Movatterモバイル変換


[0]ホーム

URL:


Lompat ke isi
WikipediaEnsiklopedia Bebas
Pencarian

Kota Pangkalpinang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dariPangkal Pinang)
Kota Pangkalpinang
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawiڤڠكل ڤينڠ
PLTA Pangkalpinang
Masjid Jamik
Klenteng
Bandara Depati Amir
Taman Wilhelmina
Lambang resmi Kota Pangkalpinang
Lambang
Julukan: 
Kota Beribu Senyuman[1]
Motto: 
Pangkal kemenangan
Peta
Peta
Kota Pangkalpinang di Sumatra
Kota Pangkalpinang
Kota Pangkalpinang
Peta
Tampilkan peta Sumatra
Kota Pangkalpinang di Indonesia
Kota Pangkalpinang
Kota Pangkalpinang
Kota Pangkalpinang (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat:2°06′S106°06′E / 2.1°S 106.1°E /-2.1; 106.1
Negara Indonesia
ProvinsiKepulauan Bangka Belitung
Tanggal berdiri4 Juli1959[2]
Dasar hukumUU No. 29 Tahun 2024[2]
Hari jadi17 September 1757; 267 tahun lalu (1757-09-17)
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 7
  • Kelurahan: 42
Pemerintahan
 • Wali KotaM. Unu Ibnudin (Pj.)
 • Wakil Wali Kotalowong
 • Sekretaris DaerahMie Go
Luas
 • Total104,405 km2 (40,311 sq mi)
Populasi
 • Total239.730
 • Kepadatan2,300/km2 (5,900/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 83,77%
Kristen 7,08%
-Protestan 3,90%
-Katolik 3,18%
Buddha 5,54%
Konghucu 3,57%
Hindu 0,03%
Kepercayaan 0,01%[4]
 • BahasaIndonesia,Melayu,Tionghoa
 • IPMKenaikan 78,57 (2021)
Tinggi[5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
33111 - 33149
Kode BPS
1971Edit nilai pada Wikidata
Kode area telepon+62 717
Pelat kendaraanBN xxxx A*
Kode Kemendagri19.71Edit nilai pada Wikidata
DAURp 478.512.098.000- (2020)[6]
Situs webwww.pangkalpinangkota.go.id


Kota Pangkalpinang adalahibu kota dan pusat pemerintahanProvinsiKepulauan Bangka Belitung,Indonesia. Secara astronomis, Kota Pangkalpinang terletak antara 20,4’ sampai dengan 20,10’ Lintang Selatan dan antara 106,04’ sampai dengan 106,07’ Bujur Timur. Kota ini terletak di bagian timurPulau Bangka. Kota Pangkalpinang terbagi dalam 7kecamatan dan memiliki 42kelurahan.

Kota Pangkalpinang merupakan pusat pemerintahan, pusat pemerintahan kota di kelurahan Bukit Intan, dan pusat pemerintahan provinsi dan instansi vertikal di kelurahan Air Itam. Kantor pusat PT. Timah Tbk juga berada di sini. Pangkalpinang juga merupakan pusat aktivitas bisnis atau perdagangan dan industri di Bangka Belitung. Secaraadministratif, kota Pangkalpinang ditetapkan sebagai ibukota provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 9 februari 2001.[7]

Batas wilayah

[sunting |sunting sumber]

Batas wilayah Kota Pangkalpinang antara lain:[8]

UtaraDesa Pagarawan
TimurLaut Tiongkok Selatan
SelatanDesa Dul
BaratDesa Air Duren

Arti nama

[sunting |sunting sumber]

Secaraetimologi, kata "Pangkalpinang" berasal dari dua kata yaitu Pangkal atau Pengkal dan Pinang. Kata Pengkal atau Pangkal, dalam bahasaMelayu Bangka diartikan sebagai pusat atau awal mulanya.[7] Sebagai pusat pengumpulantimah, kemudian berkembang artinya sebagai pusat distrik, kota tempat pasar, tempat berlabuh kapal atau perahu dan pusat segala aktifitas dan berbagai aktivitas dimulai. Sedangkan kata Pinang, berasal dari pohon Pinang, yakni sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian Timur. Pinang juga merupakan nama buahnya yang diperdagangkan banyak orang.[7]

Sejarah

[sunting |sunting sumber]
Lambang Pangkalpinang lama, dengan motto lamarajin pangkal makmur

Dalam rangka untuk mengontrol kaya tambang timah deposit di Timur Bangka, kolonial Belanda memindahkan ibu kota Belitung Bangka penduduk dari Muntok ke Pangkalpinang pada tahun 1913. Kota Pangkalpinang berkembang dari status sebagaikota kecil pada tahun 1956,kotapraja,kotamadya, hingga menjadi kotamadya daerah tingkat II Pangkalpinang.[9]

Kota kecil

[sunting |sunting sumber]
Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang

Lahirnya Pangkalpinang dengan status Kota Kecil adalah pada tahun 1956 berdasarkan UU Darurat No. 6 Tahun 1956 yang meliputi duagemeente yaitugemeente Pangkalpinang dangemeentee Gabek dengan luas 31,7 Km2 dan ditetapkan pula Pangkalpinang sebagai ibu kotanya. Sebagai pejabat Wali Kota yang pertama adalah R. Supardi Suwardjo (alm), Patih di Kantor Residen Bangka Belitung. Pada tanggal 20 November 1956 kedudukanya diganti oleh Achmad Basirun (alm) sebagai penjabat wali kota dan kemudian diganti oleh Rd. Abdulah (alm) pada tanggal 15 Desember 1956.

Kotapraja

[sunting |sunting sumber]

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1959 status kota kecil ditingkatkan menjadi Kotapraja pada tanggal 24 Juli 1958. Rd. Abdulah diganti oleh R. Hundani (alm) yang terpilih sebagai Wali Kota hasil pemilu yang pertama tahun 1955 (wali kota ke-44). Kemudian dengan surat keputusan Presiden RI No. 558/M, pada tanggal 1 Oktober 1960 ditunjuk M. Saleh Zainuddin sebagai Wali Kota (Kepala Daerah Kotapraja) Pangkalpinang.

Kotamadya

[sunting |sunting sumber]

Berdasarkan UU No. 18 Tahun 1965 statusKotapraja diubah menjadi Kotamdya. dengan keputusan Presiden RI tanggal 21 Februari 1967 No. UP/10/I/M-220, M. Saleh Zainudin diganti oleh Drs. Rustam Effendi (alm) sebagai wali kota dengan 5 (lima) orang anggota Badan Pemerintahan Harian sebagai pembantu dalam menjalankan pemerintahan.

Kotamadya Daerah Tingkat II Pangkalpinang

[sunting |sunting sumber]

Dengan berlakunya UU No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, status Kotamadya menjadi Kotamadya daerah Tingkat II Pangkalpinang yang dilengkapi dengan 20 orang anggota DPRD, sebagai wali kotanya Kepala Daerah adalah sebagai berikut:

  1. Roesli Romli (1973-1978)
  2. H.M. Arub, SH (1978-1983)
  3. H.M. Arub, SH (1983-1988)
  4. Drs. H. Rosman Djohan (1989-1993)
  5. Drs. H. Sofyan Rebuin (1993-1998)

Pada masa jabatan Bapak H.M. Arub, SH yakni dengan PP No. 12 Tahun 1984 wilayah Kotamadya Pangkalpinang dimekarkan dari 31,7 km2 menjadi 89,4 KM2 dan dengan pemekaran itu meliputi tiga desa dari Kabupaten Bangka, yakni Desa Air Itam, Tua Tunu dan Bacang sehingga dari 4 Kecamatan terdapat 55 Kelurahan dan 3 Desa.

Pemerintahan

[sunting |sunting sumber]

Daftar Wali Kota

[sunting |sunting sumber]
Artikel utama:Daftar Wali Kota Pangkalpinang


Berikut adalahDaftar WaliKota Pangkal Pinang dari masa ke masa.

NoPotretWali KotaMulai menjabatAkhir menjabatPrd.Wakil Wali KotaKet.
R. Supardi Suwardjo14 November 195620 November 1956
Achmad Basirun20 November 195615 Desember 1956
1Rd. Abdulah15 Desember 195624 Juli 19581
2R. Hundani24 Juli 19581 Oktober 19602
3M. Saleh Zainuddin1 Oktober 196021 Februari 19673
4Rustam Effendi21 Februari 196719734
5Roesli Romli197319785
6Mohammad Arub197819886
7
7Rosman Djohan198819938
8Sofyan Rebuin199320039
10
9Zulkarnain Karim2003201311Triatmadja[10]
12Malikul Amdjad[11]
10Muhammad Irwansyah13 November 20139 Februari 201813Muhammad Sopian
Asyraf Suryadin (Plt.)15 Februari 201823 Juni 201814[12]
11Muhammad Sopian16 Oktober 201814 November 201815[13]
12Maulan Aklil15 November 201815 November 202316Muhammad Sopian[14][15]


Pada tanggal 7 Mei 1999, dikeluarkan UU Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang menerapkan sistem Otonomi Formil dan Otonomi Luas pada Kabupaten/Kota. Daerah Otonom Pangkalpinang menjadi Dareah Otonom Kota Pangkalpinang dengan Badan Legislatif sejumlah 25 orang yang terpisah dari Pemerintahan Daerah. Pemerintahan Daerah dipimpin oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai jabatahn Politis, sedangkan Sekretaris Daerah adalah pimpinan Aministratif/Birokrasi. Dengan Undang-Undang ini berbagai instansi vertika/departemen/LPND sejak 1 Januari 2001 menjadi perangkat daerah otonom, sedangkan 3 desa yang dikemukakan diatas yakni Air Itam, Tua Tunu dan Bacang menjadi Kelurahan.

Dewan Perwakilan

[sunting |sunting sumber]
Artikel utama:Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pangkalpinang

Berikut ini adalah komposisi anggotaDPRD Kota Pangkal Pinang dalam tiga periode terakhir.

Partai PolitikJumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[16]2019–2024[17]2024–2029
PKB1Steady 1Steady 1
Gerindra4Steady 4Kenaikan 5
PDI-P4Steady 4Kenaikan 5
Golkar4Steady 4Kenaikan 5
NasDem2Kenaikan 4Kenaikan 5
PKS1Kenaikan 3Penurunan 2
Hanura3Penurunan 0Steady 0
PAN3Penurunan 2Penurunan 1
PBB1Penurunan 0Steady 0
Demokrat3Kenaikan 4Steady 4
PPP4Steady 4Penurunan 2
Jumlah Anggota30Steady 30Steady 30
Jumlah Partai11Penurunan 9Steady 9

Kecamatan

[sunting |sunting sumber]
Artikel utama:Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Pangkalpinang

Kota Pangkalpinang terdiri dari 7 kecamatan dan 42 kelurahan. Pada tahun 2020, jumlah penduduknya mencapai 218.569jiwa dengan luas wilayah 104,405 km² dan sebaran penduduk 2.093 jiwa/km².[18][19][20]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Pangkalpinang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
19.71.01Bukit Intan7
19.71.06Gabek6
19.71.05Gerunggang6
19.71.07Girimaya5
19.71.03Pangkal Balam5
19.71.04Rangkui8
19.71.02Taman Sari5
TOTAL42

Geografi

[sunting |sunting sumber]

Topografi

[sunting |sunting sumber]

Kondisitopografi wilayah Kota Pangkapinang pada umumnya bergelombang dan berbukit.[21] Ketinggian wilayah Kota Pangkapinang dari permukaan laut berkisar antara 20–50 meter dengan kemiringan antara 0-25%. Secara morfologi daerahnya berbentuk cekung di mana bagian pusat kota berada di daerah rendah. Daerah-daerah yang berbukit mengelompok di bagian barat dan selatan kota Pangkalpinang. Beberapa bukit yang utama adalah Bukit Girimaya yang berada di ketinggian 50 m dpl dan Bukit Menara.

Sedangkan hutan kota seluas 290 ha berada di kelurahan Tua Tunu Indah berdasarkan luas wilayah kota Pangkalpinang dapat dirinci penggunaan tanahnya; luas lahan kering yang diusahakan untuk pertanian (tanaman bahan makanan, perkebunan rakyat, perikanan dan kehutanan) adalah seluas 1.562 Ha, lahan yang sementara tidak diusahakan seluas 1.163 Ha dan lahan kering yang dimanfaatkan untuk permukiman seluas 4.130 Ha. Sedangkan sisanya 2.085 Ha adalah berupa rawa-rawa, hutan negara dan lainnya.

Geologi

[sunting |sunting sumber]

Tanah di daerah Kota Pangkalpinang mempunyaipH rata-rata di bawah 5 dengan jenis tanahpodzolik merah kuning,regosol,gleisol danorganosol yang merupakan pelapukan dari batuan induk. Sedangkan pada sebagian kecil daerah rawa jenis tanahnya asosiasi Alluvial-Hydromorf dan Glayhumus serta regosol kelabu muda yang berasal dari endapan pasir dan tanah liat. Keadaan tanah yang demikian kurang cocok untuk ditanamipadi, tetapi masih memungkinkan untuk ditanamipalawija.

Pada daerah pinggiran, yaitu desa Tuatunu dan desa Air Itam cukup potensial menghasilkan lada dan karet. Kondisi geologi umum di daerah ini; formasi yang tertua adalah batu kapur berumur Permo Karbon, menyusul Slate berumurTrias Atas dan terakhir Intrusi Granit berumur setelahTrias Jura. Susunan batuan granit bervariasi dari granit sampai dioditik dengan inklusi mineral berwarna gelap yaitu Biotit dan adakalanya Amfibol Hijau.

Hidrologi

[sunting |sunting sumber]
Sungai Rangkui

Di wilayah Kota Pangkalpinang terdapat beberapa sungai, pada umumnya sungai-sungai kecil yang ada di wilayah ini bermuara keSungai Rangkui. Di samping Sungai Rangkui terdapat jugaSungai Pedindang di bagian selatan. Kedua sungai ini berfungsi sebagai saluran utama pembuangan air hujan kota yang kemudian mengalir keSungai Baturusa dan berakhir diLaut Cina Selatan. Sungai-sungai ini selain berfungsi sebagai saluran utama pembuangan air hujan kota, juga befungsi sebagai prasarana transportasi sungai dari pasar ke Sungai Baturusa dan terus ke laut. Anak Sungai Rangkui merupakan kanal pengairan dari pintu air kolong kacang Pedang ke Sungai Rangkui yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1930-an.[butuh rujukan]

Sumber air untuk air bersih pada umumnya dari air tanah disamping Kolong Kacang Pedang dan Kolong Kace. Pada dasarnya wilayah kota Pangkalpinang kalau dilihat morfologinya berbentuk cekung di mana bagian pusat kota lebih rendah, sehingga keadaan ini memberikan dampak negatif, yaitu rawan banjir terutama pada musim hujan atau pengaruh pasang surut air laut melalui Sungai Rangkui yang membelah Kota Pangkalpinang. Adapun daerah yang tidak pernah tergenang terletak di sebelah Utara, Barat dan Selatan kota.

Sedangkan daerah Timur yang berbatasan dengan Sungai Rangkui dan Laut Cina Selatan dan bagian tengah kota yang dilalui oleh sungai Rangkui sering tergenang oleh air pasang (rob), daerah yang tergenang tersebut terutamaKecamatan Rangkui,Pangkal Balam danTaman Sari.

Iklim

[sunting |sunting sumber]

Iklim daerah Kota Pangkalpinang tergolong tropis basah tipe A.[22] Variasi hujan di Kota Pangkalpinang antara 56,2-337,9 mm per bulan selama tahun 2003, dengan jumlah hari hujan rata-rata 16 hari setiap bulannya. Bulan yang terkering adalah bulan Agustus. Hawa di daerah ini dipengaruhi oleh laut, baik angin maupun kelembabannya. Suhu udara selama tahun 2003, misalnya bervariasi antara 23,3 - 32,4 derajat Celcius, sedangkan kelembabannya berkisar antara 76 - 88 persen. Angin bergerak setiap hari dengan arah dari Timur pada siang hari dan dari Barat pada malam hari. Rata-rata kecepatan angin cukup bervariasi setiap bulannya yaitu 3 knot pada bulan Februari dan yang tertinggi terjadi tercatat pada bulan Juli, Agustus dan September, yaitu 5 knot.

Data iklimPangkal Pinang, Bangka Belitung, Indonesia
BulanJanFebMarAprMeiJunJulAgtSepOktNovDesTahun
Rekor tertinggi °C (°F)37
(99)
38
(100)
37
(99)
37
(99)
36
(97)
36
(97)
38
(100)
39
(102)
41
(106)
43
(109)
42
(108)
39
(102)
43
(109)
Rata-rata tertinggi °C (°F)30.4
(86.7)
31
(88)
31.6
(88.9)
32.3
(90.1)
32.5
(90.5)
32.2
(90)
31.9
(89.4)
31.4
(88.5)
32.5
(90.5)
32.4
(90.3)
31.8
(89.2)
30.7
(87.3)
31.73
(89.12)
Rata-rata harian °C (°F)26.4
(79.5)
26.8
(80.2)
27.2
(81)
27.7
(81.9)
27.9
(82.2)
27.7
(81.9)
27.6
(81.7)
27.8
(82)
28
(82)
28
(82)
27.4
(81.3)
26.7
(80.1)
27.43
(81.32)
Rata-rata terendah °C (°F)23.5
(74.3)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24.1
(75.4)
24.4
(75.9)
24.3
(75.7)
24.3
(75.7)
24.3
(75.7)
24.5
(76.1)
24.9
(76.8)
24.7
(76.5)
24
(75)
24.21
(75.55)
Rekor terendah °C (°F)21
(70)
20
(68)
22
(72)
21
(70)
20
(68)
16
(61)
15
(59)
17
(63)
20
(68)
21
(70)
21
(70)
20
(68)
15
(59)
Presipitasi mm (inci)278
(10.94)
221
(8.7)
248
(9.76)
242
(9.53)
197
(7.76)
138
(5.43)
132
(5.2)
104
(4.09)
96
(3.78)
155
(6.1)
228
(8.98)
310
(12.2)
2.349
(92,47)
Rata-rata hari hujan171215151310966101518146
%kelembapan87878685848381828385878984.9
Rata-rata sinar matahari harian4.76.56.36.87.27.68.99.19.58.66.34.27.14
Sumber #1: Climate-Data.org[23]
Sumber #2: BMKG[24] & Weatherbase[25]

Kesehatan

[sunting |sunting sumber]

Rumah sakit

[sunting |sunting sumber]
Artikel utama:Daftar Rumah Sakit di Kota Pangkalpinang
KodeNama Rumah SakitJenisTipeAlamat
1.1971021RSUD Depati HamzahRSUDCJalan Soekarno–Hatta №50,Bukitbesar,Kec. Girimaya, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33684
2.1971043RS Bakti Timah PangkalpinangRSCJalan Bukit Baru №1,Taman Bunga,Kec. Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33122
3.1971004RS Kalbu Intan MedikaRSCJalan Basuki Rachmat №26,Bukitintan,Kec. Girimaya, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33684
4.1971002RS Primaya Bhakti WaraRSCJalan Solihin №180,Gajah Mada,Kec. Rangkui, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33135
5.1971005RSIA DzakirahRSIACJalan Depati Hamzah №34,Bacang,Kec. Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33148
6.1971003RSIA MuhayaRSIACJalan Jendral Sudirman №18,Taman Bunga,Kec. Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33122
7.1971006RSIA RonaRSIACJalan KH. Hasan Basri Sulaiman №20,Gedung Nasional,Kec. Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 33127


Demografi

[sunting |sunting sumber]

Jumlah Penduduk

[sunting |sunting sumber]

Siklus perkembangan populasi kota Pangkalpinang dari 2010-2020, yakni;

Populasi historis
TahunJumlah
Pend.  
±% p.a.  
2010175.819—    
2014191.994+2.22%
2015196.202+2.19%
2019215.379+2.36%
2020218.569+1.48%

Etnis

[sunting |sunting sumber]

Penduduk kota Pangkalpinang dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki keberagaman Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat (SARA), demikian pula di kecamatan ini. Suku asli atau etnis di kota Pangkalpinang adalah sukuMelayu, dan merupakan suku mayoritas di kota ini.[26] Selain suku Melayu, etnisTionghoaHakka dariGuangdong juga banyak tinggal di kota ini. Sementara suku lainnya banyak berasal dari sukuJawa,Batak,Minangkabau,Bugis,Sunda,Flores dan lainnya.[26]

Agama

[sunting |sunting sumber]
Kelenteng Dewi Mazu Pangkalpinang

Berdasarkan dataBadan Pusat Statistik danKementerian Dalam Negeri tahun2021, penduduk di kota ini sangat beragam dalam agama yang dianut. Adapaun persentasi penduduk kota Pangkalpinang berdasarkan agama yang dianut ialah, agamaIslam sebanyak 83,77%, kemudianKristen sebanyak 7,08% dimanaProtestan 3,90% danKatolik 3,18%. Pemeluk agamaBuddha yang umumnya keturuan Tionghoa sebanyak 5,54%,Konghucu 3,57% dan sebagian kecil beragamaHindu yakni 0,03% dan aliran kepercayaan 0,01%.[4][27] Sementara untuk rumah ibadah, di kecamatan ini terdapat 96 masjid, 58 mushola, 10 gerejaProtestan, 8 vihara, 7 gerejaKatolik dan 1 pura.[3]

Agama di Kota Pangkalpinang 2020
AgamaPersen
Islam
  
83,77%
Buddha
  
5,54%
Protestan
  
3,90%
Konghucu
  
3,57%
Katolik
  
3,18%
Hindu
  
0,03%
Kepercayaan
  
0,01%

Pariwisata

[sunting |sunting sumber]
Transmart Pangkalpinang

Pangkalpinang memiliki 23+ 4 pada tahun 2011hotel terdiri dari 5 hotel berbintang dan 18 hotel melati. Jumlah kamar sebanyak 445 buah dan jumlah tempat tidur sebanyak 757 buah. Sedangkan jumlah restoran sebanyak 5 buah.

Tempat Wisata

[sunting |sunting sumber]

Beberapa objek wisata yang ada di Pangkalpinang, yakni;

  1. Taman Sari
  2. Taman Merdeka
  3. Museum Timah
  4. Masjid Jami'
  5. Gereja Maranatha
  6. Gereja Katedral Pangkalpinang
  7. Vihara Citra Maitreya
  8. Klenteng Konghucu
  9. Pantai Pasir Padi
  10. Pantai Sampur
  11. Pantai telapak kaki dewa
  12. Pantai batu belubang
  13. Lapangan Golf Girimaya
  14. Chinatown
  15. Makam Belanda (Keerkhof)
  16. Masjid Agung Kubah Timah[28]

17. Taman Dealova

18. Taman Mandara

19. Bangka botanical garden(BBG)

20. Jembatan Emas

21. Tepian Sungai Rangkui

22. Hutan kota Tua tunu

23. Masjid Kayu tua tunu

Transportasi

[sunting |sunting sumber]

Udara

[sunting |sunting sumber]

Bandar Udara Depati Amir melayani penerbangan 13 kali sehari dari/keJakarta yang dilayani olehSriwijaya Air 6x,Lion Air 4x,Garuda Indonesia 2x. Sedangkan penerbangan dari/ke Palembang sebanyak 1 kali setiap hari yang dilayani oleh Sriwijaya air. Serta Rute Batam - Pangkalpinang- Tanjung Pandan dilayani oleh 2 maskapai yaituSky Aviation danWings Air.

Laut

[sunting |sunting sumber]

Di kota ini terdapatPelabuhan Pangkal Balam, salah satu pelabuhan di provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain pelabuhan sepanjang 787 m, fasilitas angkutan barang, terminal penumpang, dan tempat parkir. Cabang Pelabuhan Pangkal Balam ini melayani pengangkutan barangimpor dan jugaekspor, perdagangan antar pulau, dan angkutan penumpang keJakarta dengan kapal ferry atau kapalroll-off dan keTanjung Pandan di kabupatenBelitung dengan kapaljetfoil atauspeedboat.[29]

Pelabuhan Pangkal Balam melayani wilayah yang kaya akan pertambangan dan pertanian. Komoditi utama di Bangka Belitung adalahtimah,kaolin,pasir kuarsa,granit,karet,kelapa sawit danlada.[29]

Darat

[sunting |sunting sumber]

Pangkalpinang memiliki 4 terminal dalam kota yang menghubungkan rute kecamatan di seluruh Pulau Bangka, sedangkan untuk dalam kota dilayani 5 trayek Angkutan Kota dengan waktu operasinya dari pukul 06.00 s/d 18.00 WIB.Informasi jalur angkutan kota Pangkalpinang:

  1. Angkotkuning untuk rute dari pasar ke Girimaya.
  2. Angkotmerah untuk rute dari pasar ke Pangkalbalam.
  3. Angkotbiru muda untuk rute dari pasar ke Selindung.
  4. Angkothijau untuk rute dari pasar ke Jalan Mentok.
  5. Angkothitam untuk rute dari pasar ke Sampur.
  6. Angkot Putih  untuk rute dari pasar ke Jalan Sungai Selan.

Pendidikan

[sunting |sunting sumber]

Pendidikan dasar dan menengah

[sunting |sunting sumber]

Pembangunan sarana pendidikan di Kota Pangkalpinang cenderung stagnasi setiap tahunnya. Pada tahun 2005 jumlah SD sederajat mencapai 86 buah (68 SD/SDLB Negeri, 12 SD/SDLB swasta dan 6 Madrasah Ibtidaiyah). Jumlah SMTP sederajat 24 buah (10 SMP Negeri, 11 SMP Swasta dan 3 MTs) dan jumlah SMTA sebanyak 25 buah (12 SMU, 10 SMK dan 3 Madrasah Aliyah) serta terdapat juga lembaga pendidikan pra sekolah sebanyak 38 buah (31 Taman Kanak-kanak dan 7 Rhoudatul Atfal).

Pada tahun 2004 jumlah murid SD sederajat 17.792 orang, murid SMTP 8.800 orang dan murid SMTA 11.114 orang. Pada tahun 2005 jumlah murid SD sederajat meningkat menjadi 18.192 orang (17.145 murid SD/SDLB dan 1.047 murid Madrasah Ibtidaiyah), sedangkan pada murid SMTP sederajat menurun menjadi 8.617 orang murid (7.824 murid SMP dan 793 murid MTs). Penurunan juga terjadi pada jumlah murid SMTA yaitu dari 11.114 orang menjadi 10.354 murid (5.154 murid SMU, 4.439 murid SMK dan 761 murid Madrasah Aliyah). Beberapa sekolah percontohan nasional di Pangkalpinang adalah SD Negeri 3, SD Negeri 10, SMP Negeri 2 dan SMA Negeri 1. Untuk anggaran pendidikan ini, Pemkot Pangkalpinang menganggarkan dalam APBD sebesar 21%.

Pendidikan tinggi

[sunting |sunting sumber]
Universitas Terbuka Pangkalpinang

Hal lain yang cukup membanggakan dari dunia pendidikan adalah perkembangan Perguruan Tinggi yang terus mengalami peningkatan kuantitasnya. Pada tahun 2000 perguruan tinggi yang ada di Kota Pangkalpinang adalah STIE PERTIBA dan STIH PERTIBA yang telah berdiri pada tahun 1982, AKPER Pemkot Pangkalpinang, Sekretariat Universitas Terbuka (UT) yang telah hadir sejak tahun 1984, Akademi Akuntansi Bhakti berdiri tahun 1999 dan STIE IBEK berdiri tahun 2000.

Pada tahun 2001 telah dirintis untuk mendirikan STIKES Abdi Nusa dan AMIK Atma Luhur. Penambahan dalam kurun waktu dua tahun tersebut memberikan arti bahwa masyarakat dalam memperoleh kesempatan pendidikan semakin besar dan hal ini menunjukan bahwa upaya untuk mengimbangi laju pertumbuhan peserta didik dari tahun ke tahun cukup mengembirakan. Pada tahun 2006 berdiri Universitas Bangka Belitung yang merupakan cikal bakal universitas negeri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Untuk mengakomodir tersedianya tenaga kesehatan handal pada tahun 2007 Pemkot Pangkalpinang memprakarsai pendirian Akademi Kebidanan.[butuh rujukan]

Referensi

[sunting |sunting sumber]
  1. ^https://regional.kompas.com/read/2022/02/13/162249078/8-fakta-menarik-pangkalpinang-kota-beribu-senyuman-yang-4-persen?page=all
  2. ^ab"Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2024 tentang Kota Pangkal Pinang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung"(PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-07-02. Diarsipkan dariversi asli(PDF) tanggal 2024-07-15. Diakses tanggal2024-07-15. 
  3. ^ab"Kota Pangkal Pinang Dalam Angka 2021"(pdf).www.pangkalpinangkota.bps.go.id. hlm. 7, 41, 137, 138.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-26. Diakses tanggal26 Mei 2021. 
  4. ^ab"Data Penduduk Kota Pangkalpinang Berdasarkan Agama Per Semester II Tahun 2020"(pdf).www.disdukcapil.pangkalpinangkota.go.id.Diarsipkan(PDF) dari versi asli tanggal 2021-05-26. Diakses tanggal26 Mei 2021. 
  5. ^"Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021".www.bps.go.id.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal6 Maret 2022. 
  6. ^"Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020"(PDF).www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal26 Mei 2021. Periksa nilai tanggal di:|date= (bantuan)
  7. ^abc"Sejarah Singkat".www.pangkalpinangkota.go.id.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-26. Diakses tanggal26 Mei 2021. 
  8. ^Swastiwi, A. W., Nugraha, S. A., dan Purnomo, H. (2017). Sobuwati, D., dan Nuraini, ed.Lintas Sejarah Perdagangan Timah di Bangka Belitung Abad 19 - 20(PDF). Tanjungpinang: Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau. hlm. 8.ISBN 978-602-51182-1-0. Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  9. ^"Sejarah singkat pangkalpinang". PEMKOT Pangkalpinang. Diarsipkan dariversi asli tanggal 2009-05-26. Diakses tanggal26 Mei 2009. 
  10. ^https://books.google.co.id/books?id=S14WAQAAMAAJ&q=Zulkarnain+Karim+triatmadja&dq=Zulkarnain+Karim+triatmadja&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwijm_Dj8q_zAhUTdCsKHVgmAcAQ6AF6BAgEEAM
  11. ^https://klikbabel.com/2019/02/17/malikul-amjad-mantan-wakil-walikota-pangkalpinang-berpulang
  12. ^Qurniawan, Dedy."Tugas Asyraf Suryadin Sebagai Pjs Wali Kota Pangkalpinang Berakhir Besok".Tribunnews.com. Diakses tanggal2019-01-31. 
  13. ^Qurniawan, Dedy."M Sopian Resmi Dilantik Jadi Walikota Pangkalpinang, Ini Pesan Gubernur".Tribunnews.com. Diakses tanggal2019-01-31. 
  14. ^Qurniawan, Dedy."Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Terpilih Rencananya Dilantik 20 Desember".Tribunnews.com. Diakses tanggal2019-01-31. 
  15. ^Qurniawan, Dedy."Pagi Ini Molen-Sopian Dilantik Sebagai Wali Kota Pangkalpinang 2018-2023".Tribunnews.com. Diakses tanggal2019-01-31. 
  16. ^Perolehan Kursi DPRD Kota Pangkal Pinang 2014-2019
  17. ^Perolehan Kursi DPRD Kota Pangkal Pinang 2019-2024
  18. ^"Kota Pangkal Pinang Dalam Angka 2021"(pdf).www.pangkalpinangkota.bps.go.id. hlm. 7, 41, 137, 138. Diakses tanggal26 Mei 2021. 
  19. ^"Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dariversi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal3 Oktober 2019. 
  20. ^"Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dariversi asli(PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal15 Januari 2020. 
  21. ^Evawarni (2009). Rohana, Sita, ed.Hubungan Antar Suku Bangsa di Kota Pangkalinang(PDF). Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang. hlm. 7.ISBN 978-979-1281-28-7. Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  22. ^Evawarni (Oktober 2009). Rohana, Sita, ed.Hubungan Antar Suku Bangsa di Kota Pangkalpinang(PDF). Tanjungpinang: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang. hlm. 6.ISBN 978-979-1281-28-7.Diarsipkan(PDF) dari versi asli tanggal 2023-06-02. Diakses tanggal2023-06-02. Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  23. ^"Pangkalpinang, Bangka Belitung, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal7 November 2020. 
  24. ^"Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia"(PDF). BMKG. hlm. 69 & 134. Diakses tanggal7 Oktober 2024. 
  25. ^"Pangkalpinang, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal7 November 2020. 
  26. ^ab"Suku Bangsa Bangka Belitung".www.senibudayaku.com.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-01-13. Diakses tanggal26 Mei 2021. 
  27. ^"Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020"(visual).www.dukcapil.kemendagri.go.id.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal26 Mei 2021. 
  28. ^"Peletakan Batu pertama Masjid Agung Kubah Timah". 2022-09-17.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-09-16. Diakses tanggal2022-09-17. 
  29. ^ab"Pangkal Balam".www.indonesiaport.co.id (dalam bahasa Inggris).Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-26. Diakses tanggal26 Mei 2021. 

Pranala luar

[sunting |sunting sumber]
Wikimedia Commons memiliki media mengenaiPangkalpinang.
Sumatra
Jawa
Kalimantan
Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku
Papua
+) Ibu kota tersebut bukan merupakan satuan daerah yang berbentukkota otonom.
Kecamatan
Lambang Kota Pangkalpinang
Kabupaten
Lambang Kepulauan Bangka Belitung
Kota
Topik
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kota_Pangkalpinang&oldid=27066253"
Kategori:
Kategori tersembunyi:

[8]ページ先頭

©2009-2025 Movatter.jp