| Pengepungan Mariupol |
|---|
| Bagian darikampanye Ukraina Timur dankampanye Ukraina Selatan dalaminvasi Rusia ke Ukraina |  Reruntuhan bangunan di Mariupol, 16 Maret 2022 | | | Pihak terlibat |
|---|
Rusia
Republik Rakyat Donetsk | Ukraina | | Tokoh dan pemimpin |
|---|
Mikhail Mizintsev[3][4]
Andrei Kolesnikov | Volodymyr Baranyuk (POW)[5][6]
Denys Prokopenko (POW)[7][8] | | Pasukan |
|---|
Angkatan Bersenjata Rusia
Milisi Rakyat Republik Rakyat Donetsk | Angkatan Bersenjata Ukraina Dalam Mariupol:[16]
Unit-unit terlibat lainnya: | | Kekuatan |
|---|
| 14,000[28] | 3,500[28]–8,000[29][30] | | Korban |
|---|
Menurut Ukraina: ~6.000 tewas 78 tanks destroyed 100 other armored vehicles destroyed[31] | Menurut Rusia: 4,200+ tewas,[c] 3,917 captured[d] Menurut Ukraina: 906+ tewas,[34][35][36][37][38] 3,500+ captured[39] | MenurutPerserikatan Bangsa-Bangsa: 1.348 warga sipil tewas dikonfirmasi (total number thought "thousands higher")[40][41][42] Menurut Rusia: 3.000+ warga sipil tewas[43] Menurut Ukraina: 25.000+ warga sipil tewas[44] 50,000+ deported[45] |
|
| Templat:Kotak kampanye invasi Rusia ke Ukraina |
Pengepungan Mariupol bermula pada 24 Februari 2022 dan berlangsung hingga 20 Mei sebagai bagian dariinvasi Rusia ke Ukraina. Dalam pengepungan ini,Angkatan Bersenjata Rusia bersama denganMilisi Rakyat Republik Rakyat Donetsk bertempur denganAngkatan Bersenjata Ukraina untuk menguasaiMariupol,Donetsk. Pengepungan yang berlangsung selama hampir tiga bulan ini berakhir dengan kemenanganRusia danRepublik Rakyat Donetsk, manakalaUkraina kehilangan kendali atas kota ini di tengahserangan Ukraina Timur, danserangan Ukraina Selatan oleh Rusia; semua pasukan Ukraina yang tersisa di Mariupol menyerah diPabrik Besi dan Baja Azovstal pada 20 Mei,[46][47] setelah mereka diperintahkan untuk menghentikan pertempuran.[48][49][21][50]
Selama pengepungan oleh Rusia,Palang Merah menggambarkan keadaan di Mariupol membimbangkan, sementara pihak berwenang Ukraina menuduh Rusia merekayasa krisis kemanusiaan besar di kota tersebut.[51][52] Pejabat Ukraina melaporkan bahwa sekitar 25.000 warga sipil tewas dan sekitar 95% dari wilayah kota ini telah hancur selama pertempuran,[44] terutama oleh pengeboman skala besar yang dilakukan Rusia.[53] Dalam pernyataan resmi,Perserikatan Bangsa-Bangsa mengonfirmasi kematian 1.348 warga sipil di Mariupol, tetapi memperingatkan bahwa jumlah korban tewas yang sebenarnya kemungkinan besar ialah beberapa ribu lebih tinggi, sementara juga melaporkan bahwa 90% bangunan tempat tinggal di kota ini telah rusak atau hancur seluruhnya.[40][41][42]