Artikel inisebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yangmemiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulahmenambah pranala ke artikel ini dariartikel yang berhubungan atau cobaperalatan pencari pranala. Tag ini diberikan pada Februari 2023. |
Pengalaman puncak (peak experience), merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami kebahagiaan yang luar biasa, pengalaman keilahian yang mendalam, hingga mengalamitransendensi. MenurutMaslow (1964) pengalaman puncak dapat terjadi pada seseorang yang telah mencapaiaktualisasi diri.[1] Istilah "puncak-pengalaman" digunakan oleh psikolog Abraham H. Maslow yang merujuk pada keadaan kesadaran kesatuan, saat-saat kebahagiaan atau pemenuhan tertinggi dalam kehidupan seseorang.[2] Seseorang yang mampu mengaktualisasikan diri akan memiliki perasaan menyatu dengan alam. Ia merasa tidak ada batas antara dirinya dengan alam semesta.[3] Maslow menggambarkan pengalaman puncak sebagai suatu pengalaman meningkatkan pengalaman yang menghasilkan bentuk lanjutan dari persepsi realitas, mistik terhadapa alam semesta. Ada beberapa karakteristik unik dari pengalaman puncak, karakteristik tersebut dirasakan secara holistik yang kemudian menciptakan momen untuk mencapai potensi penuh seseorang.[4]
Pada awalnya Maslow beranggapan bahwa pengalaman puncak merupakan pengalaman yang hanya dialami oleh orang-orang tertentu, terutama orang-orang yang sudah mencapai aktualisasi diri akan berulang kali mengalami pengalaman tersebut. Maslow akhirnya menyadari ternyata rata-rata seseorang pernah mengalami pengalaman puncak dalam kehidupannya, namun secara tidak sadar mereka berusaha melupakan pengalaman tersebut.[1]
Dalam penelitian tersebut Maslow menggunakanwawancara dan kuesioner untuk mengumpulkan kesaksian seseorang tentang pengalaman puncak.[1] Penelitian tersebut juga berusaha mengungkap penyebab umum untuk pengalaman puncak termasukseni, alam, seks, karya kreatif, musik,pengetahuan ilmiah, dan introspeksi. Secara historis, pengalaman puncak dikaitkan dengan aliran fenomena psikologis. Pengalaman puncak dibedakan menjadi beberapa aliran karena sejumlah faktor termasuk tingkat subjektifitas dari intensitas pengalaman, pengalaman puncak menunjukkan tingkat stimulasi ataueuforia yang tinggi, aliran tidak terkait dengan peningkatan tingkat stimulasi.[5]
Pengalaman puncak adalah kesadaran akan kesatuan alammikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos. Pengalaman ini dapat diperoleh dari wujud kreatifitas, pemahaman, penemuan, atau perasaan menyatu dengan alam.[6]
Gambaran pengalaman puncak menurut Maslow:[1]
Pengaruh pengalaman puncak yang tidak mudah hilang (lasting), antara lain:[1]