Kompilator melakukan proses kompilasi dengan cara menganalisiskode sumber secara keseluruhan, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kompilasi lebih lama, tetapi hasilnya lebih cepat dalam proses eksekusi daripada program yang dibuat dengan menggunakan teknik penafsiran denganinterpreter (penafsir).
4 jenis compiler yang biasa digunakan, diantaranya adalah:cross compiler, bootstrap compiler, source-to-source / transcompiler, dan decompiler.[4]
Arsitekturkompilator modern biasanya bukan lagi merupakan program tunggal namun merupakan rangkaian komunikasi antara program dengan tugas spesifik masing-masing. Program-program tersebut beserta tugasnya secara umum terdiri dari:
Compiler (kompilator) itu sendiri, yang menerima kode sumber dan menghasilkan bahasa tingkat rendah (assembly)
Assembler (perakit), yang menerima keluaran kompilator dan menghasilkan berkas objek dalam bahasa mesin
Linker (penaut), yang menerima berkas objek keluaranassembler untuk kemudian digabungkan dengan pustaka-pustaka yang diperlukan dan menghasilkan program yang dapat dieksekusi (executable)
Compiler yang menggunakan arsitektur ini misalnyaGCC,Clang danFreeBASIC.
Beberapakompilator tidak menggunakan arsitektur di atas secara gamblang, dikarenakan komunikasi antara program jauh lebih lambat dibandingkan jika komunikasi dilakukan secara internal di dalam satu program. Sehinggakompilator-kompilator tersebut mengintegrasikanassembler danlinker di dalamkompilator. Namun, biasanya arsitektur yang digunakan pun tidak kaku dan mengizinkan penggunaanassembler maupunlinker eksternal (berguna jikaassembler danlinker internal bermasalah atau memiliki galat). Kompilator yang menggunakan arsitektur ini salah satunya adalahFree Pascal.
ProfesorNiklaus Wirth dalam bukunyaCompiler Construction[5] menyatakan bahwa penggunaanassembler sebagai bahasa perantara sering kali tidak memberikan keuntungan yang signifikan, sehingga dia menyarankan agar kompilator langsung menghasilkan bahasa mesin. Kompilator dengan arsitektur seperti ini dapat berjalan dengan sangat cepat, seperti yang ditunjukkan pada kompilator orisinalPascal,Modula-2 danOberon yang dibuat oleh sang profesor.
Suatukompilator harus menganalisis kode asal terlebih dahulu untuk memahami seluruh kode tersebut. Hasil dari analisis itu berbentuk representasi dari kode asal, yang nanti akan ditafsirkan olehkompilator ke dalam bahasa sasaran. Oleh karena itu,kompilator terdiri dari beberapa tahap. Setiap tahap memiliki tugas masing-masing dalam proses kompilasi.[6]
Analisis leksikal adalah tahap di manakompilator menganalisis setiap karakter (seperti huruf, tanda kurung, dsb.) dalam kode asal dan menghasilkan deretan simbol yang masing-masing dinamakantoken.[6] Biasanya simbol-simbol tadi disimpan dalam bentuklarik.[7]
Analisis sintaksis atauparsing adalah tahap di manakompilator menganalisistoken-token yang dihasilkan dalam proses analisis leksikal dan mengelompokkan mereka menjadi suatupohon urai berdasarkan struktur bahasa asal.[6]
Analisis semantik adalah tahap atau proses yang menggunakan pohon uraian hasil dari analisis sintaksis tadi untuk memastikan konsistensi semantik dari program, dan juga mengoptimalkan struktur dari program. Proses ini juga mengumpulkan dan menganalisis informasi mengenaitipe data darivariabel-variabel yang ada di dalam program. Informasi tentang tipe data ini disimpan dalamtabel simbol atau langsung di dalam pohon uraiparsing, yang nanti akan dimanfaatkan dalam penghasilan kode sasaran (target code).[8]
Pada tahap ini, kompilator menggunakan semua informasi mengenai kode asal yang telah dikumpulkan dalam tahap-tahap sebelumnya, untuk menghasilkan kode sasaran.[8] Kode sasaran dapat beruparepresentasi perantara, yang nanti dapat diproses oleh komponen lain (seperti assembler, LLVM, Java, dsb.), atau bisa jadi langsung berupa kode mesin. Dalam proses ini, kompilator juga melakukan pengoptimalan kode sasaran agar kinerja program menjadi lebih baik.[5]
Metode yang digunakan kompilator dalam menggunakan tahap-tahapnya terbagi menjadi dua. Kompilator dapat memproses kode asal secara keseluruhan dalam suatu tahap lalu mengopor hasil dari proses tersebut ke tahap berikutnya, di mana tahap berikutnya kembali memproses kode asal secara keseluruhan, inilah yang dinamakan kompilatormulti-pass, yaitu kompilator tersebut memproses kode asal dalam dua kali jalan atau lebih.
Sedangkan, kompilatorsingle pass memproses hanya sebagian dari kode asal dalam suatu tahap lalu mengoper hasil dari proses tersebut kepada tahap berikutnya, jika semua tahap sudah dilalui, maka kompilator lanjut kepada bagian berikutnya dari kode asal. Dengan begini, kompilatorsingle pass memproses kode asal hanya dalam satu kali jalan.[6]
Sering ditafsirkan bahwa kompilatorsingle-pass lebih cepat daripada kompilatormulti-pass. Tafsiran ini tidaklah benar.[6] Selama tahap-tahap dalam kedua jenis kompilator itu sama, dan kode asal yang diproses juga sama, maka kedua jenis kompilator tersebut tetap saja mengerjakan jumlah pekerjaan yang sama. Sehingga kecepatan dari keduanya juga sama.
↑Scott, Michael L. (2006).Programming Language Pragmatics (dalam bahasa Inggris). Morgan Kaufmann.ISBN978-0-12-633951-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
12Aho, Alfred V.; Sethi, Ravi; Ullman, Jeffrey D. (2002).Compilers: principles, techniques, and tools. Addison-Wesley series in computer science (Edisi Reprinted, with corr., [36. Druck]). Reading, Mass.: Addison-Wesley.ISBN978-0-201-10088-4.
Artikel bertopik komputer ini adalah sebuahrintisan. Anda dapat membantu Wikipedia denganmengembangkannya.