Artikel iniperlu dikembangkan dariartikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris.(2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
Terjemahan mesinGoogle adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
Qin Shi Huang (Hanzi:秦始皇,pengucapanⓘ; Februari 259[e]–12 Juli 210 SM) adalah pendiriDinasti Qin dankaisar Tiongkok pertama.[9] Dari mempertahankan gelar "raja" (wáng王code: zh is deprecated) yang diadopsi oleh penguasaShang danZhou sebelumnya, ia mengadopsi gelar "kaisar" yang ia ciptakan (huángdì皇帝code: zh is deprecated), yang akan digunakan terus-menerus oleh raja-raja di Tiongkok selama dua milenium berikutnya.
Lahir di Handan, ibu kotaZhao, sebagaiYing Zheng (嬴政code: zh is deprecated) atauZhao Zheng (趙政code: zh is deprecated), Orang tuanya adalahRaja Zhuangxiang dari Qin danIbu Suri Zhao. Pedagang kayaLü Buwei membantunya menggantikan ayahnya sebagairaja Qin, setelah itu ia menjadiRaja Zheng dari Qin. Pada tahun 221 SM, ia telah menaklukkan semuanegara-negara yang berperang lainnya danmenyatukan seluruh Tiongkok, dan ia naik takhta sebagai kaisar pertama Tiongkok. Selama masa pemerintahannya, para jenderalnya memperluas wilayah negara Tiongkok secara besar-besaran:kampanye di sebelah selatanChu. Chu secara permanen menambahkan wilayahYue di Hunan dan Guangdong ke dalamSinosfer, dankampanye Qin melawan Xiongnu diAsia Dalam berhasil menaklukkanLingkar Ordos dariXiongnu yang nomaden, walaupun Xiongnu kemudian bersatu di bawah komandoModu Chanyu.
Qin Shi Huang sering digambarkan sebagai seorangtiran dan penganutLegalis yang ketat—karakterisasi yang sebagian berasal dari penilaian pedas yang dibuat selamaDinasti Han yang menggantikan Qin. Sejak pertengahan abad ke-20, para sarjana mulai mempertanyakan evaluasi ini, yang memicu diskusi besar tentang sifat sebenarnya dari kebijakan dan reformasinya. Menurut pakar sinologiMichael Loewe "sedikit orang yang akan menentang pandangan bahwa pencapaian-pencapaian pada masa pemerintahannya telah memberikan pengaruh yang sangat besar pada seluruh sejarah Tiongkok setelahnya, menandai dimulainya suatu zaman yangditutup pada tahun 1911".[11]
Pada 246 SM,Raja Zhuangxiang dari Qin (nama pribadi Ying Yiren atau Zichu) meninggal dunia setelah masa kekuasaannya yang relatif pendek selama 3 tahun. Namun usaha tersebut gagal hingga ia mengalami kematian. Posisi Raja Qin kemudian diberikan kepada Yin Zheng. Ketika menjadi Raja Qin, Yin Zheng masih berusia 13 tahun. Karena itu, posisi sebagaikepala pemerintahan diberikan sementara kepadaLu Buwei hingga Ying Zheng berusia dewasa.[12]
Zhao Chengjiao, Lord Chang'an (长安君),[13] adalah saudara sah dari Ying Zheng dari ayah yang sama tetapi berbeda ibu. Setelah Zheng mewaris tahta, Chengjiao memberontak di Tunliu dan membelot keZhao. Pengikut dan keluarga Chengjiao yang berada di Qin kemudian dibantai oleh Ying Zheng.[14]
Saat Ying Zheng kemudian beranjak dewasa,Lu Buwei menjadi takut bahwa raja akan menemukan hubungan asmara dengan ibunya, Nyonya Zhao, telah berakhir. Ia memutuskan untuk menjauhkan diri dan mencari pengganti ratu janda. Ia menemukan seorang pria bernamaLao Ai.[15] Lao Ai dibawa ke istana sebagai seorang kasim oleh Lu Buwei denganCatatan Sejarawan Agung mencatat bahwa ia hanya memotong jangutnya dan duburnya tidak dipotong. Duburnya yang sangat besar diduga membuat Ibu Suri Zhao terpesona sampai ia menyogok petugas istana untuk tidak melakukankebiri kepada Lao Ai.
Karena terpesona dengan duburnya yang besar, Ibu Suri Zhao tiba-tiba kembali hamil. Untuk mencegah kecurigaan Qin Shi Huang, Lu Buwei dan Ibu Suri Zhao melakukan ramalan palsu yang menyatakan bahwa tidak menguntungkan bagi Ibu Suri Zhao untuk tetap tinggal di Xianyang, maka keduanya pindah ke Yong (雍code: zh is deprecated), ibukota lama Qin. Saat itu, Zhao Ji sudah memiliki dua anak dengan Lao Ai. Pada 239 SM, Ying Zheng menganugerahi Lao Ai dengan gelar Marquis Changxin.
Pada 238 SM, Ying Zheng sudah beranjak dewasa dan pergi ke Yong untuk menjalani upacara kedewasaan disana. Saat itu, seseorang telah melaporkan Ying Zheng bahwa Lao Ai adalah kasim palsu dan berselingkuh dengan ibunya, Zhao Ji. Lao Ai dilaporkan bahkan menginginkan anaknya untuk menggantikan Ying Zheng sebagai Raja Qin dan raja memerintahkan agar hal tersebut diselidiki. Lao Ai kemudian memalsukan segel raja dan ibu suri dan memutuskan untuk melakukan kudeta. Mendengar laporan bahwa Lao Ai melakukan makar, Ying Zheng memerintahakan Lu Buwei untuk mempersilakanLord Changping danLord Changwen yang merupakan kerabat dari keluarga kerajaanChu untuk menumpas pemberontakan Lao Ai. Walaupun kudeta ini berhasil ditumpas, Lao Ai berhasil kabur.
Pada usia 22 tahun, Yin Zheng berkuasa penuh sebagai Raja Qin atasDinasti Qin. Ia kemudian memulaiPerang Penyatuan Qin untuk menjadikan keenam kerajaan lain di Tiongkok berada dalam kekuasaannya. Strategi yang diterapkannya ialah bersahabat dengan kerajaan yang jauh dan berperang dengan kerajaan yang dekat. Perang Penyatuan Qin dimulai pada tahun 230 SM dan berakhir pada tahun 221 SM dengan keenam kerajaan lain di Tiongkok berhasil ditaklukkan dan dsatukan dalam kekuasaan Dinasti Qin.[16]
Kaisar Pertama wafat saat melakukan ekspedisi ke seluruh negeri. Perjalanan ini dilakukan untuk mengambil hati rakyat dan para adipati serta pangeran dari negara-negara yang ditaklukannya. Di tengah perjalanan ia bertemu kembali denganXu Fu, seorang yang diperintahkannya untuk mencari"obat keabadian" atau disebut juga"obat panjang umur". Untuk menghindari kemarahan sang kaisar, Xu Fu berkelit dengan mengatakan bahwa perjalanan untuk mencari obat tersebut sangat sulit, karena obat tersebut berada di puncak gunung sebuah pulau di tengah lautan. Xu Fu berencana menghindar dari tugas kaisar tersebut dengan mengatakan bahwa kaisar harus menangkap seekorikanraksasa dahulu, tetapi dengan berani kaisar berhasil memanah seekor ikan raksasa dan Xu Fu harus menuruti tugas kaisar. Bagaimanapun juga Xu Fu yang telah memprediksi bahwa ia tidak akan bisa menemukan obat keabadian dan jika ia pulang dengan tangan hampa, maka kaisar pasti akan membunuhnya. Ia dengan senang hati menerima tugas dari kaisar tersebut, dengan syarat kaisar menyertakan 500 prajurit dalam perjalanannya, dikarenakan perjalanan untuk mengambil obat abadi itu akan menemui banyak rintangan dan halangan seperti iblis-iblis ataupun siluman. Namun Xu Fu berlayar dan tidak pernah kembali. Diperkirakan Xu Fu mendarat diJepang.
Kaisar wafat dan menginginkan putera pertama bernamaFusu yang menggantikannya. Namun pesan kaisar pertama tersebut tidak pernah sampai, karenaZhao Gao,kasim kepercayan sekaligus penyampai pesan terakhir kaisar pertama bersekongkol dengan Li Si untuk mengubah pesan kaisar pertama menjadi mengangkat anak ke-26 kaisar,Huhai menggantikan ayahnya dan menyuruh Fusu serta Jenderal Meng Tian bunuh diri dengan tuduhan melakukan pemberontakan. Zhao Gao melakukan hal ini karena ia ingin mempertahankan kedudukannya, karena ia akan dicopot dari jabatannya jika ketahuan suka menjilat dan korup oleh Fusu. Sedangkan Li Si pernah berseteru dengan Fusu saat menangani masalah cendekiawan aliranKonfusius.
↑Penggambaran anumerta abad ke-19 ini berasal dari buku Korea yang sekarang disimpan diBritish Library.[1] Gambar ini berdasarkan potret Qin Shi Huang dariSancai Tuhui.[2]
↑Jilid 90 dariRisalah tentang Astrologi Era Kaiyuan (abad ke-8) menunjukkan bahwa ia meninggal pada hariyichou bulan ke-6 tahun ke-38 pemerintahannya (dimulai dari masa jabatannya sebagai Raja Qin), yang sesuai dengan 11 Juli 210 SM padaproleptic kalender Julian (始皇以六月乙丑死于沙丘...).Volume 6 dariCatatan Sejarawan Agung (abad ke-1 SM) menunjukkan bahwa ia meninggal pada haribingyin bulan ke-7 tahun ke-38 hidupnya. Meskipun tidak ada haribingyin di bulan itu, ada haribingyin di bulan sebelumnya, yang bertepatan dengan 12 Juli 210 SM pada kalender proleptik.Kalender Julian (七月丙寅,始皇崩于沙丘平台。) Metode perhitungan lama menyebutkan tanggal 18 Juli.[3] Beberapa sumber modern menyebutkan tanggal 10 September,[4][5] haribingyin bulan ke 8 dalamKalender Julian proleptik. Penulis modern biasanya tidak menggunakan tanggal tertentu.[6][7]
↑Jilid 05 dariCatatan Sejarawan Agung menunjukkan bahwa Raja Zhuangxiang meninggal pada haribingwu bulan ke-5 tahun ke-4 pemerintahannya. Dengan menggunakan kalenderZhuanxu, tanggal tersebut sesuai dengan 6 Jul 247 SM padakalender Julian proleptik. ([四年]...。五月丙午,庄襄王卒...)
↑Volume 06 dariCatatan Sejarawan Agung menunjukkan bahwa Ying Zheng lahir padazhengyue tahun ke-48 pemerintahan Raja Zhao(xiang) dari Qin. Dengan menggunakan kalenderZhuanxu, bulan tersebut bertepatan dengan 27 Januari hingga 24 Februari 259 SM dalam kalender Julian proleptik. (以秦昭王四十八年正月生于邯郸。)
↑Volume 06 Catatan Sejarah Agung menunjukkan bahwa Ying Zheng lahir pada tahun ke-48 pemerintahan Raja Zhao(xiang) dari Qin. Dengan menggunakan kalender Zhuanxu, bulan tersebut bertepatan dengan 27 Januari hingga 24 Februari 259 SM dalam kalender Julian proleptik. (以秦昭王四十八年正月生于邯郸。)
Loewe, Michael (2004).The Men Who Governed Han China: Companion to a Biographical Dictionary of the Qin, Former Han and Xin Periods. Leiden:Brill Publishers.ISBN978-90-04-13845-2.
Sanft, Charles (2008). "Progress and Publicity in Early China: Qin Shihuang, Ritual, and Common Knowledge".Journal of Ritual Studies.22 (1):21–37.JSTOR44368779.