Pulau Hans adalah pulau terkecil di antara tiga pulau yang ada di Kanal Kennedy lepas pantaiWashington Land; pulau lainnya adalahPulau Franklin danPulau Crozier. Pada titik ini, selatnya memiliki lebar35km (22mi) dan menempatkan pulau ini tepat di tengah perbatasanlaut teritorial Kanada dan Greenland (Denmark).
Pulau Hans diperkirakan telah menjadi tempat berburubangsa Inuit sejak abad ke-14.[2] Pulau ini menjadi sengketa antaraKanada dan Denmark (atas nama Greenland)[3] sampai 14 Juni 2022 ketika kedua negara sepakat untuk membagi dua pulaunya.[4][5]
Bangsa Inuit yang tinggal di utara Greenland atau Kanada telah mengetahui keberadaan Pulau Hans berabad-abad. Pada pertengahan abad ke-19, Selat Nares belum diketahui oleh bangsa Eropa.[7] Belum diketahui apakah bangsa Viking sempat mengunjungi pulau ini ketika Greenland diduduki olehbangsa Nordik.
Perang Google adalah sebuah perang yang terjadi di mesin pencarian Google akibat promosi Kedaulatan Denamrk dan, Kanada atas Pulau Hans pada tahun 2005.Pada Juli 2005 terdpaat sebuah iklan yang menyatakan bahwa Pulau Hans adalah bagian dari Denamrk, iklan tersebut juga disertai dengan tautan yang mengarahkan langsung kepada protest diplomatik Kementrian Luar Negri Denmark kepada Kementriaan pertahanan Kanada. Iklan tersebut dan, protes diplomatiknya tetapi nampaknya juga palsu sebab Pemerintah Denmark juga tidak mengetahui siapa pembuat dari iklan tersebut. Dengan begitu Kanada juga melakukan aksi yang sama yaitu memasang sebuah iklan yang menyatakan bahwa Pulau Hans adalah milik Kanda dengan tautan yang mengarah kepada cuplikan lagu kebangsaan kanada dengan bendera Kanada. Dengan ini Perang Google adalah sebuah perang yang dapat dikatakan sebagi perang paling damai dan, hanya untuk hiburan media semata. Perang ini dihentikan dengan isyarat niat baik Kementrian luar negri Kanada yang masih mebolehkan kue kue pastry buatan Denmark masih boleh diperjualkan di Kanada
Pada 10 Juni 2022, Pemerintah Denmark dan Kanada sepakat untuk membagi dua Pulau Hans setelah 17 tahun negosiasi.[8][9] Pada 14 Juni 2022, Menteri Luar Negeri KanadaMélanie Joly, Menteri Luar Negeri DenmarkJeppe Kofod, dan Perdana Menteri GreenlandMúte Bourup Egede menandatangani kesepakatan untuk membagi pulau tersebut.[4] Perjanjian ini akan berlaku setelah parlemenKanada,Denmark,Greenland, danNunavut menyepakatinya.[10] Akibat perjanjian ini, Kanada dan Denmark (melalui Greenland) akan memiliki batas darat sepanjang1.280m (4.200ft) yang mengikuti rekahan yang ada pada permukaan pulau tersebut dari utara ke selatan di dekat tengah pulau.[11][12] Setelah ratifikasi, pulau ini akan memiliki salah satu perbatasan darat antarnegara terpendek serta Kanada dan Denmark sama-sama memiliki dua perbatasan darat setelah sebelumnya hanya Amerika Serikat (Kanada) dan Jerman (Denmark).