Leukoplakia | |
---|---|
![]() | |
Leukoplakia di bagian dalam pipi. | |
Informasi umum | |
Nama lain | Leucoplakia,[1] leukokeratosis,[1] leukoplakia idiopatik,[2] leukoplasia,[1] keratosis idiopatik,[3] bercak putih idiopatik[3] |
Spesialisasi | Otolaringologi,kedokteran gigi |
Penyebab | Tidak diketahui[4] |
Faktor risiko | Merokok,mengunyah tembakau,alkohol berlebihan, mengunyahpinang[5][6] |
Aspek klinis | |
Gejala dan tanda | Bercak putih yang menempel kuat padaselaput lendir, berubah seiring waktu[5][7][4] |
Komplikasi | Karsinoma sel skuamosa[5] |
Awal muncul | Diatas usia 30 tahun[5] |
Diagnosis | Dibuat setelah kemungkinan penyebab lain disingkirkan,biopsi jaringan[4] |
Kondisi serupa | Infeksi jamur,lichen planus,keratosis karena trauma minor berulang[5] |
Perawatan | Pemeriksaan berkala dan tindak lanjut (follow up), berhenti merokok, batasi alkohol, operasi pengangkatan[5] |
Prevalensi | Hingga 8% pria di atas 70 tahun[4] |
Leukoplakia adalah bercak putih yang melekat kuat pada selaput lendir yang dikaitkan dengan peningkatan risikokanker.[5][7] Tepilesi biasanya kasar dan lesinya berubah seiring waktu.[5][4] Bentuk lesi lanjutan dapat mengembangkan bercak merah.[4] Biasanya tidak ada gejala lain.[8] Leukoplakia sering kali terjadi di dalammulut, meskipun terkadang ditemukan mukosa di bagian lain saluranpencernaan,saluran kemih, ataualat kelamin.[9][10][11]
Penyebab leukoplakia tidak diketahui.[4] Faktor risiko pembentukan leukoplakia di dalam mulut antara lain merokok, mengunyah tembakau, alkohol berlebihan, dan penggunaan buah pinang.[5][6] Satu jenis leukoplakia spesifik umum ditemukan pada penderitaHIV / AIDS. [12] Leukoplakia termasuk lesi prakanker, perubahan jaringan di mana kanker lebih mungkin berkembang.[12] Kemungkinan pembentukan kanker tergantung pada jenisnya, dengan antara 3–15% leukoplakia terlokalisasi dan 70–100% leukoplakia proliferatif berkembang menjadikarsinoma sel skuamosa.[5]
Leukoplakia adalah istilah deskriptif yang hanya boleh diterapkan setelah kemungkinan penyebab lain disingkirkan.[4]Biopsi jaringan umumnya menunjukkan peningkatan keratin yang terbentuk dengan atau tanpa sel abnormal, tetapi tidak dapat mendiagnosis.[5][4] Kondisi lain yang tampak serupa termasuk infeksi jamur, lichen planus, dan keratosis karena trauma minor berulang.[5] Lesi akibat infeksi jamur biasanya dapat dihilangkan sementara leukoplakia tidak bisa.[5][13]
Rekomendasi pengobatan tergantung pada gambaran lesi.[5] Jika terdapat sel abnormal atau lesi berukuran kecil, operasi pengangkatan sering direkomendasikan; jika tidak, tindak lanjut yang dekat dengan interval tiga sampai enam bulan mungkin sudah cukup.[5] Orang biasanya disarankan untuk berhenti merokok dan membatasi minum alkohol.[3] Dalam setengah kasus, leukoplakia akan menyusut setelah berhenti merokok,[7] namun, jika merokok dilanjutkan hingga 66% kasus akan menjadi lebih putih dan tebal.[4] Persentase orang yang terkena dampak diperkirakan 1-3%.[5] Leukoplakia menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia, biasanya tidak terjadi sampai setelah 30 tahun.[5] Dengan rasio temuan sekitar 8% pada pria berusia diatas 70 tahun.[4]
|url-status=
yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)|name-list-style=
yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)|name-list-style=
yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)|name-list-style=
yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)|name-list-style=
yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)Klasifikasi | |
---|---|
Sumber luar |