Movatterモバイル変換


[0]ホーム

URL:


Lompat ke isi
WikipediaEnsiklopedia Bebas
Pencarian

Serangga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini bukan mengenaiSarangga.
Serangga
Rentang waktu: AwalDevon[1] – sekarang396–0 jtyl
Searah jarum jam dari kiri atas:Empis livida,Rhinotia hemistictus,anjing tanah (Gryllotalpa brachyptera),Vespula germanica,Opodiphthera eucalypti,Harpactorinae
Klasifikasi ilmiahSunting klasifikasi ini
Kerajaan:Animalia
Filum:Arthropoda
Klad:Pancrustacea
Subfilum:Hexapoda
Kelas:Insecta
Subkelas

Archaeognatha
†Coxoplectoptera
Dicondylia

Artikel takson sembarang

Serangga merupakan hewan yang membentukkelasInsekta (berasal daribahasa Latin:insectumcode: la is deprecated, sebuahkata serapan daribahasa Yunaniἔντομονcode: el is deprecated [éntomoncode: el is deprecated], yang artinya "terpotong menjadi beberapa bagian") adalahinvertebrata dalamfilumArtropoda dan subfilumHeksapoda yang memilikieksoskeleton berkitin. Bagian tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitukepala,toraks, danabdomen. Serangga juga memilikimata majemuk, tiga pasang kaki yang terhubung ketoraks, dan sepasangantena.

Serangga termasuk salah satu kelompokhewan yang paling beragam, mencakup lebih dari 1.000.000spesies dan menggambarkan lebih dari setengahorganisme hidup yang telah diketahui.[2][3] Jumlah spesies yangmasih ada diperkirakan antara 6.000.000–10.000.000[2][4][5] dan berpotensi mewakili lebih dari 90% bentuk kehidupan hewan yang berbeda-beda di bumi.[6] Serangga dapat ditemukan hampir di semualingkungan, meskipun hanya sejumlah kecil yang hidup di lautan, suatu habitat yang didominasi oleh kelompokartropoda lain,krustasea.

Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebutentomologi.[7] Kelas Insekta dibagi lagi menjadi 29ordo, antara lainColeoptera (kumbang),Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat),Diptera (lalat) danHymenoptera (misalnyasemut,lebah, dantawon).[8] Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompokPterigota karena memiliki sayap.[8]

Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi.[7] Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses mengelilingi dunia.[7]

Struktur peredaran darah serangga adalahsistem peredaran darah terbuka. Dan semua serangga bertelur (ovipar).

Habitat

[sunting |sunting sumber]

Sebagian besar serangga adalahhewan terestrial yang hidup di darat, tetapi terdapat juga jenis seranggaakuatik yang hidup di air, misalnya:anggang-anggang dan kumbang air (Noteridae). Beberapa serangga seperticapung dannyamuk adalah semiakuatik karena hanya kehidupan faselarvanya adalah di air.[9][10][11][12][13][14]

Sejarah

[sunting |sunting sumber]
  • Keanekaragaman hayati serangga telah terdapat padaperiode Karbon (sekitar 300 juta tahun yang lalu).[7]
  • Padaperiode Perem (270 juta tahun yang lalu) beberapa kelompok serangga telah menyerupai bentuk yang dijumpai sekarang.[7]
  • Banyakfosil serangga yang ditemukan berumur puluhan juta tahun yang lalu tidak beda jauh dengan serangga saat ini, misalnya fosilwereng berumur 25 juta tahun yang ditemukan diDominika yang terperangkap padagetah pinus, dan masih banyak lagi fosil-fosil serangga yang ditemukan yang berumur puluhan juta tahun.
  • Sayap serangga mungkin pada awalnya berevolusi sebagai perluasan kutikula yang membantu tubuh serangga itu menyerap panas, kemudian baru menjadiorgan untuk terbang.[7] Pandangan lain menyarankan bahwa sayap memungkinkan hewan itu meluncur darivegetasi ke tanah, atau bahkan berfungsi sebagaiinsang dalamserangga akuatik.[7] Hipotesis lain menyatakan bahwa sayap serangga berfungsi untuk berenang sebelum mereka berfungsi untuk terbang.[7]

Kemampuan

[sunting |sunting sumber]
  • Salah satu alasan mengapa serangga memiliki keanekaragaman dan kelimpahan yang tinggi adalah kemampuanreproduksinya yang tinggi, serangga bereproduksi dalam jumlah yang sangat besar, dan pada beberapa spesies bahkan mampu menghasilkan beberapa generasi dalam satu tahun.[7]
  • Kemampuan serangga lainnya yang dipercaya telah mampu menjaga eksistensi serangga hingga kini adalah kemampuanterbangnya.[7] Hewan yang dapat terbang dapat menghindari banyak predator, menemukan makanan dan pasangan kawin, dan menyebar ke habitat baru jauh lebih cepat dibandingkan dengan hewan yang harus merangkak di atas permukaan tanah.[7]
  • Umumnya serangga mengalamimetamorfosis sempurna, yaitu siklus hidup dengan beberapa tahapan yang berbeda:telur,larva,pupa, dan imago.[8] Beberapa ordo yang mengalami metamorfosis sempurna adalahLepidoptera,Diptera,Coleoptera, danHymenoptera.[8]Metamorfosis tidak sempurna merupakan siklus hidup dengan tahapan: telur,nimfa, danimago.[8] Peristiwa larva meninggalkan telur disebut dengan eclosion.[butuh rujukan] Setelaheclosion, serangga yang baru ini dapat serupa atau berbeda sama sekali dengan induknya.[8] Tahapan belum dewasa ini biasanya mempunyai ciri perilaku makan yang banyak.[8]

Pertumbuhan tubuh dikendalikan dengan menggunakan acuan pertambahan berat badan, biasanya dalam bentuk tangga di mana pada setiap tangga digambarkan oleh lepasnyarangka luar lama (exuviae), di mana proses ini disebutekdisis atauganti kulit.[8] Karena itu pada setiap tahapan, serangga tumbuh sampai di mana pembungkus luar menjadi terbatas, setelah ditinggalkan lagi dan seterusnya sampai sempurna.[15]

Ragam

[sunting |sunting sumber]
Artikel utama:Keanekaragaman serangga

Lebih dari 1.000.000spesies serangga telah ditemukan.Ordo serangga yang memiliki lebih dari 100.000 spesies adalahColeoptera (386.500),Lepidoptera (157.300),Diptera (155.500),Hymenoptera (116.900) danHemiptera (103.600).[16]

  • Kumbang yang membentuk ordoColeoptera merupakan makhluk hidup yang paling beranekaragam di dunia. Kumbang memiliki sayap depan keras (disebutelytra) yang melindungi sayap belakangnya. Kebanyakan kumbang termasuksubfamiliPolyphaga.
  • Kupu-kupu danngengat, dari ordoLepidoptera, memiliki tipe mulut pengunyah pada faselarva, sedangkan memiliki tipe mulut penghisap pada fase imago. Adapun habitat dapat dijumpai di pepohonan.[8]
  • Lalat rumah dannyamuk, dari ordoDiptera, hanya memiliki sepasang sayap dan uniknya adalah ia memiliki sepasanghalter yang membantukannya dalam penerbangan.
  • Semut,lebah dantawon, dari ordoHymenoptera, memilikiovipositor untuk memasukkan telur ke tempat yang biasanya tidak dapat dijangkau. Ovipositor ini sering juga berfungsi sebagaisengat.
  • Tonggeret,kepik daun,kepinding,anggang-anggang, dan lainnya dari ordoHemiptera (kepik) memiliki mulut bertipe penusuk dan pengisap. Ada beberapa yang mengisap darah dan sebagian sebagai pengisap cairan pada tumbuhan. Sebagian besar bersifatparasit bagi hewan, tumbuhan, maupun manusia.[15]
  • Belalang,jangkrik danbelalang juta, dari ordoOrthoptera, bolehmengerik dengan menggosok bagian tubuh tertentu, misalnya dengan sayap atau kaki. Ciri khas yang dapat dijumpai yaitu sayap depan lebih keras dari sayap belakang.[17]
  • Kecoak danrayap, dari ordoBlattodea, memiliki tipe mulut pengunyah, tubuh lebar dan rata, dan sepasang antena panjang yang lentur. Dulu kecoak dan rayap dianggap berasal dari ordo yang beda (Isoptera), tetapi penelitian oleh parataksonom pada tahun 2007 menyimpulkan bahwa secarafilogenetika, rayap sebenarnya adalah kecoak.[18][19]
  • Capung dancapung jarum, dari ordoOdonata, memiliki tipe mulut pengunyah. Umumnya Ordo ini termasukkarnivora yang memakan serangga kecil dan sebagian bersifatkanibal atau suka memakan sejenis. Habitatnya adalah di dekat perairan. Biasanya ditemukan di sekitar air terjun, di sekitar danau, dan pada daerah bebatuan.[15]
  • Lalat batu yang membentuk ordoPlecoptera merupakan serangga akuatik pada stadium nimfa dan hidup di dalamair tawar. Setiap spesies dari Plecoptera tidak bisa tahan hidup di dalam air yang tercemar, jadi lalat batu dapat berfungsi sebagaibioindikator untuk kualitas air.[20]
  • Lalat capung yang membentuk ordoEphemeroptera merupakan serangga terbang tertua yang sudah ada sejak zaman karbon akhir.[21]
  • Belalang sentadu yang membentuk ordoMantodea memiliki kepala bersegitiga dan kaki depan berduri tajam yang besar untuk memangsa serangga atau hewan kecil lain.[22]
  • Pinjal, yaitu ordoSiphonaptera, termasuk 2.500 spesies dan merupakanparasit peminum darah padamamalia danburung.
  • Cocopet dari ordoDermaptera memiliki sepasang antenna, tubuhnya bersegmen terdiri atas toraks dan abdomen. Abdomennya terdapat bagian seperti garpu.
  • OrdoNeuroptera merupakan ordo serangga tertua yang bermetamorfosis sempurna.[23]

Ada beberapaartropodaterestrial lain yang walaupun bukan serangga, sepertilipan,kaki seribu,kalajengking,laba-laba,kutu kayu,tungau, dancaplak, sering dianggap sebagai serangga karena tampaknya agak serupa dengan memilikieksoskeleton. Namun, kebanyakan dari mereka bukanheksapoda (yaitu memiliki enam kaki).

Biologi Serangga

[sunting |sunting sumber]
Anatomi serangga betina
A- Kepala (caput) B- Dada (thorax) C- Perut (abdomen)
1.antena
2.ocelli (bawah)
3.ocelli (atas)
4.mata majemuk
5. otak (ganglia otak)
6. dada depan (prothorax)
7.pembuluh darahdorsal
8. salurantrakea (ruas-ruas denganspirakulum)
9. dada tengah (mesothorax)
10. dada belakang (metathorax)
11.sayap depan
12. sayap belakang
13.perut
14.jantung
15.ovarium
16. perut belakang (usus,rektum,anus)
17. anus
18. vagina
19. berkassaraf (ganglia perut)
20.saluran Malpighia
21.tungkai dada
22. cakar pengait
23.tarsus
24.tibia
25.femur
26.trochanter
27. perut depan
28. ganglion dada
29.coxa
30. kelenjar ludah
31.ganglion suboesophagus
32. mulut

Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi.Fosil-fosilnya dapat dirunut hingga ke masaOrdovicius. Fosilkecoak dancapung raksasa primitif telah ditemukan. Sejumlah anggota Diptera sepertilalat dannyamuk yang terperangkap padagetah juga ditemukan.

Metamorfosis pada Serangga

[sunting |sunting sumber]

Hewan ini juga merupakan contoh klasikmetamorfosis. Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk daritelur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukanreproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini sering kali sangat dramatis. Dalam setiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut prosespelungsungan. Tahap-tahap ini disebutinstar. Ordo-ordo serangga sering kali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya. Metamorfosis pada serangga ada 2, yaitu metamosfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Perbedaan yang mencolok pada metamorfosis sempurna adalah adanya tahap pembentukan kepompong, sedangkan pada metamorfosis tidak sempurna tidak terdapat tahap pembentukan kepompong.

Morfologi Serangga

[sunting |sunting sumber]

Secaramorfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas miripcacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalahkepala (caput),dada (thorax), danperut (abdomen).

Peran serangga

[sunting |sunting sumber]

Banyak serangga yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya sebagai organisme pembusuk dan pengurai termasuk pengurai limbah, sebagai objek estetika dan wisata seperti kupu-kupu, kumbang yang berwarna-warni, bermanfaat pada proses penyerbukan maupun sebagai hama tanaman, pakan hewan (burung) yang bernilai ekonomi tinggi,[24] penghasil madu (dari genus Apis) dll.[25] Di samping peran secara langsung serangga juga memiliki peran yang tidak langsung yaitu menjaga keseimbangan ekologi di alam, karena serangga termasuk salah satu dari rantai makanan, di mana beberapa jenis burung menjadikan serangga sebagai makanan utamanya. Namun jika jumlahnya tidak terkendali karena keseimbangan alam yang terganggu akibat berkurangnya pemangsa serangga, maka jumlah serangga akan tidak terkendali, karena salah satu sifatnya yang dapat berkembang biak dengan cepat, sehingga hal ini juga akan merugikan, baik bagi pertanian, perkebunan, kepada manusia secara langsung. Bebarapa daerah menjadikan beberapa jenis belalang sebagai bahan makanan, seperti belalang kayu, larva beberapa jenis kumbang juga di konsumsi sebagai makanan yang lezat. Secara kandungan gizi,belalang kaya akan kandungan protein hewani bahkan diTiongkok,Thailand,Vietnam,Indonesia dan negara eropa beberapa hotel berbintang telah menyediakan menu dari belalang.

Makanan serangga

[sunting |sunting sumber]

Makanan pada serangga tergantung pada tipe mulutnya, ada beberapa jenis tipe mulut pada serangga yang ini juga akan menentukan jenis makanannya yaitu:menusuk menghisap,menggigit mengunyah, mencium. Dalam dunia serangga ada beberapa jenis makanan yang sering ditemukan, yaitu serangga jenisherbivor,karnivor dan ada jugaomnivor.

Referensi

[sunting |sunting sumber]
  1. Engel, Michael S.; David A. Grimaldi (2004). "New light shed on the oldest insect".Nature (dalam bahasa Inggris).427 (6975):627–630.Bibcode:2004Natur.427..627E.doi:10.1038/nature02291.PMID 14961119.
  2. 12Chapman, A. D. (2006).Numbers of living species in Australia and the World (dalam bahasa Inggris). Canberra: Australian Biological Resources Study.ISBN 978-0-642-56850-2. Diarsipkan dariasli tanggal 2009-06-09. Diakses tanggal2014-12-03.
  3. Wilson, E.O."Threats to Global Diversity" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dariasli tanggal 2015-02-20. Diakses tanggal 17-05-2009.;
  4. Novotny, Vojtech; Basset, Yves; Miller, Scott E.; Weiblen, George D.; Bremer, Birgitta; Cizek, Lukas; dan Drozd, Pavel (2002)."Low host specificity of herbivorous insects in a tropical forest".Nature (dalam bahasa Inggris).416 (6883):841–844.Bibcode:2002Natur.416..841N.doi:10.1038/416841a.PMID 11976681. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  5. Erwin, Terry L. (1997).Biodiversity at its utmost: Tropical Forest Beetles (dalam bahasa Inggris). hlm. 27–40. Dalam:Reaka-Kudla, M. L., Wilson, D. E. and Wilson, E. O. (ed.).Biodiversity II. Joseph Henry Press, Washington, D.C. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
  6. Erwin, Terry L. (1982). "Tropical forests: their richness in Coleoptera and other arthropod species".Coleopt. Bull. (dalam bahasa Inggris).36:74–75.
  7. 1234567891011Campbell, N.A,J.B. Reece, dan L.G. Mitchell, 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2.ISBN 979-688-469-0. Jakarta: Erlangga.
  8. 123456789Borror et al. 2005. Study of Insect.Ed-7. Amerika: Thomson Brook/ Cole.
  9. DeWalt, R. Edward; Resh, Vincent H.; Hilsenhoff, William L. (2010).Diversity and Classification of Insects and Collembola (dalam bahasa Inggris). Elsevier. hlm. 587–657.doi:10.1016/b978-0-12-374855-3.00016-9.ISBN 978-0-12-374855-3.
  10. Berg, M.B. (2009).Aquatic Insects, Classification (dalam bahasa Inggris). Elsevier. hlm. 128–131.doi:10.1016/b978-012370626-3.00158-7.ISBN 978-0-12-370626-3.
  11. Huryn, A.D. (2009).Aquatic Insects – Ecology, Feeding, and Life History (dalam bahasa Inggris). Elsevier. hlm. 132–143.doi:10.1016/b978-012370626-3.00159-9.ISBN 978-0-12-370626-3.
  12. Perez-Bilbao, Amaia; Alonso, Ana Isabel; Garrido, Jose na (2010)."Phenology of aquatic insects in a protected wetland (Natura 2000 network) in northwestern Spain"(PDF).Limnetica.29 (2):379–386.doi:10.23818/limn.29.31.
  13. Warner, Richard E. (2023).California Riparian Systems: Ecology, Conservation, and Productive Management. Kathleen M. Hendrix (Edisi 1st ed). Berkeley: University of California Press.ISBN 978-0-520-32243-1.
  14. Shayeghi, Mansoreh; Vatandoost, Hassan; Gorouhi, Abdollah; Sanei-Dehkordi, Ali Reza; Salim-Abadi, Yaser; Karami, Mohsen; Jalil-Navaz, Mohammad Reza; Akhavan, Amir Ahmad; Shiekh, Zahra (2014)."Biodiversity of Aquatic Insects of Zayandeh Roud River and Its Branches, Isfahan Province, Iran".Journal of Arthropod-Borne Diseases (dalam bahasa Inggris).8 (2):197–203.ISSN 2322-2271.
  15. 123Borror et al. 2004. Study of Insect. Ed-5. Amerika: Thomson Brook/ Cole.
  16. Stork, Nigel E. (7 Januari 2018)."How Many Species of Insects and Other Terrestrial Arthropods Are There on Earth?".Annual Review of Entomology (dalam bahasa Inggris).63 (1):31–45.doi:10.1146/annurev-ento-020117-043348.PMID 28938083.S2CID 23755007.
  17. Nugroho, Anwari Adi; Sabilla, Namira Hanin Sal; Setyaningrum, Dwi; Prastin, Fikih Putri; Dani, Talila Rima (15 Mei 2020)."Studi Pola Interaksi Perilaku Jangkrik Jantan dan Betina".Jurnal Biologi dan Pembelajarannya,.7 (1):41–47.doi:10.25273/florea.v7i1.6038. Diarsipkan dariasli tanggal 27 Mei 2020. Diakses tanggal2 Juni 2022.Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  18. Inward, Daegan; Beccaloni, George; Eggleton, Paul (5 April 2007)."Death of an order: a comprehensive molecular phylogenetic study confirms that termites are eusocial cockroaches".National Library of Medicine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal2 Juni 2022.
  19. Eggleton, Paul; Beccaloni, George; Inward, Daegan (22 Oktober 2007)."Response to Loet al".National Library of Medicine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal2 Juni 2022.
  20. Wan Mohd Adnan, Wan Nur Asiah (2012).Taxonomic And Ecological Studies Of Stoneflies (Insecta: Plecoptera) In Selected Rivers At Royal Belum State Park, Perak, Malaysia(PDF) (dalam bahasa Inggris).Universitas Sains Malaysia. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  21. Knecht, Richard J.; Engel, Michael S.; Benner, Jacob S. (2011-04-19)."Late Carboniferous paleoichnology reveals the oldest full-body impression of a flying insect".Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.108 (16):6515–6519.doi:10.1073/pnas.1015948108.ISSN 1091-6490.PMC 3081006.PMID 21464315.
  22. Karima, Annisa (28 April 2022)."6 Fakta Serangga Belalang Sentadu, Suka Makan Pasangannya".IDN Times. Diarsipkan dariasli tanggal 1 Juni 2022. Diakses tanggal1 Juni 2022.
  23. Encyclopedia of insects. Resh, Vincent H., Cardé, Ring T. Amsterdam: Academic Press. 2003.ISBN 0-12-586990-8.OCLC 50495116. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  24. Gandjar. 1997. Prosiding Seminar Nasional Biologi XV, Universitas Lampung,ISBN 979-8287-17-7.Lampung: Perhimpunan Biologi Indonesia.
  25. Suranto A. 2004. Khasiat & Manfaat Madu Herbal.ISBN 979-3702-02-8. Jakarta: AgroMedia.

Bacaan lebih lanjut

[sunting |sunting sumber]
  • Borror; et al. (2004).Study of Insect. Ed-7. Amerika: Thomson Brook/ Cole.
  • Borror; et al. (2005).Study of Insect. Ed-7. Amerika: Thomson Brook/ Cole.
  • Campbell, N.A.; Reece, J.B.; Mitchell, L.G. (2003).Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga.ISBN 979-688-469-0.
  • Gandjar. (1997).Prosiding Seminar Nasional Biologi XV, Universitas Lampung. Lampung: Perhimpunan Biologi Indonesia.ISBN 9798287177.
  • Suranto A. (2004).Khasiat & Manfaat Madu Herbal. Jakarta: AgroMedia.ISBN 979-3702-02-8.
KelasArthropoda yang masih hidup menurut upafilum
Incertae sedis
Chelicerata
Myriapoda
Pancrustacea
(Crustacea +
+Hexapoda)
Oligostraca
Ichthyostraca
Nameless clade
A
l
t
o
c
r
u
s
t
a
c
e
a
Multicrustacea
Hexanauplia
Allotriocarida
Nameless clade
Nameless clade
Hexapoda
Nameless clade
Hidup
Monocondylia
D
i
c
o
n
d
y
l
i
a
Apterygota *
P
t
e
r
y
g
o
t
a
Palaeoptera
Ephemeropteroidea
Odonatoptera
N
e
o
p
t
e
r
a
Polyneoptera
Dictyoptera
E
u
m
e
t
a
b
o
l
a
Paraneoptera *
E
n
d
o
p
t
e
r
y
g
o
t
a
basal
Neuropteroidea
Coleopterida
Neuropterida
Panorpida
(Mecopterida)
Antliophora
Amphiesmenoptera
  • Empat ordo dengan spesies terbanyak dicetak tebal
  • Kelompok parafiletik dicetak miring
  • BerdasarkanSasakiet al. (2013)
Punah
Filum yang masih hidup dalamkerajaanAnimalia
A
n
i
m
a
l
i
a
Diploblast
(Eumetazoa)
ParaHoxozoa
Planulozoa
Bilateria
(Triploblast)
  • (lihat di bawah↓)
Bilateria
Xenacoelomorpha
N
e
p
h
r
o
z
o
a
Deuterostomia
Ambulacraria
P
r
o
t
o
s
t
o
m
i
a
Ecdysozoa
Scalidophora
N+L+P
Nematoida
L+P
Panarthropoda
Tactopoda
S
p
i
r
a
l
i
a
Gnathifera¹
Platytrochozoa
R+M
Mesozoa
Rouphozoa¹
Lophotrochozoa
A+N
Lophophorata
Bryozoa
Brachiozoa
----
Kelompok utama
dalam filum
Filum dengan ≥5000 spesies yang masih hidupdicetak tebal
Lihat pula
Diploblast
Monoblastozoa (nomen dubium)
Insecta
Internasional
Nasional
Lain-lain
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serangga&oldid=28708322"
Kategori:
Kategori tersembunyi:

[8]ページ先頭

©2009-2026 Movatter.jp