Movatterモバイル変換


[0]ホーム

URL:


Lompat ke isi
WikipediaEnsiklopedia Bebas
Pencarian

Kakawin Hariwangsa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kakawin Hariwangsa
Juga dikenal sebagaiᬓᬓᬯᬶᬦ᭄ ᬳᬭᬶᬯᬗ᭄ᬰ

Kakawin Hariwangsa adalah sebuah karya sastraJawa Kuno. Cerita yang dikisahkan dalam bentukkakawin ini adalah cerita ketika sang prabuKresna, titisan bataraWisnu ingin menikah dengan DewiRukmini, dari negeri Kundina, putri prabu Bismaka. Rukmini adalah titisan DewiSri.

Arti judul

[sunting |sunting sumber]

Hariwangsa secaraharafiah berarti silsilah atau garis keturunan sang Hari atau Wisnu. DiIndiaHarivam.ça dalambahasa Sanskerta memang sebuah karya sastra mengenai Wisnu dan garis keturunannya di mana cerita pernikahan Kresna dan Rukmini adalah sebuah bagian kecil daripadanya. Namun untuk kasus kita ini, sebenarnya nama ini kurang cocok karena kakawin ini hanya mencakup sebuah bagian kecil saja.

Isi

[sunting |sunting sumber]

Sang Kresna yang sedang berjalan-jalan di taman, mendapat kunjunganbataraNarada yang berkata kepadanya bahwa calon istrinya, seseorang yang merupakan titisan Dewi Sri, telah turun ke dunia di negeri Kundina. Sedangkan Kresna yang merupakan titisan bataraWisnu harus menikah dengannya. Titisan Dewa Sri bernama Dewi Rukmini dan merupakan putri prabu Bismaka. Tetapi prabu Jarasanda sudah berkehendak untuk mengkawinkannya dengan raja Cedi yang bernama prabu Cedya.

Maka prabu Kresna ingin menculik Dewi Rukmini. Lalu pada saat malam sebelum pesta pernikahan dilaksanakan, Kresna datang ke Kundina dan membawa lari Rukmini. Sementara itu para tamu dari negeri-negeri lain banyak yang sudah datang. Prabu Bismaka sangat murka dan dia langsung berrembug dengan raja-raja lainnya yang sedang bertamu. Mereka takut untuk menghadapi Kresna karena terkenal sangat sakti. Kemudian Jarasanda memiliki sebuah siasat untuk memeranginya, yaitu dengan meminta tolongYudistira dan paraPandawa lainnya untuk membantu mereka.

Kemudian utusan dikirim ke prabu Yudistira dan dia menjadi sangat bingung. Di satu sisi adalah kewajiban seorangksatria untuk melindungi dunia dan memerangi hal-hal yang buruk. Kresna adalah sahabat karib para Pandawa namun perbuatannya adalah curang dan harus dihukum. Kemudian ia setuju. NamunBima marah besar dan ingin membunuh utusan Jarasanda tetapi dicegahArjuna. Selang beberapa lama, mereka mendapat kunjungan duta prabu Kresna yang meminta bantuan mereka. Namun karena sudah berjanji duluan, Yudistira terpaksa menolak sembari menitipkan pesan kepada sang duta supaya prabu Kresna hendaknya tak usah khawatir karena dia sangat sakti.

Lalu para Pandawa lima berangkat ke negeri Karawira tempat prabu Jarasanda berkuasa kemudian bersama paraKorawa mereka menyerbuDwarawati, negeri prabu Kresna.

Sementara itu Kresna sudah siap-siap menghadapi musuh, dibantu kakaknya sang Baladewa. Berdua mereka membunuh banyak musuh. Jarasanda, paraKorawa, Bima dan Nakula dan Sahadewa pun sudah tewas semua. Prabu Yudistira dibius oleh Kresna tidak bisa bergerak. Kemudian Kresna diperangi oleh Arjuna dan hampir saja dia kalah. Maka turunlah batara Wisnu darisurga. Kresna sebagai titisan Wisnu juga berubah menjadi Wisnu, sementara Arjuna yang juga merupakan titisan Wisnu berubah pula menjadi Wisnu. Yudistira lalu siuman dan meminta Wisnu supaya menghidupkan kembali mereka yang telah tewas di medan peperangan. Wisnu setuju dan Dia pun menghujankanamerta, lalu semuaksatria yang telah tewas hidup kembali, termasuk Jarasanda. Semuanya lalu datang ke pesta pernikahan prabu Kresna di Dwarawati.

Penulis

[sunting |sunting sumber]

Kakawin Kresnâyana ditulis oleh mpuPanuluh pada saat prabu Jayabaya memerintah diKediri dari tahun1135 sampai1157 Masehi.

Tema

[sunting |sunting sumber]

Tema yang dibahas dalam kakawin Kresnâyana ini mirip dengan tema yang dibahas dalam kakawin Hariwangsa. Para pakar sastra Jawa Kuno berpendapat bahwa kakawin Hariwangsa lebih berhasil dalam menggarap tema yang sama ini. Kakawin Hariwangsa lebih muda daripada Kresnâyana jadi kemungkinan mpu Panuluh menggubah ulang sebuah cerita yang sudah ada entah alasan apa. Ada kemungkinan ia diperintah oleh prabu Jayabaya atau memang karena hasrat jiwanya sendiri. Di dalam kakawinnya sendiri tertulis bahwa mpu Panuluh menulisnya karena: “tambenya pangiketkw apét laleh”, atau maksudnya: “alasannya menggubah syair ialah mencari capai.” Hal ini oleh para pakar ditafsirkan bahwa kakawin ini hanyalah bahan coba-cobaan saja. Mpu Panuluh juga terkenal dengankakawin Bharatayuddhanya yang ia karang bersama mpuSedah.

Kemudian ada hal yang sekaligus menarik dan janggal terjadi dalam kakawin ini, yaitu bagaimana paraPandawa bisa-bisanya yang dilukiskan memerangi prabu Kresna, sekutu mereka yang paling setia bersama-sama dengan para Korawa yang merupakan musuh bebuyutan para Pandawa. Namun semuanya berakhir dengan baik bagi segala pihak. Hal seperti ini tidak muncul dalam sastra epis (wiracarita) diIndia dan ini menunjukkan sifat Indonesiawi dari kakawin ini. Bahkan ada pakar yang menduga bahwa kakawin ini sebenarnya adalah sebuah naskahlakon yang maksudnya dipentaskan untuk pertunjukanwayang.

Bacaan lebih lanjut

[sunting |sunting sumber]
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kakawin_Hariwangsa&oldid=21039839"
Kategori:

[8]ページ先頭

©2009-2025 Movatter.jp