Naga laut | |
---|---|
![]() Seekor naga laut dari bukuOlaus Magnus Sejarah Orang Utara (1555). | |
Makhluk misterius | |
Nama | Naga laut |
Kelompok | Makhluk dalam legenda |
Subkelompok | Monster laut |
Asal | |
Negara | Beragam |
Habitat | Laut |
Dalammitologi dankriptozoologi,naga laut (sea dragon) atauular laut (sea serpent) adalah sejenismonster laut yang sebagian atau seluruh tubuhnya berwujud sepertiular. Penampakan naga laut telah dilaporkan selama ratusan tahun, dan masih diklaim hingga sekarang. Kriptozoolog Bruce Champagne mengidentifikasi lebih dari 1.200 dugaan penampakan naga laut.[1] Kini dipercaya bahwa penampakan tersebut dapat dijelaskan sebagai hewan yang masih bisa dikenali sepertiregalecidae danpaus.[2] Beberapa kriptozoolog berpendapat bahwa naga laut merupakan fosil hidup dariplesiosaurus,mosasaurus, ataureptil lautMesozoikum lainnya; gagasan yang sering dihubungkan denganmonster danau sepertimonster Loch Ness.
Kisah naga laut telah ada sejak zaman dulu, dituturkan melalui mitos dan legenda. Dalammitologi Nordik,Jörmungandr, atau "Midgarðsormr" adalah naga laut yang sangat panjang, bahkan mampu melingkupi seluruh dunia,Midgard. Menurut beberapa kisah, para pelaut menyangka punggungnya sebagai rangkaian pulau-pulau. Naga laut juga sering muncul dalamfolklor Skandinavia, terutama dariNorwegia.
Menurut legenda, tahun 1028M,Santo Olaf membunuh dan melempar seekor naga laut ke gunung Syltefjellet diValldal,Norwegia; bekasnya masih bisa disaksikan hingga sekarang.[1][2] DalamCarta marina karya penulisSwediaOlaus Magnus, banyak disebutkan berbagai monster laut dengan beragam bentuk, termasuk naga laut raksasa. Selain itu, dalam karyanya tahun 1555,Sejarah Orang Utara, Magnus memberikan deskripsi mengenai naga laut Norwegia:
Mereka yang berlayar di sepanjang pantai Norwegia untuk berdagang dan menangkap ikan, menceritakan kisah mengesankan tentang bagaimana naga laut dengan ukuran mengerikan, sepanjang 200 kaki dan selebar 20 kaki, menghuni ceruk-ceruk dan gua-gua di luar wilayahBergen. Pada malam terang di musim panas, naga-naga ini meninggalkan gua untuk memangsa anak sapi, domba, dan babi, atau pegi ke laut dan memakan ubur-ubur, kepiting, dan binatang laut sejenis. Makhluk itu memiliki rambut sepanjang satu hasta dari lehernya, bersisik hitam mengkilap dan mata merah menyala. Makhluk itu menyerang kapal, menjerat dan menelan orang, saat ia menyembulkan dirinya seperti tiang dari dalam air.
Naga laut dikenal dalam masyarakat bahari diLaut Tengah danTimur Dekat, muncul dalam mitologi (Labbu dalam mitologi Babilonia) dan dalam catatan saksi mata (Historia Animalium karyaAristoteles).
DalamAeneid dariYunani, sepasang naga laut membunuhLaokoon dan putra-putranya saat Laokoon menentang penarikankuda Troya ke kotaTroya.
Naga laut dalamAlkitab merujuk kepadaLewiatan dan Rahab, dariTanakh Ibrani, meskipun 'makhluk-makhluk besra dari lautan' (NIV) juga disebutkan dalamKitab Kejadian 1:21. Dalam Kitab Amos 9:3 berkisah tentang ular yang menggigit orang-orang yang mencoba bersembunyi dari Tuhan di dalam laut.
Hans Egede,santo bagiGreenland, memberi deskripsi tentang naga laut pada abad ke-18. Tanggal 6 Juli 1734, kapalnya berlayar melintasi pesisir Greenland. Tiba-tiba mereka yang ada di atas kapal melihat sesosok makhluk aneh yang dideskripsikan sebagai berikut:
"... makhluk yang amat mengerikan, tak menyerupai apapun yang pernah mereka lihat sebelumnya. Monster tersebut mengangkat kepalanya sangat tinggi sehingga tampak lebih tinggi daripada menara pengintai di tiang kapal. Kepalanya kecil dan tubuhnya pendek dan berkeriput. Makhluk tak dikenal tersebut menggunakan sirip besar untuk mendorong tubuhnya di dalam air. Kemudian para pelaut melihat ekornya juga. Monster itu lebih panjang daripada kapal kami", kata Egede. (Mareš, 1997)
Penampakan naga laut di pesisirNew England, didokumentasikan di awal 1638. Suatu insiden bulan Agustus 1817 menghasilkan suatu kesimpangsiuran saat suatu komiteLinnaean Society New England bertindak terlalu jauh dengan memberikan namaScoliophis atlanticus bagi ular tersebut, dengan yakin bahwa itu merupakan wujud muda dari naga laut yang pernah dilaporkan di Pelabuhan Gloucester. Naga Pelabuhan Gloucester diklaim telah dilihat oleh ratusan penduduk New England, termasuk awak kapal dari empat kapal pemburu paus yang kabarnya menangkap naga itu di pelabuhan.[3] Dengan desas-desus berbau politik, naga tersebut dikenal di pelabuhan sebagai "Embargo."[3] Pernyataan sumpah yang dibuat di depan jaksa pendamai dan pertama kali dipublikasikan tahun 1818 tidak pernah ditarik kembali.[4] Setelah kekeliruan Linnaean Society ditemukan, hal itu diungkit oleh para peragu sebagai bukti bahwa makhluk itu tidak pernah ada.
Salah satu penampakan naga laut terkenal disaksikan oleh para awak kapalHMSDaedalus bulan Agustus 1848 selama perjalanan menujuSaint Helena di SamudraAtlantik Selatan; makhluk yang mereka lihat, panjangnya sekitar 60 kaki (18 m), memiliki leher bertengkuk tak lazim saat muncul ke atas permukaan air. Penampakan tersebut cukup menimbulkan kegemparan dalam berita di London, danSir Richard Owen,biolog terkenal asalInggris, menyatakan hewan tersebut sebagaigajah laut. Penjelasan lain yang dikemukakan sehubungan penampakan itu adalah bahwa itu merupakankano yang terbalik, atau seekor cumi-cumi raksasa.[5]
Penampakan lain terjadi tahun 1905 di pesisirBrasil. Para awak kapalValhalla dan dua naturalis, Michael J. Nicoll danE. G. B. Meade-Waldo, melihat makhluk berkepala kura-kura dengan leher panjang, dengan sirip punggung besar. Berdasarkan sirip punggung dan bentuk kepalanya, beberapa ahli (misalnya Heuvelmans) berpendapat bahwa makhluk tersebut adalah sejenis mamalia air. Suatu pendapat skeptis menyatakan bahwa itu merupakan cumi-cumi raksasa, namun pendapat itu sulit dipercaya karena cumi-cumi tidak berenang dengan sirip maupun lengan yang menonjol dari dalam air.
Tanggal 25 April 1977, kapal pukatJepangZuiyo Maru, berlayar di timurChristchurch,Selandia Baru, dan menjerat suatu bangkai makhluk aneh dan misterius dengan jaringnya. Foto-foto dan contohjaringan telah diambil. Awalnya diidentifikasi sebagaiplesiosaurus zaman prasejarah, namun analisis kemudian mengindikasikan bahwa bangkai tersebut merupakan bangkaihiu penjemur.