Katak-puru eropa (common toad) atau di beberapa bagian wilayah Eropa yang berbahasa Inggris cukup disebuttoad (kodok) (Bufo bufo, daribahasa Latinbufo "katak-puru"), adalahamfibi yang ditemukan di sebagian besar Eropa (kecuali diIrlandia,Islandia, dan beberapa pulau diMediterania), di bagian barat dariAsia Utara, dan di sebagian kecilbarat Laut Afrika. Hewan ini adalah salah satu dari sekelompok hewan yang memiliki hubungan erat dan berasal dari garis keturunan yang sama, yaitukatak puru, yang membentukspesies kompleks. Kodok ini merupakan hewan yang sulit ditemukan, karena biasanya bersembunyi di siang hari. Ia aktif pada senja hari dan menghabiskan malam untuk berburu hewaninvertebrata yang bisa ia makan. Ia bergerak dengan cara berjalan lambat dan kaku atau melakukan lompatan pendek. Warna kulitnya cokelat keabu-abuan dan dipenuhi dengan benjolan seperti kutil.
Meskipun kodok termasuk hewan soliter, pada musim kawin, sejumlah besar kodok berkumpul di suatu kolam untuk berkembangbiak, di mana para kodok jantan bersaing untuk mengawini kodok betina. Telur-telurnya diletakkan di dalam semacam benang-benang yang tampak seperti agar-agar di dalam air dan kemudian menetas menjadiberudu. Setelah beberapa bulan tumbuh dan berkembang, anggota badannya mulai muncul dan mengalamimetamorfosis menjadi kodok kecil. Kodok-kodok muda mulai muncul dari air dan menghabiskan hidup mereka di atas tanah.
Jumlah populasi katak-puru eropa tampaknya menurun dan terdaftar sebagai "spesies risiko rendah" dalamDaftar Merah IUCN Spesies yang Terancam punah. Jumlah populasinya terancam oleh hilangnya habitat, terutama karena keringnya kolam-kolam untuk berkembang biak, dan terbunuhnya kodok-kodok di jalan-jalan raya saat melakukan migrasi tahunan. Sejak dahulu, katak-puru eropa dikaitkan dengan ilmusihir dalam budaya populer dan sastra.
Kerangka yang menunjukkan gelangan bahu: 1 suprascapula, 2 tulang belikat, 3 klavikula, 4 procoracoid
Pada awalnya katak-puru eropa diberi namaRana bufo oleh ahli biologiSwedia,Carl Linnaeus dalamSystema Naturae edisi ke-10 pada tahun 1758.[2] Dalam karyanya ini, ia menempatkan semua katak dan kodok dalam satu genusRana. Kemudian ternyata diketahui bahwa genusRana harus dibagi-bagi lagi. Pada tahun 1768, seorang naturalis asal Austria bernama Josephus Nicolaus Laurenti, menempatkan katak-puru eropa ini ke dalam genusBufo, dan menamakannyaBufo bufo.[3][4] Semua kodok dalam genus ini termasuk ke dalam famili Bufonidae, yaitu kodok sejati.[1]
Berbagai anak-jenis atausubspesies dariB. bufo telah dikenali selama bertahun-tahun ini.Katak-puru kaukasia ditemukan di daerah Pegunungan Kaukasus dan sebelumnya digolongkan sebagai anak-jenisB. b. verrucosissima. Namun, katak-puru kaukasia memilikigenom yang lebih besar dan secaramorfologis berbeda denganB. bufo, sehingga kodok ini sekarang diklasifikasikan sebagaiBufo verrucosissimus.[5] Demikian pula,katak-puru berduri sebelumnya diklasifikasikan sebagaiB. b. spinosus. Kodok ini ditemukan di daerah Mediterania dan tumbuh dengan ukuran yang lebih besar dan memiliki kulit yang lebih berduri jika dibandingkan dengan kerabatnya yang tinggal di sebelah utara zona intergradasinya.[6] Sekarang katak-puru berduri diakui sebagai spesies tersendiri,Bufo spinosus.[7]Katak-puru gredos,B. b. gredosicola, adalah nama bagi sejenis katak-puru yang hidup diSierra de Gredos, wilayah pegunungan di bagian tengahSpanyol. Kodok ini memiliki kelenjarparatoid yang sangat besar dan kulitnya penuh bercak-bercak yang tidak merata.[8] Kodok ini sekarang dianggap sinonim dariBufo spinosus.[9]
B. bufo merupakan bagian darispesies kompleks, sekelompok spesies yang memiliki hubungan erat sehingga perbedaannya tidak dapat dibatasi dengan jelas. Beberapa spesies modern diyakini dapat dikelompokkan berdasarkan taksa purba yang saling berkaitan pada masa pra-glasial. Spesies-spesies ini adalahkatak-puru berduri (B. spinosus),katak-puru kaukasia (B. verrucosissimus), dankatak-puru jepang (B. japonicus). Katak-puru eropa (Bufo bufo) baru-baru ini diyakini masuk ke dalam kelompok ini.[10] Banyak yang meyakini bahwa leluhur spesies-spesies ini tersebar hingga ke Asia, tetapi terjadi isolasi antara spesies kompleks di timur dan barat akibat pembentukan gurun-gurun di Asia Tengah selama periodeMiosen Tengah.[11] Hubungan taksonomi di antara spesies-spesies ini tetap belum jelas. Sebuah pemeriksaan serologis terhadap populasi kodok diTurki yang dilakukan pada tahun 2001, menguji proteinserum darah dariBufo verrucosissimus danBufo spinosus. Ditemukan bahwa perbedaan di antara keduanya tidak signifikan dan oleh karena ituBufo verrucosissimus harus dianggap bersinonim denganBufo spinosus.[12]
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2012 meneliti hubungan filogenetik di antara spesies dalam kelompokBufo bufo di Eurasia dan Afrika Utara, dan memperlihatkan sebuah sejarah evolusi yang panjang dalam kelompok tersebut. Sembilan sampai tiga belas juta tahun yang lalu,Bufo eichwaldi, spesies dariAzerbaijan selatan danIran yang baru-baru ini dideskripsikan, terpisah dari garis keturunan utamanya. Divisinya menjadi lebih jauh ketikaBufo spinosus terrpisah sekitar lima juta tahun yang lalu ketikaPegunungan Pirenia sedang terbentuk. Peristiwa ini mengisolasi populasi di SemenanjungIberia dari populasi yang ada di wilayah lainnya di Eropa. Garis keturunan Eropa yang tersisa terbagi menjadiBufo bufo danBufo verrucosissimus, kurang dari tiga juta tahun yang lalu selama masaPleistosen.[13] Katak-puru eropa sering berhibridisasi dengankatak-puru natterjack (Bufo calamita) ataukatak-puru hijau eropa (Bufo viridis).[14]
Panjang katak-puru eropa dapat mencapai sekitar 15 cm (6 in). Kodok betina biasanya lebih gemuk daripada yang jantan. Spesimen di selatan cenderung lebih besar daripada spesimen di utara. Kepalanya besar dengan mulut yang lebar di bawah moncongnya yang memiliki dua lubang hidung kecil. Katak-puru eropa tidak memiliki gigi. Matanya yang bulat menonjol memiliki iris berwarna kuning atau tembaga dan pupilnya berbentuk garis horizontal. Tepat di belakang matanya ada dua bagian menonjol yang merupakan kelenjar paratoid dengan posisi miring. Kelenjar ini mengandung zat berbahaya,bufotoksin, yang digunakan untuk menghalaupredator. Kepalanya terhubung dengan tubuh tanpa terlihat leher dan tidak terdapat kantung vokal eksternal. Tubuhnya lebar dan menjongkok dengan posisi dekat dengan ke tanah. Tungkai depannya pendek dengan jari-jarinya yang mengarah ke dalam. Pada masa kawin, kodok jantan mengembangkan bantalan kawin pada tiga jari pertamanya. Kodok jantan menggunakan bantalan kawin ini untuk mencengkeram kodok betina saat kawin. Kaki belakang katak-puru relatif lebih pendek daripada kaki belakang katak. Jari-jarinya panjang dan tidak berselaput. Katak-puru eropa tidak memiliki ekor. Kulitnya kering dan dipenuhi dengan benjolan kecil seperti kutil. Warna kulitnya cukup merata dengan nuansa cokelat, cokelat zaitun, atau cokelat keabu-abuan. Terkadang sebagian kulitnya terdapat bercak atau garis seperti pita dengan warna yang lebih gelap. Katak-puru eropa cenderung memilikidimorfisme seksual yang mana kodok betinanya berwarna kecokelatan dan yang jantan berwarna keabu-abuan.[15] Bagian bawah tubuhnya berwarna putih kotor dengan bercak abu-abu dan hitam.[16]
Spesies lain yang sulit dibedakan dengan katak-puru eropa adalah katak-puru natterjack (Bufo calamita) dankatak-puru hijau eropa (Bufo viridis). Katak-puru natterjack biasanya lebih kecil dan memiliki garis kuning di sepanjang punggungnya, sedangkan katak-puru hijau eropa mempunyai bercak-bercak dengan corak yang unik. Posisi kelenjar paratoid dari kedua jenis kodok ini sejajar dan tidak miring seperti katak-puru eropa.Katak eropa (Rana temporaria) juga memiliki penampilan yang mirip, tetapi moncongnya tidak terlalu membulat, kulitnya halus dan lembap, dan biasanya bergerak dengan cara melompat.[17]
Katak-puru eropa dapat hidup selama bertahun-tahun. Ada katak-puru eropa yang telah bertahan hidup selama lima puluh tahun di penangkaran.[18] Di alam liar, katak-puru eropa diperkirakan dapat bertahan hidup selama sekitar sepuluh sampai dua belas tahun. Usia mereka dapat diketahui dengan menghitung jumlah cincin dalam tulang jari (phalanx) mereka yang tumbuh setiap tahunnya.[19]
Katak-puru eropa menempati peringkat keempat sebagai amfibi yang paling banyak hidup di Eropa, setelah katak eropa (Rana temporaria), katak air (Pelophylax esculentus) dan kadal air halus (Lissotriton vulgaris). Katak-puru eropa dapat ditemui di daratan Eropa, kecuali diIslandia, wilayah utaraSkandinavia yang dingin,Irlandia, dan sejumlah pulau diMediterania, termasukMalta,Kreta, Korsika,Sardinia danKepulauan Balears. Habitatnya di wilayah timur menyebar sampai keIrkutsk, Siberia. Wilayahnya di selatan meliputi bagian barat lautAfrika. Sedangkan di utara menjangkau wilayah pegununganMaroko,Aljazair danTunisia. Kodok yang memiliki hubungan dekat dengan katak-puru eropa hidup di Asia timur, termasukJepang. Katak-puru eropa juga ditemukan pada ketinggian hingga 2.500 meter (8.200 ft) di habitat bagian selatan. Katak-puru eropa sebagian besar ditemukan di kawasan hutan dengantumbuhan runjung,tumbuhan peluruh, dan campuran, terutama di tempat-tempat yang basah. Katak-puru eropa juga hidup di lahan terbuka pedesaan, ladang, belukar, taman dan kebun, dan sering berada di area kering, jauh dari genangan air.
Sikap tubuh katak-puru eropa dengan posisi bertahanSeekor ular rumput sedang memakan katak-puru eropa dewasa, Republik Ceko
Katak-puru eropa biasanya bergerak dengan cara berjalan lambat atau melompat pendek dengan menggunakan keempat kakinya. Ia menghabiskan waktunya di siang hari dengan bersembunyi di dalam sarang yang memiliki lubang di bawah dedaunan atau di bawah akar atau batu dengan warna yang membuatnya tidak terlihat. Ia keluar pada senja hari dan dapat melakukan perjalanan dalam kegelapan sambil berburu mangsa. Ia paling aktif pada musim hujan. Sebelum pagi tiba, ia telah kembali ke dalam sarangnya dan dapat menempati sarang yang sama selama beberapa bulan. Katak-puru eropa adalah pemakan yang rakus. Ia memangsakutu kayu,slug (siput tanpa cangkang),kumbang,ulat,lalat,cacing tanah, dan bahkantikus kecil.[20][21] Mangsa yang kecil dan bergerak dengan cepat dapat tertangkap oleh satu kibasan lidah, sedangkan mangsa yang lebih besar dicengkeram dengan rahangnya. Karena tidak memiliki gigi, ia menelan mangsanya dalam beberapa tegukan. Ia tidak mengenali mangsanya, tetapi ia akan mencoba memangsa apapun yang berbentuk kecil, berwarna gelap, dan bergerak, yang ia temui di malam hari. Sebuah studi penelitian menunjukkan bahwa katak-puru eropa mencaplok sepotong kertas hitam berukuran 1 cm (0,4 in) yang bergerak, seolah-olah kertas itu adalah mangsanya. Akan tetapi, ia mengabaikan potongan kertas yang bergerak dengan ukuran yang lebih besar.[22] Kodok tampaknya menggunakan isyarat visual untuk mencari makan dan dapat melihat mangsanya dalam intensitas cahaya yang sangat rendah, di mana manusia tidak dapat melihat apapun.[23] Katak-puru eropa berganti kulit secara berkala. Kulitnya akan lepas dalam bentuk serpihan yang kemudian ia makan.
Ketika diserang, katak-puru eropa memiliki sikap tubuh yang khas. Ia menaikkan tubuhnya dan berdiri dengan meninggikan kaki belakangnya dan merendahkan kepalanya. Sarana pertahanannya terletak pada sekresi berbau busuk yang diproduksi oleh kelenjar paratoid dan kelenjar lainnya yang ada pada kulitnya. Sekresinya mengandung racun bernamabufagin dan cukup untuk mengusir banyak predator, meskipun sepertinya tidak berpengaruh pada ular rumput. Predator kodok dewasa lainnya adalahlandak, tikus,cerpelai, dan bahkan kucing domestik. Burung-burung yang memakan kodok ini adalahcangak,gagak danburung pemangsa. Burung gagak teramati memangsa kodok ini dengan cara merobek kulit kodok dengan paruhnya dan mengeluarkan organ hatinya, dengan demikian menghindari racunnya. Berudu katak-puru eropa juga memancarkan zat berbahaya untuk mencegah ikan yang ingin memakan mereka, tetapi tidak efektif untuk mengusirkadal air jambul berkutil (Triturus cristatus). Hewan invertebrata air yang memangsa berudu kodok adalah larvacapung,kumbang penyelam (bibis, Dytiscidae) dan anggang-anggang (Corixidae). Hewan-hewan ini biasanya menghindari sekresi beracunnya dengan menusuk kulit berudu dan mengisap cairannya.
Kodok yang terinfeksi larva lalatLucilia bufonivora, Polandia
Sejenislalat parasit,Lucilia bufonivora, menyerang katak-puru eropa dewasa. Ia bertelur di kulit kodok dan ketika menetas, larvanya merayap ke lubang hidung kodok dan memakan dagingnya dari dalam dan mengakibatkan kematian bagi kodok tersebut.[24] Sejenis kerang air tawarSphaerium corneum berbeda dengan kerang-kerang pada umumnya. Ia dapat memanjat tanaman air dan bergerak dengan kakinya yang berotot. Kerang ini kadang-kadang menempel pada jari kaki kodok dan diyakini sebagai salah satu cara untuk berpindah ke lokasi yang baru.[25]
Pada tahun 2007, para peneliti menggunakan kendaraan dalam air yang dikendalikan dari jarak jauh untuk menyurvei perairanLoch Ness,Skotlandia. Mereka mendapati katak-puru eropa bergerak di sepanjang dasar danau pada kedalaman 324 kaki (99 m). Mereka terkejut menemukan seekor hewan yang bernapas dengan paru-paru dapat bertahan hidup di tempat tersebut.[26]
Siklus hidup tahunan katak-puru eropa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitutidur musim dingin, waktu kawin, dan periode makan.
Katak-puru eropa bangun darihibernasi pada musim semi dan melakukan migrasi besar-besaran menuju tempat berkembang biak. Kodok-kodok berkumpul di kolam tertentu yang mereka sukai sambil menghindari genangan air lainnya. Kodok dewasa menggunakan lokasi yang sama dari tahun ke tahun dan lebih dari 80% kodok jantan muda kembali ke kolam di mana mereka ditetaskan.[27] Sebagian besar kodok-kodok ini menemukan jalannya dengan menggunakan alat penciuman dan isyarat magnetik. Dalam suatu percobaan, kodok dipindahkan ke tempat lain dan dipasangi alat pelacak. Dari percobaan tersebut, diketahui bahwa kodok dapat menemukan lokasi kolam untuk berkembang biak meskipun pemindahannya melebihi tiga kilometer.[28]
'Bola kawin' (multiple amplexus)
Kodok jantan tiba lebih dahulu di lokasi dan tinggal di sana selama beberapa minggu, sedangkan kodok betina hanya tinggal selama masa kawin dan bertelur. Kodok-kodok jantan tidak bertarung saat memperebutkan hak untuk mengawini kodok betina. Kodok jantan memperebutkan betina dengan nada suara mereka. Suara mereka menggambarkan ukuran tubuh dan kegagahan mereka.[29] Namun, pertarungan terjadi dalam beberapa kasus. Dari penelitian di sebuah kolam, di mana jumlah kodok jantan lebih banyak daripada kodok betina dengan perbandingan empat atau lima berbanding satu, ditemukan bahwa 38% dari kodok jantan memenangkan hak untuk kawin dengan mengalahkan saingannya dalam pertarungan atau dengan menggusur kodok jantan lain yang sudah menunggangi kodok betina.[30] Kodok jantan pada umumnya lebih banyak daripada kodok betina di kolam perkembangbiakan. Sebuah studi di Swedia menunjukkan bahwa kematian kodok betina lebih tinggi daripada kodok jantan dan 41% kodok betina tidak datang ke kolam perkembangbiakan pada musim semi dan melewatkan satu tahun sebelum bereproduksi lagi.[31]
Benang telur, Belgia
Kodok jantan menaiki punggung kodok betina, mencengkeramnya dengan tungkai depan mereka di bawah ketiaknya. Kegiatan ini disebut ampleksus. Kodok jantan yang sangat antusias, akan mencoba untuk mencengkeram ikan atau benda mati dan sering kali menaiki punggung kodok jantan lainnya. Kadang-kadang beberapa kodok akan membentuk sebuah tumpukan dan setiap kodok jantan mencoba mencengkeram kodok betina di bawahnya. Ini adalah periode yang penuh tekanan bagi kodok betina dan tingkat kematian kodok yang sedang berkembang biak cukup tinggi. Kodok jantan yang berhasil akan diam dalam posisi ampleksus selama beberapa hari. Ketika kodok betina mengeluarkan benang ganda panjang yang berisi telur-telur hitam, kodok jantan akan membuahinya dengan spermanya. Benang telur yang seperti agar-agar, bisa berisi 3.000 - 6.000 telur dan panjangnya bisa mencapai 3 - 4,5 meter. Saat pasangan kodok bergerak ke sana ke mari dalam posisi ampleksus, benang telurnya akan terjerat di tangkai tanaman dan menjadi kusut.
Benang telur menyerap air dan membengkak.Berudu kecil akan menetas setelah dua sampai tiga minggu. Pada awalnya mereka melekat pada sisa-sisa benang dan memakan agar-agarnya. Mereka kemudian menempel pada bagian bawah daun rumput air sampai mereka bisa berenang dengan bebas. Sekilas berudu katak-puru eropa tampak mirip dengan berudukatak eropa (Rana temporaria), tetapi warnanya lebih gelap, kehitaman di bagian atasnya dan abu-abu gelap di bagian bawahnya. Mereka dapat dibedakan dari berudu spesies lainnya berdasarkan fakta bahwa lebar mulutnya sama dengan jarak antara kedua matanya, dan dua kali lebih besar dari jarak antara kedua lubang hidungnya. Selama beberapa minggu kaki mereka akan tumbuh dan ekor mereka secara bertahap memendek. Saat mereka mencapai usia dua belas minggu, mereka sudah berbentuk kodok mini dengan panjang sekitar 1,5 cm (0,6 inchi) dan siap untuk meninggalkan kolam.
Berudu katak-puru eropa, beberapa di antaranya sudah memiliki kaki belakang, Jerman
Katak-puru eropa mencapaikematangan seksual pada usia tiga sampai tujuh tahun, tapi bervariasi di antara populasinya. Kodok-kodok muda sering terjangkit parasit nematoda paru-paruRhabdias bufonis. Ini akan memperlambat tingkat pertumbuhan serta mengurangi stamina dan kebugaran. Kodok muda yang lebih besar saat bermetamorfosis, selalu lebih banyak daripada kodok muda kecil yang tumbuh di kolam yang dipenuhi oleh kodok. Meskipun mereka sudah terinfeksi cacing yang berat, kodok muda besar tumbuh lebih cepat daripada kodok muda kecil dengan infeksi cacing ringan.[32] Setelah beberapa bulan setelah infeksi cacing berat, di dalam suatu studi dengan metodescientific control, berat tubuh beberapa kodok muda hanya setengah dari kodok muda yang berperan sebagai kontrol. Parasit yang menyerang tubuh mereka menimbulkananoreksia yang menyebabkan terjadi penurunan asupan makanan dan beberapa individu di antaranya mati.[33] Studi lainnya menyelidiki apakah penggunaan pupuk nitrogen mempengaruhi perkembangan berudu katak-puru eropa. Beberapa berudu disimpan di dalam larutanamonium nitrat yang sangat encer dengan kadar yang berbeda-beda. Dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa pada konsentrasi tertentu yang jauh di atas konsentrasi yang biasa ditemukan di lapangan, pertumbuhannya meningkat dan metamorfosisnya menjadi lebih cepat, tetapi yang lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan di antara berudu percobaan dengan berudu kontrol. Namun demikian, di antara hewan-hewan percobaan ditemukan pola berenang yang tidak biasa dan beberapa kelainan bentuk.[34]
Perkembangan berudu selama lebih dari dua minggu, Jerman
Wide image
Filename
Bufobufotadpoles.jpg
Image width
700px
Caption
Perkembangan berudu selama lebih dari dua minggu, Jerman
Textual alternative
Tadpole development
Sebuah perbandingan dibuat di antara tingkat pertumbuhan kodok muda yang baru sajabermetamorfosis di berbagai tempat dengan ketinggian dan lintang yang berbeda. Spesimen-spesimen yang diteliti berasal dari Norwegia, Jerman, Swiss, Belanda, dan Prancis. Pada awalnya, tingkat pertumbuhan kodok jantan dan betina bersifat identik. Ketika mereka akan mencapai kedewasaan, tingkat pertumbuhannya menurun sebanyak kira-kira 21% di awal dan mencapai 95% dari ukuran kodok dewasa yang diharapkan. Pada beberapa kodok betina yang sedang mengalami siklus pembiakan dua tahunan, berkembang pesat dalam waktu yang lebih lama. Menyesuaikan dengan suhu yang berbeda dan jangka waktu musim tanam, kodok-kodok tumbuh dan matang dengan tingkat yang sama dengan kodok-kodok dari empat lokasi yang lebih dingin. Kodok-kodok muda ini mencapai kedewasaannya setelah 1,09 tahun untuk kodok jantan, dan 1,55 tahun untuk kodok betina. Akan tetapi, kodok muda dari dataran rendah Prancis tumbuh lebih cepat dan lebih panjang dengan ukuran yang lebih besar, dengan rata-rata 1,77 tahun untuk kodok jantan dan 2,49 tahun untuk kodok betina, sebelum mencapai kedewasaan.[35]
Katak-puru eropa menghabiskan waktu di musim dingin di dalam berbagai lubang di tanah, kadang-kadang di ruang bawah tanah, dan sering berbarengan dengan amfibi lainnya. Katak-puru eropa jarang menghabiskan musim dingin di air mengalir bersamakatak eropa dan katak airPelophylax esculentus.
Daftar Merah IUCN menganggap katak-puru eropa sebagaispesies risiko rendah. Ini disebabkan karena penyebaran spesiesnya luas dan merupakan spesies umum. Katak-puru eropa tidak terancam oleh hilangnya habitat karena mudah beradaptasi dan dapat ditemukan di hutan dengan tumbuhan peluruh dan tumbuhan runjung, semak belukar, padang rumput, taman, dan kebun. Katak-puru eropa menyukai area basah dengan dedaunan yang lebat. Ancaman utamanya adalah hilangnya habitat lokal, keringnya lahan basah untuk berkembangbiak, kegiatan pertanian, polusi, dan kematian di jalan raya.
Di beberapa wilayah, jumlah katak-puru eropa menurun. Di Spanyol meningkatnya kekeringan dan hilangnya habitat menyebabkan penyusutan jumlah katak-puru eropa, sehingga katak tersebut digolongkan "spesies mendekati terancam". Sebuah populasi di pegununganSierra de Gredos menghadapi ancaman dari predator berang-berang dan meningkatnya kompetisi dengan katakPelophylax perezi. Baik berang-berang maupun katak memperluas wilayahnya ke daerah yang lebih tinggi.[36] Katak-puru eropa tidak bisa diperjualbelikan secara legal diKerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara.[37] Akan tetapi, ada penurunan jumlah kodok, meskipun lamban.[36] Oleh karena itu, katak-puru eropa dideklarasikan sebagai spesies prioritas dalamBiodiversity Action Plan (Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati).[16] DiRusia, katak-puru eropa dianggap sebagai "Spesies Langka" di ProvinsiBashkortostan, Tataria,Yamalia, danIrkutsk,[16] tetapi selama tahun 1990an, jumlah katak-puru eropa menjadi sangat banyak diProvinsi Moskow.[16]
Dari sebuah penelitian diketahui bahwa populasi katak-puru eropa di perkotaan yang menempati area-area kecil dan terisolasi oleh perkembangan kota, memiliki levelkeanekaragaman genetik yang rendah dan kemampuan fisiknya lebih rendah daripada populasi katak-puru eropa yang tinggal di pedesaan. Para peneliti mendemonstrasikan hal ini melalui analisis genetik dan dengan mencatat jumlah abnomalitas fisik yang banyak pada kodok perkotaan jika dibandingkan dengan berudu pedesaan yang tumbuh besar di sebuah lingkungan yang terkendali. Penurunan jumlah katak-puru eropa dalam jangka panjang dan fragmentasi habitat dianggap dapat mengurangi jumlah populasi di lingkungan perkotaan.[38]
Banyak kodok terbunuh oleh kendaraan saat bermigrasi ke lokasi perkembangbiakannya. Di Eropa, katak-puru eropa memiliki angka kematian di jalan raya tertinggi di antara amfibi-amfibi lainnya. Banyak kematian terjadi di ruas-ruas jalan di mana aliran sungai mengalir di bawahnya. Hal ini menunjukkan bahwa rute migrasi sering kali mengikuti arah air mengalir.[39] Di beberapa tempat diJerman,Belgia,Inggris,Italia Utara danPolandia, terowongan khusus telah dibangun agar katak dapat menyebrangi bagian bawah jalan dengan aman. Di tempat lain, kelompok pemerhati satwa liar setempat menjalankan "patroli kodok", dengan memasukkan amfibi ke dalam ember dan membawanya menyeberangi titik-titik penyeberangan yang ramai. Kodok mulai bergerak saat senja hari, dan bagi mereka, untuk melakukan perjalanan jauh, suhu harus tetap berada di atas 5 °C (41 °F). Pada malam hari yang hangat dan basah, mereka dapat terus bergerak sepanjang malam, tetapi jika suhunya menurun, mereka berhenti lebih awal.[40] Sebuah perkiraan mengenai kematian di jalan raya menjadi penyebab utama kematian katak-puru eropa, dibuat di Belanda. Jumlah kodok betina yang mati saat migrasi pada musim semi di jalan pedesaan yang sepi (sepuluh kendaraan per jam) dibandingkan dengan jumlah benang telur yang dikeluarkan di rawa di dekat jalan tersebut. Hasilnya adalah angka kematian sebesar 30% . Angka kematian pada kodok jantan cenderung sama.[41]
Zat beracun utama yang ditemukan di dalam kelenjar parotoid dan kulit katak-puru eropa bernama bufotoksin. Zat ini pertama kali diisolasi olehHeinrich Wieland dan rekan-rekannya pada tahun 1922 dan mereka berhasil mengidentifikasi strukturnya sekitar 20 tahun kemudian.[42] Sementara itu, peneliti lainnya berhasil mengisolasi senyawa yang sama dansteroid induknya, bufotalin, darikatak-puru jepang (Bufo japonicus). Pada tahun 1986, para peneliti di Universitas Negara Bagian Arizona telah berhasil mensintesis unsur racun kodok, yaitubufotalin, bufalitoksin, dan bufotoksin.[43] Rumus kimia dari bufotoksin adalah C40H60N4O10. Efek fisik yang ditimbulkan menyerupai efek kerja tumbuhandigitalis[44] di mana dalam dosis kecil meningkatkan kontraksi otot jantung dan karenanya digunakan untuk pengobatangagal jantung kongestif. Kulit dari seekor kodok mengandung cukup banyak racun untuk menimbulkan gejala serius atau bahkan kematian pada hewan dan manusia.[45] Efek klinis termasuk iritasi parah, rasa sakit pada mata, mulut, hidung, tenggorokan, gejala jantung dan gejala pernapasan,kelumpuhan, kejang-kejang, peningkatan air liur, muntah,hiperkalemia,sianosis, danhalusinasi. Sejauh ini anti-racun tersebut belum diketahui. Tatalaksana penanganannya berupa penyediaan alat pendukung pernapasan dan fungsi kardiovaskular, pencegahan penyerapan racun lebih jauh danelektrokardiografi untuk memantau kondisi korban. Pemberianatropin,fenitoin,kolestiramin danlidokain terbukti bermanfaat dalam pengobatannya.
Kodok telah lama dianggap sebagai hewan yang membawa pertanda buruk atau sebagai koneksi ke dunia roh. Ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa kodok hidup di darat dan di air. Kebencian terhadap kodok bisa disebabkan oleh warnanya yang kehitaman, kulitnya yang dipenuhi benjolan seperti kutil, pergerakannya yang lambat, dan selalu keluar dari lubang-lubang gelap. Di Eropa padaAbad Pertengahan, kodok diasosiasikan denganIblis, karena sebuah lambang Iblis ditemukan dengan gambar tiga ekor kodok.[46] Katak puru juga diketahui dapat meracuni manusia, dan sebagai hewan peliharaan penyihir, kodok dianggap memiliki kekuatan magis. Bahkan orang-orang biasa memanfaatkan kodok kering, empedu, feses, dan darahnya.[47] Di beberapa daerah, hadirnya katak puru dalam rumah dianggap sebagai bukti adanya seorang penyihir. DiBasque Country, hewan peliharaan penyihir diyakini berupa katak puru yang mengenakan jubah yang elegan. Katak-katak ini digembalakan oleh anak-anak yang dilatih sebagai penyihir. Antara tahun 1610 dan 1612, Inkuisitor SpanyolAlonso de Salazar Frías menyelidiki kegiatan sihir di wilayah tersebut dan menggeledah rumah-rumah yang diduga milik penyihir untuk menemukan kodok yang diberi berpakaian. Dia tidak menemukannya.[48] Penyihir-penyihir tersebut terkenal menggunakan kodok liar sebagai bahan obat gosok dan minuman.
Sebuahcerita rakyat menceritakan bagaimana seorang wanita tua yang merupakan seorang penyihir, mengutuk tuan tanahnya dan seluruh harta bendanya ketika sang tuan tanah menuntut uang sewa pondok yang ditinggalinya. Tak lama setelah itu, seekor kodok yang sangat besar terjatuh menimpa istrinya dan menyebabkannya pingsan. Kodok tersebut lalu dilemparkan ke dalam api, tetapi berhasil melarikan diri dengan luka bakar yang parah. Sementara itu, pondok penyihir tua terbakar dan dia mengalami luka bakar yang parah. Keesokan harinya, baik kodok dan penyihirnya mati, dan diketahui bahwa luka bakar sang wanita sihir sama seperti yang dialami kodok tersebut.[49]
Lukisan cukil kayu dari tahun 1579 yang menunjukkan seorang penyihir memberi makan kodok peliharaannya
Air liur kodok dianggap beracun dan dikenal sebagai "racun yang mengalir". Kodok dipercaya dapat meludah atau memuntahkan api beracun. Kodok dikaitkan dengan iblis dan setan di dalam puisiParadise Lost karyaJohn Milton yang menggambarkanSetan sebagai seekor kodok ketika ia menuangkan racun ke telingaHawa. Penyihir Pertama di sandiwaraMacbeth karyaShakespeare memberi instruksi tentang cara menggunakan kodok dalam ramuan mantra:[50]
Quote
text
Round about the cauldron go;In the poison'd entrails throw.Toad, that under cold stoneDays and nights has thirty-oneSwelter'd venom sleeping got,Boil thou first i' the charmed pot.
Round about the cauldron go;In the poison'd entrails throw.Toad, that under cold stoneDays and nights has thirty-oneSwelter'd venom sleeping got,Boil thou first i' the charmed pot.
Diyakini juga bahwa ada sebuah permata di dalam kepala seekor kodok yang disebut "toadstone" (batu kodok), yang apabila dikenakan sebagai kalung atau cincin dapat memberi peringatan kepada pemakainya jika ada yang mencoba meracuninya.[51] Shakespeare menyebutkan hal ini dalam sandiwaraAs You Like It:[52]
Sweet are the uses of adversityWhich, like the toad, ugly and venomous,Wears yet a precious jewel in his head.(Manis adalah buah dari kesengsaraanSeperti halnya kodok yang buruk rupa dan beracun,Namun memakai permata berharga di kepalanya)
Mr. Toad Esq. adalah salah satu tokoh utama di dalam novel anak-anak berjudulThe Wind in the Willows karyaKenneth Grahame.[53] Karya ini telah didramatisasi oleh beberapa pengarang termasukA. A. Milne yang menyebut dramanyaToad of Toad Hall. Mr. Toad adalah seekor kodok yang sangat sombong danantropomorfis dan di dalam bukunya ia menciptakan sebuah lagu pendek yang memuji dirinya sendiri yang dimulai seperti berikut ini.[54]
The world has held great heroes,As history books have showed;But never a name went down to fameCompared with that of Toad!(Dunia ini memiliki pahlawan-pahlawan hebat,Seperti yang ditunjukkan buku-buku sejarah;Tetapi tidak pernah ada nama yang tenarjika dibandingkan dengan Kodok itu!) The clever men at Oxford Know all there is to be knowed. But none of them know half as much As intelligent Mr. Toad! (Pria cerdas di OxfordMengetahui semua yang harus diketahui.Tetapi tidak ada satu pun dari mereka mengetahui sebanyakSi Cerdas Mr. Toad!)
^abFrost, Darrel R. (2011-01-31)."Bufonidae".Amphibian Species of the World: an Online Reference. Version 5.5. American Museum of Natural History. Diakses tanggal2012-08-24.
^Dubois, Alain; Bour, Roger (2010). "The nomenclatural status of the nomina of amphibians and reptiles created by Garsault (1764), with a parsimonious solution to an old nomenclatural problem regarding the genusBufo (Amphibia, Anura), comments on the taxonomy of this genus, and comments on some nomina created by Laurenti (1768)".Zootaxa.2447: 1–52.
^Kuzmin, Sergius L. (2008-09-19)."Bufo verrucosissimus". AmphibiaWeb. Diakses tanggal2012-09-17.
^Martens, R (1925). "Eine neue Eidechsengattung aus der Familie der Leposterniden".Senckenbergiana.7: 170–171.
^Müller, L.; Hellmich, W. (1935). "Mitteilungenyüber die Herpetofauna der Iberischen Halbinsel. Über Salamandra salamandra almanzoris, n. ssp. undBufo bufo gredosicola, n. ssp., zwei neue Amphibienrassen aus der Sierra de Gredos".Zool. Anz. Leipzig.112: 49–57.
^Frost, Darrel R. (2013-01-09)."Bufo spinosus Daudin, 1803".Amphibian Species of the World: an Online Reference. Version 5.6. American Museum of Natural History. Diakses tanggal2013-01-24.
^Birstein, V. J.; Mazin, A. L. (1982). "Chromosomal polymorphism ofBufo bufo: Karyotype and C-banding pattern ofB. b. verrucosissima".Genetica.59 (2): 93–98.doi:10.1007/BF00133292.
^Garcia-Porta, J.; Litvinchuk, S. N.; Crochet, P. A.; Romano, A.; Lo-Valvo, M.; Lymberakis, P.; Carranza, S. (2012). "Molecular phylogenetics and historical biogeography of the west-palearctic common toads (Bufo bufo species complex)".Molecular Phylogenetics and Evolution.63 (1): 113–130.doi:10.1016/j.ympev.2011.12.019.PMID22214922.
^Tosunoğlua, Murat; Taskavak, Ertan (2001). "A serological investigation of theBufo bufo (Anura, Bufonidae) populations in Southern Marmara (Manyas, Bahkesir) and Eastern Black Sea (Çamhhemşin, Rize) regions".Italian Journal of Zoology.68 (2): 165–168.doi:10.1080/11250000109356402.
^Recuero E.; Canestrelli D.; Voeroes J.; Szabó, K.; Poyarkov, N. A.; Arntzen, J. W.; Crnobrnja-Isailovic, J.; Kidov A. A.; Cogălniceanu, D.; Caputo, F. P.; Nascetti, G.; Martínez-Solano, I. (2012). "Multilocus species tree analyses resolve the radiation of the widespreadBufo bufo species group (Anura, Bufonidae)".Molecular Phylogenetics and Evolution.62 (1): 71–86.doi:10.1016/j.ympev.2011.09.008.PMID21964513.
^Hemelaar, A. S. M.; van Gelder, J. J. (1979). "Annual growth rings in phalanges ofBufo bufo (Anura, Amphibia) from the Netherlands and their use for age determination".Netherlands Journal of Zoology.30 (1): 129–135.doi:10.1163/002829680X00069.
^Stokeo, W. J. (1980).The Observer's Book of British Wild Animals. Frederick Warne. hlm. 213–217.ISBN978-0-7232-1503-5.
^Daniel Winchester."Common Toad". Surrey Amphibian and Reptile Group. Diakses tanggal2012-05-03.
^Larsen, Lis Olesen; Pedersen, Jan Nyholm (1981). "The snapping response of the toad,Bufo bufo, towards prey dummies at very low light intensities".Amphibia-Reptilia.2 (4): 321–327.doi:10.1163/156853882X00248.
^Sinsch, Ulrich (1987). "Orientation behaviour of toads (Bufo bufo) displaced from the breeding site".Journal of Comparative Physiology A.161 (5): 715–727.doi:10.1007/BF00605013.
^Goater, Cameron P.; Semlitsch, Raymond D.; Bernasconi, Marco V. (1993). "Effects of body size and parasite infection on the locomotory performance of juvenile toads,Bufo bufo".Oikos.16 (1): 129–136.doi:10.2307/3545205.JSTOR3545205.
^Hemelaar, Agnes (1988). "Age, growth and other population characteristics ofBufo bufo from different latitudes and altitudes".Journal of Herpetology.22 (4): 369–388.doi:10.2307/1564332.JSTOR1564332.
^"Common Toad:Bufo bufo". Amphibian and Reptile Conservation Trust. Diarsipkan dariversi asli tanggal 2011-09-05. Diakses tanggal2012-05-04.
^Hitchings, S. P.; Beebee, T. J. C. (1998). "Loss of genetic diversity and fitness in Common Toad(Bufo bufo) populations isolated by inimical habitat".Journal of Evolutionary Biology.11 (3): 269–283.doi:10.1046/j.1420-9101.1998.11030269.x.
^Chen, K. K.; Jensen, H.; Chen, A. L. (April 1932)."Action of Bufotoxins".Merriam-Webster Dictionary. 7.doi:10.3181/00379727-29-6141.ISSN1535-3699. Diakses tanggal2012-05-26.Wieland and Alles isolated bufotoxin from the skin ofB. vulgaris orB. bufo bufo.