Adhedhasar jarake sekang srengenge, ana wolu planet Tata Surya yakuweMerkurius (57,9 jutakm),Venus (108 juta km),Bumi (150 juta km),Mars (228 juta km),Yupiter (779 juta km),Saturnus (1.430 juta km),Uranus (2.880 juta km), lanNeptunus (4.500 juta km). Awit pertengahan2008, ana lima objek angkasa sing diklasifikasikna dadiplanet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, jarake lewih adoh sekang Neptunus. Kelima planet kerdil kuwe jenengeCeres (415 juta km. nang sabuk asteroid; ganu diklasifikasikna dadi planet kaping lima),Pluto (5.906 juta km.; ganu diklasifikasikna dadi planet kaping sanga),Haumea (6.450 juta km),Makemake (6.850 juta km), lanEris (10.100 juta km).
Enem sekang wolu planet lan telu sekang kelima planet kerdil kuwe dikelilingi nangsatelit alami, sing biasa disebut "bulan" sesuai karoBulan atawa satelit alami Bumi. Saben planet bagian jaba diubengi nangcincin planet sing ketata sekang debu lan partikel liyane.
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan olehEmanuel Swedenborg (1688-1772)[1] taun1734 lan disempurnakan olehImmanuel Kant (1724-1804) pada taun1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan olehPierre Marquis de Laplace[2] secara independen pada taun1796. Hipotesis ini, sing lewih dikenal karo Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk sekangdebu,es, langas sing disebutnebula, lan unsur gas sing sebagian besarhidrogen. Gaya gravitasi sing dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut lan berputar karo arah tertentu, suhu kabut memanas, lan akhirnya menjadi lintang raksasa (srengenge). srengenge raksasa terus menyusut lan berputar semakin cepat, lan cincin-cincin gas lan es terlontar ke sekeliling srengenge. Akibatgayagravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring karo penurunan suhunya lan membentukplanet dalam lanplanet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar sekang planet-planet merupakan konsekuensi sekang pembentukan mereka.[3]
Hipotesis Planetisimal
Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan olehThomas C. Chamberlin lanForest R. Moulton pada taun1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya lintang lain sing lewat cukup dekat karo srengenge, pada masa awal pembentukan srengenge. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan srengenge, lan bersama proses internal srengenge, menarik materi berulang kali sekang srengenge. Efek gravitasi lintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral sing memanjang sekang srengenge. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin lan memadat, lan menjadi benda-benda berukuran kecil sing mereka sebutplanetisimal lan beberapa sing besar sebagaiprotoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan sekang waktu ke waktu lan membentuk planet lan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet lan asteroid.
Hipotesis Pasang Surut lintang
Hipotesis pasang surut lintang pertama kali dikemukakan olehJames Jeans pada taun1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya lintang lain kepada srengenge. Keadaan sing hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi sekang srengenge lan lintang lain tersebut olehgayapasang surut bersama mereka, sing kemudian terkondensasi menjadi planet.[3] Namun astronomHarold Jeffreys taun 1929 membantah bahwa tabrakan sing sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.[3] Demikian pula astronomHenry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.[4]
Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda sing jenengeG.P. Kuiper (1905-1973) pada taun1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk sekang bola kabut raksasa sing berputar membentuk cakram raksasa.
Hipotesis lintang Kembar
Hipotesis lintang kembar awalnya dikemukakan olehFred Hoyle (1915-2001) pada taun1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua lintang sing hampir sama ukurannya lan berdekatan sing salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi lintang sing tidak meledak lan mulai mengelilinginya.
Perkembangan ilmu pengetahuan lan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa menungsa kanggo memahami benda-benda langit terbebas sekang selubung mitologi.Galileo Galilei (1564-1642) karoteleskop refraktornya mampu menjadikan mata menungsa "lebih tajam" dalam mengamati benda langit sing tidak teyeng diamati melalui mata telanjang.
Karena teleskop Galileo teyeng mengamati lewih tajam, ia teyeng ndeleng berbagai perubahan bentuk penampakanVenus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap srengenge. Penalaran Venus mengitari srengenge makin memperkuat teoriheliosentris, yaitu bahwa srengenge adalah pusat alam semesta, bukan Bumi, sing sebelumnya digagas olehNicolaus Copernicus (1473-1543). Susunan heliosentris adalah srengenge dikelilingi olehMerkurius hinggaSaturnus.
Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain sepertiChristian Huygens (1629-1695) sing menemukanTitan, satelit Saturnus, sing berada hampir 2 kali jarak orbitBumi-Yupiter.
Perkembangan teleskop juga diimbangi pula karo perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit lan hubungan satu karo sing lain melaluiJohannes Kepler (1571-1630) karoHukum Kepler. lan puncaknya,Sir Isaac Newton (1642-1727) karohukum gravitasi. karo dua teori perhitungan inilah sing memungkinkan pencarian lan perhitungan benda-benda langit selanjutnya
Pada1781,William Herschel (1738-1822) menemukanUranus. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada sing mengganggu.Neptunus ditemukan pada Agustus1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus.Pluto kemudian ditemukan pada1930.
Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa sing berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978,Charon, satelit sing mengelilingi Pluto ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet sing sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh karo Pluto.
Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lainnya sing letaknya melampaui Neptunus (disebutobjek trans-Neptunus), sing juga mengelilingi srengenge. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa sing dikenal sebagai ObjekSabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian sekang objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranyaQuaoar (1.250 km pada Juni 2002),Huya (750 km pada Maret 2000),Sedna (1.800 km pada Maret 2004),Orcus,Vesta,Pallas,Hygiea,Varuna, lan [[Haumea (planet katai)|Cithakan:Mp]] (1.500 km pada Mei 2004).
PenemuanHaumea cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lewih kecil sekang Pluto. lan puncaknya adalah penemuanEris (2.700 km pada Oktober 2003). Selain lewih besar sekang Pluto, objek ini juga memiliki satelit.
Perbanding relatif massa planet. Yupiter adalah 71% sekang total lan Saturnus 21%. Merkurius lan Mars, sing total bersama hanya kurang sekang 0.1% tidak nampak dalam diagram di atas.Orbit-orbit Tata Surya karo skala sing sesungguhnyaIllustrasi skala
Komponen utama sistem Tata Surya adalahsrengenge, sebuahlintangderet utama kelas G2 sing mengandung 99,86 persen massa sekang sistem lan mendominasi seluruh karo gaya gravitasinya.[5]Yupiter lanSaturnus, dua komponen terbesar sing mengedari srengenge, mencakup kira-kira 90 persen massa selebihnya.[c]
Hampir semua objek-objek besar sing mengorbit srengenge terletak pada bidang edaranbumi, sing umumnya dinamaiekliptika. Semuaplanet terletak sangat dekat pada ekliptika, sementara komet lan objek-objek sabuk Kuiper biasanya memiliki beda sudut sing sangat besar dibandingkan ekliptika.
Planet-planet lan objek-objek Tata Surya juga mengorbit mengelilingi srengenge berlawanan karo arah jarum jam jika dilihat sekang atas kutub utara srengenge, terkecualiKomet Halley.
Hukum Gerakan Planet Kepler menjabarkan bahwa orbit sekang objek-objek Tata Surya sekeliling srengenge bergerak mengikuti bentuk elips karo srengenge sebagai salah satu titik fokusnya. Objek sing berjarak lewih dekat sekang srengenge (sumbusemi-mayor-nya lewih kecil) memiliki taun waktu sing lewih pendek. Pada orbit elips, jarak antara objek karo srengenge bervariasi sepanjang taun. Jarak terdekat antara objek karo srengenge dinamaiperihelion, sedangkan jarak terjauh sekang srengenge dinamaiaphelion. Semua objek Tata Surya bergerak tercepat di titik perihelion lan terlambat di titik aphelion. Orbit planet-planet teyeng dibilang hampir berbentuk lingkaran, sedangkan komet, asteroid lan objek sabuk Kuiper kebanyakan orbitnya berbentukelips.
Untuk mempermudah representasi, kebanyakan diagram Tata Surya menunjukan jarak antara orbit sing sama antara satu karo lainnya. Pada kenyataannya, karo beberapa perkecualian, semakin jauh letak sebuah planet atau sabuk sekang srengenge, semakin besar jarak antara objek itu karo jalur edaran orbit sebelumnya. Sebagai contoh,Venus terletak sekitar sekitar 0,33satuan astronomi (SA) lewih sekangMerkurius[d], sedangkanSaturnus adalah 4,3 SA sekangYupiter, lanNeptunus terletak 10,5 SA sekangUranus. Beberapa upaya telah dicoba kanggo menentukan korelasi jarak antar orbit ini (hukum Titus-Bode), tetapi sejauh ini tidak satu teori pun telah diterima.
Hampir semua planet-planet di Tata Surya juga memiliki sistem sekunder. Kebanyakan adalah benda pengorbit alami sing disebut satelit, atau bulan. Beberapa benda ini memiliki ukuran lewih besar sekang planet. Hampir semuasatelit alami sing paling besar terletak di orbit sinkron, karo satu sisi satelit berpaling ke arah planet induknya secara permanen. Empat planet terbesar juga memliki cincin sing berisi partikel-partikel kecil sing mengorbit secara serempak.
Secara informal, Tata Surya teyeng dibagi menjadi tiga daerah. Tata Surya bagian dalam mencakup empatplanet kebumian lansabuk asteroid utama. Pada daerah sing lewih jauh, Tata Surya bagian luar, terdapat empat gas planet raksasa.[6] Sejak ditemukannyaSabuk Kuiper, bagian terluar Tata Surya dianggap wilayah berbeda tersendiri sing meliputi semua objek melampaui Neptunus.[7]
Secara dinamis lan fisik, objek sing mengorbitsrengenge teyeng diklasifikasikan dalam tiga golongan:planet,planet kerdil, lanbenda kecil Tata Surya. Planet adalah sebuah badan sing mengedari srengenge lan mempunyai massa cukup besar kanggo membentuk bulatan diri lan telah membersihkan orbitnya karo menginkorporasikan semua objek-objek kecil di sekitarnya. karo definisi ini, Tata Surya memiliki delapan planet:Merkurius,Venus,Bumi,Mars,Yupiter,Saturnus, lanNeptunus.Pluto telah dilepaskan status planetnya karena tidak teyeng membersihkan orbitnya sekang objek-objek Sabuk Kuiper.[8] Planet kerdil adalah benda angkasa bukan satelit sing mengelilingi srengenge, mempunyai massa sing cukup kanggo teyeng membentuk bulatan diri tetapi belum teyeng membersihkan daerah sekitarnya.[8] Menurut definisi ini, Tata Surya memiliki lima buah planet kerdil:Ceres,Pluto,Haumea,Makemake, lanEris.[9] Objek lain sing mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil adalah:Sedna,Orcus, lanQuaoar. Planet kerdil sing memiliki orbit di daerah trans-Neptunus biasanya disebut "plutoid".[10] Sisa objek-objek lain berikutnya sing mengitari srengenge adalah benda kecil Tata Surya.[8]
Ilmuwan ahli planet menggunakan istilah gas, es, lan batu kanggo mendeskripsi kelas zat sing terdapat di dalam Tata Surya.Batu digunakan kanggo menamai bahan bertitik lebur tinggi (lebih besar sekang 500 K), sebagai contohsilikat. Bahan batuan ini sangat umum terdapat di Tata Surya bagian dalam, merupakan komponen pembentuk utama hampir semua planet kebumian lan asteroid. Gas adalah bahan-bahan bertitik lebur rendah seperti atom hidrogen, helium, lan gas mulia, bahan-bahan ini mendominasi wilayah tengah Tata Surya, sing didominasi oleh Yupiter lan Saturnus. Sedangkan es, sepertiair,metana,amonia lankarbon dioksida,[11] memiliki titik lebur sekitar ratusan derajat kelvin. Bahan ini merupakan komponen utama sekang sebagian besar satelit planet raksasa. Ia juga merupakan komponen utamaUranus lanNeptunus (yang sering disebut "es raksasa"), serta berbagai benda kecil sing terletak di dekat orbit Neptunus.[12]
Istilahvolatiles mencakup semua bahan bertitik didih rendah (kurang sekang ratusan kelvin), sing termasuk gas lan es; tergantung pada suhunya, 'volatiles' teyeng ditemukan sebagai es, cairan, atau gas di berbagai bagian Tata Surya.
Zona Tata Surya sing meliputi, planet bagian dalam, sabuk asteroid, planet bagian luar, lansabuk Kuiper. (Gambar tidak sesuai skala)
Di zona planet dalam,srengenge adalah pusat Tata Surya lan letaknya paling dekat karo planetMerkurius (jarak sekang srengenge 57,9 × 106 km, atau 0,39 SA),Venus (108,2 × 106 km, 0,72 SA),Bumi (149,6 × 106 km, 1 SA) lanMars (227,9 × 106 km, 1,52 SA). Ukuran diameternya antara 4.878 km lan 12.756 km, karo massa jenis antara 3,95 g/cm3 lan 5,52 g/cm3.
Antara Mars lanYupiter terdapat daerah sing disebutsabuk asteroid, kumpulan batuan metal lan mineral. Kebanyakan asteroid-asteroid ini hanya berdiameter beberapa kilometer (lihat:Daftar asteroid), lan beberapa memiliki diameter 100 km atau lebih.Ceres, bagian sekang kumpulan asteroid ini, berukuran sekitar 960 km lan dikategorikan sebagaiplanet kerdil. Orbit asteroid-asteroid ini sangat eliptis, bahkan beberapa menyimpangiMerkurius (Icarus) lanUranus (Chiron).
Pada zona planet luar, terdapat planet gas raksasaYupiter (778,3 × 106 km, 5,2 SA),Uranus (2,875 × 109 km, 19,2 SA) lanNeptunus (4,504 × 109 km, 30,1 SA) karo massa jenis antara 0,7 g/cm3 lan 1,66 g/cm3.
Jarak rata-rata antara planet-planet karo srengenge teyeng diperkirakan karo menggunakanbaris matematis Titus-Bode. Regularitas jarak antara jalur edaran orbit-orbit ini kemungkinan merupakan efek resonansi sisa sekang awal terbentuknya Tata Surya. Anehnya, planetNeptunus tidak muncul di baris matematis Titus-Bode, sing membuat para pengamat berspekulasi bahwa Neptunus merupakan hasil tabrakan kosmis.
srengenge adalah lintang induk Tata Surya lan merupakan komponen utama sistem Tata Surya ini.lintang ini berukuran 332.830 massabumi. Massa sing besar ini menyebabkan kepadatan inti sing cukup besar kanggo teyeng mendukung kesinambunganfusi nuklir lan menyemburkan sejumlah energi sing dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik, termasuk spektrum optik.
srengenge dikategorikan ke dalam lintang kerdil kuning (tipe G V) sing berukuran tengahan, tetapi nama ini teyeng menyebabkan kesalahpahaman, karena dibandingkan karo lintang-lintang sing ada di dalam galaksi Bima Sakti, srengenge termasuk cukup besar lan cemerlang. lintang diklasifikasikan karodiagram Hertzsprung-Russell, yaitu sebuah grafik sing menggambarkan hubungan nilailuminositas sebuah lintang terhadap suhu permukaannya. Secara umum, lintang sing lewih panas akan lewih cemerlang. lintang-lintang sing mengikuti pola ini dikatakan terletak padaderet utama, lan srengenge letaknya persis di tengah deret ini. Akan tetapi, lintang-lintang sing lewih cemerlang lan lewih panas sekang srengenge adalah langka, sedangkan lintang-lintang sing lewih redup lan dingin adalah umum.[13]
Dipercayai bahwa posisi srengenge pada deret utama secara umum merupakan "puncak hidup" sekang sebuah lintang, karena belum habisnya hidrogen sing tersimpan kanggo fusi nuklir. Saat ini srengenge tumbuh semakin cemerlang. Pada awal kehidupannya, tingkat kecemerlangannya adalah sekitar 70 persen sekang kecermelangan sekarang.[14]
srengenge secarametalisitas dikategorikan sebagai lintang "populasi I". lintang kategori ini terbentuk lewih akhir pada tingkat evolusialam semesta, sehingga mengandung lewih banyak unsur sing lewih berat daripada hidrogen lan helium ("metal" dalam sebutan astronomi) dibandingkan karo lintang "populasi II".[15] Unsur-unsur sing lewih berat daripadahidrogen lanhelium terbentuk di dalam inti lintang purba sing kemudian meledak. lintang-lintang generasi pertama perlu punah terlebih dahulu sebelum alam semesta teyeng dipenuhi oleh unsur-unsur sing lewih berat ini. lintang-lintang tertua mengandung sangat sedikit metal, sedangkan lintang baru mempunyai kandungan metal sing lewih tinggi. Tingkat metalitas sing tinggi ini diperkirakan mempunyai pengaruh penting pada pembentukan sistem Tata Surya, karena terbentuknya planet adalah hasil penggumpalan metal.[16]
Lembar aliran heliosfer, karena gerak rotasi magnetis srengenge terhadap medium antarplanet.
Di samping cahaya,srengenge juga secara berkesinambungan memancarkan semburan partikel bermuatan (plasma) sing dikenal sebagaiangin srengenge. Semburan partikel ini menyebar keluar kira-kira pada kecepatan 1,5 juta kilometer per jam,[17] menciptakan atmosfer tipis (heliosfer) sing merambah Tata Surya paling tidak sejauh 100 SA (lihat jugaheliopause). Kesemuanya ini disebutmedium antarplanet. Badai geomagnetis pada permukaan srengenge, sepertisemburan srengenge (solar flares) lanlontaran massa korona (coronal mass ejection) menyebabkan gangguan pada heliosfer, menciptakan cuaca ruang angkasa.[18] Struktur terbesar sekang heliosfer dinamailembar aliran heliosfer (heliospheric current sheet), sebuah spiral sing terjadi karena gerak rotasi magnetis srengenge terhadap medium antarplanet.[19][20]Medan magnet bumi mencegahatmosfer bumi berinteraksi karo angin srengenge.Venus lanMars sing tidak memiliki medan magnet, atmosfernya habis terkikis ke luar angkasa.[21] Interaksi antara angin srengenge lan medan magnet bumi menyebabkan terjadinyaaurora, sing teyeng dilihat dekat kutub magnetik bumi.
Heliosfer juga berperan melindungi Tata Surya sekangsinar kosmik sing berasal sekang luar Tata Surya. Medan magnet planet-planet menambah peran perlindungan selanjutnya. Densitassinar kosmik padamedium antarlintang lan kekuatan medan magnet srengenge mengalami perubahan pada skala waktu sing sangat panjang, sehingga derajat radiasi kosmis di dalam Tata Surya sendiri adalah bervariasi, meski tidak diketahui seberapa besar.[22]
Medium antarplanet juga merupakan tempat beradanya paling tidak dua daerah mirip piringan sing berisi debu kosmis. sing pertama, awan debu zodiak, terletak di Tata Surya bagian dalam lan merupakan penyebab cahaya zodiak. Ini kemungkinan terbentuk sekang tabrakan dalamsabuk asteroid sing disebabkan oleh interaksi karo planet-planet.[23] Daerah kedua membentang antara 10 SA sampai sekitar 40 SA, lan mungkin disebabkan oleh tabrakan sing mirip tetapi tejadi di dalamSabuk Kuiper.[24][25]
Tata Surya bagian dalam adalah nama umum sing mencakupplanet kebumian lanasteroid. Terutama terbuat sekangsilikat lan logam, objek sekang Tata Surya bagian dalam melingkup dekat karosrengenge, radius sekang seluruh daerah ini lewih pendek sekang jarak antara Yupiter lan Saturnus.
Planet-planet bagian dalam. sekang kiri ke kanan:Merkurius,Venus,Bumi, lanMars (ukuran menurut skala)
Empatplanet bagian dalam atau planet kebumian (terrestrial planet) memiliki komposisi batuan sing padat, hampir tidak mempunyai atau tidak mempunyai bulan lan tidak mempunyai sistem cincin. Komposisi Planet-planet ini terutama adalah mineral bertitik leleh tinggi, seperti silikat sing membentuk kerak lan selubung, lan logam seperti besi lan nikel sing membentuk intinya. Tiga sekang empat planet ini (Venus,Bumi lanMars) memilikiatmosfer, semuanya memiliki kawah meteor lan sifat-sifat permukaan tektonis seperti gunung berapi lan lembah pecahan. Planet sing letaknya di antara srengenge lan bumi (Merkurius lanVenus) disebut juga planet inferior.
Merkurius (0,4 SA sekang srengenge) adalah planet terdekat sekang srengenge serta juga terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami lan ciri geologisnya di samping kawah meteorid sing diketahui adalahlobed ridges ataurupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya.[26] Atmosfer Merkurius sing hampir teyeng diabaikan terdiri sekang atom-atom sing terlepas sekang permukaannya karena semburan angin srengenge.[27] Besarnya inti besi lan tipisnya kerak Merkurius masih belum teyeng teyeng diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, lan perkembangan ("akresi") penuhnya terhambat oleh energi awal srengenge.[28][29]
Venus (0,7 SA sekang srengenge) berukuran mirip bumi (0,815 massa bumi). lan sepertibumi, planet ini memiliki selimut kulit silikat sing tebal lan berinti besi, atmosfernya juga tebal lan memiliki aktivitas geologi. Akan tetapi planet ini lewih kering sekang bumi lan atmosfernya sembilan kali lewih padat sekang bumi. Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas karo suhu permukaan mencapai 400 °C, kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca sing terkandung di dalam atmosfer.[30] Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi, tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet sing teyeng mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber atmosfer Venus berasal sekang gunung berapi.[31]
Bumi (1 SA sekang srengenge) adalah planet bagian dalam sing terbesar lan terpadat, satu-satunya sing diketahui memiliki aktivitas geologi lan satu-satunya planet sing diketahui memiliki mahluk hidup. Hidrosfer-nya sing cair adalah khas di antara planet-planet kebumian lan juga merupakan satu-satunya planet sing diamati memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup sing menghasilkan 21%oksigen.[32] Bumi memiliki satusatelit,bulan, satu-satunya satelit besar sekang planet kebumian di dalam Tata Surya.
Mars (1,5 SA sekang srengenge) berukuran lewih keci sekang bumi lan Venus (0,107 massa bumi). Planet ini memiliki atmosfer tipis sing kandungan utamanya adalahkarbon dioksida. Permukaan Mars sing dipenuhi gunung berapi raksasa sepertiOlympus Mons lan lembah retakan sepertiValles marineris, menunjukan aktivitas geologis sing terus terjadi sampai baru belakangan ini. Warna merahnya berasal sekang warna karat tanahnya sing kaya besi.[33] Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos lanPhobos) sing diduga merupakanasteroid sing terjebak gravitasi Mars.[34]
Asteroid secara umum adalah objek Tata Surya sing terdiri sekang batuan lan mineral logam beku.[35]
Sabuk asteroid utama terletak di antara orbitMars lanYupiter, berjarak antara 2,3 lan 3,3 SA sekangsrengenge, diduga merupakan sisa sekang bahan formasi Tata Surya sing gagal menggumpal karena pengaruh gravitasi Yupiter.[36]
Sabuk asteroid terdiri sekang beribu-ribu, mungkin jutaan objek sing berdiameter satu kilometer.[38] Meskipun demikian, massa total sekang sabuk utama ini tidaklah lewih sekang seperseribu massa bumi.[39] Sabuk utama tidaklah rapat, kapal ruang angkasa secara rutin menerobos daerah ini tanpa mengalami kecelakaan. Asteroid sing berdiameter antara 10 lan 10−4 m disebut meteorid.[40]
Ceres (2,77 SA) adalah benda terbesar di sabuk asteroid lan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Diameternya adalah sedikit kurang sekang 1000 km, cukup besar kanggo memiliki gravitasi sendiri kanggo menggumpal membentuk bundaran. Ceres dianggap sebagai planet ketika ditemukan pada abad ke 19, tetapi di-reklasifikasi menjadi asteroid pada taun 1850an setelah observasi lewih lanjut menemukan beberapa asteroid lagi.[41] Ceres direklasifikasi lanjut pada taun 2006 sebagai planet kerdil.
Asteroid pada sabuk utama dibagi menjadi kelompok lan keluarga asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya. Bulan asteroid adalah asteroid sing mengedari asteroid sing lewih besar. Mereka tidak mudah dibedakan sekang bulan-bulan planet, kadang kala hampir sebesar pasangannya. Sabuk asteroid juga memiliki komet sabuk utama sing mungkin merupakan sumber air bumi.[42]
Asteroid-asteroid Trojan terletak di titik L4 atau L5Yupiter (daerah gravitasi stabil sing berada di depan lan belakang sebuah orbit planet), sebutan "trojan" sering digunakan kanggo objek-objek kecil padaTitik Langrange sekang sebuah planet atau satelit. Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi 2:3 sekang Yupiter, sing artinya kelompok ini mengedari srengenge tiga kali kanggo setiak dua edaranYupiter.
Bagian dalam Tata Surya juga dipenuhi oleh asteroid liar, sing banyak memotong orbit-orbit planet planet bagian dalam.
Pada bagian luar sekang Tata Surya terdapat gas-gas raksasa karo satelit-satelitnya sing berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur, juga berorbit di daerah ini. Badan-badan padat di daerah ini mengandung jumlahvolatil (contoh: air, amonia, metan, sing sering disebut "es" dalam peristilahan ilmu keplanetan) sing lewih tinggi dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya.
Artikel utama kanggo bagian kiye yakuwe:Raksasa gas
Raksasa-raksasa gas dalam Tata Surya lan srengenge, berdasarkan skala
Keempat planet luar, sing disebut juga planet raksasa gas (gas giant), atauplanet jovian, secara keseluruhan mencakup 99 persen massa sing mengorbit srengenge. Yupiter lan Saturnus sebagian besar mengandunghidrogen lanhelium; Uranus lan Neptunus memiliki proporsi es sing lewih besar. Para astronom mengusulkan bahwa keduanya dikategorikan sendiri sebagai raksasa es.[43] Keempat raksasa gas ini semuanya memiliki cincin, meski hanya sistem cincin Saturnus sing teyeng dilihat karo mudah sekang bumi.
Yupiter (5,2 SA), karo 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa sekang gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya adalahhidrogen lanhelium. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya, sebagai contoh pita pita awan lanBintik Merah Raksasa. Sejauh sing diketahui Yupiter memiliki 63 satelit. Empat sing terbesar,Ganymede,Callisto,Io, lanEuropa menampakan kemiripan karo planet kebumian, seperti gunung berapi lan inti sing panas.[44] Ganymede, sing merupakan satelit terbesar di Tata Surya, berukuran lewih besar sekang Merkurius.
Saturnus (9,5 SA) sing dikenal karo sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan karo Yupiter, sebagai contoh komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, planet ini hanya seberat kurang sekang sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi, membuat planet ini sebuah planet sing paling tidak padat di Tata Surya. Saturnus memiliki 60 satelit sing diketahui sejauh ini (dan 3 sing belum dipastikan) dua di antaranyaTitan lanEnceladus, menunjukan activitas geologis, meski hampir terdiri hanya sekang es saja.[45] Titan berukuran lewih besar sekangMerkurius lan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya sing memiliki atmosfer sing cukup berarti.
Uranus (19,6 SA) sing memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet sing paling ringan di antara planet-planet luar. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Uranus mengedari srengenge karo bujkuran poros 90 derajad padaekliptika. Planet ini memiliki inti sing sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya lan hanya sedikit memancarkan energi panas.[46] Uranus memiliki 27 satelit sing diketahui, sing terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel lan Miranda.
Neptunus (30 SA) meskipun sedikit lewih kecil sekang Uranus, memiliki 17 kali massa bumi, sehingga membuatnya lewih padat. Planet ini memancarkan panas sekang dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus.[47] Neptunus memiliki 13 satelit sing diketahui. sing terbesar,Triton, geologinya aktif, lan memiliki geyser nitrogen cair.[48] Triton adalah satu-satunya satelit besar sing orbitnya terbalik arah (retrogade). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya, sing disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 karo Neptunus.
Komet adalah badan Tata Surya kecil, biasanya hanya berukuran beberapa kilometer, dan terbuat sekanges volatil. Badan-badan ini memiliki eksentrisitas orbit tinggi, secara umumperihelion-nya terletak di planet-planet bagian dalam lan letakaphelion-nya lewih jauh sekangPluto. Saat sebuah komet memasuki Tata Surya bagian dalam, dekatnya jarak sekang srengenge menyebabkan permukaan esnya bersumblimasi lan berionisasi, sing menghasilkan koma, ekor gas lan debu panjang, sing sering teyeng dilihat karo mata telanjang.
Komet berperioda pendek memiliki kelangsungan orbit kurang sekang dua ratus taun. Sedangkan komet berperioda panjang memiliki orbit sing berlangsung ribuan taun. Komet berperioda pendek dipercaya berasal sekangSabuk Kuiper, sedangkan komet berperioda panjang, sepertiHale-bopp, berasal sekangAwan Oort. Banyak kelompok komet, sepertiKreutz Sungrazers, terbentuk sekang pecahan sebuah induk tunggal.[49] Sebagian komet berorbit hiperbolik mungking berasal sekang luar Tata Surya, tetapi menentukan jalur orbitnya secara pasti sangatlah sulit.[50] Komet tua sing bahan volatilesnya telah habis karena panas srengenge sering dikategorikan sebagaiasteroid.[51]
Centaur adalah benda-benda es mirip komet sing poros semi-majornya lewih besar sekangYupiter (5,5 SA) lan lewih kecil sekang Neptunus (30 SA). Centaur terbesar sing diketahui adalah,10199 Chariklo, berdiameter 250 km.[52] Centaur temuan pertama,2060 Chiron, juga diklasifikasikan sebagai komet (95P) karena memiliki koma sama seperti komet kalau mendekati srengenge.[53] Beberapa astronom mengklasifikasikan Centaurs sebagaiobjek sabuk Kuiper sebaran-ke-dalam (inward-scattered Kuiper belt objects), seiring karo sebaran keluar sing bertempat dipiringan tersebar (outward-scattered residents of the scattered disc).[54]
Plot seluruh objeksabuk KuiperDiagram sing menunjukkan pembagian sabuk Kuiper
Daerah sing terletak jauh melampaui Neptunus, atau daerah trans-Neptunus, sebagian besar belum dieksplorasi. Menurut dugaan daerah ini sebagian besar terdiri sekang dunia-dunia kecil (yang terbesar memiliki diameter seperlima bumi lan bermassa jauh lewih kecil sekang bulan) lan terutama mengandung batu lan es. Daerah ini juga dikenal sebagaidaerah luar Tata Surya, meskipun berbagai orang menggunakan istilah ini kanggo daerah sing terletak melebihi sabuk asteroid.
Artikel utama kanggo bagian kiye yakuwe:Sabuk Kuiper
Sabuk Kuiper adalah sebuah cincin raksasa mirip karo sabuk asteroid, tetapi komposisi utamanya adalah es. Sabuk ini terletak antara 30 lan 50 SA, lan terdiri sekangbenda kecil Tata Surya. Meski demikian, beberapa objek Kuiper sing terbesar, sepertiQuaoar,Varuna, lanOrcus, mungkin akan diklasifikasikan sebagaiplanet kerdil. Para ilmuwan memperkirakan terdapat sekitar 100.000 objek Sabuk Kuiper sing berdiameter lewih sekang 50 km, tetapi diperkirakan massa total Sabuk Kuiper hanya sepersepuluh massa bumi.[55] Banyak objek Kuiper memiliki satelit ganda lan kebanyakan memiliki orbit di luar bidang eliptika.
Sabuk Kuiper secara kasar teyeng dibagi menjadi "sabuk klasik" lan resonansi. Resonansi adalah orbit sing terkait pada Neptunus (contoh: dua orbit kanggo setiap tiga orbit Neptunus atau satu kanggo setiap dua). Resonansi sing pertama bermula pada Neptunus sendiri. Sabuk klasik terdiri sekang objek sing tidak memiliki resonansi karo Neptunus, lan terletak sekitar 39,4 SA sampai 47,7 SA.[56] Anggota sekang sabuk klasik diklasifikasikan sebagaicubewanos, setelah anggota jenis pertamanya ditemukan (15760) 1992QB1[57]
Pluto (rata-rata 39 SA), sebuah planet kerdil, adalah objek terbesar sejauh ini di Sabuk Kuiper. Ketika ditemukan pada taun 1930, benda ini dianggap sebagai planet sing kesembilan, definisi ini diganti pada taun 2006 karo diangkatnya definisi formal planet. Pluto memiliki kemiringan orbit cukup eksentrik (17 derajat sekang bidang ekliptika) lan berjarak 29,7 SA sekang srengenge pada titik prihelion (sejarak orbit Neptunus) sampai 49,5 SA pada titik aphelion.
Tidak jelas apakahCharon, bulan Pluto sing terbesar, akan terus diklasifikasikan sebagai satelit atau menjadi sebuah planet kerdil juga. Pluto lan Charon, keduanya mengedari titikbarycenter gravitasi di atas permukaannya, sing membuat Pluto-Charon sebuah sistem ganda. Dua bulan sing jauh lewih kecil Nix lan Hydra juga mengedari Pluto lan Charon. Pluto terletak pada sabuk resonan lan memiliki 3:2 resonansi karo Neptunus, sing berarti Pluto mengedari srengenge dua kali kanggo setiap tiga edaran Neptunus. Objek sabuk Kuiper sing orbitnya memiliki resonansi sing sama disebutplutino.[58]
Haumea (rata-rata 43,34 SA) lanMakemake (rata-rata 45,79 SA) adalah dua objek terbesar sejauh ini di dalam sabuk Kuiper klasik. Haumea adalah sebuah objek berbentuk telur lan memiliki dua bulan. Makemake adalah objek paling cemerlang di sabuk Kuiper setelah Pluto. Pada awalnya dinamaiCithakan:Mp lanCithakan:Mp, pada taun 2008 diberi nama lan status sebagai planet kerdil. Orbit keduanya berinklinasi jauh lewih membujur sekang Pluto (28° lan 29°)[59] lan lain sepertiPluto, keduanya tidak dipengaruhi olehNeptunus, sebagai bagian sekang kelompok Objek Sabuk Kuiper klasik.
Ireng: kesebar; biru: klasik; ijo: resonanEris lan satelitnyaDysnomia
Piringan kesebar (scattered disc) berpotongan karo sabuk Kuiper lan menyebar keluar jauh lewih luas. Daerah ini diduga merupakan sumber komet berperioda pendek. Objek piringan tersebar diduga terlempar ke orbit sing tidak menentu karena pengaruh gravitasi sekang gerakan migrasi awal Neptunus. Kebanyakanobjek piringan tersebar (scattered disc objects, atau SDO) memiliki perihelion di dalam sabuk Kuiper lan apehelion hampir sejauh 150 SA sekang srengenge. Orbit OPT juga memiliki inklinasi tinggi pada bidang ekliptika lan sering hampir bersudut siku-siku. Beberapa astronom menggolongkan piringan tersebar hanya sebagai bagian sekang sabuk Kuiper lan menjuluki piringan tersebar sebagai "objek sabuk Kuiper tersebar" (scattered Kuiper belt objects).[60]
Eris (rata-rata 68 SA) adalah objek piringan tersebar terbesar sejauh ini lan menyebabkan mulainya debat tentang definisi planet, karena Eris hanya 5%lebih besar sekang Pluto lan memiliki perkiraan diameter sekitar 2.400 km. Eris adalah planet kerdil terbesar sing diketahui lan memiliki satu bulan Dysnomia.[61] Seperti Pluto, orbitnya memiliki eksentrisitas tinggi, karo titik perihelion 38,2 SA (mirip jarak Pluto ke srengenge) lan titik aphelion 97,6 SA karo bidang ekliptika sangat membujur.
Titik tempat Tata Surya berakhir lan ruang antar lintang mulai tidaklah persis terdefinisi. Batasan-batasan luar ini terbentuk sekang dua gaya tekan sing terpisah: angin srengenge lan gravitasi srengenge. Batasan terjauh pengaruh angin srengenge kira kira berjarak empat kali jarak Pluto lan srengenge.Heliopause ini disebut sebagai titik permulaan medium antar lintang. Akan tetapiBola Roche srengenge, jarak efektif pengaruh gravitasi srengenge, diperkirakan mencakup sekitar seribu kali lewih jauh.
Heliopause dibagi menjadi dua bagian terpisah. Awan angin sing bergerak pada kecepatan 400 km/detik sampai menabrak plasma sekang medium ruang antarlintang. Tabrakan ini terjadi pada benturan terminasi sing kira kira terletak di 80-100 SA sekang srengenge pada daerah lawan angin lan sekitar 200 SA sekang srengenge pada daerah searah jurusan angin. Kemudian angin melambat dramatis, memampat lan berubah menjadi kencang, membentuk struktur oval sing dikenal sebagaiheliosheath, karo kelakuan mirip seperki ekor komet, mengulur keluar sejauh 40 SA di bagian arah lawan angin lan berkali-kali lipat lewih jauh pada sebelah lainnya. Voyager 1 lan Voyager 2 dilaporkan telah menembus benturan terminasi ini lan memasukiheliosheath, pada jarak 94 lan 84 SA sekang srengenge. Batasan luar sekang heliosfer,heliopause, adalah titik tempat angin srengenge berhenti lan ruang antar lintang bermula.
Bentuk sekang ujung luar heliosfer kemungkinan dipengaruhi sekang dinamika fluida sekang interaksi medium antar lintang lan juga medan magnet srengenge sing mengarah di sebelah selatan (sehingga memberi bentuk tumpul pada hemisfer utara karo jarak 9 SA, lan lewih jauh daripada hemisfer selatan. Selebih sekangheliopause, pada jarak sekitar 230 SA, terdapat benturan busur, jaluran ombak plasma sing ditinggalkan srengenge seiring edarannya berkeliling di Bima Sakti.
Sejauh ini belum ada kapal luar angkasa sing melewatiheliopause, sehingga tidaklah mungkin mengetahui kondisi ruang antar lintang lokal karo pasti. Diharapkan satelit NASA voyager akan menembusheliopause pada sekitar dekade sing akan datang lan mengirim kembali data tingkat radiasi lan angin srengenge. Dalam pada itu, sebuah tim sing dibiayai NASA telah mengembangkan konsep "Vision Mission" sing akan khusus mengirimkan satelit penjajak ke heliosfer.
Secara hipotesa,Awan Oort adalah sebuah massa berukuran raksasa sing terdiri sekang bertrilyun-trilyun objek es, dipercaya merupakan sumber komet berperioda panjang. Awan ini menyelubungisrengenge pada jarak sekitar 50.000 SA (sekitar 1 taun cahaya) sampai sejauh 100.000 SA (1,87 taun cahaya). Daerah ini dipercaya mengandungkomet sing terlempar sekang bagian dalam Tata Surya karena interaksi karo planet-planet bagian luar. Objek Awan Oort bergerak sangat lambat lan teyeng digoncangkan oleh situasi-situasi langka seperti tabrakan, effek gravitasi sekang laluanlintang, atau gaya pasang galaksi, gaya pasang sing didorongBima Sakti.[62][63]
90377 Sedna (rata-rata 525,86 SA) adalah sebuah benda kemerahan mirip Pluto karo orbit raksasa sing sangat eliptis, sekitar 76 SA pada perihelion lan 928 SA pada aphelion lan berjangka orbit 12.050 taun. Mike Brown, penemu objek ini pada taun 2003, menegaskan bahwa Sedna tidak merupakan bagian sekangpiringan tersebar ataupun sabuk Kuiper karena perihelionnya terlalu jauh sekang pengaruh migrasi Neptunus. Dia lan beberapa astronom lainnya berpendapat bahwa Sedna adalah objek pertama sekang sebuah kelompok baru, sing mungkin juga mencakup 2000 CR105. Sebuah benda bertitik perihelion pada 45 SA, aphelion pada 415 SA, lan berjangka orbit 3.420 taun. Brown menjuluki kelompok ini "Awan Oort bagian dalam", karena mungkin terbentuk melalui proses sing mirip, meski jauh lewih dekat ke srengenge. Kemungkinan besar Sedna adalah sebuah planet kerdil, meski bentuk kebulatannya masih harus ditentukan karo pasti.
Banyak hal sekang Tata Surya kita sing masih belum diketahui. Medan gravitasi srengenge diperkirakan mendominasi gaya gravitasi lintang-lintang sekeliling sejauh dua taun cahaya (125.000 SA). Perkiraan bawah radius Awan Oort, di sisi lain, tidak lewih besar sekang 50.000 SA.[64] Sekalipun Sedna telah ditemukan, daerah antaraSabuk Kuiper lanAwan Oort, sebuah daerah sing memiliki radius puluhan ribu SA, teyeng dikatakan belum dipetakan. Selain itu, juga ada studi sing sedang berjalan, sing mempelajari daerah antaraMerkurius lansrengenge.[65] Objek-objek baru mungkin masih akan ditemukan di daerah sing belum dipetakan.
Lokasi Tata Surya di dalam galaksi Bima SaktiLukisan artis sekangGelembung Lokal
Tata Surya terletak di galaksiBima Sakti, sebuah galaksi spiral sing berdiameter sekitar 100.000 taun cahaya lan memiliki sekitar 200 milyarlintang.[66] srengenge berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi sing disebut Lengan Orion.[67] Letaksrengenge berjarak antara 25.000 lan 28.000 taun cahaya sekang pusat galaksi, karo kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 kilometer per detik. Setiap revolusinya berjangka 225-250 juta taun. Waktu revolusi ini dikenal sebagai taun galaksi Tata Surya.[68] Apex srengenge, arah jalur srengenge di ruang semesta, dekat letaknya karokonstelasi Herkules terarah pada posisi akhir lintangVega.[69]
Lokasi Tata Surya di dalam galaksi berperan penting dalam evolusi kehidupan diBumi. Bentuk orbit bumi adalah mirip lingkaran karo kecepatan hampir sama karo lengan spiral galaksi, karenanya bumi sangat jarang menerobos jalur lengan. Lengan spiral galaksi memiliki konsentrasi supernova tinggi sing berpotensi bahaya sangat besar terhadap kehidupan di Bumi. Situasi ini memberi Bumi jangka stabilitas sing panjang sing memungkinkan evolusi kehidupan.[70] Tata Surya juga terletak jauh sekang daerah padat lintang di pusat galaksi. Di daerah pusat, tarikan gravitasi lintang-lintang sing berdekatan teyeng menggoyang benda-benda diAwan Oort lan menembakan komet-komet ke bagian dalam Tata Surya. Ini teyeng menghasilkan potensi tabrakan sing merusak kehidupan di Bumi. Intensitas radiasi sekang pusat galaksi juga memengaruhi perkembangan bentuk hidup tingkat tinggi. Walaupun demikian, para ilmuwan berhipotesa bahwa pada lokasi Tata Surya sekarang inisupernova telah memengaruhi kehidupan di Bumi pada 35.000 taun terakhir karo melemparkan pecahan-pecahan inti lintang ke arah srengenge dalam bentuk debu radiasi atau bahan sing lewih besar lainnya, seperti berbagai benda miripkomet.[71]
Lingkungan galaksi terdekat sekang Tata Surya adalah sesuatu sing dinamaiAwan Antarlintang Lokal (Local Interstellar Cloud, atauLocal Fluff), yaitu wilayah berawan tebal sing dikenal karo namaGelembung Lokal (Local Bubble), sing terletak di tengah-tengah wilayah sing jarang. Gelembung Lokal ini berbentuk rongga mirip jam pasir sing terdapat pada medium antarlintang, lan berukuran sekitar 300 taun cahaya. Gelembung ini penuh ditebariplasma bersuhu tinggi sing mungkin berasal sekang beberapa supernova sing belum lama terjadi.[72]
Di dalam jarak sepuluh taun cahaya (95 triliun km) sekang srengenge, jumlah lintang relatif sedikit. lintang sing terdekat adalah sistem kembar tigaAlpha Centauri, sing berjarak 4,4 taun cahaya. Alpha Centauri A lan B merupakan lintang ganda mirip karo srengenge, sedangkan Centauri C adalah kerdil merah (disebut jugaProxima Centauri) sing mengedari kembaran ganda pertama pada jarak 0,2 taun cahaya. lintang-lintang terdekat berikutnya adalah sebuah kerdil merah sing dinamailintang Barnard (5,9 taun cahaya),Wolf 359 (7,8 taun cahaya) lanLalande 21185 (8,3 taun cahaya). lintang terbesar dalam jarak sepuluh taun cahaya adalahSirius, sebuah lintang cemerlang dikategori 'urutan utama' kira-kira bermassa dua kali massa srengenge, lan dikelilingi oleh sebuah kerdil putih jenenge Sirius B. Keduanya berjarak 8,6 taun cahaya. Sisa sistem selebihnya sing terletak di dalam jarak 10 taun cahaya adalah sistem lintang ganda kerdil merahLuyten 726-8 (8,7 taun cahaya) lan sebuah kerdial merah jenengeRoss 154 (9,7 taun cahaya).[73] lintang tunggal terdekat sing mirip srengenge adalahTau Ceti, sing terletak 11,9 taun cahaya. lintang ini kira-kira berukuran 80% berat srengenge, tetapi kecemerlangannya (luminositas) hanya 60%.[74] Planet luar Tata Surya terdekat sekang srengenge, sing diketahui sejauh ini adalah di lintangEpsilon Eridani, sebuah lintang sing sedikit lewih pudar lan lewih merah dibandingkan mathari. Letaknya sekitar 10,5 taun cahaya. Planet lintang ini sing sudah dipastikan, jenengeEpsilon Eridani b, kurang lewih berukuran 1,5 kali massaYupiter lan mengelilingi induk lintangnya karo jarak 6,9 taun cahaya.[75]
^ LihatDaftar bulan kanggo semua satelit alami sekang delapan planet lan lima planet kerdil.
^ Massa Tata Surya tidak termasuk srengenge, Yupiter, lan Saturnus, teyeng dihitung karo menambahkan semua massa objek terbesar sing dihitung lan menggunakan perhitungan kasar kanggo massa awan Oort (sekitar 3 kali massa Bumi),,[76] sabuk Kuiper (sekitar 0,1 kali massa Bumi)[55] lan sabuk asteroid (sekitar 0,0005 kali massa Bumi)[39] karo total massa ~37 kali massa Bumi, atau 8,1 persen massa di orbit di sekitar srengenge. Jika dikurangi karo massa Uranus lan Neptunus (keduanya ~31 kali massa Bumi), sisanya ~6 kali massa Bumi merupakan 1,3 persen sekang massa keseluruhan.
^ Astronom mengukur jarak di dalam Tata Surya karosatuan astronomi (SA). Satu SA jaraknya sekitar jarak rata-rata srengenge lan Bumi, atau 149.598.000 km. Pluto berjarak sekitar 38 SA sekang srengenge, Yupiter 5,2 SA. Satutaun cahaya adalah 63.240 SA..
↑Schenk P., Melosh H.J. (1994),Lobate Thrust Scarps and the Thickness of Mercury's Lithosphere, Abstracts of the 25th Lunar and Planetary Science Conference, 1994LPI....25.1203S
↑Sekanina, Zdenek (2001). "Kreutz sungrazers: the ultimate case of cometary fragmentation and disintegration?". Publications of the Astronomical Institute of the Academy of Sciences of the Czech Republic89 p.78–93.