Yesaya 66 (disingkatYes 66) adalah pasal terakhir dariKitab Yesaya dalamAlkitab Ibrani danPerjanjian Lama diAlkitabKristen.[1] Memuat Firman Allah yang disampaikan oleh nabiYesaya bin Amos terutama berkenaan tentangYehuda danYerusalem. Nabi ini hidup pada zaman rajaUzia,Yotam,Ahas danHizkia dariKerajaan Yehuda sekitar abad ke-8 SM.[2][3]
- Bahasa Ibrani:
- Bahasa Yunani:
- Dengar, bunyi kegemparan dari kota, dengar, datangnya dari Bait Suci! Dengar, TUHAN melakukan pembalasan kepada musuh-musuh-Nya![6]
- Sebelum menggeliat sakit, ia sudah bersalin, sebelum mengalami sakit beranak, ia sudah melahirkan anak laki-laki.[7]
Yesaya menubuatkan kelahiran kembali Israel sebagai umat Allah sementara kerajaan Mesias; kelahiran akan terjadi sangat cepat dan membawa sukacita (Yesaya 66:10), damai sejahtera seperti sungai (Yesaya 66:12—versi Inggris NIV; bandingkan Yesaya 48:18), dan kemakmuran (Yesaya 66:12).[8]
- Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup."[9]
Ayat ini dikutip olehYesus Kristus dalamInjil Markus:
- "Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung daripada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; di tempat ituulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.
- Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; di tempat ituulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.
- Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di manaulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam." (Markus 9:43–48)