Dasar ideologi
Istilah komunisme sering dicampuradukkan denganInternasional Ketiga. Komunisme atauMarxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan olehpartai komunis di seluruh dunia. Sedangkan komunisme internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiranVladimir Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme–Leninisme".
Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran partai komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal denganproletar (lihat:Keluarga Suci[11]), tetapi pengorganisasian buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peranPolitbiro sebagaithink-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.
Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. Pada prinsipnya semua adalah direpresentirkan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada pahamliberalisme.
Perkembangan komunisme pasca-Uni Soviet
Banyak orang yang mengira komunisme "mati" setelahRevolusi 1989 yang berakhir pada bubarnya Uni Soviet dua tahun kemudian, yang diawali dengan keputusan PresidenMikhail Gorbachev. Namun demikian, setelahruntuhnya Uni Soviet danpecahnya Yugoslavia, terdapat beberapa negara yang masih dipimpin oleh pemerintahanMarxis–Leninis denganpartai tunggal. Di antaranya adalahKuba, Laos, Vietnam, dan Tiongkok. Korea Utara menyebut ideologinya sebagaiJuche, yang mereka anggap sebagai perkembangan dari Marxisme–Leninisme. Meskipun demikian, Tiongkok,[14] Laos,[15] Vietnam,[16] dan Kuba telah mengubah sistem ekonominya menjadi lebih terbuka.Di India, komunis memimpin pemerintahan di tiga bagian negara. Sementara di Nepal, partai komunis menjadi mayoritas di parlemen.[17]
Partai-partai komunis dan Marxis-Leninis lainnya juga mendapat kursi dalam parlemen di berbagai negara, walaupun tidak memimpin pemerintahan. Di antaranyaPartai Komunis Jepang,Federasi Rusia,Venezuela, danIsrael.