Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dariAzerbaijan Democratic Republic di en.wikipedia.org.Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong padaProyekWiki Perbaikan Terjemahan. (Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula:panduan penerjemahan artikel)
Republik Demokratik Azerbaijan
آذربایجان خلق جومهوریتی Azərbaycan Xalq Cümhuriyyəti
Di bawah Republik Demokratis Azerbaijan, sistem pemerintahan berkembang, dengan parlemen terpilih berdasarkan perwakilan semesta, bebas, dan proporsional. Parlemen ini merupakan organ tertinggi kekuasaan negara dan dewan Menteri yang memegang tanggung jawab.Fatali Khan Khoyski menjadi perdana mentri pertama.[5] Di samping mayoritas nasionalispartai Musavat Azerbaijan,Ehrar,Ittihad,Muslim Sosial-Demokrat, ada juga perwakilanArmenia (21 dari 120 kursi[6]),Rusia,Polandia,Yahudi, dan minoritasJerman.[7] Beberapa anggota mendukung ide Pan-Islamis dan Pan-Turkisme.[8]
Keberhasilan parlemen dalam memberikan hak memilih kepada kaum wanita membuatAzerbaijan menjadi negara Muslim pertama di dunia yang memberi wanita hak politik yang sama dengan pria.[6] Azerbaijan bahkan mendahului negara sepertiBritania Raya danAmerika Serikat. Pencapaian penting lainnya adalah didirikannyaUniversitas Negara Baku, yang merupakan universitas modern pertama yang pernah didirikan di Azerbaijan.
Nama Azerbaijan berasal dari kataAtropates,satrap (gubernur)Iran, yang menguasai daerahAzarbaijan Iran modern yang disebutAtropatene.[9] Nama Atropates dipercayai berasal dari akar kataPersia Kuno yang berarti "dilindungi oleh api."[10] Nama Atropates juga disebut diFrawardin Yasht yang tertulis dalambahasa Avesta:âterepâtahe ashaonô fravashîm ýazamaide, yang diterjemahkan menjadi: 'Kami memuja Fravashi dari Atare-pata yang suci.[11]
SetelahRevolusi Februari, seperti banyak kaum minoritas etnis Transkaukasia, Azerbaijan mencoba memisahkan diri dari Rusia. Di provinsi dan distrik di mana orang Azerbaijan merupakan mayoritas,Dewan Nasional Muslim lokal didirikan.Revolusi Oktober yang menurunkan TsarNicholas II dari tahta Rusia menyebabkan terpisahnyaKaukasus selatan. Viceroyalti Kaukasus dihapuskan olehPemerintahan Sementara Rusia pada tanggal18 Maret1917, dan semua kekuasaan, kecuali di zona angkatan bersenjata aktif, dipercayakan kepada pemerintahan sipil yang disebutKomite Transkaukasus Khusus atauOzakom (singkatan dariOsobyi Zakavkazskii Komitet, Особый Закавказский Комитет). Pada tanggal27 Maret1917, delegasi KTS berkumpul dan memilih komite pusat. Mammad Hasan Hajinski, Mammed Amin Rasulzade, Alimardan Topchubashev, Fatali Khan Khoyski, dan pendiri lainnya terpilih yang merupakan masa depan Republik Demokratik Azerbaijan.
Pembantaian 31 Maret-2 April terjadi di Baku dan Tbilisi, yang menjadi markas besarPergerakan Nasional Azerbaijan. Setelah Republik Federatif Demokratik Transkaukasia jatuh pada tanggal26 Mei1918, dan tubuh pemerintahannya hancur, Faksi Azerbaijan dinamai menjadi Dewan Nasional Azerbaijan. Dewan ini segera mengambil fungsi parlemen dan menyatakan didirikannya Republik Demokratik Azerbaijan pada tanggal28 Mei1918. Dewan Nasional Azerbaijan mendapat perlawanan dari kaum ultra-nasionalis yang menuduh Dewan Nasional Azerbaijan terlalu condong pada sayap kiri. Dewan Nasional Azerbaijan sepenuhnya dibubarkan setelah dibukanya parlemen pada tanggal7 Desember1918.
Meski hanya berdiri selama dua tahun, republik parlementer multi partai Azerbaijan dan koalisi pemerintah mampu mencapai beberapa hal dalam bangunan nasional dan negara, pendidikan, pembuatan angkatan bersenjata, keuangan bebas dan sistem ekonomi, pengakuan internasional sebagai negarade facto dan pengakuande jure yang belum diputuskan, pengakuan resmi dan hubungan diplomasi dengan beberapa negara, persiapan konstitusi, hak asasi untuk semua, dan lain-lain. Hal ini merupakan dasar penting untuk merdekanya kembali Azerbaijan tahun 1991.
Kehidupan politik Republik Demokratik Azerbaijan didominasi oleh partaiMusavat, pemenang pemilihan dewan konstituen tahun 1917. Parlemen pertama Republik ini dibuka pada tanggal5 Desember1918. Musavat memiliki 38 anggota di parlemen, yang terdiri dari 125 wakil, dan dengan beberapa partai Musavat bebas membentuk faksi terbesar. Republik ini diperintah oleh lima kabinet, semua dibenuk oleh koalisi antara Musavat dan partai lainnya, termasukBlok Muslim Sosialis,Ehrar, danPartai Muslim Sosial Demokrat. PartaiIttihad merupakan partai oposisi utama dan tidak ikut serta dalam pembentukan kabinet, kecuali anggotanya adalahInspektur Jenderal dalam kabinet terakhir. Perdana Menteri tiga kabinet pertama adalahFatali Khan Khoyski; perdana menteri dua kabinet yang terakhir adalahNasibbek Usubbekov. Pembentukan kabinet selanjutnya ditugaskan keMammed Hasan Hajinski, tetapi ia tidak mampu membentuk kabinet, karena kekurangan waktu dan kurang dukungan mayoritas di parlemen, dan juga invasiBolshevik. Ketua parlemen,Alimardan Topchubashev, diakui sebagai kepala negara. Ia mewakili Azerbaijan di Konferensi Perdamaian Versailles,Paris tahun 1919.
Antara tahun 1918 dan 1920, Republik Azerbaijan memiliki hubungan diplomatik dengan beberapa negara. Perjanjian hubungan ditandatangani dengan beberapa negara; enam belas negara mendirikan kedutaan besarnya di Baku.[12] Pemerintah Republik Demokratik Azerbaijan selalu tetapnetral dalam masalahPerang Saudara Rusia dan tidak pernah bersampingan denganMerah maupuntentara Putih.
5. Departemen Perang Amerika Serikat memberikan bantuan militer kepada Azerbaijan, dan
6. Didirikannya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Republik Azerbaijan.[13]
Presiden Wilson memberi delegasi Azerbaijan audiensi, dan ia menunjukan sifat yang dingin dan tidak simpatik. Seperti yang dilaporkan delegasi Azerbaijan kepada pemerintahnya, Wilson menyatakan bahwa konferensi tidak ingin adanya pembagian dunia menjadi kepingan-kepingan kecil. Wilson menyarankan orang-orang Azerbaijan bahwa akan lebih baik untuk mereka agar bersatu dalam konfederasi, dan konfederasi untuk seluruh rakyat Transkaukasia akan memperoleh perlindungan dari beberapa kekuatan dengan basis mandat yang didapat olehLiga Bangsa-Bangsa. Masalah Azerbaijan, seperti yang disimpulkan oleh Wilson, tidak dapat diselesaikan terlebih dahulu sebelum masalah Rusia secara umum selesai.[14]
Meskipun Wilson bersikap seperti itu, pada tanggal12 Januari1920,Allied Supreme Council mengakui secarade facto Azerbaijan, bersama dengan Georgia dan sebelum Armenia.[15]Bulletin d'information de l'Azerbaidjan menulis: "Dewan tertinggi mengakui secarade facto kemerdekaan republik Kaukasia: Azerbaijan, Georgia, dan Armenia. Delegasi Azerbaijan dan Georgia diberi tahu oleh M. Jules Cambon di Departemen Luar Negeri pada tanggal 15 Januari 1920".[16]
Selanjutnya, diHouse of Commons [Inggris], Sekretaris Luar NegeriHamar Greenwood, ditanya mengenai tanggal pengakuan Georgia, Azerbaijan, dan Armenia, dan apakah "berdasarkan pengakuan semacam itu, perwakilan resmi telah dikirim, dan batas Republik Transkaukasia telah ditetapkan."[17] Hamar Greenwood menjawab:
"Instruksi yang dikirim kepada Komisaris Kepala Britania untuk pemerintah Georgia dan Azerbaijan yang diwakili oleh kekuasaan sekutu di dewan tertinggi sudah memutuskan untuk memberi pengakuande facto kepada Georgia dan Azerbaijan, tetapi bahwa keputusan ini tidak menentukan masalah batas masing-masing negara..." Sudah tidak ada perubahan dalam perwakilan akibat pengakuan; seperti sebelumnya, Pemerintah punya Komisaris Kepala Britania untuk Kaukasus dengan Markas Besar di Tiflis, dan ketiga Republik mempunyai wakil tepercaya mereka di London..."[18]
Sekutu mengakui republik-republik Transkaukasia karena ketakutan mereka akan Bolshevisme, tetapi aktivitas mereka yang diarahkan melawan Bolshevisme, setidaknya di Transkaukasia, tidak lebih dari sekadar kata-kata, dengan yang paling kuat di antaranya adalah pengakuan 'status quo', demarkasi, dan daftar standar remonstransi (pemrotesan) diplomatik.[19]
Sebagai akibat dari jatuhnya Republik Demokratis Azerbaijan pada tanggal 27-28 April 1920, pengakuande jure dan keanggotaan diLiga Bangsa-Bangsa tidak disetujui pada tanggal 24 November 1920.[20]
Pilihan untuk menggunakannama Azerbaijan, menyebabkan protes di Iran. Menurut Tadeusz Swietochowski:[21]
Walaupun proklamasi membatasi klaimnya ke utara wilayah Araxes, penggunaan nama Azerbaijan segera menyebabkan keberatan dari Iran. Di Teheran, muncul kecurigaan bahwa Republik Azerbaijan digunakan sebagai alatUtsmaniyah untuk memisahkan provinsi Tabriz dari Iran. Demikian pula, gerakan revolusioner nasional Jangali di Gilan, sementara menyambut baik kemerdekaan setiap negara Muslim sebagai "sumber kegembiraan," meminta di korannya jika pilihan nama Azerbaijan mengatakan secara tidak langsung hasrat republik baru untuk bergabung dengan Iran. Jika seperti itu, mereka mengatakan, sebaiknya diberitahukan secara jelas, jika tidak, orang Iran akan menolak untuk menyebut negara itu Republik Azerbaijan. Untuk menghilangkan ketakutan Iran, pemerintah Azerbaijan secara akomodatif akan menggunakan kata Azerbaijan Kaukasia di dokumennya untuk penyebaran di luar negeri.
Pada tanggal 16 Juli 1919, Dewan Menteri [Republik Demokratik Azerbaijan] mengangkat Adil Khan Ziatkhan, yang sampai saat itu menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri, wakil diplomatik Azerbaijan di Istana Raja dari para Raja Persia.[22] Delegasi Persia yang dikepalai oleh Seyed Ziaed-Din Tabatai datang ke Baku, untuk menegosiasikan transit, tarif, surat, adat-istiadat, dan persetujuan lainnya. Pidato dibuat di mana keterikatan bersama antara Azerbaijan Kaukasia dan Iran ditekankan.[23]
KotaBaku menjadi ibu kota Republik Demokratik Azerbaijan hanya pada September 1918 (sampai saat itu, pemerintah nasional Azerbaijan terlebih dahulu diTblisi, lalu diGanja); sebelumnya, kota ini dikuasai oleh berbagai golongan yang berbeda. Pada saatRevolusi Oktober, pemerintahSoviet lokal didirikan di Baku: yang disebut komune Baku (November 1917 - 31 Juli 1918).Komune dibentuk oleh 85revolusionaris sosial danrevolusionalis sosial kiri, 48Bolshevik, 36Dashnak, 18Musavatis dan 13Menshevik.Stepan Shaumyan, seorang Bolshevik, danProkopius Dzhaparidze, seorang revolusionalis sosial kiri, dipilih sebagai kepala Dewan Komisioner Rakyat Komune Baku. Soviet Baku kala itu bermasalah dengan munculnya Federasi Transkaukasia dan mendukung pemerintah Bolshevik di kebanyakan bidang, kecuali perjanjian perdamaian denganKesultanan Utsmaniyah. Gencatan senjata yang tidak nyaman wujud di antara beberapa faksi yang berbeda, sampaiPerjanjian Brest-Litovsk membongkar kelemahan koalisi.
Pada Maret 1918, ketegangan hubungan etnis dan religius meningkat dan konflik Armenia-Azerbaijan di Baku meletus. Partai Musavat dan Ittihad dituduh berpahamPan-Turkisme oleh kaum Bolshevik dan sekutunya. Milisi Armenia dan Muslim mulai berkonfrontasi, sementara kaum Bolshevik mendukung Armenia. Semua kelompok politik non-Azerbaijan di kota bergabung dengan Bolshevik melawan kaum Muslim: Bolshevik,Dashnak, Revolusionaris Sosial, Mensheviks, dan bahkanKadet yang anti-bolshevik berada pada sisi yang sama karena mereka semua bertempur "untuk Rusia". Karena menyamakan Azerbaijan dengan Turki Utsmaniyah, Dashnaks melakukan pembantaian di kota-kota Azerbaijan untuk membalasgenosida Armenia diKesultanan Utsmaniyah.[24][25] Akibatnya, sekitar 3.000 dan 12.000 Muslim terbunuh, yang kini disebutHari-hari Maret.[26][27][28][29] Orang-orang Muslim diusir dari Baku, atau dipenjarakan. Pada saat yang sama, komune Baku ikut serta dalam pertempuran besar dengan pasukan Kaukasia Utsmaniyah Islam di sekitar Ganja. Pertempuran utama terjadi di Yevlakh dan Agdash, tempat Turki berbalik dan ditaklukan oleh pasukan Dashnak dan Rusia.[30]
Pada musim panas tahun 1918, Dashnak, bersama dengan kaum revolusioner sosialis dan Menshevik, mengusir kaumBolshevik, yang menolak untuk meminta bantuan Britania Raya, dan mendirikanKediktatoran Kaspia Sentro (1 Agustus 1918 - 15 September 1918). Kediktatoran Kaspia Sentro didukung olehBritania Raya yang mengirim pasukan ekspedisi ke Baku untuk menolong Armenia danMenshevik.26 Komisaris Baku yang melarikan diri dari kudeta ditangkap oleh tentara Britania diTurkmenistan dan dihukum mati oleh pasukan penembak. Tujuan pasukan Britania (dipimpin olehMayor JenderalLionel Dunsterville, yang tiba dariEnzeli,Kekaisaran Persia, dengan 1.000 pasukan elit yang kuat) adalah untuk menguasai ladang minyak di Baku sebelum didahului pasukan Turki (Angkatan Bersenjata Islam) yang sedang bergerak ke arah Baku atau pasukanJerman yang sedang berada di Georgia, dan untuk menghentikan konsolidasi Bolshevik diKaukasus danAsia Tengah.
Karena tidak mampu melawan pasukan Turki yang maju selamaPertempuran Baku, Dunsterville memerintahkan evakuasi kota pada tanggal14 September, setelah enam minggu pendudukan, dan mundur ke Iran; kebanyakan populasi Armenia melarikan diri dengan pasukan Britania.Angkatan Bersenjata Islam Utsmaniyah dan sekutu Azerbaijannya, dipimpin olehNuri Pasha, memasuki Baku pada tanggal15 September dan membantai sekitar 10.000 - 20.000 orang Armenia sebagai pembalasan pembantaian Muslim pada saat Hari-Hari Maret.[25][28][31] Ibu kota Republik Demokratik Azerbaijan dipindah dari Ganja ke Baku. Namun, setelahGencatan Senjata Mudros antara Britania Raya dan Turki tanggal 30 Oktober, tentara Turki diganti olehSekutu Perang Dunia I. Jenderal Britania, W. Thomson, mengangkat dirinya sebagai gubernur militer Baku, 5.000 tentaranegara persemakmuran tiba di Baku tanggal17 November 1918. Jenderal Thomson memerintahkan untuk menetapkandarurat militer di Baku.
Republik Demokratik Azerbaijan berada pada posisi yang sulit: dikurung dari utara oleh pasukanDenikin yang maju; Iran yang tidak bersahabat di selatan; pemerintah Britania Raya tidak bermusuhan, tetapi acuh terhadap usaha kaum Muslim. Jenderal Thomson tidak mengakui republik ini,[32] tetapi bersedia melakukan kerja sama.[32] Pada tanggal25 April1919, protes yang dilaksanakan oleh pekerjaTalysh yang pro-Bolshevik terjadi diLankaran dan memberhentikanpemerintahan teritorial Mughan, kediktatoran militer yang dipimpin oleh kolonel Rusia, Sukhorukov. Pada15 Mei, kongres "Dewan Pekerja' dan Wakil Petani" distrik Lankaran memproklamasikanRepublik Mughan Soviet. Pada pertengahan tahun 1919, situasi di Azerbaijan sedikit lebih stabil, dan pasukan Britania Raya meninggalkan Azerbaijan pada tanggal19 Agustus1919.
Hal ini menyebabkan Republik Demokratik Azerbaijan mengikuti kebijakan netral terhadap Perang Saudara Rusia. Pada16 Juni1919, Republik Demokratik Azerbaijan dan Georgia menandatangani pakta pertahanan melawan Tentara Putih pimpinan JenderalAnton Denikin yang mengancam akan menyerang di perbatasan mereka. Denikin membuat pakta militer rahasia dengan Armenia. Republik Armenia dengan pasukannya membentuk korps ke-7 pasukan Denikin dan mendapat dukungan militer dari Gerakan Putih. Fakta ini menyebabkan meningkatnya ketegangan hubungan antara Republik Demokratik Azerbaijan dengan Armenia. Namun, perang tidak pernah terjadi karena pada Januari 1920, tentara Denikin seluruhnya ditaklukan olehtentara Merah XI, yang nantinya mulai mengirim pasukannya ke perbatasan Azerbaijan.
Armenia dan Azerbaijan mulai terlibat dalampertempuran di Karabakh untuk beberapa wilayah pada tahun 1919. Intensitas pertempuran meningkat pada Februari 1920, dan darurat militer diberlakukan di Karabakh, yang dipaksakan oleh tentara Nasional yang baru dibentuk, dipimpin oleh jenderalSamedbey Mehmandarov.
Bendara Republik Sosialis Soviet Azerbaijan dari tahun 1920 sampai tahun 1921.
Pada bulan Maret 1920, Bolshevik berniat akan menyerang Baku yang sangat dibutuhkan.Vladimir Lenin menyatakan bahwa invasi ini diakibatkan oleh kurangnya minyak bagiBolshevik agar dapat bertahan. Menurut opini di Moskwa,Bolshevik membantu kaumproletariat Baku dalam menggulingkan kaum "nasionalis kontra-revolusioner."
Setelah krisis politik utama, kabinet kelima Republik Demokratik Azerbaijan mengundurkan diri pada tanggal1 April1920. Pada25 April 1920,Tentara Merah XI menyeberangi perbatasan Azerbaijan dan memasuki Baku pada27 April. Mereka menuntut pembubaran parlemen (Majelis) Azerbaijan dan mendirikan pemerintahan Bolshevik sendiri yang dikepalai olehNariman Narimanov. Wakil diminta untuk menghindari perang, dan pada28 April 1920, Republik Demokratik Azerbaijan secara resmi dinyatakan bubar. Tentara Merah mendapat perlawanan yang sangat kecil dari pasukan Azerbaijan di Baku, yang sibuk di front Karabakh. Berkat inisiatif Narimanov, pemerintahkomunis pertama Azerbaijan hampir seluruhnya terdari dari orang pribumi Azerbaijan dari faksi kiri partaiHummat danAdalat.[33]
Pada Mei 1920, terjadi pemberontakan Dalam perlawanan pendudukan pasukan XI Bolshevik diGanja, yang merupakan usaha untuk mengembalikanMusavat ke dalam kekuasaan. Pemberontakan ini dapat diatasi oleh tentara pemerintah pada 31 Mei. Pemimpin Republik Demokratik Azerbaijan melarikan diri keGeorgia,Turki danIran, Karena takut ancaman dari Bolshevik, sepertiMammed Amin Rasulzade (yang nantinya diperbolehkan berimigrasi), atau dihukum mati (seperti Jenderal Selimov, Jendral Sulkevich, Jenderal Agalarov, dari jumlah total yang sekitar 20 jenderal),[34] atau dibunuh oleh kaum militan Armenia, sepertiFatali Khan Khoyski dan Behbudagha Javanshir.[35] Kebanyakan pelajar dan penduduk yang sedang bepergian ke luar negeri menetap di negara tersebut dan tidak pernah kembali lagi ke Azerbaijan. Figur militer Republik Demokratik Azerbaijan penting lainnya, seperti mantan Menteri Pertahanan, JenderalSamedbey Mehmandarov dan wakil Menteri Pertahanan, JenderalAli-Agha Shikhlinski (yang dijuluki "Dewa Artileri" ) awalnya ditangkap, tetapi lalu dilepaskan dua bulan kemudian karena usahaNariman Narimanov. Jenderal Mehmandarov dan Jenderal Shikhlinsky menghabiskan tahun terakhirnya Untuk mengajar di sekolah militerRepublik Sosialis Soviet Azerbaijan.
Akhirnya, "Orang Azerbaijan tidak menyerahkan kemerdekaan mereka yang pendek antara tahun 1918-20 dengan cepat atau mudah. Sekitar 20.000 orang tewas melawan penaklukan Bolshevik."[36] Namun, pendirian Republik Sosialis Soviet Azerbaijan akan lebih mudah karena mendapat beberapa dukungan rakyat Azebaijan dalam ideologi Bolshevik di Azerbaijan, secara khusus di antara para pekerja industri di Baku.[37]
↑Musavat Party (Azerbaijan) Pan-Turkism: From Irrendentism to Coopersation by Jacob M. Landau hal. 55 On the Religious Frontier: Tsarist Russia and Islam in the Caucasus by Firouzeh Mostashari hal. 144 Ethnic Nationalism and the Fall of Empires by Aviel Roshwald, page 100 Disaster and Development: The politics of Humanitarian Aid by Neil Middleton and Phil O'keefe hal. 132 The Armenian-Azerbaijan Conflict: Causes and Implications by Michael P. Croissant hal. 14
↑Historical Dictionary of Azerbaijan by Tadeusz Swietochowski and Brian C. Collins,ISBN 0-8108-3550-9 (diakses7 Juni2006).
↑The Azerbaijani Turks: Power and Identity under Russian Rule by Audrey Altstadt,ISBN 0-8179-9182-4 (diakses7 Juni2006).
↑Bulletin d'Information de l'Azerbaidjan, No. I, September 1, 1919, hal. 6-7
↑Report of the Delegation, No. 7, June, 1919, Fund of the Ministry of Foreign Affairs, Dossier No. 3, hal. 7, as cited in Raevskii,Английская интервенция и Мусаватское правительство, hal. 53
↑Prof. Avtandil Menteshashvili, "From the history of relations of Georgian democratic Republic with Soviet Russia and Entente". 1918-1921. Tbilisi State University: October 1989.
↑Bulletin d'information de l'Azerbaidjan, No. 7, January, 1920, hal. 1
↑Firuz Kazemzadeh.Struggle For Transcaucasia (1917-1921), New York Philosophical Library, 1951, hal. 269
↑125 H.C.Debs., 58., February 24, 1920, hal. 1467.
↑Firuz Kazemzadeh.Struggle For Transcaucasia (1917-1921), New York Philosophical Library, 1951, hal. 270.
↑Michael G. Smith. Anatomy of a Rumour: Murder Scandal, the Musavat Party and Narratives of the Russian Revolution in Baku, 1917-20. Journal of Contemporary History, Vol. 36, No. 2 (Apr., 2001), hal. 211-240