Malam Natal adalahmalam sebelum hari kelahiranYesus, dirayakan pada tanggal 24 Desember oleh gerejaKekristenan Barat.[4]
Salah satu alasan perayaan Malam Natal karena hari liturgi tradisional dimulai sejak matahari terbenam,[5] yang merupakan sebuah peninggalan dari tradisi Yahudi.[6] Tradisi ini didasarkan pada kisah penciptaan dalamKitab Kejadian: "Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama."[7] Dalam tradisiRitus Timur, hari liturgi ini dimulai dari matahari terbenam hingga matahari terbenam keesokan harinya.[8] Tradisi memulai perayaan Natal pada malam sebelumnya bertahan di gereja Kekristenan Barat yang telah mengubah awal hari liturgi menjadi tengah malam, misalnyaGereja Katolik Roma.[9]
Menurut tradisi Kristiani,Yesus lahir pada malam hari (Lukas 2:6-8), sehingga pada Malam Natal diadakan Misa Tengah Malam.[10] Pendapat bahwa Yesus lahir pada malam hari tercermin dalam berbagai sebutan untuk Malam Natal, seperti: Malam Kudus, "Heilige Nacht" dalam bahasa Jerman, "Nochebuena" dalam bahasa Spanyol, dan ekspresi serupa mengenai spiritualitas Natal, seperti lagu "Malam Kudus".
UmatKatolik Roma danAnglikan secara tradisional merayakanMisa Tengah Malam, yang dimulai sebelum tengah malam pada Malam Natal. Perayaan ini diadakan di gereja-gereja di seluruh dunia untuk merayakan kelahiran Yesus, yang diyakini terjadi pada malam hari.[11]
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa gereja menjadwalkan penyelenggaraan Misa Tengah Malam pada pukul 7 malam. Di negara-negara berbahasa Spanyol, Misa Tengah Malam kadang disebut juga denganMisa de Gallo, atau "Missa do Galo" dalam bahasa Portugis. DiFilipina, kebiasaan ini berlangsung selama sembilan hari, yang dimulai pada tanggal 16 dan terus berlangsung setiap hari sampai tanggal 24 Desember; pada hari tersebut, umat Kristiani Filipina menggelar Misa Fajar, biasanya dimulai sekitar pukul 4:00-5:00 pagi. Pada tahun 2009,Vatikan menggelar Misa Tengah Malam pada pukul 10 malam agarPaus Benediktus XVI yang saat itu berusia 82 tahun tidak terlalu terlambat tidur.[11]
DiGereja Skotlandia, tradisi ini dikenal dengan sebutanWatchnight, layanan yang dimulai tepat menjelang tengah malam dan diisi dengan menyanyikan kidung Natal. TradisiLutheran Jerman danSkandinavia lain lagi, mereka menggelarEkaristi Malam Natal dengan memainkan dramakelahiran Yesus, musik organ, dan paduan suara. Di Jerman bagian tengah dan timur, para jemaat masih melanjutkan tradisi "bernyanyiQuempas": beberapa kelompok paduan suara disebar ke berbagai gereja untuk menyanyikan lagu "Ia Yang Dipuji Kaum Gembala" (Quem pastores).
Metodis merayakan Malam Natal dengan cara yang berbeda; pada sore hari, para jemaat mendatangi gereja untuk menggelarPerjamuan Kudus bersama keluarga mereka. Sedangkan yang lainnya merayakan malam dengan menggelar layanan lilin, termasuk menyanyikan lagu "Malam Kudus" setelah penyalaan lilin. Gereja-gereja lainnya menggelar perjamuan pada pukul 11:00, sehingga gereja bisa sekaligus merayakan Hari Natal bersamaan dengan dering lonceng tengah malam.
DalamRitus Bisantin, Malam Natal dikenal dengan Paramony ("persiapan"). Ini adalah hari penutup dariPuasa Kelahiran dan dirayakan dengan berpuasa oleh umat Kristen Bisantin yang secara fisik mampu melakukannya. Dalam beberapa tradisi, puasa dilakukan sampai bintang pertama muncul di langit malam, ini dilakukan untuk memperingati kemunculanBintang Natal. Perayaanliturgi dimulai lebih awal pada hari sebelumnya denganRoyal Hours, diikuti oleh perayaanLiturgi Suci danVesper. Dalam perayaan ini, ayat-ayatPerjanjian Lama dinyanyikan. Setelah itu, lilin dibawa ke tengah-tengah gereja dan dinyalakan, kemudian semua jemaat berkumpul membentuk lingkaran sambil menyanyikan "Troparion" dan "Kontakion of the Feast".
Dalam tradisiOrtodoks, setelah liturgi Vesper digelar, para keluarga kembali ke rumah untuk mengikuti pesta makan, namun dengan syarat tidak ada daging atau produk susu yang dikonsumsi (termasuk keju dan telur). Kemudian mereka kembali ke gereja untuk menggelar Misa Vigili Natal.
^Beberapa tradisiRitus Timur yang menggunakankalender Julius merayakannya pada tanggal 24 Desember yang sekarang menjadi tanggal 6 Januari padakalender Gregorius. Beberapa gereja Armenia memakai kalender Julius, dan merayakan Malam Natal pada 18 Januari kalender Gregorius.
^"Christian Calendar". Jerusalem Center for Jewish-Christian Relations. Diarsipkan dariversi asli tanggal 2011-07-23. Diakses tanggal2010-12-29.
^Kessler, Edward (2005).A dictionary of Jewish-Christian relations. Cambridge, Cambridgeshire, United Kingdom: Cambridge university Press. hlm. 274.Parameter|coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)