Artikel iniperlu dikembangkan dariartikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris.(September 2023) klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|

Pencegahan bunuh diri adalah sekumpulan upaya untuk mengurangi risikobunuh diri.[2] Bunuh diri sering kali dapat dihindari,[3] dan upaya-upaya untuk menghindarinya dapat berlaku pada tingkat individu, keluarga/pergaulan, komunitas dan masyarakat.[2] Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius dan dapat mempunyai dampak jangka panjang terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. Mencegah bunuh diri memerlukan strategi di semua lapisan masyarakat. Hal ini mencakup strategi pencegahan dan perlindungan bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Bunuh diri dapat dicegah dengan mempelajari tanda-tanda peringatannya, mendorong pencegahan dan ketahanan, serta berkomitmen terhadap perubahan sosial.[4]
Selainintervensi langsung untuk menghentikan percobaan bunuh diri, metode-metode lain dapat termasuk:
Upaya umum mencakup tindakan di bidangkedokteran,kesehatan mental, dankesehatan masyarakat. Dikarenakan faktor protektif[5] sepertidukungan sosial danpartisipasi masyarakat—serta faktor risiko lingkungan seperti akses terhadap benda-benda mematikan—berperan dalam tindakan bunuh diri, maka bunuh diri bukan hanya masalah medis atau kesehatan mental.[6]
Protective Factors are the positive conditions, personal and social resources that promote resiliency and reduce the potential for youth suicide as well as other related high-risk behaviors. Just as suicide risks rise from an interaction between familial, genetic, and environmental factors, so do protective factors.
Suicide should not be viewed solely as a medical or mental health problem, since protective factors such as social support and connectedness appear to play significant roles in the prevention of death.