
Dinasti Ming (23 Januari 1368 – 25 April 1644), yang secara resmi disebutMing Besar, didirikan oleh pemimpin pemberontak petaniZhu Yuanzhang (dikenal secara anumerta dengan sebutanKaisar Taizu), adalah sebuahdinasti kekaisaran Tiongkok. Dinasti tersebut merupakan penerus daridinasti Yuan dan pendahuludinasti Shun yang berumur pendek, yang kemudian digantikan olehdinasti Qing. Pada puncak kejayaannya, dinasti Ming memiliki populasi sejumlah 160 juta orang,[1] meskipun beberapa pakar menyatakan bahwa populasinya sebetulnya berjumlah sebesar 200 juta.[2]
Pemerintahan Ming meliputi pembangunanangkatan laut danangkatan darat sejumlah 1,000,000 pasukan.[3] Meskipun misi tribut resmi dan perdagangan maritim swasta dari Tiongkok telah ada pada dinasti-dinasti sebelumnya, ukuran armada tributer di bawah kepemimpinan laksamanaMuslimCheng Ho pada abad ke-15 mengejutkan banyak pihak. Terdapat sejumlah proyek pembangunan, termasuk restorasiTerusan Besar restorasiTembok Raksasa seperti yang sekarang terlihat, dan pendirianKota Terlarang diBeijing pada perempat pertama abad ke-15. Untuk beberapa alasan,dinasti Ming umumnya dikenal sebagai masa pemerintahan yang efektif stabil. Dinasti tersebutdipandang sebagai wangsa pemerintahan paling aman dan tak tertandingi yang Tiongkok ketahui sampai saat ini. Lembaga-lembaganya umumnya dipersembahkan olehdinasti Qing pada masa berikutnya. Pelayanan sipil mendominasi pemerintahan untuk tingkat tak preseden pada masa ini.[4] Pada masa Dinasti Ming, kawasan Tiongkok sangat meluas (dalam beberapa kasus juga terlepas). Pada sebagian besar zaman dinasti Ming, utara Vietnam masuk dalam kawasan dinasti Ming.[5] Pengembangan penting lainnya meliputi perpindahan ibu kota dariNanjing keBeijing.[6]
Di luar kawasanmetropolitan, Tiongkok Ming terbagi dalam tiga belas provinsi untuk keperluan administratif. Provinsi-provinsi tersebut terbagi menurut tradisi dan juga batas alam. Provinsi-provinsi tersebut meliputiZhejiang,Jiangxi,Huguang,Fujian,Guangdong,Guangxi,Shandong,Henan,Shanxi,Shaanxi,Sichuan,Yunnan danGuizhou.[7] Provinsi-provinsi tersebut memiliki wilayah yang luas, masing-masing memiliki luas hampir sebesar Inggris.[8] Masa pemerintahan Ming terpanjang adalah pada masa pemerintahanKaisar Wanli, yang memerintah selama empat puluh delapan tahun. (1572-1620). Masa pemerintahan terpendek adalah masa pemerintahan putranya,Kaisar Taichang, yang hanya memerintah selama sebulan (pada 1620).[9]