
| Bagian dariseri tentang |
| Kekristenan |
|---|


Roh Kudus adalah pribadi atauentitas (hipostasis) ketiga dariTritunggal: Allah Tritunggal dimanifestasikan sebagaiBapa,Putra, danRoh Kudus, dengan setiap pribadi itu sendiri adalahAllah.[1][2][3]
Perjanjian Baru berisi lebih dari 90 rujukan tentang Roh Kudus.[4] Seluruh tigaInjil Sinoptik menyatakanpenghujatan terhadap Roh Kudus sebagaidosa tak terampuni.[5] Roh Kudus memainkan peran penting dalamsurat-surat Paulus.[6] Dalamtulisan Yohanes, tiga istilah terpisah, "Roh Kudus", "Roh Kebenaran", dan "Parakletos" digunakan.[7]
Perjanjian Baru menjelaskan hubungan dekat antara Roh Kudus denganYesus padakehidupan awal dan pelayanan-Nya.[8]
Roh Kudus adalah pribadiTuhan dalam konsepTritunggal. Roh Kudus (dalambahasa Ibrani רוח הקודשRuah Haqodesh) hanya dipercayai oleh umatKristiani dan adalah pribadi yang Maha Menolong dan pemimpin serta pendamping hidup baik rohani dan jasmani, dalam bentukRoh (pneumabahasa Yunani: πνεύμα) yang dijanjikan olehYesusKristus sebelum kenaikan-Nya keSurga.[9]
Menurut ajaranKristiani, seorangKristen memiliki Roh Kudus di dalam dirinya. Roh Kudus merupakan Roh Elohim yang menolong, memimpin, menghibur, dan menjadi Teman Yang Setia. Roh Kudus menuntun umatKristiani agar hidup sejalan dengan kehendakTuhan. Roh Kudus juga merupakan penghubung antara umatKristiani denganYHVH.
Orang Kristen percaya bahwa Roh Kuduslah yang menyebabkan orang percaya kepada Yesus. Dia pulalah yang memampukan mereka menjalani hidup Kristen. Roh tinggal di dalam diri setiap orang Kristen sejati. Setiap tubuh orang Kristen adalahBait Suci tempat tinggal Roh.[10] Roh Kudus digambarkan sebagai 'Penghibur' atau 'Penolong' (paracletus dalambahasa Latin, yang berasal dari bahasaYunani,parakletos), dan memimpin mereka dalam jalan kebenaran. Karya Roh di dalam kehidupan seseorang dipercayai akan memberikan hasil-hasil yang positif, yang dikenal sebagai Buah Roh.
RasulPaulus mengajarkan bahwa seorang pengikut Kristus haruslah dapat dikenali melalui buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.[11]
Orang Kristen juga percaya bahwa Roh Kudus jugalah yang memberikan karunia-karunia (kemampuan) khusus kepada orang Kristen, yang antara lain meliputi karunia-karuniakarismatik sepertinubuat, berbahasa Roh, menyembuhkan, dan pengetahuan.
Orang Kristen arus utama yang berpandangan "sesasionisme" percaya bahwa karunia-karunia ini hanya diberikan pada masa Perjanjian Baru. Orang Kristen percaya hampir secara universal bahwa "karunia-karunia roh" yang lebih duniawi masih berfungsi pada masa kini, antara lain karunia pelayanan, mengajar, memberi, memimpin, dan kemurahan.[12] Dalam sekte-sekte Kristen tertentu, pengalaman Roh Kudus digambarkan sebagai "pengurapan". Di kalangan gereja-gerejaAfrika-Amerika, pengalaman bersama Roh Kudus digambarkan sebagai suatu "kesukacitaan".
Roh Kudus akan bersama-sama dengan manusia, untuk menyertai sampai selamanya. Sebagai Penolong, yaitu Roh Kebenaran (Yohanes 14:16–17) dan, sebagai Penghibur, Roh Kudus juga yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada manusia, dan akan mengingatkan manusia akan semua yang telah dikatakan oleh Yesus. (Yohanes 14:26) Yesus memberikan perintah kepada murid2Nya: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (Matius 28:19)
Pencurahan Roh Kudus terjadi pada hariPentakosta, sepuluh hari setelah kenaikanYesus kesurga atau lima puluh hari setelah peristiwa kebangkitanYesus dari kematian. Peristiwa ini terjadi diYerusalem pada sebuah ruang atas. Angin yang keras bertiup, lalu lidah-lidah api tampak di atas kepala para muridYesus. Banyak orang yang kemudian mendengar para murid itu berbicara, masing-masing dalam bermacam-macambahasa. MenurutAlkitab, murid-muridYesus pada hari mereka menerima Roh Kudus mampu mempertobatkan tiga ribu jiwa. Masing-masing memberi dirinya dibaptis (KitabKisah Para Rasulpasal 2).
DalamInjil Yohanes, penekanannya tidaklah terutama pada apa yang dilakukan oleh Roh Kudus bagi Yesus, melainkan pada kisah penganugerahan Roh kepada murid-muridnya.Kristologi "tinggi" ini, yang paling berpengaruh dalam perkembangan doktrin Trinitarian yang belakangan, memandang Yesus sebagai domba kurban. Ia telah datang di antara manusia untuk menganugerahkan Roh Allah kepada umat manusia.
Meskipun bahasa yang digunakan untuk melukiskan bagaimana Yesus menerima Roh di dalam Injil Yohanes paralel dengan laporan-laporan di dalam ketiga Injil yang lainnya, Yohanes mengisahkan kejadian ini dengan maksud untuk memperlihatkan bahwa Yesus secara khusus memiliki Roh dengan tujuan menganugerahkan Roh itu kepada para pengikutnya, mempersatukan mereka dengan dirinya, dan di dalam dia juga mempersatukan mereka dengan Bapa. (Lihat Raymond Brown,The Gospel According to John, bab tentang "Pneumatologi"). DalamYohanes, karunia Roh itu sama dengan kehidupan yang kekal, pengetahuan tentang Allah, kuasa untuk menaati, dan persekutuan satu dengan yang lainnya dan dengan Sang Bapa.
Orang Kristen percaya bahwa Roh Kudus dapat memberikan karunia-karunia Roh, diantaranya adalah kemampuan berbahasa Roh, kemampuan menafsirkan bahasa Roh, berkata-kata dengan hikmat, mengadakan mujizat, menyembuhkan, melayani, bernubuat, dll. Karunia-karunia ini ditulis di Kitab 1 Kor 12:8 dan Kitab Roma 12:6-8.
Umat Kristen memercayai bahwa "buah-buah Roh Kudus" adalah sifat-sifat kebajikan yang dimiliki oleh seseorang yang menerima Roh Kudus dan karya-karya-Nya dalam kehidupannya. Konsep buah-buah Roh dapat ditemukan dalamPerjanjian Baru (Gal 5:22–23): "Tetapi buah Roh ialahkasih,sukacita,damai sejahtera,kesabaran,kemurahan,kebaikan,kesetiaan,kelemahlembutan,penguasaan diri." TradisiGereja Katolik (Katekismus Gereja Katolik, No. 1832) mencatat 12 buah-buah Roh: "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, kerendahan hati, kesederhanaan, dan kemurnian." Orang-orang Kristen percaya bahwa buah-buah Roh Kudus ini dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu melalui perenunganKitab Suci dan oleh pengalaman menjalani kehidupan Kristiani. Mereka juga percaya bahwa buah-buah Roh Kudus adalah produk dari karunia-karunia Roh Kudus.
Beberapa umat Kristen menyatakan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kekuatan dari Roh Kudus. Klaim mengenai ilham ilahi yang berasal dari Roh Kudus telah terjadi sepanjang sejarah Kekristenan. Banyak yang menyatakan bahwa Roh Kudus telah memberi mereka kuasa untuk:
Gerakan Kristen yang disebutPentakostalisme memperoleh namanya dari peristiwaPentakosta, yaitu pencurahan Roh Kudus ketika murid-murid Yesus berkumpul diYerusalem.
Gerakan Pentakosta memberikan penekanan khusus terhadap Roh Kudus, dan percaya bahwa Roh Kudus masih dicurahkan hingga sekarang. Banyak penganut Pentakosta yang percaya akanBaptisan Roh Kudus, yang diartikan sebagai peristiwa di mana kuasa Roh diterima oleh orang Kristen dalam cara yang baru. Dalam hal ini orang tersebut dimampukan untuk membuat tanda-tanda, mujizat dan hal-hal ajaib lainnya yang dimaksudkan untuk pemberitaanInjil. Banyak pemeluk Pentakosta yang juga percaya bahwa sebuah tanda yang jelas tentang pemberian karunia ini (baptisan Roh) adalah kemampuan untuk berbicara dalam bahasa roh.
Katekismus Gereja Katolik menyatakan hal-hal berikut dalam alinea pertama yang menjelaskanSyahadat Para RasulAku percaya akan Roh Kudus, demikian: "Tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah" (1 Kor 2:11). Roh yang mewahyukan Allah itu, membuat kita mengenal Kristus, Sabda-Nya yang hidup; tetapi ia tidak berbicara tentang diri-Nya sendiri. Ia, yang "bersabda melalui para nabi", membuat kita mendengarkan Sabda Bapa. Namun, kita tidak mendengarkan Dia sendiri. Kita hanya mendengarkan Dia secara tidak langsung, bila ia mewahyukan Sabda kepada kita dan mempersiapkan kita, menerima-Nya dalam iman. Roh kebenaran, yang "mengungkapkan" Kristus bagi kita, tidak berbicara "dari diri-Nya sendiri" (Yoh 16:13). Sikap rendah hati yang ilahi ini menjelaskan, mengapa "dunia tidak dapat menerima-Nya, karena ia tidak melihat-Nya dan tidak mengenal-Nya", sedangkan mereka yang percaya kepada Kristus mengenal-Nya, karena Ia menyertai mereka (Yoh 14:17).
Tentang hubungan Roh Kudus dengan Gereja, Katekismus menyatakan: "Perutusan Kristus dan Roh Kudus terlaksana di dalamGereja,Tubuh Kristus dankanisah Roh Kudus... Jadi perutusan Gereja tidak ditambah pada perutusan Kristus dan Roh Kudus, tetapi adalah sakramen mereka. Sesuai dengan seluruh hakikatnya dan dalam semua anggotanya, Gereja itu diutus untuk mewartakan misteri persekutuan denganTritunggal Mahakudus ... Karena Roh Kudus adalah urapan Kristus, maka Kristus, Kepala Tubuh, memberikan-Nya kepada anggota-anggota-Nya, untuk memelihara mereka, menyembuhkan mereka, menyelaraskan mereka dalam fungsinya yang berbeda-beda, menggairahkan mereka, mendorong mereka untuk memberikan kesaksian, dan mengikutsertakan mereka dalam penyerahan-Nya kepada Bapa dan dalam doa permohonan-Nya untuk seluruh dunia. Oleh Sakramen-sakramen Gereja, Kristus membagi-bagikan kepada anggota Tubuh-Nya Roh Kudus-Nya yang menguduskan.
Ortodoks Timur memberitakan bahwa Sang Bapa adalah sumber keilahian yang kekal, dan daripada-Nya dilahirkanlah Sang Anak secara kekal dan juga daripada-Nya keluar Roh Kudus secara kekal.DoktrinOrtodoks mengenai Tritunggal Kudus diringkaskan dalam Lambang Iman (Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel).
Menurutdispensasionalisme (sebuah istilah ejekan yang diberikan oleh banyak kelompok modernis di dalam batas-batas ortodoksi injili), kita hidup pada Zaman Roh, atau zaman Gereja. MasaPerjanjian Lama, menurut pandangan ini, dapat disebut sebagai Zaman Allah Bapa, atau zaman hukum Musa. Periode yang dicakup oleh Injil disebut sebagai Zaman Allah Anak. SejakPentakosta hinggakedatangan Yesus yang kedua kali disebut Zaman Roh atau zaman Gereja.
Hukum Musa masih berlaku hingga masa Yesus Kristus (pribadi kedua dari Tritunggal) mati pada salib orang Romawi, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati (1 Korintus 15:1-5). Zaman Gereja sepenuhnya dimulai pada Pentakosta ketika para murid dikaruniai Roh Kudus, dan diutus oleh-Nya untuk mendirikan Gereja-Nya di seluruh dunia.
Zaman Gereja digambarkan dekat dengankedatangan Yesus yang kedua kali.
Persekutuan Advent Hari Ketujuh Ranting Daud dan yang lain-lainnya, menganggap Roh Kudus sebagai Ibu. Mereka menafsirkannya berdasarkanbahasa Ibrani, dan bukan daribahasa Yunani atauLatin. Mereka juga percaya bahwa paraDewi purba (dan modern), serta penghormatan terhadapBunda Maria olehumat Katolik, didasarkan pada kebenaran ini. Kadang-kadang mereka menggunakan nama "Sofia" untuk Roh Kudus. Namun pandangan ini dipertikaikan karena orang Kristen pada umumnya menganggap Alkitab sebagai Firman Allah dan Kebenaran yang tidak berubah dan infalibel, dan baik Perjanjian Lama maupun Baru sama-sama penting dan benar. Memang Perjanjian Lama diterjemahkan dari teks bahasa Ibrani, tetapi kata Ibrani untuk "Dewi" juga berarti "kekejian", yang sering kali digunakan untuk merujuk kepadaDewi Astarte. Lihat "Pengucapan bahasa Ibrani" di bawah "Astarte" di sini:
AlmarhumLois Roden, bekas presiden organisasi Ranting Daud, mulai mengajarkan aspek Roh Kudus ini pada tahun 1977. Dengan demikian kaum Ranting Daud memahami adanya "Keluarga" di surga (Allah Bapa,Allah Anak, dan Allah Ibu, yaitu Roh Kudus), yang cerminannya terlihat jelas di muka bumi.
Dalam kepercayaan banyak aliran nontrinitarian, seperti misalnyaunitarian danSaksi-Saksi Yehuwa, Roh Kudus adalah Roh Allah atau kekuatan yang aktif dari Allah, dan bukan sebuah pribadi tersendiri. DalamGereja Mormon, Roh Kudus dianggap sebagai anggota ketiga dan tersendiri dalam Allah, sebagai keberadaan yang terpisah dari Sang Bapa dan Sang Anak, dan mempunyai tubuh rohani (sementara Sang Bapa dan Sang Anak adalah individu yang telah dibangkitkan dan memiliki tubuh yang kekal dengan tulang dan daging seperti manusia).
Menurut mereka yang berpegang pada pandangan minoritas tentang "Binitarianisme", Roh Kudus bukanlah keberadaan yang tersendiri, sementara Sang Bapa dan Sang Anak adalah dua Keberadaan. Salah satu kelompok seperti itu, "Gereja Allah yang Hidup" mengajarkan hal ini tentang Roh Kudus, "Roh Kudus, adalah hakikat yang sejati, pikiran, kehidupan dan kuasa Allah. Ia bukanlah suatu Keberadaan. Roh Kudus ada bersama Sang Bapa dan Sang Anak, dan memancar keluar dari Mereka ke seluruh alam semesta (1 Raja–raja 8:27;Mazmur 139:7;Yeremia 23:24). Melalui Roh inilah Allah menciptakan segala sesuatu (Kejadian 1:1–2;Wahyu 4:11). Ia adalah kuasa yang digunakan Kristus untuk memelihara alam semesta (Ibrani 1:2–3). Ia diberikan kepada semua orang yang telah bertobat dari dosa-dosanya dan yang telah dibaptiskan (Kisah 2:38–39) dan merupakan kuasa (Kisah 1:8;2 Timotius 1:6–7) yang dengannya orang-orang percaya dapat menjadi "pemenang" (Roma 8:37, KJV;Wahyu 2:26–27) dan akan dipimpin ke kehidupan yang kekal" (Pernyataan Resmi tentang Dasar Kepercayaan).
Pandangan bahwa Roh Kudus bukanlah pribadi yang terpisah telah dianggap sesat oleh Kekristenan arus utama. Misalnya,Epifanius dariSalamis merujuk kepada sebagian dari mereka sebagai "Semi-Arianis" dan "Pneumatomachi" dan menyebut mereka, "Sebangsa monster, manusia yang berhakikat ganda dan setengah jadi... kaum Semi-Arianis ... berpegang pada pandangan yang benar-benar ortodoks tentang Sang, bahwa ia selama-lamanya bersama Sang Bapa ... Namun, bahwa ia telah dilahirkan tanpa permulaan dan bukan di dalam waktu ... Namun, semua ajaran ini menghujat Roh Kudus, dan tidak menganggapnya sebagai bagian dari Allah Tritunggal bersama Sang Bapa dan Sang Anak" (Epifanius. The Panarion of Epiphanius of Salamis, Kitab II dan III (Bagian 47-80), De Fide). Bagian VI, Ayat 1,1 dan 1,3.[13]
Jadi, kaum non-tritunggal telah lama dikritik oleh mereka yang menerima Konsili Nicea dan Konsili-konsili yang belakangan.

Roh Kudus sering dirujuk dengan wujud-wujud dan simbol-simbol metaforis, baik secara doktrinal maupun alkitabiah. Secara teologis, simbol-simbol ini adalah kunci untuk memahami Roh Kudus dan karya-karya-Nya, dan bukan sekadar representasi artistik.[14][15] SImbol-simbol tersebut umumnya adalah air, pengurapan, api, merpati, dan angin.
Berbagai lambang Roh Kudus di dalam Kitab Suci, seperti yang didaftarkan dalamKatekismus Gereja Katolik:
<ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaMillsxi<ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaCraig280<ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaScott208