Tugu Pahlawan | |
---|---|
Nama sebagaimana tercantum dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya | |
![]() | |
![]() | |
Peringkat | Nasional |
Kategori | Struktur |
No. Regnas | RNCB.20140117.03.000015 |
Lokasi keberadaan | Surabaya,Jawa Timur |
Tanggal SK | 1996 & 2014 |
Pemilik | ![]() |
Pengelola | UPTD Tugu Pahlawan danMuseum Sepuluh November |
Tugu Pahlawan adalah sebuahmonumen yang menjadi markah tanahKota Surabaya. Tinggi monumen ini adalah 41,15 meter dan berbentuk lingga ataupaku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan(canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas dancanalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun1945. Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh RakyatIndonesia. Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwaPertempuran 10 November 1945 di Surabaya, di manaarek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukanSekutu bersamaBelanda yang hendak menjajah kembali Indonesia. Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.[1][2][3]
Monumen ini berada di tengah-tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya, dan di dekat Kantor Gubernur Jawa Timur. Tugu Pahlawan merupakan salah satu ikon Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektare, dan secara administratif berada di wilayahKelurahan Alun-Alun Contong,Kecamatan Bubutan,Kota Surabaya.[4]
Ada dua pendapat mengenai siapa yang menjadi pemrakarsa, sekaligus arsitek monumen yang terletak di Jalan Pahlawan Surabaya ini. Menurut Gatot Barnowo, monumen ini diprakarsai olehDoel Arnowo, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Besar Surabaya. Kemudian ia meminta Ir. Tan untuk merancang gambar monumen yang dimaksud, untuk selanjutnya diajukan kepada PresidenSoekarno.
Sedangkan menurut Ir. Soendjasmono, pemrakarsa monumen ini adalah Ir. Soekarno sendiri. Ide ini mendapat perhatian khusus dari Wali kotaSurabaya, Doel Arnowo. Untuk perencanaan dan gambarnya diserahkan kepada Ir. R. Soeratmoko, yang telah mengalahkan beberapa arsitek lainnya dalam sayembara untuk pemilihan arsitek untuk membangun monumen ini.
Pada awalnya pekerjaan pembangunan Monumen Tugu Pahlawan ditangani Balai Kota Surabaya sendiri. Kemudian dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation, yang kemudian diteruskan oleh Pemborong Saroja. Monumen yang dibangun selama sepuluh bulan ini, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal10 November1952.
Rencananya pembangunan Tugu Pahlawan memiliki tinggi 45 meter, namun karena berbagai kendala akhirnya tinggi yang disepakati adalah 41,15 meter. Diameternya 3,1 meter, namun semakin tinggi diameternya semakin kecil. Tugu ini berbentuk lingga atau paku terbalik. Bagian tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945.
Di bawah monumen dihiasi dengan ukiran Trisula bergambar Cakra, Stamba dan Padma sebagai simbol api perjuangan. Biaya pembangunan Tugu Pahlawan berasal dari sumbangan para dermawan termasuk rakyat yang ikut menyumbangkan dana. Pada awalnya pekerjaan pembangunan Tugu Pahlawan ditangani Balai Kota Surabaya, kemudian dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation, yang kemudian diteruskan oleh Pemborong Saroja.
Konstruksi dimulai pada 20 Februari 1952 dan selesai pada 3 Juni 1952. Untuk membuat pondasinya, tanah harus digali hingga 620 meter kubik. Selanjutnya dilakukan pengecoran beton yang dilakukan oleh Indonesian Engineering Corporation.
Untuk pembuatan beton ini menghabiskan besi sebanyak 19 ton. Pengecoran yang harus diselesaikan secara sekaligus membuat 120 orang harus bekerja bergiliran selama 40 jam non-stop.[5]
Di bawah tanah lahan Tugu Pahlawan sedalam 7 meter terdapat sebuah museum untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berjuang di Surabaya, di museum ini juga terdapat foto-foto dokumentasi pembangunan Tugu Pahlawan. Museum ini diresmikan pada tanggal19 Februari2000 oleh PresidenK.H. Abdurrahman Wahid.
Pada tahun 1991-1996 dilakukan pembenahan kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Perjuangan 10 November Surabaya yang dipimpin oleh arsitek Ir.Sugeng Gunadi, MLA dariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember.