![]() | Konten dan perspektif penulisan artikel ini tidak menggambarkan wawasan global pada subjeknya. Silakan bantumengembangkan ataubicarakan artikel ini di halaman pembicaraannya, ataubuat artikel baru, bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Bagian dari serial tentang |
Agama Yahudi |
---|
![]() ![]() ![]() |
Kiri Yahudi terdiri dari orang-orangYahudi yang diidentifikasikan atau mendukung perjuangansayap kiri atauliberal, yang dilakukan secara sadar sebagai Yahudi, baik sebagai individu atau melalui organisasi. Namun, tidak ada satu organisasi atau gerakan yang keseluruhan Kiri Yahudi. Orang-orang Yahudi telah menjadi kekuatan utama dalam sejarahgerakan buruh, gerakanrumah permukiman,hak-hak perempuan, karyaantirasis danantikolonialis, serta organisasiantifasis danantikapitalis dalam berbagai bentuk diEropa,Amerika Serikat,Aljazair,Irak, dan negaraIsrael modern.[1][2][3] Orang-orang Yahudi memiliki sejarah keterlibatan yang kaya dianarkisme,sosialisme,Marxisme, danliberalisme Barat. Meski ungkapan "di sebelah kiri" mencakup serangkaian lingkup politik, banyak tokoh terkenal "di sebelah kiri" adalah orang Yahudi yang dilahirkan dalam keluarga Yahudi dan memiliki berbagai tingkat koneksi ke komunitas, budaya, tradisi, atau agama Yahudi dalam banyak variannya.
Selama dekade pertama 2000-an,konflik Israel-Palestina menjadi elemen yang menentukan dalam komposisi kelompok kiri Yahudi. Gelombang baru organisasi Yahudi dibentuk untuk mendukung perjuangan Palestina. Kelompok sepertiJewish Voice for Peace,Independent Jewish Voices (Kanada),Independent Jewish Voices (Britania Raya) danInternational Jewish Anti-Zionist Network memberikan suara baru kepadaAnti-Zionisme Yahudi. Perspektif ini terus tercermin di outlet media sepertiMondoweiss dan Treyf Podcast.[4]
Menyusulkonflik Israel-Gaza 2014, banyak organisasi Yahudi sayap kiri di AS dan Kanada yang berfokus menentang secara langsung organisasi Yahudi mapan[5][6][7][8] sepertiJewish Federation,American Israel Public Affairs Committee,Anti-Defamation League, danCentre for Israel and Jewish Affairs, atas dukungan mereka terhadap tindakan Israel selama konflik. Di AS, konflik intra-komunitas ini meluas ke politik domestik setelahPemilihan presiden Amerika Serikat 2016.[9] Kelompok sepertiIfNotNow,Jewish Voice for Peace, dan Jews for Racial and Economic Justice mulai mengorganisir di bawah panji #JewishResistance untuk "menantang dukungan institusional Yahudi kepada pemerintahan Trump dan afiliasi nasionalis kulit putih".[10]
Menurut jajak pendapat, 71% Yahudi Amerika memilihPartai Demokrat pada pemilihan presiden Amerika Serikat 2016.[11] Selama dekade terakhir, suara Yahudi telah bergeser ke Partai Demokrat sebesar 76-80%[12] dalam setiap pemilihan. Sebagian besar orang Yahudi Amerika juga melaporkan merasa agak atau sangat terikat dengan Israel.[13]Namun, semakin lama kaum muda Yahudi menjadi lebih kritis terhadap pemerintahan Israel dan merasa lebih simpatik terhadap orang-orang Palestina dibandingkan kelompok Yahudi Amerika yang lebih tua.[14]
Beroperasi dalam sistem pemerintahanparlementer berdasarkan padaperwakilan berimbang, partai politik dan blok sayap kiri di Israel telah mampu menempatkan anggotanya diKnesset dengan berbagai tingkat keberhasilan. Seiring waktu, partai-partai itu telah berevolusi, beberapa bergabung, lainnya menghilang, serta partai-partai baru yang bermunculan.
Partai sayap kiri Israel termasuk:
Tokoh ternama di partai-partai tersebut di antaranya:Amir Peretz,Meir Vilner,Shulamit Aloni,Uri Avnery,Yossi Beilin,Ran Cohen,Matti Peled,Amnon Rubinstein, danYossi Sarid.
|url-status=
yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)