Meski perang ini berlangsung sepanjang masa kekuasaan lima raja Inggris dan lima raja Prancis (Valois), masa ini bukanlah peperangan yang terjadi terus-menerus, melainkan rangkaiankampanye yang dipisahkan kadang oleh masagencatan senjata yang panjang atau konflik bertekanan tinggi, baik di luar negeri maupun di dalam negeri.
Perang ini kebanyakan terjadi di Prancis, dan meski ia mirip sebuahperang saudara Prancis maupun konflik internasional, sejarawan Philippe de Vries memperkirakan perang ini telah "terjadi pada sekitar tingkat provinsi". Fernand Braudel, yang mengutipnya, menambahkan bahwa "Inggris berperan sebagai sebuah provinsi (atau sekelompok provinsi) dalam unit Inggris-Prancis" yang merupakan medan perang sekaligus sebuah hadiah (Braudel 1984 hal. 353).
Perang ini penting karena penggunaan senjata dan taktik baru yang mengakhiri zamanksatria, kehadiran pasukan tentara pertama diEropa Barat sejak masaKekaisaran Romawi Timur, perubahan dalam peran para orang-orang bijak dan rakyat miskin, dan perkembangan penting dalam pertumbuhan bangsa dan monarki baru secara rata-rata. Perang ini sering dipandang sebagai salah satu konflik terpenting dalam peperangan zaman pertengahan.
Akar penyebab konflik ini dapat ditemukan dalamkrisis demografi, ekonomi, dan politik di Eropa abad ke-14. Pecahnya perang dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara para raja Prancis dan Inggris mengenai wilayahGascogne,Flandria, danSkotlandia. Masalah dinasti, yang muncul karena terputusnya garis lelaki langsung dari Wangsa Kapetia, adalah alasan resmi