Prasati padaArch of Titus diRoma,Italia (abad pertama Masehi). Pada tulisan Latin kuno tersebut, vokal/u/ ditulis dengan huruf V, sehingga ejaanSENATVS dialihaksarakan sebagaiSENATUS setelah terciptanya hurufU.FAMOUS dieja sebagaiFAMOVS pada buku berbahasa Inggris, terbitan tahun 1602.
Huruf V berasal dari hurufSemitWaw, begitu juga huruf-huruf modernF,U,W, danY. Huruf Semit kemudian memengaruhi huruf Fenisia, Yunani, dan Etruska. Huruf Latin dipengaruhi oleh huruf Yunani, dengan perubahan seperlunya karena alasan penyesuaianfonologi dan sebagainya.
Dalambahasa Yunani, hurufupsilon (Υ) diadaptasi dari hurufwaw, awalnya untuk melambangkan bunyi vokal/u/ seperti pada kata "bulan", kemudian berubah menjadi/y/ (vokal depan tertutup bulat), yaitu sama seperti pelafalan hurufü dalambahasa Jerman.
Dalambahasa Latin, huruf upsilon ini dipinjam dalam bentuk huruf V (tanpa batang) untuk menandakan bunyi/u/ yang sama, dan juga bunyi konsonan/w/. Oleh karena itu, katanum—atau asalnya diejaNVM—disebut "noom" (/num/) sementara katavia/VIA disebut "wi-a" (/wia/). Mulaiabad pertamaMasehi, bergantung padadialek setempat, konsonan/w/ berubah menjadi/β/, dan akhirnya menjadi/v/.
Ketika akhirZaman Pertengahan, timbulnya dua bentuk hurufv atauu, kedua-duanya dipakai untuk bunyi/u/ dan/v/. Bentukv bersudut ditulis di awal kata, sedangkan bentuku bundar dipakai di tengah atau akhir kata tanpa menghiraukan bunyinya. Oleh itu, kata-kata sepertivalour danexcuse sama seperti ejaan zaman sekarang, tetapi katahave danupon ditulishaue danvpon. Akhirnya pada tahun 1700-an, agar bunyi konsonan dan vokal diasingkan, bentukv menandakan konsonan sementara bentuku untuk vokal, maka lahirlah hurufu modern. Pada masa itulah tercipta huruf besar U; sebelumnya selalu dipakai huruf besarV. Mulanya, semenjak hurufu danv dijadikan huruf yang berbeda,v mendahuluiu dalam susunanalfabet, tetapi kini terjadi sebaliknya.
MosaikJustinianus I di Basilika Sant'Apollinare Nuovo (abad ke-6). Vokal/u/ pada nama "Justinian" ditulis dengan huruf V sebelum terciptanyaU, sementara konsonan/j/ dtulis dengan hurufI sebelum terciptanyaJ.
Dalam sistemangka Romawi, huruf V melambangkan nomor5 atautahun 5, karena menyerupai kebiasaan menghitung takik yang diukir pada kayu, yaitu setiap takik kelima dikerat dua agar membentuk "V".
Dalambahasa Irlandia, huruf ‹v› kebanyakan digunakan pada kata serapan, sepertiveidhlín dari bahasa Inggrisviolin. Namun bunyi[v] muncul secara alami dalam bahasa Irlandia saat bunyi/b/ mengalamilenisi atau "dilembutkan", ditulis menurutortografi dengan ‹bh›, sehinggabhí dilafalkan[vʲiː],an bhean dilafalkan[ən̪ˠˈvʲan̪ˠ], dsb.
Bahasa Polandia tidak menggunakan huruf V, demikian pula Q dan X. Akan tetapi, bahasa mereka mengandung bunyi/v/, yang dilambangkan oleh hurufW, mengikuti kaidah dalambahasa Jerman.
Dalam sistempinyinbahasa Mandarin, semua huruf Latin digunakan kecuali huruf V, karena tidak ada bunyi[v] dalambahasa Mandarin, tetapi huruf "v" dipakai kebanyakan kaidah pengetikan sebagai pengganti huruf "ü" yang umumnya tidak tersedia padapapan tombol biasa. Romanisasi merupakan kaidah yang banyak dilakukan untuk mengetik bahasa Tionghoa secara fonetik.
Spanyol:uve[ˈuβe] direkomendasikan, tetapive[ˈbe] secara tradisional. Karena keduanya dilafalkan/b/ dalam bahasa Spanyol,[1] diperlukan istilah untuk membedakanve daribe, yaitu huruf‹b›. Dalam beberapa wilayah huruf itu disebutve corta,ve baja,ve pequeña,ve chica atauvelabiodental.
Dalambahasa Jepang, V sering disebut "bui" (error: {{nihongo}}: Butuh teks Jepang atau romaji (bantuan)). Nama ini adalah penyesuaian dengan nama dalambahasa Inggris, yang mensubtitusi konsonan letup dwibibir bersuara untuk bunyi konsonan desis bibir-gigi bersuara (yang tidak ada dalamfonologibahasa Jepang) dan berbeda dengan "bī" (ビー), nama Jepang untuk huruf B. Bunyi itu dapat ditulis dengan simbolkatakanaerror: {{nihongo}}: Butuh teks Jepang atau romaji (bantuan) (vu) yang kini sudah dikembangkan,[2] sehingga menjadiva, vi, vu, ve, vo (ヴァ, ヴィ, ヴ, ヴェ, ヴォcode: ja is deprecated), meskipun pelafalannya (saat diterapkan) bukanlah bunyi konsonan desis bibir-gigi bersuara seperti dalam bahasa Inggris. Selain itu, beberapa kata sering kali dieja denganb daripadavu (contoh: "violin" sering kali diejabaiorin (バイオリンcode: ja is deprecated) daripadavaiorin (ヴァイオリンcode: ja is deprecated); karena kecenderungan untuk memakai konsonan yang tersedia dalam fonologi bahasa Jepang daripada konsonan asing).
↑Díez Losada, Fernando (2004).La tribuna del idioma (dalam bahasa Spanish). Editorial Tecnologica de CR. hlm.176.ISBN9977661618, ISBN978-9977-66-161-2.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Bukan simbol yang baru sama sekali, 「ヴ」 hanyalah simbol untuku (ウ) dengan penambahandakuten, simbol yang digunakan untuk mengubah bunyikana lainnya. Sebagai contoh,dakuten digunakan untuk mengubahka (カ) menjadiga (ガ),hi (ヒ) menjadibi (ビ) danta (タ) menjadida (ダ).