Pantja Azimat Revolusi.
- Sukarno. (1966). Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah.
- Sukarno. (1970). Nationalism, Islam and Marxism.
- Sukarno. (1984). Pancasila sebagai Dasar Negara.
- Sukarno. (1984). Ilmu dan Perjuangan.
- Sukarno. (1986). Amanat Proklamasi Jilid IV: 1961-1966.
- Sukarno. (1987). Bung Karno Dan Pemuda: Kumpulan Pidato Bung Karno Di Hadapan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Dan Sarjana, 1952-1960.
- Sukarno. (1988). Warisilah api Sumpah Pemuda: kumpulan pidato Bung Karno di hadapan pemuda, 1961-1964.
- Sukarno. (1988). Kepada Bangsaku.
- Sukarno. (1989). Bung Karno dan ABRI: kumpulan pidato Bung Karno dihadapan ABRI, 1950-1966.
- Sukarno. (1990). Bung Karno dan Islam: kumpulan pidato tentang Islam, 1953-1966.
- Sukarno. (2000). Bebaskan Irian Barat: Kumpulan Pidato Presiden Soekarno Tentang Pembebasan Irian Barat, 17 Agustus 1961, 17 Agustus 1962.
- Sukarno. (2001). Bung Karno dan Tata Dunia baru.
- Sukarno. (2001). Bung Karno Menggali Pancasila: Kumpulan Pidato.
- Sukarno. (2001). Empat Pidato Penting Bung Karno.
- Sukarno. (2001). Bung Karno: Demokrasi Terpimpin Milik Rakyat Indonesia - Kumpulan Pidato.
- Sukarno. (2001). Bung Karno dan Ekonomi Berdikari: Kenangan 100 Tahun Bung Karno.
- Sukarno. (2001). Mutiara Kata Bung Karno.
- Sukarno. (2001). Bung Karno, Gerakan Massa dan Mahasiswa: Kenangan 100 Tahun Bung Karno.
- Sukarno. (2006). Islam Sontoloyo: Pemikiran-Pemikiran Sekitar Pembaruan Pemikiran Islam.
- Sukarno. (2001). Bung Karno, Wacana Konstitusi dan Demokrasi: Kenangan 100 Tahun Bung Karno.
- Sukarno. (2001). Bung Karno dan Partai Politik: Kenangan 100 Tahun Bung Karno.
Pidato[sunting |sunting sumber]
| Hari, Tanggal | Rangka | Judul Pidato |
|---|---|---|
| Jum'at, 17 Agustus 1945 | Proklamasi Kemerdekaan RI | Tudjuhbelas Agustus 1945 |
| Sabtu, 17 Agustus 1946 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-1 | Sekali Merdeka, Tetap Merdeka |
| Minggu, 17 Agustus 1947 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-2 | Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung |
| Selasa, 17 Agustus 1948 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-3 | Seluruh Nusantara Berdjiwa Republik |
| Rabu, 17 Agustus 1949 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-4 | Tetaplah Bersemangat Elang-Radjawali |
| Kamis, 17 Agustus 1950 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-5 | Dari Sabang sampai Merauke |
| Jum'at, 17 Agustus 1951 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-6 | Tjapailah Tata Tenteram, Kertarahardja |
| Minggu, 17 Agustus 1952 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-7 | Harapan dan Kenjataan |
| Senin, 17 Agustus 1953 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-8 | Djadilah Alat Sedjarah |
| Selasa, 17 Agustus 1954 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-9 | Berirama dengan Kodrat |
| Rabu, 17 Agustus 1955 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-10 | Tetap Terbanglah Radjawali |
| Jum'at, 17 Agustus 1956 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-11 | Berilah Isi Kepada Hidupmu |
| Sabtu, 17 Agustus 1957 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-12 | Satu Tahun Ketentuan |
| Minggu, 17 Agustus 1958 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-13 | Tahun Tantangan |
| Senin, 17 Agustus 1959 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-14 | Penemuan Kembali Revolusi Kita |
| Rabu, 17 Agustus 1960 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-15 | Djalannja Revolusi Kita |
| Jum'at, 30 September 1960 | Sidang Umum PBB ke-XV | Membangun Dunia Kembali/To Build The World Anew |
| Kamis, 17 Agustus 1961 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-16 | Revolusi - Sosialisme Indonesia - Pimpinan Nasional |
| Jum'at, 17 Agustus 1962 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-17 | Tahun Kemenangan |
| Sabtu, 17 Agustus 1963 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-18 | Genta Suara Revolusi Indonesia |
| Senin, 17 Agustus 1964 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-19 | Tahun "Vivere Pericoloso" |
| Selasa, 17 Agustus 1965 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-20 | Tahun Berdikari |
| Rabu, 22 Juni 1966 | Sidang Umum MPRS IV | Nawaksara |
| Rabu, 17 Agustus 1966 | HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-21 | Djangan Sekali-Kali Melupakan Sedjarah |
Budaya populer[sunting |sunting sumber]
Buku[sunting |sunting sumber]
- M. Yuanda Zara. Ratna Sari Dewi Sukarno.
- Sukarno, Iman Toto K. Rahardjo (Editor), Herdianto WK (Editor). (2001). Bung Karno dan Wacana Islam: Kenangan 100 tahun Bung Karno.
- John Beilenson. Sukarno.
- Cindy Adams. Sukarno: My Friend.
- Adams, C. (2011).Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Penerjemah Syamsu Hadi. Ed. Rev. Yogyakarta: Media Pressindo, dan Yayasan Bung Karno,ISBN 979-911-032-7-9.
- Guntur Sukarno. Sukarno: Bapakku, Kawanku, Guruku.
- Peter Polomka. Indonesia Since Sukarno .
- Clifford Geertz, Benedict Anderson, Wim F. Wertheim. Sukarno di Panggung Sejarah
- Justus Maria van der Kroef. Indonesia After Sukarno.
- Peter Kasenda. Sukarno Muda: Biografi Pemikiran 1926-1933.
- Ayub Ranoh. Kepemimpinan Kharismatis: Tinjauan Teologis-Etis Atas Kepemimpinan Kharismatis Sukarno.
- Books LLC. Sukarno: Indonesia-Malaysia Confrontation, Transition to the New Order, Mohammad Hatta, Megawati Sukarnoputri, Constitution of Indonesia.
- Anonim. (1956). Presiden Sukarno di Tiongkok.
- Maslyn Williams. (1965). Five Journeys from Jakarta: Inside Sukarno's Indonesia.
- John Hughes. (1967). The End of Sukarno: A Coup That Misfired: A Purge That Ran Wild.
- Bernhard Dahm. (1969). Sukarno dan Perjuangan Kemerdekaan.
- John D. Legge (1972) Sukarno: A Political.
- Christiaan Lambert Maria Penders (1974). The Life and Times of Sukarno.
- Lambert J. Giebels, 1999,Soekarno. Nederlandsch onderdaan. Biografie 1901-1950. Deel I, uitgeverij Bert Bakker Amsterdam,ISBN 90-351-2114-7
- Lambert J. Giebels, 2001,Soekarno. President, 1950-1970, Deel II, uitgeverij Bert Bakker Amsterdam,ISBN 90-351-2294-1 geb.,ISBN 90-351-2325-5 pbk.
- Lambert J. Giebels, 2005,De stille genocide: de fatale gebeurtenissen rond de val van de Indonesische president Soekarno,ISBN 90-351-2871-0
- Rex Mortimer. (1974). Indonesian Communism Under Sukarno: Ideology and Politics, 1959-1965.
- Bambang S. Widjanarko, Antonie C.A. Dake (Introduction), Rahadi S. Karni (Ed.). (1974). The Devious Dalang: Sukarno and the So-Called Untung-Putsch.
- Hal Kosut (Ed.). (1976). Indonesia: The Sukarno Years.
- Franklin B. Weinstein. (1976). Indonesian Foreign Policy and the Dilemma of Dependence: From Sukarno to Soeharto.
- Masashi Nishihara, Dean Praty R. (Translator). (1976). Sukarno, Ratna Sari Dewi, dan Pampasan Perang: Hubungan Indonesia-Jepang 1951-1966.
- Ganis Harsono. (1977). Recollections of an Indonesian Diplomat in the Sukarno Era.
- Fatmawati Sukarno. (1978). Fatmawati: Catatan Kecil Bersama Bung Karno (Book, #1).
- Guntur Sukarno. (1981). Bung Karno & Kesayangannya.
- Rosihan Anwar. (1981). Sukarno, Tentara, PKI : Segitiga Kekuasaan sebelum Prahara Politik 1961-1965.
- Ramadhan Kartahadimadja. (1981). Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Inggit dengan Sukarno.
- Marshall Green. (1990). Dari Sukarno ke Soeharto: G30 S-PKI dari Kacamata Seorang Duta Besar.
- Willem Oltmans. (1995). Mijn vriend Sukarno.
- John Subritzky. (2000). Confronting Sukarno: British, American, Australian and New Zealand Diplomacy in the Malaysian-Indonesian Confrontation, 1961-65.
- Angus McIntyre, David Reeve. (2002). Sukarno in Retrospect: Annual Indonesia Lecture Series # 24.
- Victor M. Fic. (2004). Anatomy of the Jakarata Coup: October 1, 1965: The Collusion with China Which Destroyed the Army Command, President Sukarno and the Communist Party of Indonesia.
- Antonie C.A. Dake. (2005). Sukarno File: Berkas-berkas Soekarno 1965-1967 - Kronologi Suatu Keruntuhan.
- Wijanarka. (2006). Sukarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya.
- Reni Nuryanti. (2007). Perempuan dalam Hidup Sukarno: Biografi Inggit Garnasih.
- Reni Nuryanti. (2007). Istri-istri Sukarno.
- Helen-Louise Hunter. (2007). Sukarno and the Indonesian Coup: The Untold Story.
- M. Yuanda Zara. (2008). Sakura Di Tengah Prahara: Biografi Ratna Sari Dewi Sukarno.
- Wawan Tunggul Alam. (2008). Demi Bangsaku: Pertentangan Sukarno vs Hatta.
- Arifin Suryo Nugroho. (2009). Srihana-Srihani:Biografi Hartini Sukarno.
- Onghokham. (2009). Sukarno, Orang Kiri, & Revolusi G30S 1965.
- Rushdy Hoesein. (2010). Terobosan Sukarno Dalam Perundingan Linggarjati.
- Tim Buku TEMPO. (2010). Sukarno: Paradoks Revolusi Indonesia.
- Arifin Surya Nugraha. (2010). Fatmawati Sukarno : The First Lady.
- M. Ridwan Lubis (2010). Sukarno dan Modernisme Islam.
- Books LLC. (2010). People From Blitar, East Java: Sukarno.
- Bücher Gruppe. (2010). Nationalheld Indonesiens: Tan Malaka, Liste Indonesischer Nationalhelden, Sukarno, Mohammad Hatta, Abdul Muis, Diponegoro, Iskandar Muda.
- Hong Liu. (2011). Sukarno, Tiongkok, & Pembentukan Indonesia (1949–1965).
- Hephaestus Books. (2011). National Heroes Of Indonesia, including: Tuanku Imam Bonjol, Sukarno, Wage Rudolf Supratman, Diponegoro, Mohammad Hatta, Adam Malik, Yos Sudarso, Sudirman, Hamengkubuwono Ix, Sutan Sjahrir, Kartini, Sultan Agung Of Mataram, Abdul Muis, Rizal Nurdin.
- Peter Kasenda. (2012). Hari - Hari Terakhir Sukarno.
- Jesse Russell (Editor), Ronald Cohn (Editor). (2012). Rukmini Sukarno.
- Joseph H. Daves. (2013). The Indonesian Army from Revolusi to Reformasi Volume 1: The Struggle for Independence and the Sukarno Era.
- Joseph H Daves. (2013). The Indonesian Army from Revolusi to Reformasi: Volume 1 - The Struggle for Independence and the Sukarno Era.
- Stefan Seefelder. (2014). Die Bedeutung Der Fruhen Komintern Fur Die Kommunistischen Antikolonialen Bewegungen Asiens. Maos Und Sukarnos.
- Peter Kasenda. (2014). Sukarno, Marxisme & Leninisme: Akar Pemikiran Kiri & Revolusi Indonesia.
- Walentina Waluyanti de Jonge. (2015). Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan.
- Dr. Syafiq A. Mughnie,M.A.,PhD. Hassan Bandung, Pemikir Islam Radikal.PT. Bina Ilmu, 1994, pp 110–111.
- Leslie H. Palmier. Sukarno, the Nationalist.Pacific Affairs, vol. 30, No, 2 (Jun. 1957), pp 101–119.
- Bob Hering, 2001,Soekarno, architect of a nation, 1901-1970, KIT Publishers Amsterdam,ISBN 90-6832-510-8,KITLV Leiden,ISBN 90-6718-178-1
- Stefan Huebner,Pan-Asian Sports and the Emergence of Modern Asia, 1913-1974. Singapore: NUS Press, 2016, 174-201.
Lagu[sunting |sunting sumber]
- Lagu berjudul "Untuk Paduka Jang Mulia Presiden Soekarno" ditulis pada awal dekade1960-an olehSoetedjo dan dipopulerkan olehLilis Suryani, solis perempuan terkenal Indonesia era itu. Liriknya penuh dengan puja-puji untuk Presiden seumur hidup tersebut.
Film[sunting |sunting sumber]
- AktorFilipina,Mike Emperio, memerankan Soekarno dalam sebuah film produksi tahun 1982 berjudulThe Year of Living Dangerously disutradarai olehPeter Weir yang didaptasi dari novel dengan judul yang sama karya tulisChristopher Koch.
- Sosiolog dan penulisUmar Kayam memerankan Soekarno dalam dua buah film produksi tahun1982 berjudulPenghianatan G 30 S/PKI danDjakarta 66 dengan sutradaraArifin C. Noer.
- Aktor IndonesiaFrans Tumbuan memerankan Soekarno pada film produksi tahun1997 berjudulBlanco, The Colour of Love (versi mutakhir versi serial televisi,Api Cinta Antonio Blanco) tentang pelukis SpanyolAntonio Blanco yang menetap dan tinggal diBali,Indonesia.
- Aktor IndonesiaSoultan Saladin memerankan Soekarno dalam film produksi tahun2005 berjudulGie, sutradaraRiri Riza, film yang berkisah tentang kehidupan aktivis cum pelajarSoe Hok Gie.
- Aktor IndonesiaTio Pakusadewo direncanakan akan memerankan Soekarno dalam film9 Reasons, menceritakan kisah sembilan wanita dalam kehidupan Bapak Pendiri Bangsa:Oetari (diperankanAcha Septriasa);Inggit Garnasih (Happy Salma);Fatmawati (Revalina Sayuthi Temat);Hartini (Lola Amaria);Haryati;Kartini Manoppo (Wulan Guritno);Ratna Sari Dewi (Mariana Renata); danYurike Sanger (Pevita Pearce). Uniknya,Tio Pakusadewo juga memerankan mantan karib dan penerus Soekarno,Soeharto, pada film bertema biografi sejarah pada tahun 2012,Habibie dan Ainun.
- Aktor IndonesiaArio Bayu memerankan Soekarno pada film produksi 2013,Soekarno: Indonesia Merdeka, sutradaraHanung Bramantyo, berkisah tentang hidup Soekarno sejak lahir sampai kemerdekaan Indonesia dari pendudukan Jepang.
- Aktor IndonesiaBaim Wong memerankan Soekarno pada film produksi tahun2013,Ketika Bung di Ende, yang menekankan pada waktu dan kehidupan Soekarno selama pengasingan diEnde,Flores.
- Aktor IndonesiaDeva Mahenra mengambarkan Soekarno pada film produksi tahun 2015,Guru Bangsa: Tjokroaminoto, sebuah film bigrafiOemar Said Tjokroaminoto, seorang nasionalis yang dianggat sebagai mentor bagi para pemimpin dalam perjuangan bangsa menuju kemerdekaan, termasuk Soekarno sendiri.
Catatan[sunting |sunting sumber]
- ^Dalam otobiografiSukarno, An Autobiography as Told to Cindy Adams (Bobbs-Merrill Company Inc, New York, 1965) Sukarno menyebutkan lahir di Surabaya,"Bapak dipindah ke Surabaya dan di sanalah aku dilahirkan" (halaman 26), selanjutnya"Aku dilahirkan pada tahun 1901... Hari lahirku ditandai oleh angka serba enam. Tanggal 6 Juni." (halaman 21). Namun dalam beberapa dokumen mencantumkan tanggal 6 Juni 1902 di antaranya"Dalam Buku IndukTH Bandoeng yang sekarang masih tersimpan diITB terbaca bahwa tanggal lahir Soekarno adalah 6 Juni 1902."[1]:37[2]:16 Pendapat lain adalah"Dari Buleleng, ia mendapat temuan ayah Soekarno dipindah ke Surabaya tahun 1901. Dan pada 1902 Soekarno lahir. "Kalau akhirnya dibuat 1901 itu mungkin untuk memudahkan sekolahnya saja," ujar Nurinwa."[3] Adapun kontradiksi perbedaan tahun kelahiran ini akhirnya dapat dijelaskan dalam dialog antara Sukarno dan ayahnya pada halaman 35"Kalau perlu kita berbohong. Kita akan mengurangi umurmu satu tahun. Pada tahun ajaran yang baru engkau akan didaftarkan dengan umur tiga belas." - Oleh karenanya dapat dipastikan bahwa tanggal kelahiran Sukarno yang sesungguhnya adalah tanggal6 Juni 1901.
- ^"Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970."[4]
- ^Bambang Eryudhawan,IAI: Ketika berdiri pada tahun 1920,Technische Hoogeschool te Bandoeng berisi Fakultas Teknik saja. Bidang ilmu yang diajarkan, terutama: a) Ilmu Pasti, b) Ilmu Alam, c) Mekanika, d) Arsitektur, e) Ilmu bahan bangunan, f) Sipil Basah/Bangunan air, g) Jalan dan Jembatan, h) Mesin, i) Elektro, j) Surveying and leveling , k) Geodesi, l) Hukum pemerintahan dan perdagangan, m) Kebersihan, n) Teknik penyehatan, o) Pertanian, p) Geologi terapan, q) Sejarah kebudayaan
- ^Bambang Eryudhawan,IAI: Soekarno sebagai insinyur dianggap menguasai soal sipil basah, jalan dan jembatan, serta arsitektur. Di arsitektur, gurunya adalah dua bersaudara Prof.Charles Prosper Wolff Schoemaker dan Prof. Ir.Richard Leonard Arnold Schoemaker yang mengajar di kelas: arsitektur, sejarah arsitektur, rencana kota, pembuatan bestek dan taksiran biaya.
- ^Algemeene Studieclub atauAlgemeene Studie Club (ASC) adalah klab kuliah umum yang didirikan oleh para intelektual nasionalis Bumiputera di Tanah Pasundan, Bandung pada jaman Hindia Belanda tahun 1926. PresidenSukarno adalah salah satu anggota pendirinya. Sebagai kelanjutan kelompok studi itu, Soekarno dengan kawan-kawan kemudian mendirikanPerserikatan Nasional Indonesia yang merupakan cikal bakal Partai Nasional Indonesia pada 4 Juli 1927. Pemerintah kolonial Belanda tampak sangat khawatir melihat kepopuleran Soekarno, bersama Maskun, Gatot Mangkupradja, Supriadinata dan pertumbuhan pesat PNI. Dengan dalihmenjaga ketertiban dan keamanan, pemerintah kolonial menangkap dan menahan ratusan aktivis PNI pada 29 Desember 1929.[19]
Referensi[sunting |sunting sumber]
- ^abcde(Indonesia) Goenarso (1995).Riwayat perguruan tinggi teknik di Indonesia, periode 1920-1942. Bandung: Penerbit ITB.
- ^(Indonesia) Sakri, A. (1979a).Dari TH ke ITB: Kenang-kenangan lustrum keempat 2 Maret 1979. Jilid I: Selintas Perkembangan. Bandung: Penerbit ITB.
- ^Iswidodo (ed.), Surya (Minggu, 29 Agustus 2010 20:28 WIB)."Antropolog UGM: Bung Karno Lahir di Surabaya". tribunnews.com. Diakses tanggal11 September 2015.
- ^"Soekarno - biografi".Kepustakaan Presiden-Presiden Republik Indonesia. Diakses tanggal6 Juni 2015.
- ^abcdefghijklmnopqrs(Indonesia)Kasenda, Peter (2010).Sukarno Muda: Biografi Pemikiran 1926-1933. Jakarta: Komunitas Bambu.ISBN 979-373-177-X.
- ^abcdefgh(Indonesia)Warman, Asvi (2009).Membongkar Manipulasi Sejarah. Jakarta: Kompas Media Nusantara.ISBN 979-709-404-1.
- ^abcde(Indonesia)Adams, Cindy (1984).Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.ISBN 979-96573-2-6.
- ^(Inggris)Adams, Cindy (1965).Sukarno, an autobiography as told to Cindy Adams. New York: The Bobs Merryl Company Inc.ASIN B0007DFFFK.
- ^abcdefghijklmnopqrstKisah Istimewa Bung Karno. Kompas Media Nusantara. 2010.ISBN 978-979-709-503-1.
- ^(Belanda)"Nieuwe Rotterdamsche Courant", edisi 15 Juli 1921.
- ^abcde(Inggris)Brown, Colin (2007).Sukarno. Microsoft ® Student 2008 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation.
- ^ab(Indonesia) Sakri, A. (1979b).Dari TH ke ITB: Kenang-kenangan lustrum keempat 2 Maret 1979. Jilid II: Daftar lulusan ITB. Bandung: Penerbit ITB.
- ^abc"Menguak Sisi Artistik Bung Karno".Arsip Sunjayadi.com. Diarsipkan dariversi asli tanggal March 10, 2007. Diakses tanggal18 September 2015.
- ^Zein, Abdul Baqir (1999).Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia. Jakarta: Gema Insani Press.
- ^Santi Widhiasih (Senin, 11 September 2006)."Jejak Arsitektur Sang Presiden". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal11 September 2015. Resensi atas bukuBung Karno Sang Arsitek – Kajian Artistik Karya Arsitektur, Tata Ruang Kota, Interior, Kria, Simbol, Mode Busana, dan Teks Pidato 1926 – 1965
- ^abcdMarwati Djoened Poesponegoro, Nugroho Notosusanto (1992).Sejarah nasional Indonesia: Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia. PT Balai Pustaka.
- ^abcdYuke Ardhiati, JJ. Rizal (ed.), Edi Sedyawati (pengantar) (Juni 2005).Bung Karno Sang Arsitek - Kajian Artistik Karya Arsitektur, Tata Ruang Kota, Interior, Kria, Simbol, Mode Busana, dan Teks Pidato 1926-1965. Depok: Komunitas Bambu.
- ^Dahm, Bernhard (1987).Soekarno dan Perjuangan Kemerdekaan. Penerbit LP3ES Jakarta. pp. 47–48. Unknown parameter
|iSBN=ignored (|isbn=suggested) (bantuan) - ^Yudi Latif (2008)."Indonesian Muslim Intelligentsia and Power". ISEAS Publishing.
- ^Kasenda, Peter (2013)."SOEKARNO: Membongkar Sisi-sisi Hidup Putra Sang Fajar". Jakarta Selatan: Jurnal Prisma. pp. hal 2 & 3. Membaca kembali Sukarno. Sumber lain menyebut tahun 1924 dan 11 Juli 1925 sebagai hari kelahiran organisasi kuliah umum tersebut
- ^abcdefghAnwar Khumaini (Jumat, 1 Juni 2012 06:12)."7 Percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno". Merdeka.com. Diakses tanggal9 September 2015.
- ^abcRamadhian Fadillah (Kamis, 11 September 2014 01:02)."CIA bikin film porno Presiden Soekarno & pramugari cantik Rusia". www.merdeka.com. Diakses tanggal15 September 2015.
- ^abcYudi Anugrah Nugroho."Film Porno Mirip Sukarno". historia.id. Diakses tanggal15 September 2015.
- ^Kurnia Illahi (Minggu, 16 Agustus 2015−06:39 WIB)."Kecerdikan Soekarno Manfaatkan Soviet dan Amerika". Nasional.sindonews.com. Diakses tanggal15 September 2015.
- ^"Ketika Alutsista Diembargo ...".(ryi/bur/fan) (Kompas.com). Diarsipkan dariversi asli tanggal Wed Oct 04 2000 - 16:46:34 EDT. Diakses tanggal15 September 2015.
- ^Peter N. Nemetz (1990).The Pacific Rim: Investment, Development and Trade: Second Revised Edition. Vancouver BC: University of British Columbia Press. pp. 16–20.
- ^Kawin Wilairat."Singapore's Foreign Policy". Singapore: The Institute of Southeast Asean Studies.
- ^abcdefghi(Inggris)Aji, Achmad Wisnu (2010).Kudeta Supersemar: Penyerahan atau Perampasan Kekuasaan?. Garasi House of Book.ISBN 978-979-25-4689-7. Halaman 36, 145.
- ^abcdefghijklmnopqHuda M., Nurul (2010).Benarkah Soeharto Membunuh Soekarno?. Starbooks.ISBN 978-979-25-4724-5. Halaman 5, 57, 84-89.
- ^Roy (3 Juni2008)."Kuba Terbitkan Prangko Bung Karno dan Fidel Castro". Kompas Cyber Media. Diakses tanggal3 Juni2008.
- ^Nurdin Saleh (15 Januari 2001)."Gelora Senayan Siap Berubah Menjadi Gelora Bung Karno". Tempo Interaktif. Diakses tanggal5 Juni 2010.
- ^Info UBK,Universitas Bung Karno. Diakses pada 5 Juni 2010.
- ^abProfil Yayasan,Yayasan Bung Karno. Diakses pada 3 Agustus 2010.
- ^"Satria Piningit Mengaku Temukan Harta Karun Bung Karno". Suara Merdeka. 17 Mei 2003. Diakses tanggal3 Agustus 2010.
- ^abcApa dan Siapa Ir. Sukarno,Yayasan Bung Karno. Diakses pada 3 Agustus 2010.
- ^"Awards". kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id. Diarsipkan dariversi asli tanggal 17 Oct 2015 02:05:58 UTC. Diakses tanggal 17 Oct 2015 02:05:58 UTC.
- ^Yearbook of the Great Soviet Encyclopedia. Moscow. Russian: Sovetskaya Entsyiklopediya. 1961.
- ^"Briefer on the Philippine Legion of Honor".Official Gazette of the Republic of the Philippines. Gov.ph. Diakses tanggal2013-04-13.
Lihat pula[sunting |sunting sumber]
- Algemeene Studie Club (ASC), (1926).
- Marhaenisme, (1926-1927).
- Perserikatan Nasional Indonesia, 4 Juli (1927).
- Indonesia Menggugat, (1930)
- Asas dan Taktik,1932.
- Matahari Marhaenisme!,1932.
- Perbedaan Asas Sosial-Demokrat dan Komunis,1932.
- Lahirnya Pancasila (1 Juni 1945)
- Proklamasi Indonesia (1945)
- Fikiran Ra'jat, (1932).
- Pancasila, (1945).
- Lahirnya Pancasila,1945.
- Nasonalisme, Agama, Komunisme, (1956).
- Demokrasi terpimpin (1959).
- Manifesto politik, Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia (Manipol-Usdek), (1959).
- Penemuan Kembali Revolusi Kita (1959)
- Operasi Trikora,19 Desember1961).
- Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara, (1962-1966).
- Ganyang Malaysia, (1962-1966).
- Games of the New Emerging Forces (Ganefo), (1962).
- Sarinah, (1963)
- Unifikasi Indonesia Raya (Indonesia dengan rumpun Melayu),1920-1950-an.
- Unifikasi Mafilindo (Malaya, Filipina dan Indonesia),1963.
- Vivere pericoloso, (1964).
- Trisakti, (1964).
- Berdikari, (1965).
- Conference of The New Emerging Forces (Conefo), 7 Januari (1965)
- Gerakan 30 September, 1 Oktober (1965)
- Surat Perintah Sebelas Maret (1966)
- Nawa Aksara, 22 Juni (1966).
- Pidato Nawaksara, 22 Juni (1966).
- Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, 17 Agustus (1966).
- Surat Perintah Sebelas Maret, 11 Maret (1966).
- De-Soekarnoisasi, (1967-1998).
Pranala luar[sunting |sunting sumber]
| Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: |
| Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: |
| Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini: |
- Situs web resmi Soekarno Institut
- Bio Soekarno di Ensiklopedi Tokoh Indonesia
- Bung Karno Dan Para Isteri Hati yang Melihat Wanita - Edisi Khusus Gatra Nomor 29 Beredar 4 Juni 2001 oleh Dewi Sri Utami
- Garis Waktu Soekarno tahun 1950 - 1965
- Video Soekarno Ketika Berpidato di Depan Rakyat Jakarta
- Video Pelantikan Soekarno sebagai Presiden
- Gambar Sukarno ketika pertemuannya sertaMarilyn Monroe diAmerika Serikat pada bulanJuni1956.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: tidak ada (Presiden pertama) lihat:Daftar Gubernur-Jenderal Hindia Belanda | Presiden Indonesia 1945–1967 | Diteruskan oleh: Soeharto |
| Didahului oleh: Djuanda Kartawidjaja | Perdana Menteri Indonesia 1959–1966 | Diteruskan oleh: Soeharto (Sebagai Ketua Presidium Kabinet) |
|
- Pages with citations using unsupported parameters
- Semua tokoh Indonesia
- Semua artikel biografi
- Semua orang yang sudah meninggal
- Artikel biografi Oktober 2016
- Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan
- Artikel dengan pernyataan yang tidak disertai rujukan Oktober 2016
- Artikel yang tidak memiliki referensi
- Artikel yang tidak memiliki referensi Oktober 2016
- Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF
- Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN
- Artikel Wikipedia dengan penanda GND
- Artikel Wikipedia dengan penanda BNF



