Jenis perusahaan | Publik |
|---|---|
| Kode emiten | |
| Industri | Barang konsumen yang bergerak cepat |
| Kantor pusat | 11/13, Botawala Building,1st Floor, Office # 2-6 Horniman Circle, Fort,Mumbai,Maharashtra, India[1] |
Wilayah operasi | Seluruh dunia |
Tokoh kunci | Sunil D’Souza (CEO & MD)[2] Natarajan Chandrasekaran (Chairman)[3] |
| Produk | Teh, kopi, air, garam, lentil, rempah-rempah, makanan siap makan, pemanis, dsb |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
Karyawan | 2.689 (2020)[4] |
| Induk | Tata Group |
| Anak usaha | |
| Situs web | www |
Tata Consumer Products Ltd adalah sebuah produsenmakanan danminuman terintegrasi yang berkantor pusat diKolkata, West Bengal,India.[5] Tata Consumer Products adalah salah satu dari sepuluh produsen makanan dan minuman terbesar di India. Tata Consumer Products merupakan produsen dan distributorteh terbesar kedua di dunia, serta merupakan produsenkopi besar.[6]
Perusahaan ini dibentuk melalui penggabungan divisibarang konsumen dariTata Chemicals Ltd. ke dalam Tata Global Beverages Ltd. pada bulan Februari 2020.[7] Portofolio minuman perusahaan ini meliputiteh,kopi,air, danmimuman siap minum, sementara portofolio makanan perusahaan ini meliputigaram,kacang-kacangan,rempah-rempah,makanan siap masak,sereal sarapan,makanan ringan, dan makanan kecil.
Perusahaan ini memasarkan teh dengan merek Tata Tea,Tetley, danGood Earth Tea. Tata Tea adalah merek teh terlaris di India, sementara Tetley adalah merek teh terlaris diKanada serta terlaris kedua diBritania Raya danAmerika Serikat.[8]
Pada tahun 2012, Tata Consumer Products Ltd berekspansi ke bisnis kafe dengan membentuk sebuahperusahaan patungan bersamaStarbucks Coffee Company. Kafe yang dikelola oleh perusahaan patungan tersebut diberi nama "Starbucks Coffee—A Tata Alliance" dan mendapat pasokan biji kopi dariTata Coffee, anak usaha Tata Consumer Products Ltd.[9] Hingga tahun 2020, pendapatan perusahaan ini mencapai ₹5807.99 crore (US$810 juta), sementara laba bersihnya mencapai ₹575.35 crore (US$81 juta).[10]
Pada awal dekade 1980-an, industri teh di India mengalami kenaikan biaya bahan baku dan upah pekerja, serta penurunan laba dan kenaikan pajak. India juga tidak hanya menghadapi kompetisi dari Tiongkok, tetapi juga dari negara lain yang mulai membudidayakan teh.
Pada tahun 1983, Tata Tea membeli sahamnya yang dipegang olehJames Finlay. Pada tahun yang sama, perusahaan ini juga memutuskan untuk beralih dari pasar komoditas ke pasar ritel dengan memperkenalkan merek Tata Tea, yang kemudian disusul oleh merek lain, sepertiKannan Devan, Agni, Gemini, dan Chakra Gold.
Pada tahun 1987, Tata Tea membentuk Tata Tea Inc., di Amerika Serikat.[11]
Pada dekade 1990-an, Tata Tea memutuskan untuk membawa mereknya ke pasar global, salah satunya dengan membentuk sebuahjoint venture ekspor bersamaTetley Tea asal Britania Raya pada tahun 1992. Perusahaan ini kemudian juga mengakuisisi mayoritas saham Consolidated Coffee Ltd. (Tata Coffee Ltd.) dan membentuk sebuahjoint venture untuk mengelola kebunnya diSri Lanka. Tata Tea Inc. memproses dan memasarkan teh instan melalui fasilitasnya diFlorida,Amerika Serikat, dengan pasokan teh dariMunnar danKerala. Pada tahun 1993, perusahaan ini membentuk sebuah perusahaan patungan bersamaAllied Lyons plc asal Britania Raya dengan nama Estate Tata Tetley.
Pada pertengahan dekade 1990-an, Tata Tea berupaya membeli Tetley. Joint venture di Sri Lanka kemudian juga mengakuisisi 51% sahamWatawala Plantations Ltd.
Pada tahun 1997, perusahaan ini terlibat dalam sebuah skandal besar yang dikenal sebagai "kontroversi Tata Tapes", yang terkait dengan dana yang disediakan oleh perusahaan ini keUnited Liberation Front of Assam (ULFA), sebuahkelompok kriminal bersenjata diAssam.
Pada tahun 1999, merek-merek milik Tata Tea telah menguasai 25% pangsa pasar di India.[butuh rujukan] Perusahaan ini pun telah memiliki 74 kebun teh yang dapat memproduksi teh sebanyak 6,2crore kilogram per tahun, yang mana dua pertiganya dikemas dan diberi merek. Pada akhir tahun 1999, bisnis teh dilanda kemarau di sebagian besar India. Selain itu,Rusia yang pernah menjadi pembeli teh India terbesar, keluar sementara dari pasar.
Pada tahun 2000, Tata Tea resmi mengakuisisi Tetley Group asal Britania Raya dengan skemapembelian terutang senilai £271 juta ($432 juta). Akusisi tersebut pun disebut sebagai akuisisi terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan asal India terhadap perusahaan asal luar India hingga saat ini. Dengan mengakuisisi Tatley, Tata Tea diberitakan berhasil mengalahkan tawaran akuisisi dariSara Lee asal Amerika Serikat. Pada saat itu, Tetley adalah produsen teh terbesar kedua di dunia, di belakang Brooke Bond-Lipton milikUnilever, dengan omset tahunan mencapai £300 juta. Tetley dulu adalah pemimpin pasar di Britania Raya dan Kanada, serta merupakan merek yang populer di Amerika Serikat,Australia, danTimur Tengah.
Didirikan pada tahun 1837, Tetley adalah produsen teh asalBritania Raya pertama yang memperkenalkan kantong teh ke Britania Raya pada tahun 1953. Tetley kemudian juga memperkenalkan kantong teh bundar pada tahun 1989 dan kantong teh bertali pada tahun 1997. Tetley kini menyumbang sekitar dua pertiga dari total omset Tata Tea.
Pada tahun 2005, Tata Tea memulai prosesrestrukturisasi dengan mendivestasi kepemilikan langsungnya atas kebun-kebun di India, dengan difasilitasi oleh pinjaman bersubsidi dariInternational Finance Corporation.[12]
Pada tahun 2006, Tata Tea mengakuisisiEight O'Clock Coffee, sebuah produsen kopi asal Amerika Serikat yang sebelumnya dimiliki oleh Gryphon Investors, dengan harga $220 juta.[13] Sebelum dijual ke Gryphon, merek Eight O'Clock Coffee dimiliki olehThe Great Atlantic & Pacific Tea Company mulai tahun 1859 hingga 2003.
Pada tahun 2007, Tata Tea melucurkan kampanyeJaago Re! untuk menarik perhatian pemuda terhadap isu sosial. Kampanye tersebut lalu diperpanjang hingga tahun 2008. Pada tahun 2009, kampanye Tata Tea fokus pada isu korupsi dengan slogan 'Ab Se Khilana Bandh, Pilana Shuru'.
Pada tahun 2009,IUF mengkritik perusahaan ini karena tidak memberikancuti hamil kepadapemetik teh yang sedang hamil, dan karenapenguncian 1.000 orang pekerja di Kebun Teh Nowera Nuddy diWest Bengal terlalu lama hingga pemerintah daerah mulai mendistribusikan kupon makanan gratis kepada para pekerja dan keluarganya.[14] Pada bulan Mei 2010, seorang penyemprot tanaman diduga meninggal karena keracunan di sebuah kebun milik Tata diAssam, sehingga menimbulkan demonstrasi, di mana dua orang pekerja akhirnya ditembak mati oleh polisi.[15]
Pada tanggal 30 Januari 2012, Tata Consumer Products Ltd danStarbucks mengumumkan pembentukan sebuah joint venture bernamaTata Starbucks Ltd, yang akan memiliki dan mengoperasikan gerai Starbucks dengan namaStarbucks Coffee "A Tata Alliance" di India. Gerai tersebut pun mulai beroperasi pada tahun 2012, awalnya diDelhi danMumbai.[16]
Pada tanggal 15 Mei 2019, Tata Chemicals Ltd (TCL) mengumumkan pemisahan divisi barang konsumennya untuk digabung dengan Tata Global Beverages Ltd. melalui skema yang disetujui oleh National Company Law Tribunal (“NCLT”) untuk membentuk Tata Consumer Products.[17][18] Pada sektor minuman, merek milik Tata Consumer meliputi Tata Tea, Tetley,[19] Vitax, Eight O’Clock Coffee, Himalayan Natural Mineral Water, Grand Coffee, dan Joekels.[20] Pada sektor makanan, merek milik Tata Consumer meliputi Tata Salt dan Tata Sampann.[21]
Tata Global Beverages Ltd (TGBL) dan Tata Chemicals Ltd (TCL) mengumumkan bahwa skema pengaturan antara TGBL dan TCL mengenai divisi barang konsumen dari TCL mulai berlaku pada tanggal 7 Februari 2020. TGBL kemudian mengubah namanya menjadi Tata Consumer Products Ltd.[22][23] Tata Consumer menggabungkan merek makanan dan minuman seperti Tata Salt, Tata Tea, Tata Sampann, Tetley, Soulfull[24] dan Himalayan di bawah satu pengelolaan.[25]

Perusahaan ini juga berencana memproduksi minuman nutrisi dan kesehatan. Melalui anak usahanya, Tata Consumer Products Ltd memproduksi 7crore kilogram teh diIndia, mengendalikan 54 kebun teh, 10 pabrik penyampuran dan pengemasan teh, serta mempekerjakan sekitar 59.000 orang.[26] Perusahaan ini memiliki 51 kebun teh diIndia danSri Lanka, terutama diAssam,West Bengal di India bagian timur danKerala di India bagian selatan. Perusahaan ini adalah produsenteh Assam danteh Darjeeling terbesar di dunia dan merupakan produsenteh Ceylon terbesar kedua di dunia.
Didirikan pada tahun 1964 sebagai sebuahjoint venture denganJames Finlay and Company asalBritania Raya untuk mengembangkan teh bernilai tambah, Tata Consumer Products Ltd kini memasarkan produknya di 50 negara. Perusahaan ini adalah salah satuperusahaan multinasional pertama di India. Operasi Tata Consumer Products Ltd dan anak usahanya fokus pada teh bermerek, dengan mayoritas kebun tehnya terletak di India dan Sri Lanka.
Bisnis teh bermerek menyumbang sekitar 86% dari total omset Tata Consumer Products Ltd, sementara sisanya disumbang oleh bisnis teh curah,kopi, dan investasi. Dengan luas kebun teh sekitar159 kilometer persegi (61 sq mi), Tata Consumer Products Ltd memproduksi sekitar 30 juta kilogramteh hitam per tahun.[butuh rujukan] Teh instan digunakan untuk teh ringan, es teh, danminuman siap minum.
Tata Consumer Products Ltd memiliki lima merek di India, yakni Tata Tea, Tetley,Kannan Devan, Chakra Gold, dan Gemini. Perusahaan ini juga memiliki sebuah pabrikteh instan berorientasi ekspor (bersertifikat KOSHER dan HACCP) diMunnar,Kerala, yang merupakan yang terbesar di luar Amerika Serikat. Tata Consumer Products Ltd memiliki anak usaha diAustralia,Britania Raya,Amerika Serikat,Republik Ceko, danIndia.