| Mary Dilys Glynne | |
|---|---|
| Lahir | Mary Dilys Glynne (1895-02-24)24 Februari 1895 Bangor,Wales, Britania Raya |
| Meninggal | 1 Juni 1991(1991-06-01) (umur 96) Harpenden,Hertfordshire, Inggris |
| Kebangsaan | Britania Raya |
| Almamater | University College of North Wales (sekarangUniversitas Bangor) |
| Dikenal atas | Penelitian tentang penyakit tanaman, khususnyatake-all daneyespot |
| Penghargaan | Officer of the Order of the British Empire (1960) |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Fitopatologi |
| Institusi | Rothamsted Research |
Mary Dilys GlynneOBE (19 Februari 1895 – 9 Mei 1991) adalah seorangpatolog tumbuhan danpendaki gunung asal Britania Raya.
Ia merupakan ahli patologi tumbuhan pertama diRothamsted Experimental Station dan dikenal atas penelitiannya terhadap penyakit jamur berbasis tanah, termasukkutil kentang (Synchytrium endobioticum),eyespot pada gandum, dantake-all. Glynne mengembangkan metode untuk mengidentifikasi varietas tanaman yang resisten terhadap penyakit jamur tersebut serta membuktikan bahwa metode sepertirotasi tanaman justru memperparah masalah. Penelitiannya berkontribusi pada peningkatan hasil pertanian, yang menjadi sangat penting selamaPerang Dunia II. Atas jasanya di bidang pertanian, ia dianugerahi gelar OBE.
Selain sebagai ilmuwan, Glynne juga merupakan seorang pendaki gunung yang antusias. Ia mendaki sejumlah puncak terkenal di Pegunungan Alpen dan menjadi orang kedua, serta perempuan pertama, yang mencapai puncakGunung Spencer diSelandia Baru.
Glynne lahir dengan nama Mary Dilys Glynne Jones diBangor, Gwynedd,Wales Utara, pada 19 Februari 1895. Ayahnya, John Glynne Jones, bekerja sebagai pengacara, sementara ibunya, Dilys Lloyd Glynne Jones, merupakan sekretaris dan kemudian wakil presiden Asosiasi untuk Promosi Pendidikan Perempuan di Wales. Glynne memiliki empat saudara kandung dan merupakan anak tengah dengan satu kakak laki-laki, satu kakak perempuan, serta satu adik laki-laki dan perempuan.[1] Kakak perempuannya, Eryl Smith, adalah seorang dokter dan kolektor tanaman.
Ibunya turut mendirikanBangor School for Girls, tempat Glynne memperoleh pendidikan awal sebelum melanjutkan keNorth London Collegiate School, yang juga memiliki keterkaitan dengan ibunya. Ia kemudian meraih gelar dalam bidang botani dariUniversity College of North Wales pada tahun 1917. Tak lama setelah itu, ia menghilangkan nama "Jones" dari namanya.[1]
Setelah lulus, Glynne ditawari posisi di Departemen Pertanian University College of North Wales, tetapi dalam beberapa bulan ia mulai menjadi sukarelawan diRothamsted Experimental Station, tempatE. John Russell menjabat sebagai direktur.Winifred Brenchley, perempuan pertama yang bekerja dalam ilmu pertanian di Rothamsted, kemudian menawarinya posisi tetap sebagai asisten ahli botani.[1] Ia bekerja di sana selama 43 tahun dan menjadi salah satu anggota pertama DepartemenMikologi pada tahun 1918.[2] Kemudian, ia mendirikan Departemen Patologi Tumbuhan.[3]
Penelitian pertamanya berfokus pada penyakit kutil kentang yang disebabkan oleh jamurSynchytrium endobioticum. Metodenya dalam mengidentifikasi varietas tanaman yang resisten terhadap penyakit ini, yang dikenal sebagai metode Glynne-Lemmerzahl, masih digunakan hingga saat ini.[1] Universitas Wales mengakui pentingnya penelitian ini dengan menganugerahinya gelar MSc pada tahun 1922.[2]
Pada tahun 1927, Glynne memenangkan beasiswa Dr. Georgina Sweet di Federasi Internasional Perempuan Universitas dalam konferensi di Wina.[1] Beasiswa ini memungkinkannya melakukan studi selama setahun di Australia, Tasmania, dan Selandia Baru pada tahun 1928.[4] Di sana, ia bekerja diUniversitas Melbourne dan berkeliling Australia bersama Departemen Pertanian untuk mempromosikan teknik pertanian yang lebih baik. Dalam perjalanan pulangnya, ia mengunjungi beberapa negara di Afrika untuk mempelajari tantangan pertanian yang dihadapi di sana.[1]
Pada tahun 1930-an, penelitiannya beralih ke penyakit gandum, terutama yang disebabkan oleh jamur tanah. Ia menemukan bahwa rebahnya tanaman gandum menjelang panen bukan hanya akibat angin atau hujan, melainkan disebabkan oleh penyakit jamurtake-all daneyespot.[3] Selain mengidentifikasi penyebabnya dan varietas gandum yang lebih tahan, ia juga membuktikan bahwa rotasi tanaman justru memperparah masalah tersebut. Temuannya memungkinkan para petani untuk memilih varietas gandum yang lebih tahan terhadap penyakit ini.[1][3] Pada tahun 1935, ia menemukan jamur patogenGibellina cerealis, yang diperkirakan telah diperkenalkan ke Britania Raya oleh pemukim Romawi.[1]
Penelitiannya menjadi semakin penting pada akhirPerang Dunia II, ketika kebutuhan untuk meningkatkan produksi pangan sangat mendesak akibatkekurangan pangan.[1] Karyanya mengenai penyakit eyespot pada gandum membuatnya memperoleh gelar DSc dari Universitas Wales pada tahun 1943.[2] Pada 1940-an dan 1950-an, ia terus melakukan penelitian tentang patologi tanaman sereal[5] serta menemukan hubungan antara pembuangan material organik di tanah dan pertumbuhan jamur patogen.[6]
Salah satu minat utama Glynne adalah pendakian gunung dan panjat tebing, meskipun keluarganya tidak mendukung hobinya,[3] karena sepupu ibunya, Owen Glynne Jones, meninggal pada usia 32 tahun akibat kecelakaan pendakian di Dent Blanche.[7] Meskipun demikian, Glynne tetap aktif mendaki sepanjang hidupnya, termasuk di Australia dan Selandia Baru selama perjalanannya ke sana.[3] Ia mencatat pendakian kedua yang pernah dilakukan keGunung Spencer di Selandia Baru, serta menjadi wanita pertama yang mendakinya.[3]
Sekembalinya ke Eropa, ia mendaki berbagai puncak utama diPegunungan Alpen, termasukMatterhorn,Mont Blanc,La Meije, danAiguille du Dru pada tahun 1930-an.[3] Ia terus melakukan pendakian hingga usia 60-an tahun, termasuk mendakiGunung Fuji di Jepang pada tahun 1963.[3]
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, Glynne memberikan serangkaian ceramah kepadaRoyal Geographical Society mengenaiAngkor Wat dan berbagai situs lain diKamboja.[1][8] Namanya diakui oleh dewan pariwisata Kamboja dalam buku panduan wisata mereka.[8]
Glynne diangkat sebagai anggotaInstitute of Biology[1] dan dalamDaftar Penghargaan Ulang Tahun Ratu 1960, ia dianugerahi gelar Officer of the Most ExcellentOrder of the British Empire (OBE) atas jasanya dalam bidang pertanian.[9] Pada tahun yang sama, ia pensiun dari pekerjaannya, tetapi tetap melanjutkan perannya sebagai relawan di Rothamsted selama dua tahun berikutnya.[1]
Dalam bidang pendakian gunung, Glynne merupakan anggotaFell & Rock Climbing Club,Pinnacle Club, serta menjabat sebagai wakil presidenLadies' Alpine Club.[3] Pada tahun 1991, pada usia 96 tahun, ia mengalamibronkopneumonia dan meninggal di rumah perawatannya di Harpenden.[1]