Prefektur Ōita (大分県code: ja is deprecated,Ōita-ken) adalah sebuahprefektur yang terletak di PulauKyūshū,Jepang.[2] Prefektur Ōita memilikijumlah penduduk sebesar 1.085.198 jiwa (per 1 Oktober 2024) dan memiliki luas wilayah sebesar6.340,70 kilometer persegi (2.448,16sqmi). Prefektur Ōita berbatasan denganPrefektur Fukuoka di sebelah barat laut,Prefektur Kumamoto di sebelah barat daya,Prefektur Miyazaki di sebelah selatan, Selat Bungo di sebelah timur, danLaut Pedalaman Seto di sebelah timur laut. Prefektur Ōita juga berbatasan denganPrefektur Ehime danYamaguchi pada wilayah maritim dari prefektur ini.
Kota Ōita adalah ibu kota dari Prefektur Ōita, yang juga merupakan kota terbesar di wilayah prefektur ini. Kota-kota penting lainnya yang ada di prefektur ini yaituBeppu,Nakatsu, danSaiki.[3] Prefektur Ōita terletak di wilayah timur laut Kyūshū di Selat Bungo, yang menghubungkanSamudra Pasifik danLaut Pedalaman Seto, dan berseberangan denganPrefektur Ehime di PulauShikoku di wilayahSelat Hōyo.
Prefektur Ōita terkenal dengansumber air panas-nya dan merupakan tujuan wisata populer di Jepang karenaonsen danryokan-nya, terutama di sekitaran wilayahKota Beppu. Prefektur ini memiliki lebih banyak fasilitasonsen daripadaprefektur Jepang lainnya.
Prefektur Toyo nantinya dibagi menjadi dua wilayah: Toyo Atas (Provinsi Bungo) dan Toyo Bawah (Provinsi Buzen). SetelahRestorasi Meiji, distrik-distrik dari Provinsi Bungo dan Buzen digabung membentuk Prefektur Oita.[4]
Asal-usul nama Ōita dicatat dalamBungo no Kuni Fudoki (Babad Ōita).[5] Ketika Maharani Keikō berkunjung ke Kyushu, persinggahan pertamanya di Provinsi Toyo. Dalam kekaguman, ia berkata, "Tanah ini begitu luas. Daerah ini seharusnya bernama 'Okita kuni'." NamaOkita kuni berartiTanah Ladang Raya, dan kemudian ditulis sebagai Ōita. Menurut interpretasi zaman modern berdasarkan keadaan topografi, nama Oita berasal dari kataOkita yang berartibanyak ladang, dan bukanladang luas karena kerumitan muka lahan di Oita.[5]
PadaPeriode Edo (1603–1867), kotaHita adalah ibu kota untuk seluruh domainKyushu yang dikuasai oleh keshogunan/pemerintah pusat waktu itu. Kawasan ini lalu dikenal dengan industri peminzaman uang yang berbasis di Hita. Pedagang di distrik Mameda dan Kuma bekerja sama dengan pemerintah pusat mendirikan industri peminzaman uang yang disebut Hita-kin.