Sementara studi sosiolinguistik sangatlah luas, ada beberapa konsep dasar di mana banyak pertanyaan sosiolinguistik bergantung:
Komunitas tutur adalah sebuah konsep dalam sosiolinguistik yang menggambarkan kelompok tertentu yang terdiri dari orang-orang yang menggunakan bahasa dengan cara yang unik dan saling diterima di antara mereka.
Agar diterima menjadi bagian dari suatu komunitas tutur, seseorang harus memiliki kompetensi komunikatif. Artinya, penutur memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa dengan cara yang tepat dalam situasi tertentu. Seorang bahasawan bisa menjadi kompeten dalam lebih dari satu bahasa.[5]
Komunitas tutur bisa jadi merupakan anggota suatu profesi dengan jargon khusus, kelompok-kelompok sosial seperti siswa SMA atau penggemarhip-hop, atau bahkan kelompok erat seperti keluarga dan karib. Anggota komunitas tutur akan sering mengembangkanslang (bahasa gaul) ataujargon untuk melayani tujuan kelompok dan prioritas khusus.
Komunitas praktik memungkinkan para sosiolinguis untuk menguji hubungan antarasosialisasi, kompetensi, dan identitas. Karena identitas adalah struktur yang sangat kompleks, mempelajari sosialisasi bahasa merupakan sarana untuk menguji tingkat interaksional-mikro aktivitas praktis (kegiatan sehari-hari). Pembelajaran bahasa sangat dipengaruhi oleh keluarga tetapi didukung oleh lingkungan setempat yang lebih besar, seperti sekolah, tim olahraga, atau agama. Komunitas tutur mungkin eksis dalam komunitas praktik yang lebih luas.[6]