Padafisika,Percepatan atauakselerasi adalah perubahankecepatan dalam satuanwaktu tertentu. Akselerasi sebuah objek disebabkan karena gaya yang bekerja pada objek tersebut, seperti yang dijelaskan dalamHukum kedua Newton.[1] SatuanSI untuk akselerasi adalahmeter per sekon kuadrat(m s−2). Percepatan adalah besaranvektor, sehingga percepatan memilikibesaran danarah.[2][3] Sebagaivektor, totalgaya sama dengan hasil kali massa objek (besaranskalar) dan percepatannya. Umumnya, percepatan dilihat sebagai gerakan suatu objek yang semakin cepat ataupun lambat. Bahkan, sebuah objek yang berbelok (misalnya mobil yang sedang menikung)-pun memiliki percepatan juga.
Akselerasi adalah perubahan kecepatan. Pada titik manapun pada lintasan, besaran percepatan sama dengan perubahan kecepatan pada besaran dan arah pada titik tersebut. Akselerasi sebenarnya pada waktut adalah limit sebagaiinterval waktuΔt → 0 dariΔv/Δt
Percepatan rata-rata merupakan perbandingan antara perubahankecepatan benda dengan waktu yang diperlukan untuk mencapai perubahan kecepatan. Secara matematis, percepatan rata-rata dirumuskan:[4]
Integral dari akselerasi adalah fungsi kecepatanv(t);
Integral dari kecepatan adalah fungsi posisis(t).
Percepatan sesaat, adalahlimit dari percepatan rata-rata per interval waktu yang sangat kecil. Dalamkalkulus, percepatan sesaat adalahturunan vektor kecepatan terhadap waktu:
(Disini dan di manapun, jika gerak berada dalam garis lurus, besaranvektor dapat digantikan denganskalar dalam persamaan.)
Dapat dilihat bahwaintegral fungsi akselerasia(t) adalah fungsi kecepatanv(t); di mana luasan di bawah kurva akselerasi vs waktu (a vs.t) sama dengan kecepatan
Karena akselerasi didefinisikan sebagai turunan kecepatanv terhadap waktut dan kecepatan didefinisikan sebagai turunan posisix terhadap waktu, maka akselerasi adalahturunan kedua darix terhadapt:
Dalammekanika klasik, percepatan suatu objekbermassa tetap berbanding lurus denganresultan gaya yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya.
denganF adalah gaya yang bekerja pada objek,m adalahmassa objek, dana adalah percepatan pusat massa benda. Ketika kecepatan semakin mendekatikecepatan cahaya,efek relativistik menjadi semakin besar.
Percepatan bisa bernilai positif atau negatif. Bila nilai percepatan positif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda yang mengalami percepatan positif ini bertambah (dipercepat). Sebaliknya, bila nilai percepatan negatif, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan benda menurun (diperlambat). Contoh percepatan positif adalah: jatuhnya buah dari pohonnya yang dipengaruhi olehgravitasi. Sedangkan contoh percepatan negatif adalah: proses pengereman mobil.