Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini berisi tentang kota di Australia. Untuk pusat kota atau distrik bisnis pusat (CBD), lihatMelbourne City Centre. Untuk wilayah pemerintah daerah tempat berdirinya Melbourne City Centre, lihatCity of Melbourne. Untuk kegunaan lain, lihatMelbourne (disambiguasi).
Permukiman Britania pertama di Victoria, waktu itu bagian darikoloni tahananNew South Wales, didirikan oleh KolonelDavid Collins pada Oktober 1803 diSullivan Bay, dekatSorrento. Para pemukim menganggap daerah ini kekurangan sumber daya. Mereka pindah keDaratan Van Diemen (sekarangTasmania) pada tahun berikutnya dan mendirikan kotaHobart.Mereka mencoba lagi bermukim di Melbourne 30 tahun kemudian.[28]
Pada bulan Mei dan Juni 1835,John Batman, tokohasosiasi pemukim Port Phillip di Daratan Van Diemen, menjelajahi kawasan Melbourne dan mengklaim telahmerundingkan pembelian tanah seluas600.000 are (60km2) dengan delapan tetua suku Wurundjeri.[26][27] Batman memilih tanah di bantaran utaraSungai Yarra dan menyatakan bahwa "sebuah desa akan dibangun di sini", lalu berlayar kembali ke Daratan Van Diemen.[29] Pada Agustus 1835, sekelompok pemukim dari Daratan Van Diemen datang dan bermukim di tanah tempatMelbourne Immigration Museum saat ini berdiri. Batman dan rekan-rekannya menyusul pada bulan berikutnya. Kedua kelompok pemukim sepakat untuk berbagi tempat. Waktu itu, permukiman ini dikenal dengan nama pribumi Dootigala.[30][31]
Pada 1836 hingga 1842, suku-suku Aborigin Victoria kehilangan tanahnya karena ditempati oleh pemukim Eropa.[35] Pada Januari 1844, 675 warga Aborigin diketahui tinggal di perkampungan kumuh di Melbourne.[36] Departemen Kolonial Britania mengangkat limaPelindung Aborigin untuk mengurus suku Aborigin di Victoria. Tahun 1839, aktivitas mereka dihentikan oleh kebijakan tanah yang berpihak dengan parapemukim ilegal yang menduduki tanah suku Aborigin.[37] Pada 1845, hampir 240 pendatang kaya asal Eropa memegang izin mukim di Victoria. Mereka menjadi penggerak politik dan ekonomi utama di Victoria selama beberapa generasi.[38]
Surat patenRatu Victoria tertanggal 25 Juni 1847 meresmikan status kota Melbourne.[14] Pada 1 Juli 1851, Distrik Port Phillip dipisahkan dari New South Wales dan menjadi Koloni Victoria yang beribu kota di Melbourne.[39]
"Canvas Town" (Kota Tenda) di Melbourne Selatan menjadi tempat tinggal sementara bagi ribuan migran yang tiba setiap minggu di tengah demam emas 1850-an.
Penemuan emas di Victoria pada pertengahan 1851 memicudemam emas. Melbourne, kota terbesar di koloni ini, mengalami pertumbuhan pesat. Dalam kurun beberapa bulan, jumlah penduduk kota hampir berlipat ganda dari 25.000 jiwa menjadi 40.000 jiwa.[40] Pertumbuhan eksponensial pun terjadi. Pada tahun 1865, Melbourne mengalahkanSydney sebagai kota berpenduduk terbanyak di Australia.[41]
Berkat influks migran dari berbagai koloni dan negara lain, khususnya Eropa dan Tiongkok, perkampungan kumuh merebak di Melbourne, termasukChinatown dan "kota tenda" sementara di bantaran selatan Sungai Yarra. UsaiPemberontakan Eureka tahun 1854, dukungan masyarakat terhadap penderitaan penambang memicu perubahan politik besar di koloni ini, termasuk perbaikan kondisi kerja di sektor pertambangan, pertanian, pabrik, dan UKM. Pemberontakan ini diikuti oleh orang-orang dari 20 suku bangsa sehingga bisa dibayangkan besarnya arus imigrasi kala itu.[42]
Kerumunan di luar Mahkamah Agung Victoria menyambut pembebasanpemberontak Eureka tahun 1855
Pinggiran kota terdalamnya berpola kotak-kotak dengan selang satu mil dan dilintasi oleh jalan raya dan jalan taman lingkar yang mengitari pusat kota. Tata kota ini diwujudkan[oleh siapa?] pada tahun 1850-an dan 1860-an. Daerah ini langsung dipenuhi rumah baris, rumah terpisah, dan puri mewah. Sebagian jalan besarnya menjelma menjadi pusat belanja. Melbourne menjadi pusat keuangan raksasa, tempat bermarkasnya bank-bank besar,Royal Mint, danbursa efek pertama di Australia (tahun 1861).[43]Melbourne Cricket Club mulai berkandang diMCG sejak 1855. AnggotaMelbourne Football Club menyusun aturansepak bola Australia tahun 1859.[44] Tahun 1861,Melbourne Cup ke-1 diselenggarakan. Melbourne meresmikan tugu publik pertamanya, patungBurke dan Wills, pada tahun 1864.
Dengan berakhirnya demam emas tahun 1860, Melbourne terus berkembang sebagai pelabuhan ekspor hasil tani Victoria (khususnya wol) dan sektor manufaktur yang dilindungi oleh tarif tinggi. Jaringan rel kereta api melingkar dibangun hingga pedesaan pada akhir 1850-an. Pembangunan gedung-gedung pemerintahan besar berlanjut pada 1860-an dan 1870-an, termasukSupreme Court,Government House, danQueen Victoria Market. Pusat kota mulai dijejali pertokoan dan perkantoran, bengkel, dan gudang. Beberapa bank dan hotel besar berdiri menghadap jalan raya utama. Puri-puri mewah berdiri di ujung timur Collins Street berdampingan dengan rumah-rumah kecil di belakangnya. Jumlah penduduk Aborigin terus menyusut, berkurang 80% pada tahun 1863, akibat wabah penyakit (khususnyacacar[24]), kekerasan di desa, dan perampasan tanah.
Dasawarsa 1880-an adalah masa-masa pertumbuhan pesat. Kepercayaan konsumen, kemudahan kredit, dan kenaikan harga tanah memicu pembangunan besar-besaran. Di tengah lonjakan harga tanah, Melbourne menjadi kota terkaya di dunia[15] dan kota terbesar kedua diImperium Britania setelah London.[45]
Dasawarsaa ini diawali dengan Melbourne International Exhibition yang diadakan tahun 1880 diExhibition Building. Pada ahun itu, gedung operator telepon dibangun, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batuSt Paul's Cathedral; tahun 1881, lampu listrik dipasang di Eastern Market. Pada tahun berikutnya, gardu pembangkit berkapasitas 2.000 lampu mulai beroperasi.[46] Tahun 1885, jalur pertamasistem trem kabel Melbourne dibangun, lalu berkembang menjadi sistem trem terbesar di dunia pada 1890.
Federal Coffee Palace, salah satu hotel mewah yang dibangun pada musim kenaikan harga tanah
Pada 1885, wartawan InggrisGeorge Augustus Henry Sala menciptakan istilah "Marvellous Melbourne" yang populer hingga abad ke-20 dan masih dipakai sampai sekarang oleh warga Melbourne.[47] Musim kenaikan harga tanah Melbourne mencapai puncaknya tahun 1888 berkat kepercayaan konsumen dan meroketnya nilai jual tanah.[48] Berkat kenaikan harga tanah, bangunan-bangunan komersial besar,istana kopi,rumah baris, dan puri mewah dibangun di seluruh kota.[48] Pembangunan pabrik hidraulis pada tahun 1887 memungkinkan lift diproduksi di Melbourne. Setelah itu, gedung tinggi generasi pertama mulai dibangun,[49] termasukAPA Building, salah satu gedung komersial tertinggi di dunia pada tahun 1889.[48] Jaringan kereta api lingkar kota juga diperluas.[50]
Tahun 1888, Exhibition Building menjadi tuan rumah kegiatan kedua yang lebih besar daripada sebelumnya, Melbourne Centennial Exhibition. Dampaknya, banyak hotel baru dibangun, termasukFederal Hotel berkapasitas 500 kamar, The Palace Hotel di Bourke Street (dua-duanya sudah dihancurkan), dan perluasanGrand (Windsor).
Boosterisme (pencitraan) dadakan yang menjadi ciri khas Melbourne berakhir pada awal 1890-an akibat depresi ekonomi parah yang mengacaukan industri keuangan dan properti lokal.[48][51] 16 "bank tanah" kecil dan perkumpulan bangunan ditutup dan 133perseroan terbatas bangkrut. Krisis keuangan Melbourne merupakan salah satu faktordepresi ekonomi Australia 1890-an dankrisis perbankan Australia 1893. Efeknya sangat membekas di kota ini. Pembangunan baru menggeliat kembali pada akhir 1890-an.[52][53]
KetikaAustralia difederasikan tanggal 1 Januari 1901, Melbourne dipilih sebagai pusat pemerintahan. Parlemen federal pertama melakukan sidang pada 9 Mei 1901 di Royal Exhibition Building, kemudian pindah ke Victorian Parliament House sampai 1927, dan akhirnya pindah permanen keCanberra.Gubernur Jenderal Australia berkediaman diGovernment House di Melbourne sampai 1930. Banyak lembaga negara berpusat di Melbourne sampai abad ke-20.[54]
Beberapa tahun setelahPerang Dunia II, Melbourne berkembang pesat. Pertumbuhannya didongkrak olehimigrasi pascaperang ke Australia, kebanyakan dariEropa Selatan danMediterania.[55] Meski "Paris End" di Collins Street menjadi pelopor budaya butik dankafe terbuka di Melbourne,[56] pusat kotanya dianggap membosankan—daerah suram yang penuh pegawai kantoran—dan tergambar dalam lukisan terkenal karyaJohn Brack,Collins St., 5 pm (1955).[57]
ICI House, simbol kemajuan dan modernitas Melbourne pada masa pascaperang
Batas ketinggian bangunan di CBD dicabut tahun 1958 seiring rampungnyaICI House. Sejak saat itu, berbagaipencakar langit mulai menghiasi kota. Perluasan pinggiran kota semakin gencar dan dibarengi oleh pembangunan pusat-pusat perbelanjaan baru sepertiChadstone Shopping Centre.[58] CBD danSt Kilda Road juga direnovasi sehingga kota ini tampak lebih modern.[59] Peraturan anti-kebakaran dan peremajaan kota mengharuskan sebagian besar gedung CBD sebelum perang dirobohkan seluruhnya atau dipangkas separuh melalui kebijakanfasadisme. Puri-puri besar di pinggiran kota yang berdiri pada musim kenaikan harga tanah juga dihancurkan atau dikurangi ukurannya.
Untuk melawan arus pertumbuhan pinggiran kota yang kepadatannya rendah, pemerintah melaluiHousing Commission of Victoria mencanangkan proyek perumahan umum kontroversial di pusat kota. Kawasan permukiman yang sudah ada dihancurkan dan menara-menara hunian dibangun di atasnya.[60] Beberapa tahun kemudian, seiring meningkatnya jumlah pemilik kendaraan bermotor, pembangunan jalan tol dan jalan bebas hambatan mempercepat perkembangan pinggiran kota dan menyusutkan populasi pusat kota. PemerintahanBolte ingin mempercepat modernisasi Melbourne. Proyek-proyek jalan besar seperti penataan ulangSt Kilda Junction, pelebaranHoddle Street, danRencana Transportasi Melbourne 1969 mengubah Melbourne menjadi kota yang ramah mobil.[61]
Lonjakan sektor keuangan dan pertambangan Australia tahun 1969 dan 1970 menarik perusahaan-perusahaan besar sepertiBHP Billiton danRio Tinto untuk bermarkas di kota ini.Nauru, negara yang ekonominya sedang meroket waktu itu, menanamkan modal dalam berbagai proyek di Melbourne, termasuk pembangunanNauru House.[62] Melbourne bertahan sebagai pusat bisnis dan keuangan utama Australia hingga akhir 1970-an sebelum disalip oleh Sydney.[63]
Melbourne mengalami kelesuan ekonomi pada tahun 1989 hingga 1992 setelah beberapa lembaga keuangan di sana bangkrut. Pada tahun 1992, pemerintahanKennett yang baru saja terpilih mencoba membangkitkan ekonomi melalui program padat karya besar-besaran dan pencitraan kota sebagai destinasi wisata untuk acara-acara besar dan ajang olahraga.[64] Waktu itu,Australian Grand Prix dipindahkan dari Adelaide ke Melbourne. Proyek-proyek besar di kota ini meliputi gedung baruMelbourne Museum,Federation Square,Melbourne Exhibition and Convention Centre,Crown Casino, danjalan tolCityLink. Pemerintah juga melepaskan sejumlah sarana dan prasarana ke pihak swasta, termasuk listrik dan transportasi umum, serta memangkas anggaran kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur transportasi umum.[65]
Sejak pertengahan 1990-an, Melbourne memiliki pertumbuhan penduduk dan lapangan kerja yang tetap. Investasi ke industri dan pasar properti di kota ini terus meningkat. Peremajaan pusat kota dilakukan diSouthbank,Port Melbourne,Melbourne Docklands, danSouth Wharf. MenurutAustralian Bureau of Statistics, Melbourne mengalami pertumbuhan penduduk dan ekonomi tertinggi di antara ibu kota negara bagian Australia selama tiga tahun sampai Juni 2004.[66] Faktor-faktor tersebut mempercepat pertumbuhan penduduk dan perluasan kawasan pinggiran kota sepanjang 2000-an.
Sejak 2006, pertumbuhan kota meluas hingga "jalur hijau" dan melewatibatas pertumbuhan kota. Prediksi pertumbuhan populasi hingga 5 juta orang memaksa pemerintah Victoria meninjau ulang batas pertumbuhan pada tahun 2008 dalam rangka strategi Melbourne @ Five Million.[67] Tahun 2009, Melbourne tidak begitu terdampak olehkrisis keuangan akhir 2000-an bila dibandingkan dengan kota-kota lain di Australia. Jumlah lapangan kerja yang dibuka di Melbourne saat itu lebih banyak daripada kota-kota lain, hampir menyamai jumlah lapangan kerja di Brisbane sekaligus Perth.[68] Pasar properti Melbourne dipatok dengan harga tinggi.[69] Akibatnya, harga properti dan harga sewa mencapai titik termahal sepanjang sejarah Melbourne.[70]
Pemandangan Melbourne Docklands dan langit-langit kota dari Waterfront City ke arahVictoria Harbour.
Brighton Beach usai hujan badai musim gugur. Melbourne disebut-sebut mengalami "empat musim dalam sehari" karena cuacanya selalu berubah.
Melbourne memilikiiklim samudra sedang (klasifikasi iklim KöppenCfb) dengan musim panas hangat hingga panas dan musim dingin sejuk.[73][74] Melbourne dikenal karenakondisi cuacanya yang berubah-ubah karena terletak di perbatasan daratan panas dan perairan selatan yang dingin. Perbedaan suhu sangat mencolok sepanjang musim semi dan panas dan menciptakanbatas udara dingin. Batas udara dingin menyebabkan berbagai macam cuaca ekstrem, mulai dari angin kencang sampaibadai petir danbadai es, penurunan suhu drastis, dan hujan sangat lebat. Musim dingin biasanya cukup stabil, tetapi agak lembap dan cenderung berawan.
Port Phillip biasanya lebih hangat daripada perairan dan/atau daratan sekitarnya, terutama pada saat musim semi dan gugur. Suhu ini menghasilkan "efek teluk" yang sama seperti "efek danau" di iklim dingin, ketika hujan lebih lebat dibawah angin teluk. Hujan yang relatif lebat bisa turun di tempat yang sama dalam waktu yang lama (biasanya daerah pinggiran timur), sedangkan Melbourne dan daerah sekitarnya tetap kering. Berkatbayangan hujan diBarisan Otway, seluruh Melbourne bisa dikatakan lebih kering daripada Victoria selatan pada umumnya. Di kota dan sekitarnya, curah hujan sangat bervariasi, mulai dari425 milimeter (17in) diLittle River sampai1.250 milimeter (49in) di batas timur kota diGembrook. Cuaca cerah di Melbourne berlangsung selama 48,6 hari setiap tahun. Suhu embun saat musim panas berkisar antara95°C (203°F) hingga117°C (243°F).[75]
Melbourne juga rawan mengalami hujan konvektif terbatas yang terbentuk ketika udara dingin melintasi Victoria, apalagi setelah cuaca cerah pada siang hari. Hujannya sangat lebat dan biasanya disertai hujan es, angin kencang, dan penurunan suhu secara drastis, tetapi berlangsung sangat cepat. Cuaca sesudahnya relatif tenang dan cerah dan suhunya kembali seperti biasa. Hujan seperti ini terjadi dalam kurun beberapa menit dan bisa berulang beberapa kali dalam satu hari. Melbourne pun dijuluki kota yang memiliki "empat musim sehari".[76] Julukan ini sudahpopuler di kalangan warga kota.[77] Suhu terendah sepanjang sejarah kota ini adalah−28°C (−18°F) pada tanggal 21 Juli 1869.[78] Suhu terpanas sepanjang sejarah kota ini adalah464°C (867°F) pada7 Februari 2009.[79] Meski salju sering turun di dataran tinggi di pinggiran terluar Melbourne, salju tidak pernah turun di kawasan CBD sejak 1986.[80]
Suhu laut rata-rata berkisar antara146°C (295°F) pada September hingga188°C (370°F) pada Februari;[81] kisaran suhu laut rata-rata diPort Melbourne juga sama.[82]
Seperti daerah perkotaan pada umumnya, Melbourne menghadapi banyak permasalahan lingkungan. Beberapa di antaranya disebabkan olehsebaran kota yang besar dan tingginya kebutuhan infrastruktur dan prasarana. Salah satu isu yang dihadapi adalah dampakkekeringan terhadap pasokan air. Kekeringan rutin dan suhu musim panas yang selalu tinggi mengurangi pasokan air Melbourne. Perubahan iklim berpotensi memperparah dampaknya dalam jangka panjang.[86] Ketikakekeringan tahun 2000-an, pemerintahanBracks memberlakukanpembatasan air dan kebijakan-kebijakan lain seperti daur ulang air, insentif tangki air di rumah, sistemair limbah, kampanye kesadaran konsumsi air, dan inisiatif penghematan dan pemakaian ulang air. Karena pasokan air terus turun, pemerintah mengambil keputusan selanjutnya; pada Juni 2007, pemerintahan Bracks mengumumkan pembangunanpabrik desalinasi Wonthaggi senilai $3,1 miliar[87] danNorth-South Pipeline dariLembah Goulburn di sebelah utara Victoria ke Melbourne. Kedua proyek ini tidak dipakai saat kekeringan tahun 2010 dan dicap sebagai proyek 'gajah putih'.[88]
Menanggapi perubahan iklim, pada tahun 2002,City of Melbourne menetapkan target penguranganemisi karbon hingga nol persen pada 2020.[89] Moreland City Council mencanangkan program Zero Moreland. Tidak semua kota pinggiran metropolitan menerapkan kebijakan serupa; pada tahun 2009,City of Glen Eira memutuskan untuk tidak menerapkan kebijakan bebas karbon.[90] Melbourne memiliki salah satu sebaran kota terbesar di dunia karena maraknya permukiman berkepadatan rendah sehingga pinggiran kotanya menyebar sangat luas. Permukiman-permukiman ini memilikiketergantungan mobil yang tinggi dan kekurangan transportasi umum, kecuali di pinggiran terdalam.[91] Sebagian besar tumbuhan di dalam kota merupakan spesies non-endemik, rata-rata berasal dari Eropa, termasukspesies invasif dan rumput merambat liar.[92] Hama kota yang tumbuh subur di kota ini adalahkerak ungu,[93]merpati liar,[94]tikus got,[95][96]tawon Eropa,[97]starling Eropa, danserigala merah.[98] Sejumlah kota pinggiran terluar, terutama kota-kota yang terletak dekatLembah Yarra dan perbukitan di sebelah timur laut dan timur, sudah lama tidak mengalami kebakaran regeneratif sehingga kawasan semak kota tidak cukup subur. Departemen Keberlanjutan dan Lingkungan berupaya menyelesaikan masalah ini dengan memicu kebakaran rutin dengan sengaja.[99][100] Polusi udara diatur olehEPA Victoria dan beberapa dewan kota setempat. Menurut standar global,kualitas udara Melbourne dianggap baik.[101] Musim panas dan gugur menghasilkan kabut asap pekat setiap tahunnya di wilayah kota.[102][103]
Isu lingkungan terbaru di Melbourne adalahPort Phillip Channel Deepening Project, proyek pengerukan Teluk Port Phillip yang dicanangkan oleh pemerintah Victoria untuk memperdalam kanal pelabuhan Melbourne. Proyek ini memancing kontroversi dan terikat aturan ketat untuk mencegah dampak tumpahanlogam berat dan sedimen industri lainnya terhadap kawasan pantai dan spesies liar di laut.[72][104] Masalah polusi utama lainnya di Melbourne adalah kandungan bakteri, termasukE. coli, diSungai Yarra dan anak-anak sungainya akibat buruknya sistem septik[105] dansampah. Hampir 350.000 puntung rokok dibuang ke saluran pipa air hujan setiap hari.[106] Pemerintah mencanangkan sejumlah program untuk meminimalkan polusi pantai dan sungai.[72][107] Pada Februari 2010, pemerintah meluncurkanThe Transition Decade, program keberlanjutan masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.[108]
Pemandangan CBD dan pinggiran kota terdalam dari udara
Hoddle Grid, tata jalanan kota berselang ±1 x1⁄2 mil (1,61 x 0,80km), membentuk intidistrik bisnis pusat (CBD) Melbourne. Sungai Yarra membatasi tata jalan ini di sebelah selatan. Pembangunan perkantoran, kawasan komersial, dan kawasan publik diSouthbank danDocklands membuat kedua distrik ini seolah seperti CBD kedua, tetapi bukan bagian dari CBD.Jalanan komersial sepertiBlock Arcade andRoyal Arcade adalah efek samping tata jalan CBD.[109][110]
Berbeda dengan kota-kota lain di Australia, CBD Melbourne tidak punya batas ketinggian. Karena itu, CBD Melbourne merupakan permukiman terpadat di Australia dengan kepadatan 19.500 jiwa/km².[111] Jumlah pencakar langit di Melbournelebih banyak daripada kota lainnya di Australia.Eureka Tower di Southbank adalah bangunan tertinggi di kota ini.[112]
Melbourne seperti ibu kota negara bagian lainnya di Australia. Pada pergantian abad ke-20, kota ini meluas mengikuti prinsip 'seperempat are rumah dan kebun' untuk setiap keluarga, biasa disebutImpian Australia. Seiring populernya mobil pribadi pasca-1945, prinsip ini menghasilkan struktur kota ramah mobil yang kini bertahan di kawasan pinggiran tengah dan luar. Sebagian besarwilayah metropolitan Melbourne terdiri atas permukiman berkepadatan rendah, sedangkan permukiman di dekat pusat kota berkepadatan menengah dan mengutamakan angkutan umum. Kawasan pusat kota, Docklands, St. Kilda Road, dan Southbank memiliki kepadatan tinggi.
Melbourne sering disebut kota kebun Australia. Negara bagian Victoria dulu dijuluki negara bagian kebun (the garden state).[102][116][117] Ada banyaktaman dan kebun di Melbourne.[118] Beberapa di antaranya terletak diCBD dan memiliki beragam spesies tumbuhan biasa dan langka, alam buatan, jalur pejalan kaki, dan jalan raya berjajarkan pepohonan. Taman-taman di Melbourne memiliki reputasi sebagai taman publik terbaik di antara kota-kota besar di Australia.[119] Taman juga dibangun di kota-kota pinggiran Melbourne sepertiStonnington,Boroondara, danPort Phillip, sebelah tenggara CBD. Beberapataman nasional ditetapkan di sekeliling perkotaan Melbourne, antara lainTaman Nasional Mornington Peninsula,Taman Nasional Laut Port Phillip Heads, danTaman Nasional Point Nepean di sebelah tenggara,Taman Nasional Organ Pipes di sebelah utara, danTaman Nasional Dandenong Ranges di sebelah timur. Sejumlah taman negara bagian juga ditetapkan tepat di luar batas kota Melbourne.[120][121] Kawasan perkotaan Melbourne dibagi menjadi ratusan kota pinggiran (untuk keperluan penetapan alamat dan pos) dan diberi status wilayah pemerintah daerah (local government area/LGA),[122] 31 di antaranya terletak di dalam wilayah metropolitan.[123]
Rumah baris "Melbourne Style" banyak dijumpai di pinggiran kota dalam dan sering mengalami gentrifikasi.
Perumahan umum di Melbourne tidak banyak dan permintaan rumah kontrakan terus meningkat. Seiring waktu, harga kontrakan semakin tidak terjangkau bagi sebagian warga.[124][125][126] Perumahan umum disediakan olehHousing Commission of Victoria, badan yang beroperasi di bawah kerangka kerja Commonwealth-State Housing Agreement yang memandatkan pemerintah federal dan negara bagian untuk mendanai proyek perumahan.
Melbourne mengalami pertumbuhan penduduk tinggi yang turut meingkatkan kebutuhan tempat tinggal. Lonjakan pembangunan rumah menaikkan harga dan biaya sewa rumah serta ketersediaan semua jenis rumah.Pengaplingan tanah marak terjadi di pinggiran terluar Melbourne melalui berbagai paket rumah dan lahan yang ditawarkan pengembang. Kebijakan tata kota selama ini mendorong pembangunanpermukiman berkepadatan menengah dantinggi di daerah-daerah lama dengan aksestransportasi umum dan prasarana lainnya. Sepuluh tahun sejak kebijakan tersebut diberlakukan,tanah terbengkalai di pinggiran kota lingkar tengah dan luar Melbourne mulai dimanfaatkan kembali secara massal.[127]
Pencakar langit modern dimundurkan dari pinggir jalan untuk melestarikan bangunan zaman Victoria yang berjajar diCollins Street.
Kota ini dikenal karena memiliki percampuran arsitektur modern dengan bangunan-bangunan abad ke-19 dan awal abad ke-20.[128] Beberapa bangunan bersejarah yang arsitekturnya khas adalahRoyal Exhibition Building (terdaftar sebagaiSitus Warisan Dunia) yang dibangun selama dua tahun menjelangMelbourne International Exhibition tahun 1880; A.C. Goode House, bangunanNeo-Gothik di Collins Street yang dirancang oleh Wright, Reed & Beaver (1891); Old Stock Exchange (1888) bergaya Gothik Venesia karyaWilliam Pitt; Gothic Bank (1883) karyaWilliam Wardell yang memiliki interior terbaik di Melbourne;Parliament House;St Paul's Cathedral (1891); danFlinders Street Station (1909) karya Ivan Lazarus, stasiun kereta komuter tersibuk di dunia pada pertengahan 1920-an.[129]
Eureka Tower, gedung tertinggi di Melbourne, menembus awan pada malam hari
Di kota ini juga terdapatShrine of Remembrance, tugu untuk mengenang warga Victoria yang bertempur padaPerang Dunia I dan sekarang dipersembahkan untuk seluruh warga Australia yang terlibat dalam perang tersebut. Gedungbergaya Ratu Anne yang sudah diruntuhkan,APA Australian Building (1889), gedung tertinggi ke-3 di dunia waktu itu,[130] konon katanya berdiri menjelang persaingan pencakar langit diNew York City danChicago.[113] Gedung ini diruntuhkan tahun 1980 dan digantikan oleh bangunan lebih kecil berlantai empat.[131] Bangunan-bangunan besar yang dibangun sebelum perang dunia juga bernasib sama, termasuk Federal Coffee Palace (atau The Federal Hotel) bergaya Victoria yang berdiri di Collins Street sampai tahun 1971.[132]
Pada tahun 2018, kota ini memiliki 667 bangunan tinggi, 187 pencakar langit, 28 proyek dan 60 rencana pencakar langit.[133] making the city's skyline the tallest in Australia. CBD didominasi oleh gedung-gedung perkantoran modern, termasukRialto Towers (1986) yang dibangun di atas tanah beberapa bangunan klasik bergaya Victoria, dua di antaranya—Rialto Building (1889) karyaWilliam Pitt dan Winfield Building (1890) karya Charles D'Ebro dan Richard Speight—masih berdiri smapai saat ini. Salah satu gedung apartemen tinggi di kota ini adalahEureka Tower (2006),bangunan hunian tertinggi ke-13 di dunia per Januari 2014.[134]
Permukiman kota ini tidak memiliki gaya arsitektur tunggal, melainkan campuran rumah, rumah kota, kondominium, dan gedung apartemen di kawasan metropolitan (khususnya di daerah sebaran kota). Rumah terpisah dengan pekarangan luas adalah jenis rumah yang paling banyak dijumpai di luar pusat kota Melbourne. Rumah baris Victoria, rumah kota, dan puri bergayaItalia,kebangkitan Tudor, danNeo-George mudah ditemui di beberapa permukiman sepertiToorak.
Melbourne adalah pusat budaya internasional dan ibu kota budaya Australia karena sering menjadi tuan rumah kegiatan dan festival besar. Kota ini memiliki industri drama, musikal, komedi, musik, seni, arsitektur, sastra, film, dan televisi yang mapan.[135] Iklim, lokasi pinggir laut, dan kehidupan malamnya menjadikan Melbourne salah satu kota paling meriah di Australia. Selama tujuh tahun berturut-turut (2011 sampai 2017), kota ini memuncaki surveikota ternyaman di dunia versiThe Economist Intelligence Unit berkat kekayaan budayanya.[20] Kota ini menyelenggarakan berbagai kegiatan dan festival budaya setiap tahunnya, termasukMoomba (festival masyarakat terbesar di Australia),Melbourne International Arts Festival,Melbourne International Film Festival,Melbourne International Comedy Festival, danMelbourne Fringe Festival. Budaya kota ini menjadi daya tarik wisata; 2,7 juta pelancong internasional dan 8,9 juta pelancong domestik datang ke Melbourne pada tahun 2017.[136][137]
Jalanan komersial di pusat kota merupakan tempat wisata yang dikenal karena keragaman bar,seni jalanan, dan budaya minum kopinya.
Melbourne juga merupakan pusat keuangan penting. DalamGlobal Financial Centres Index 2017, Melbourne disebut sebagai pusat keuangan paling bersaing ke-21 di dunia.[152] Dua dariempat bank besar,NAB danANZ, bermarkas di Melbourne. Kota ini membangun reputasi sebagai tempat peredaran danasuperanuasi (pensiun) terbesar di Australia (40%). 65% danasuperanuasi industri, termasukFuture Fund milik pemerintah federal sebesar AU$109 miliar dolar disimpan di kota ini. Kota ini menempati peringkat ke-41 dari 50 pusat keuangan terbaik di dunia menurut MasterCard Worldwide Centers of Commerce Index (2008),[153] menyusul Sydney di peringkat ke-12. Melbourne adalah pusat industri terbesar kedua di Australia.[154] Sejumlah merek industri besar sepertiBoeing, produsen trukKenworth danIveco,Cadbury,Bombardier Transportation, danJayco mendirikan cabang di sini. Berbagai sektor manufaktur, mulai dari petrokimia dan farmasi hingga konveksi, kertas, dan makanan, hadir di kota ini.[155] Kota pinggiranScoresby di sebelah tenggara merupakan tempat berdirinya markasNintendo Australia. Melbourne juga menjadi penghubung penelitian dan pengembanganFord Australia serta studio desain globalGeneral Motors dan pusat teknikToyota.
CSL, satu dari lima perusahaan bioteknologi terdepan dunia, danSigma Pharmaceuticals mendirikan kantor pusat di Melbourne. Keduanya adalah perusahaan farmasi terbesar di Australia.[157] Melbourne memiliki industriTIK mapan yang mempekerjakan lebih dari 60.000 orang (sepertiga angkatan kerja TIK Australia) dengan pemasukan AU$19,8 miliar dan pendapatan ekspor AU615 juta. Selain itu, pariwisata juga berperan penting dalam ekonomi Melbourne. Sekira 7,6 juta pengunjung domestik dan 1,88 pengunjung internasional melancong ke kota ini pada tahun 2004.[158] Melbourne perlahan menjadi destinasi konferensi domestik dan internasional. Pada Februari 2006, pemerintah memulai proyek pusat pertemuan internasional senilai AU$$1 miliar dengan kapasitas 5.000 orang, Hilton Hotel, dan distrik komersial di sebelahMelbourne Exhibition and Convention Centre yang menyatukan proyek di pinggirSungai Yarra dengandaerah Southbank danDocklands.[159]
Pecinan Melbourne didirikan ketika demam emas dan merupakan permukiman Tionghoa tertua didunia Barat.
Di Melbourne Raya (Wilayah Statistik Ibu Kota Raya), 63,3% penduduk lahir di Australia. Negara kelahiran yang paling banyak adalah Britania Raya (3,4%), India (2,7%), Tiongkok (kecualiwilayah administratif khusus dan Taiwan) (2,3%),Italia (1,7%), danSelandia Baru (1,7%). Tahun 2011, bangsa keturunan terbanyak di Melbourne Raya (Wilayah Statistik Ibu Kota Raya) adalahInggris (21,1%),Australia (20,7%),Irlandia (6,9%),Skotlandia (5,7%), danItalia (5,5%).[164]
Melbourne memiliki populasipenutur bahasa Yunani terbesar di luar Eropa, setara dengan populasi kota-kota besar di Yunani sepertiLarissa danVolos.[165]Thessaloniki adalah kota kembar Melbourne di Yunani. MargaNguyen dari Vietnam merupakan marga terbanyak kedua yang tercantum di buku telepon Melbourne setelahSmith.[166] Kota ini juga memiliki banyak penduduk kelahiran India, Sri Lanka, dan Malaysia serta imigran Afrika Selatan dan Sudan. Keragaman budaya kota ini terlihat dari banyaknya restoran yang menyajikan masakan internasional. Lebih dari dua per tiga warga Melbourne menuturkan bahasa Inggris di rumah (68.1%). Bahasa-bahasa Tiongkok, khususnyaKanton danMandarin, menyusul di peringkat kedua (3.6%), bahasa Yunani ketiga, bahasa Italia keempat, dan bahasa Vietnam kelima, masing-masing lebih dari 100.000 penutur.[167] Meski angka migrasi lintas negara bagian Victoria naik-turun, jumlah penduduk divisi statistik Melbourne naik sekitar 70.000 jiwa per tahun sejak 2005. Melbourne kini memiliki pangsa imigran internasional terbesar (48.000), disusul oleh Sydney. Arus migrasi lintas negara bagian dari Sydney dan ibu kota lainnya juga besar karena harga rumah dan biaya hidup di Melbourne terjangkau.[168]
Dalam beberapa tahun terakhir,Melton,Wyndham danCasey, bagian dari divisi statistik Melbourne, mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi di antara semuadaerah pemerintah daerah di Australia. Jumlah penduduk Melbourne diperkirakan melebihi Sydney pada tahun 2028.[169] Dalam dua skenario,ABS memperkirakan bahwa Sydney akan tetap lebih besar daripada Melbourne setelah tahun 2056, walaupun selisihnya kurang dari 3% (saat ini selisihnya 12%). Menurut skenario pertama, populasi Melbourne berpotensi melebihi Sydney pada 2037[170] atau 2039 karena berkurangnya migrasi dalam negeri ke Sydney.[171] Penelitian lain mengklaim bahwa populasi Melbourne akan melebihi Sydney pada tahun 2040.[172]
Setelah kepadatan penduduk terus menurun sejak Perang Dunia II, kota ini mengalami peningkatan kepadatan di pinggiran terdalam danbarat berkat program-program pemerintah Victoria,Postcode 3000 danMelbourne 2030, yang bertujuan memperlambat perluasan kota.[173][174] MenurutAustralian Bureau of Statistics pada Juni 2013, pusat kota Melbourne memiliki kepadatan penduduk tertinggi, 12.400 jiwa/km2. Kota pinggiran terdalam sekitarnya mengalami kenaikan kepadatan penduduk antara tahun 2012 dan 2013:Carlton (9.000 jiwa/km2) danFitzroy (7.900 jiwa/km2).[175]
Universitas-universitas Melbourne memiliki kampus di seluruh Australia, beberapa di antaranya memiliki kampus di luar negeri. Swinburne University memiliki kampus diMalaysia, sedangkan Monash memiliki pusat penelitian diPrato, Italia. University of Melbourne, universitas tertua kedua di Australia,[178] adalah universitas Australia dengan peringkat tertinggi dalam indeks internasionalTHES tahun 2016. Tahun 2018, University of Melbourne diberi gelar universitas terbaik ke-32 di dunia oleh Times Higher Education Supplement, naik dari peringkat tahun 2016 dan 2017;[179] Monash University menempati peringkat ke-80.[180] Keduanya merupakan bagian dariGroup of Eight, koalisi perguruan tinggi termaju di Australia.[181]
Pada tahun 2017,RMIT University menempati peringkat ke-17 terbaik dunia di bidang seni & desain dan peringkat ke-28 terbaik dunia di bidang arsitektur.[182]Swinburne University of Technology yang berkampus di Hawthorn menempati peringkat ke-76 terbaik dunia secara keseluruhan dan ke-100 terbaik dunia di bidang fisika dalam indeks Academic Ranking of World Universities/[butuh rujukan] Swinburne menjadi satu-satunya universitas non-Group of Eight yang masuk 100 besar universitas terbaik di bidang sains.[butuh rujukan]Deakin University memiliki dua kampus besar di Melbourne dan Geelong dan merupakan universitas terbesar ketiga di Victoria. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlahpelajar internasional di universitas-universitas Melbourne naik pesat karena kursi untuk mahasiswa yang membayar penuh ditambah.[183] Pendidikan di Melbourne diatur olehDepartment of Education and Early Childhood Development (DEECD) Victoria. Departemen ini bertugas memberi saran kebijakan dan perencanaan untuk penyelenggaraan program pendidikan.[184]
Di Melbourne juga terdapat beberapa perguruan agama, antara lain Presbyterian Theological College, Reformed Theological College, Ridley College, dan Melbourne School of Theology.
Tiga surat kabar harian beredar di Melbourne, yaituHerald Sun (tabloid),The Age (dulubroadsheet, sekarangcompact), danThe Australian (broadsheet nasional). Enam stasiun televisi gratis mengudara di Melbourne Raya dan Geelong, yaituABC Victoria, (ABV),SBS Victoria (SBS),Seven Melbourne (HSV),Nine Melbourne (GTV),Ten Melbourne (ATV), danC31 Melbourne (MGV). Setiap stasiun (kecuali C31) menyiarkan saluran utama dan beberapa multisaluran. C31 disiarkan dari menara pemancar di Mount Dandenong dan South Yarra. Perusahaan media campuran digital-cetak seperti Broadsheet dan ThreeThousand juga beroperasi di Melbourne.
Banyak stasiun radio AM dan FM yang mengudara di Melbourne, termasuk stasiun milik pemerintah (ABC danSBS) danmasyarakat. Berbagai stasiunkomersial dimiliki oleh jaringan radio:DMG mengoperasikanNova 100 danSmooth;ARN mengoperasikanGold 104.3 danKIIS 101.1; danSouthern Cross Austereo mengoperasikanFox danTriple M. Radio kota-kota kecil di Victoria juga bisa didengar di Melbourne, misalnya93.9 Bay FM di Geelong. Radio alternatif pemuda di kota ini adalah ABCTriple J danSYN. Triple J,PBS, danTriple R memutar lagu-lagu yang kurang terkenal.JOY 94.9 menyasar pendengar gay, lesbian, biseksual, dan transgender.3MBS danABC Classic FM ditujukan untuk penggemar musik klasik.Light FM merupakan radio Kristen kontemporer. Stasiun radio AM di Melbourne meliputi774,Radio National, danNews Radio yang berafiliasi dengan ABC serta3AW danMagic yang berafiliasi denganFairfax.SEN 1116 menyasar penggemar olahraga. Melbourne memiliki banyak stasiun radio yang dioperasikan masyarakat dengan berbagai kepentingan, misalnya3CR dam3KND yang ditujukan untuk pendengar pribumi. Beberapa kota pinggiran memiliki stasiun radio masyarakat untuk pendengar lokal.[185]
Melbourne dihuni oleh beragam umat beragama, terutama umatKristen. Besarnya umat Kristen ditandai oleh keberadaan dua katedral besar di kota ini, yaituSt Patrick's (Katolik Roma) danSt Paul's (Anglikan). Keduanya dibangun padazaman Victoria dan dianggap sebagai warisan sejarah kota.[186] Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang-orang tanpa agama di Melbourne Raya tumbuh pesat dan menjadi salah satu komunitas niragama terbesar di Australia.[187]
Lebih dari 180.000 Muslim tinggal di Melbourne.[188] Kehidupan beragama Muslim di Melbourne didukung oleh lebih dari 25 masjid dan musala di kampus universitas, kantor, dan tempat lainnya.[189]
Hingga 2000[update], Melbourne memiliki populasiYahudi Polandia terbesar di Australia. Jumlah penyintasHolokaus yang tinggal di kota ini terbanyak di Australia[190] dan terbanyak kedua di dunia setelahIsrael.[191] Melbourne memiliki banyak lembaga budaya, agama, dan pendidikan Yahudi, termasuk 40 sinagoge, 7 sekolah agama,[192] dan satukoran Yahudi.[193]
Pelaksanaan pemerintahan kota Melbourne dibagi antarapemerintah Victoria dan27 kota dan empat shire yang membentuk wilayah metropolitan. Tidak ada kepala pemerintahan seremonial atau politik, tetapiLord Mayor of the City of Melbourne biasanya ditunjuk sebagai pelaksana tugas wali kota[194] saat sedang di luar Victoria atau luar negeri.
Dewan daerah menjalankan fungsi pemerintahan seperti yang tertuang dalam Local Government Act (Undang-Undang Pemerintah Daerah) tahun 1989,[195] di antaranyatata kota danpengolahan limbah. Layanan umum lainnya disediakan atau diatur olehpemerintah negara bagian yang berkedudukan diParliament House,Spring Street. Pemerintah Victoria menangani berbagai layanan publik seperti transportasi umum, jalan raya, pengaturan lalu lintas, polisi, pendidikan di atas prasekolah, kesehatan, dan perencanaan proyek infrastruktur besar. Pemerintah Victoria berhak membatalkan keputusan pemerintah daerah, termasuk tata kota. Permasalahan warga Melbourne sering diangkat dalam kampanye pemilu tingkat negara bagian.
Menurut Mercer Consulting tahun 2012, infrastruktur Melbourne merupakan infrastruktur kota terbaik ke-17 di dunia, menyusul Sydney di peringkat ke-10.[196]
Departemen Kesehatan dan Layanan MasyarakatPemerintah Victoria mengoperasikan 30 rumah sakit umum di wilayah metropolitan Melbourne dan 13 organisasi penyedia layanan kesehatan.[197]
Berbagai lembaga riset kedokteran,neurosains, danbioteknologi berdiri di Melbourne, antara lain St. Vincent's Institute of Medical Research, Australian Stem Cell Centre, Burnet Institute, Australian Regenerative Medicine Institute, Victorian Institute of Chemical Sciences, Brain Research Institute, Peter MacCallum Cancer Centre, Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research, dan Melbourne Neuropsychiatry Centre.
Lembaga lainnya yang juga berdiri di kota ini adalah Howard Florey Institute, Murdoch Childrens Research Institute, Baker Heart and Diabetes Institute, dan Australian Synchrotron.[198] Beberapa lembaga di antaranya berafiliasi dengan universitas dan bermarkas dekat kampus. Royal Melbourne Hospital, Royal Children's Hospital, dan Monash Children's Hospital terletak di Melbourne.
Dari semua ibu kota negara bagian Australia, Melbourne dan Canberra memiliki harapan hidup laki-laki tertinggi (80,0 tahun) dan harapan hidup perempuan tertinggi kedua (84,1 tahun) setelah Perth.[199]
Layaknya kota-kota lain di Australia, penduduk Melbourne sangat bergantung kepada mobil pribadi,[200] khususnya di kawasan pinggiran terluar yang jumlah mobil pribadinya sangat banyak.[201] 3,6 juta mobil pribadi bergerak di jalanan sepanjang22.320km (13.870mi). Melbourne pun menjadi salah satu kota dengan panjang jalan per kapita tertinggi di dunia.[200] Pada awal abad ke-20, mobil pribadi semakin diminati dan mendorong perluasan permukiman pinggir kota sekaligusperebakan kota.[202] Pada pertengahan 1950-an, kota ini memiliki kurang dari 200 mobil pribadi per 1.000 jiwa. Tahun 2013, jumlahnya naik menjadi 600 mobil pribadi per 1.000 jiwa.[203] Kini, Melbourne memiliki jaringan jalan bebas hambatan dan jalan arteri massal yang digunakan oleh mobil pribadi, truk, dan transportasi umum seperti bus dan taksi. Jalan bebas hambatan yang menuju kota Melbourne adalah Eastern Freeway, Monash Freeway, dan West Gate Freeway (mencakup West Gate Bridge), sedangkan jalan bebas hambatan lingkar kota Melbourne adalah CityLink (mencakup Bolte Bridge), Eastlink, Western Ring Road, Calder Freeway, Tullamarine Freeway (jalan utama ke bandara), dan Hume Freeway yang menghubungkan Melbourne dan Sydney.[204]
Melbourne memiliki sistem transportasi umum terintegrasi yang terdiri atas kereta api, trem, bus, dan taksi.Stasiun Flinders Street merupakan stasiun kereta penumpang tersibuk di dunia pada tahun 1927. Jaringan trem Melbourne mengalahkan Sydney sebagai jaringan trem terbesar di dunia pada tahun 1940-an. Waktu itu, 25% komuter menggunakan transportasi umum. Pada tahun 2003, jumlahnya turun menjadi 7,6%.[205]The public transport system was privatised in 1999, symbolising the peak of the decline.[206]Meski operator transportasi umum dilepas ke swasta dan beberapa pemerintahan mengutamakan pembangunan kota yang ramah mobil,[207] jumlah penumpang transportasi umum perlahan meningkat. Jumlah komuter pengguna transportasi umum naik menjadi 14,8%.[208] Tahun 2006, pemerintah Victoria menargetkan kenaikan pengguna transportasi umum hingga 20% di Melbourne pada 2020.[209] Sejak 2006, jumlah pengguna transportasi umum naik lebih dari 20%.[209]
Jaringan kereta api Melbourne dibangun pada masa demam emas tahun 1850-an. Kini, jaringan ini memiliki218 stasiun pinggir kota dan 16 jalur yang membentang keluar kota dari jalurCity Loop, sistem kereta bawah tanah di CBD.Stasiun Flinders Street,stasiun transit tersibuk di Australia, adalah salah satu tempat wisata terkenal di Melbourne.[129] Kota ini terhubung oleh kereta api dengan kota-kota lain di Victoria. Kereta antarnegara bagian berangkat daristasiun Southern Cross di Docklands. KeretaThe Overland tujuanAdelaide beroperasi dua kali seminggu, sedangkan keretaXPT tujuan Sydney berangkat dua kali sehari. Pada tahun 2013–2014, jaringan kereta api Melbourne mengangkut 232 juta penumpang, tertinggi sepanjang sejarah.[210] Banyak jalur kereta api, jalur khusus, danbalai yasa yang juga dimanfaatkan oleh kereta barang.
Jaringan trem Melbourne adalah jaringan trem terbesar di dunia dan satu-satunya jaringan trem multijalur di Australia.
Jaringan trem Melbourne sudah ada sejak 1880-an ketika harga tanah sedang naik. Pada tahun 2016, jaringan trem ini memiliki rel sepanjang250km (155,3mi), 487 trem,25 rute, dan 1.763halte trem.[211] Trem Melbourne adalah jaringan trem terbesar di dunia.[22][212] Pada tahun 2013–2014, jaringan trem Melbourne mengangkut 176,9 juta penumpang.[210] Sekitar 80 persen jalur trem berbagi tempat dengan jalan raya, sedangkan sisanya terpisah dari jalan atau menjadi bagian dari jalurkereta ringan.[211] Trem Melbourne diakui sebagai warisan budaya dan tempat wisata.Trem tua beroperasi secara gratis dirute City Circle dan menyasar wisatawan yang berkunjung ke Melbourne.Trem restoran berjalan mengelilingi kota dan sekitarnya pada malam hari.[213] Melbourne saat ini sedang memproduksi 50 trem baru kelas E. Beberapa di antarany sudah beroperasi pada tahun 2014. Trem kelas E memiliki panjang 30 meter dan lebih canggih daripada trem kelas C2 dengan panjang yang sama. Jaringanbus Melbourne terdiri atas±300 rute yang melayani kota pinggiran terluar dan daerah-daerah yang tidak dilalui kereta api dan trem.[213][214] Jaringan bus kota ini mengangkut 127,6 juta penumpang pada tahun 2013–2014, naik 10,2 persen dari tahun sebelumnya.[210]
Transportasi laut adalah bagian penting dari sistem transportasi Melbourne.Port of Melbourne merupakan pelabuhan barang dan penumpang terbesar dan tersibuk di Australia. Pelabuhan ini menangani 2 juta kontainer kapal sepanjang tahun 2007 dan menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di belahan bumi selatan.[215]Station Pier di Port Phillip Bay adalah terminal kapal penumpang utama untukkapal pesiar dan kapal feriSpirit of Tasmania yang menghubungkan Melbourne denganTasmania lewatSelat Bass.[216] Feri dan taksi air beroperasi di beberapa pelabuhan kecil di pinggir Sungai Yarra yang tersebar sampai South Yarra dan Port Phillip Bay.
Melbourne dilayani olehempat bandara.Bandar Udara Melbourne diTullamarine adalah gerbang domestik dan internasional utama sekaligus bandara tersibuk kedua di Australia. Bandara ini merupakan pangkalan maskapai penumpangJetstar Airways danTiger Airways Australia dan maskapai kargoAustralian air Express danToll Priority serta penghubung utamaQantas danVirgin Australia.Bandar Udara Avalon, terletak di antara Melbourne danGeelong, adalah penghubung kedua Jetstar. Bandara ini juga dimanfaatkan sebagai fasilitas kargo dan perawatan pesawat. Bus dan taksi merupakan satu-satunya moda transportasi umum yang menghubungkan kota dengan kedua bandara ini. Ambulans terbang juga tersedia untuk pemindahan pasien ke dalam dan luar negeri.[217] Melbourne juga memiliki bandarapenerbangan umum besar, yaituBandar Udara Moorabbin di sebelah tenggara Melbourne. Bandara ini juga melayani beberapa penerbangan penumpang.Bandar Udara Essendon, dulu bandara utama Melbourne, juga melayani penerbangan penumpang, penerbangan umum, dan beberapa penerbangan kargo.[218]
Penyimpanan dan pasokan air Melbourne dikelola oleh Melbourne Water, badan usaha milik pemerintah Victoria. Organisasi ini juga menangani limbah dan waduk air di sekitar Melbourne serta pabrik desalinasi Wonthaggi dan North–South Pipeline. Air disimpan di beberapa waduk di dalam dan luar Melbourne Raya. Bendungan terbesar,Thomson River Dam yang terletak di pegunungan Victorian Alps, menampung kurang lebih 60% persediaan air Melbourne.[220] Bendungan-bendungan kecil sepertiUpper Yarra Dam,Yan Yean Reservoir, danCardinia Reservoir merupakan pemasok sekunder.
Gas dipasok oleh tiga perusahaan distributor:
AusNet Services memasok gas dari pinggiran terdalam barat Melbourne ke Victoria barat daya.
Multinet Gas memasok gas dari pinggiran terdalam timur Melbourne ke Victoria timur (milik SP AusNet usai akuisisi, tetapi tetap beroperasi dengan merek Multinet Gas).
Australian Gas Networks memasok gas dari pinggiran terdalam utara Melbourne ke Victoria utara dan sebagian besar Victoria tenggara.
Listrik disalurkan oleh lima perusahaan distributor:
Citipower menyalurkan listrik ke CBD Melbourne dan beberapa kota pinggiran terdalam.
Powercor menyalurkan listrik ke pinggiran terluar barat dan Victoria barat (Citipower dan Powercor dimiliki oleh perusahaan yang sama).
Jemena menyalurkan listrik ke pinggiran terluar barat dan utara.
United Energy menyalurkan listrik ke pinggiran terdalam timur dan tenggara serta Mornington Peninsula.
AusNet Services menyalurkan listrik ke pinggiran terluar timur dan Victoria utara dan timur.
Sejumlah perusahana telekomunikasi menyediakan layanan komunikasi darat dan seluler sertalayanan internet nirkabel. Sejak 2016, Melbourne menyediakan fasilitas Wi-Fi umum gratis berkecepatan 250 MB di beberapa daerah.
Eureka Tower, apartemen sekaligus gedung tertinggi di Melbourne dimana pada puncak gedung lantai 88 wisatawan dapat melihat kota Melbourne dan juga dapat mencoba teras transparant.
Loch Ard Gorge, diambil dari nama kapal yang hanyut di sana merupakan salah satu hasil erosi juga.
London Arch, objek wisata ini dulu dikenal dengan nama London Bridge yang juga merupakan hasil erosi. Bebatuan di sana dulu membentuk jembatan dengan sebuah penopang alami di tengah tetapi bagian yang dekat dengan pantai sudah runtuh.
Meski tingkat kejahatan di Melbourne turun 6,2% pada tahun 2017, kota ini masih memiliki tingkat kejahatan tertinggi di Victoria dengan lebih dari18.280 pelanggaran per 100.000 penduduk.[221] Namun demikian, Melbourne adalah kota teraman ke-5 di dunia menurutThe Economist Safe Cities Index 2017.[222]
Melbourne memiliki enam kota kembar internasional.[223] Menurut dewan City of Melbourne, "seluruh kota ini diperkaya oleh pengaruh mereka, mulai dari pertukaran pendidikan, kebudayaan, dan olahraga hingga kesempatan kerja sama bisnis yang tidak tertandingi."[224][225][226] Kota-kota tersebut adalah:
↑Di Britania Raya dan Amerika Serikat, varian pengucapannya adalah/ˈmɛlbɔːrn/:Wells, John C. (2008),Longman Pronunciation Dictionary (Edisi 3rd), Longman,ISBN9781405881180
↑The use of the term Melburnian can be traced back to 1876 where the case for Melburnian over Melbournian was made in theMelbourne Grammar School publication, theMelburnian. "The diphthong,'ou' is not a Latin diphthong: hence, we argued this way,Melburnia would be [the] Latin form of name, and from it comesMelburnian." SeeOxford English Dictionary Additions Series, iii, s.v. "MelburnianDiarsipkan 2023-02-19 diWayback Machine.".
12"History of the City of Melbourne"(PDF). City of Melbourne. November 1997. hlm.8–10. Diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 2022-10-10. Diakses tanggal28 January 2018.
12Lewis, Miles (1995).Melbourne: the city's history and development (Edisi 2nd). Melbourne: City of Melbourne. hlm.25.ISBN0-949624-71-3.
↑Gary Presland,Aboriginal Melbourne: The Lost Land of the Kulin People, Harriland Press (1985), Second edition 1994,ISBN0-9577004-2-3
123"Foundation of the Settlement".History of the City of Melbourne. City of Melbourne. 1997. Diarsipkan dariasli tanggal 20 February 2011. Diakses tanggal13 July 2010.
12Isabel Ellender and Peter Christiansen,People of the Merri Merri. The Wurundjeri in Colonial Days, Merri Creek Management Committee, 2001ISBN0-9577728-0-7
↑Button, James (4 October 2003)."Secrets of a forgotten settlement".The Age. Melbourne: Fairfax. Diarsipkan dariasli tanggal 2012-11-05. Diakses tanggal19 October 2008.
↑Annear, Robyn (2005).Bearbrass: Imagining Early Melbourne. Melbourne, Victoria: Black Inc. hlm.6.ISBN1863953973.
↑"Melbourne's Godfather".The West Australian. Vol.50, , no.14, 996. Western Australia. 14 July 1934. hlm.6. Diarsipkan dariasli tanggal 2022-06-04. Diakses tanggal20 September 2017– via National Library of Australia.Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
↑"Roads". City of Melbourne. Diarsipkan dariasli tanggal 20 February 2011. Diakses tanggal29 September 2008.
↑Premier Postal History."Post Office List". Diarsipkan dariasli tanggal 10 Mei 2008. Diakses tanggal11 April 2008.
↑James Boyce, 1835: The Founding of Melbourne and the Conquest of Australia, Black Inc, 2011, page 151 citing Richard Broome, "Victoria" in McGrath (ed.), Contested Ground: 129
↑James Boyce, 1835: The Founding of Melbourne and the Conquest of Australia, Black Inc, 2011, p.186
↑James Boyce, 1835: The Founding of Melbourne and the Conquest of Australia, Black Inc, 2011, p.199
↑James Boyce, 1835: The Founding of Melbourne and the Conquest of Australia, Black Inc, 2011, page 163
↑Pennings, Mark (2012).Origins of Australian Football: Victoria's Early History: Volume 1: Amateur Heroes and the Rise of Clubs, 1858 to 1876. Connor Court Publishing Pty Ltd.ISBN9781921421471, p. 11
↑Wright, Tim Powell (2024-02-07)."1880s".Faculty of Engineering and Information Technology (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal2025-05-14.
↑"The Story of Melbourne".Argus. Melbourne, Australia: National Library of Australia. 9 September 1926. hlm.8 Supplement: An Historic Souvenir. Diarsipkan dariasli tanggal 2021-02-20. Diakses tanggal24 January 2012.
↑Button, James (10 January 2004)."He came, he saw, he marvelled".The Age. Fairfax. Diarsipkan dariasli tanggal 2012-11-06. Diakses tanggal7 July 2012.
1234Cannon, Michael (1966).The Land Boomers. Melbourne University Press; Cambridge University Press.
↑Saward, Joe (1 Februari 1996)."Interview – Judith Griggs".Grandprix. Inside F1. Diarsipkan dariasli tanggal 17 Januari 2010. Diakses tanggal14 Mei 2010.
↑Lewis, MilesMelbourne the city's history and development p203,205–206
↑Marino, Melissa; Colebatch, Tim (24 March 2005)."Melbourne's population booms".The Age. Australia. Diarsipkan dariasli tanggal 2012-11-04. Diakses tanggal18 July 2008.
↑Russell, Mark (2 January 2006)."Life's a beach in Melbourne".Sydney Morning Herald. Diarsipkan dariasli tanggal 2009-01-22. Diakses tanggal29 September 2008.
123"Beach Report 2007–08"(PDF). EPA. Diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 1 October 2008. Diakses tanggal29 September 2008.
↑Tapper, Andrew; Tapper, Nigel (1996). Gray, Kathleen (ed.).The weather and climate of Australia and New Zealand (Edisi First). Melbourne, Australia: Oxford University Press. hlm.300.ISBN0-19-553393-3.
↑Cardew, R; Fanning, P; George, J (1998).Urban Footprints and Stormwater Management: A Council Survey. Australian Institute of Urban Studies. hlm.16–25.
↑Thompson, Jeremy (1 July 2002)."Scientists declare war on Indian mynah".7.30 Report. Australian Broadcasting Corporation. Diarsipkan dariasli tanggal 2008-06-12. Diakses tanggal18 July 2008.
↑Bradbury, Garth (7 September 2004)."Update on Pigeon Management Issue"(PDF). City of Melbourne. Diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 1 October 2008. Diakses tanggal22 October 2008.
↑Marks, C.A. & Bloomfield, T.E. (1999) Distribution and density estimates for urban foxes (Vulpes vulpes) in Melbourne: implications for rabies control
↑Murray, Robert; White, Kate; Kock, P (1995).State of Fire: A History of Volunteer Firefighting and the Country Fire Authority in Victoria. Hargreen. hlm.339 pages.ISBN0-949905-63-1.
↑CSIRO: Marine and atmospheric research."Urban and regional air pollution". CSIRO. Diarsipkan dariasli tanggal 23 February 2008. Diakses tanggal18 July 2008.
↑Gardiner, Ashley (31 May 2008)."E coli running riot in Yarra River".Herald Sun. Australia: News. Diarsipkan dariasli tanggal 2012-12-03. Diakses tanggal18 July 2008.
↑Australian Institute of Urban Studies and City of Melbourne."AIUS Indicators".Environmental indicators for Metropolitan Melbourne. Australian Institute of Urban Studies. Diarsipkan dariasli tanggal 13 November 2007. Diakses tanggal18 July 2008.
↑"Transition decade launch". Beyond Zero Emissions. 19 January 2010. Diarsipkan dariasli tanggal 12 February 2010. Diakses tanggal21 June 2010.
↑Freeman-Greene, Suzy (10 August 2005)."Melbourne's love affair with lanes".The Age. Australia. Diarsipkan dariasli tanggal 2012-06-26. Diakses tanggal18 July 2008.
↑ Essential but unplanned: the story of Melbourne's lanes. Weston Bate. City of Melbourne: State Library of Victoria, 1994
↑Peter Fischer and Susan Marsden,Vintage Melbourne: beautiful buildings from Melbourne city centre, East Street Publications, Bowden South Australia 2007
↑sector=Government,; corporateName=Department of Economic Development, Jobs, Transport and Resources; address=121 Exhibition St, MELBOURNE 3000;."International research".www.business.vic.gov.au (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dariasli tanggal 2020-04-08. Diakses tanggal2018-03-27.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
↑sector=Government,; corporateName=Department of Economic Development, Jobs, Transport and Resources; address=121 Exhibition St, MELBOURNE 3000;."Domestic and regional research".www.business.vic.gov.au (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dariasli tanggal 2018-03-27. Diakses tanggal2018-03-27.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
↑"Cities of Literature".cityofliterature.com. Diarsipkan dariasli tanggal 2015-02-18. Diakses tanggal20 February 2015.
↑"Southbank Theatre".Melbourne Theatre Company. Melbourne Theatre Company. 2014. Diarsipkan dariasli tanggal 2013-07-12. Diakses tanggal9 November 2014.
↑"Melbourne 2030 – in summary". Victorian Government, Department of Sustainability and Environment. Diarsipkan dariasli tanggal 7 September 2008. Diakses tanggal5 October 2008.
↑"WEHI: Our research partners".Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research. University of Melbourne. Diarsipkan dariasli tanggal 27 September 2011. Diakses tanggal13 July 2011.
↑"University of Melbourne".Times Higher Education (THE) (dalam bahasa American English). Diarsipkan dariasli tanggal 2021-02-27. Diakses tanggal2018-09-20.
↑"Monash University".Times Higher Education (THE) (dalam bahasa American English). Diarsipkan dariasli tanggal 2021-03-21. Diakses tanggal2018-09-20.
↑"News". The Australian Jewish News. Diarsipkan dariasli tanggal 2010-09-23. Diakses tanggal28 August 2010.
↑Dunstan, David (12 November 2004)."The evolution of 'Clown Hall'".The Age. Melbourne. Diarsipkan dariasli tanggal 2008-01-12. Diakses tanggal8 November 2010.
↑Birnbauer, William (9 April 2006)."$1.2bn sting in the rail".The Age. Melbourne. Diarsipkan dariasli tanggal 2012-11-04. Diakses tanggal18 July 2008.
↑Gray, Darren (8 September 2003)."Bid to end traffic chaos".The Age. Melbourne: Fairfax. Diarsipkan dariasli tanggal 2021-02-20. Diakses tanggal18 July 2008.
Borthwick, John Stephen; McGonigal, David (1990).Insight Guide: Melbourne. Prentice Hall Travel.ISBN978-0-13-467713-2.
Briggs, John Joseph (1852).The History of Melbourne, in the County of Derby: Including Biographical Notices of the Coke, Melbourne, and Hardinge Families. Bemrose & Son.
Brown-May, Andrew; Swain, Shurlee (2005).The Encyclopedia of Melbourne. Melbourne, Vic: Cambridge University Press.
Carroll, Brian (1972).Melbourne: An Illustrated History. Lansdowne.ISBN978-0-7018-0195-3.
Cecil, David (1954).Melbourne. Grosset's universal library. Bobbs-Merrill.LCCN54009486.
Collins, Jock; Mondello, Letizia; Breheney, John; Childs, Tim (1990).Cosmopolitan Melbourne. Explore the world in one city. Rhodes, New South Wales: Big Box Publishing.ISBN978-0-9579624-0-8.
Coote, Maree (2003).The Melbourne Book: A History of Now (Edisi 2009). Melbournestyle Books.ISBN978-0-9757047-4-5.
Jim Davidson, ed. (1986).The Sydney-Melbourne Book. North Sydney, New South Wales: Allen and Unwin.ISBN978-0-86861-819-7.
Lewis, Miles Bannatyne; Goad, Philip; Mayne, Alan (1994).Melbourne: The City's History and Development (Edisi 2nd). City of Melbourne.ISBN978-0-949624-71-0.