Kaisar Romawi adalah gelar yang digunakan oleh penguasaKekaisaran Romawi dari masa berdirinya olehAugustus pada 27 SM hingga jatuhnyaKekaisaran Romawi Barat pada tahun 476 M, dan dilanjutkan dalamKekaisaran Romawi Timur (Bizantium) hinggaKonstantinopel jatuh pada tahun 1453 M. Gelar ini pertama kali diperkenalkan olehGaius Julius Caesar, tetapi penggunaannya sebagai gelar kekaisaran dimulai oleh penerusnya,Augustus, yang dianggap sebagai kaisar pertama. Kaisar Romawi memiliki kekuasaan tertinggi dalam politik, militer, dan keagamaan Romawi.
Julius Caesar, yang berasal darikeluarga patricius, memainkan peran penting dalam peralihanRepublik Romawi menjadiKekaisaran Romawi. Pada tahun 44 SM, Caesar diangkat sebagaidiktator seumur hidup, sebuah gelar yang memperkuat kekuasaannya. Namun, pembunuhan Caesar pada tahun 44 SM memicuperang saudara di Romawi yang berlangsung hingga 27 SM, ketika kemenangannya disahkan olehSenat, menjadikannya sebagai "Princeps Senatus" atau "pemimpin pertama senat."Augustus tidak menyebut dirinya sebagai "kaisar" secara langsung, tetapi kekuasaannya diakui sebagai kekuatande facto.
Octavianus, yang kemudian dikenal sebagaiAugustus, adalah penerusJulius Caesar dan dianggap sebagai kaisar pertama Romawi.Augustus mendirikan fondasiKekaisaran Romawi dengan mengonsolidasikan kekuasaan di tangannya, termasuk komando militer tertinggi dan hak untuk menunjuk pejabat tinggi. Pada masa pemerintahannya (27 SM–14 M),Augustus memperkenalkan reformasi dalam pemerintahan, militer, dan sistem perpajakan yang meningkatkan stabilitas dan kemakmuran Romawi, serta memulai masa yang dikenal sebagai "Pax Romana" atau "Perdamaian Romawi."
Kaisar Romawi memiliki kekuasaan mutlak dalam berbagai aspek pemerintahan. Gelar resmi yang digunakan oleh seorang kaisar bervariasi sepanjang sejarah Romawi, dan sering mencerminkan kompleksitas kekuasaan yang dimilikinya:
Princeps: Gelar yang berarti "yang pertama di antara orang-orang" dan digunakan oleh kaisar untuk menekankan posisinya sebagai pelindung rakyat dan senat.
Imperator: Gelar militer yang digunakan oleh kaisar untuk menegaskan supremasi militer mereka. Ini juga menjadi asal mula istilah "kaisar."
Pontifex Maximus: Gelar ini memberikan kaisar kekuasaan keagamaan tertinggi sebagai kepala agama Romawi.
Augustus: Gelar yang menunjukkan status dewa-dewa dan sakralitas kekuasaan kaisar.
Kaisar juga mengendalikanSenat, meskipun secara teknis merupakan badan legislatif tertinggi, kekuasaan senat secara bertahap berkurang di bawah kaisar.
Sepanjang sejarah Romawi, terdapat beberapa dinasti utama yang memerintahKekaisaran Romawi. Setiap dinasti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan Kekaisaran.
Dinasti ini didirikan olehAugustus dan diikuti oleh penerusnya yang berasal dari garis keluargaJulius Caesar danAugustus. Kaisar terkenal dari dinasti ini termasukTiberius,Caligula,Claudius, danNero. Pada masa dinasti ini,Kekaisaran Romawi berkembang secara ekonomi dan militer, tetapi juga mengalami skandal politik yang melemahkan citra kaisar.
Setelah jatuhnyaDinasti Julio-Claudian,Vespasianus mendirikanDinasti Flavia yang berhasil memulihkan kestabilan di Romawi. Keluarganya memerintah dengan gaya pemerintahan yang lebih militeristis. Kaisar-kaisar sepertiVespasianus dan putranyaTitus berhasil menundukkan pemberontakan Yahudi dan membangun kembali Roma setelah kebakaran besar.
Dinasti ini dikenal dengan kaisar-kaisarnya yang adil dan bijaksana, termasukTrajanus,Hadrianus, danMarcus Aurelius. Masa pemerintahan mereka disebut sebagai puncak kejayaanKekaisaran Romawi, ditandai dengan ekspansi besar-besaran dan reformasi hukum serta administrasi yang signifikan.
Setelah runtuhnyaDinasti Severa, Romawi mengalami masa krisis internal yang disebutKrisis Abad Ketiga (235–284 M), di mana terjadi pergantian kaisar yang cepat,invasi barbar, dan ketidakstabilan ekonomi. Untuk mengatasi krisis ini,Kaisar Diokletianus memperkenalkansistem Tetrarki, di mana kekuasaan dibagi antara duakaisar senior (augustus) dan duakaisar junior (caesar). Sistem ini untuk sementara berhasil memulihkan stabilitas, tetapi tidak lama setelah pengunduran diriDiokletianus, kekuasaan kembali terpusat di tanganKonstantinus Agung.
Konstantinus Agung (306–337 M) adalah kaisar yang paling dikenal karena mengadopsiKekristenan sebagai agama resmiKekaisaran Romawi. Pada masa pemerintahannya,Konstantinus menyatukan kembali kekaisaran yang sebelumnya terpecah dan mendirikan ibu kota baru diBizantium, yang kemudian dikenal sebagaiKonstantinopel. KeputusanKonstantinus untuk mendukungKekristenan mengubah wajah kekaisaran dan agama dunia barat selamanya.
Warisan kaisar Romawi tetap hidup dalam sejarahEropa dandunia. Gelar "kaisar" digunakan dalam berbagai bentuk oleh penguasa lain sepanjang sejarah, seperti "Kaiser" di Jerman dan "Tsar" di Rusia, yang keduanya secara etimologis berasal dari "Caesar."Kekaisaran Romawi juga meninggalkan warisan hukum, seni, arsitektur, dan konsep pemerintahan yang terus memengaruhi dunia modern hingga saat ini.