J asalnya merupakan bentuk lain hurufI, sedangkan huruf I berasal dari hurufiotaYunani. Bentukhuruf kecilj digunakan padaAbad Pertengahan untuk mengakhiriangka Romawi menggantikani. Penggunaan yang berbeda diawali dalambahasa Jerman Hulu Pertengahan.[1]Petrus Ramus (d. 1572) menjadi orang pertama yang secara jelas membedakan I dan J sebagai lambang bunyi yang berbeda. Mulanya, kedua huruf I dan J melambangkan/i/,/iː/, dan/j/; tetapirumpun bahasa Roman mengembangkan bunyi-bunyi baru (dari/j/ dan/g/) yang menjadi bunyi-bunyi lambang I dan J; oleh itu, Jbahasa Inggris (dari JPrancis, dan akhirnya dipakai dalamIndonesia) agak berbeda bunyinya darij(info).
Koin emas dariItalia (abad ke-15 M), bergambarYohanes Pembaptis dengan tulisanS Iohannes B di sekelilingnya. HurufI digunakan karena pada masa itu huruf J maupunY belum tercipta.
Penggunaan J sebagai lambang konsonan gesek pascarongga-gigi (/dʒ/) terdapat dalambahasa Igbo,Indonesia,Melayu,Shona,Somali,Oromo danZulu. Bahasa Inggris menggunakannya pada beberapa kata, misalnya katajam (dibacad͡ʒæm).
Dalambahasa Basque,diafonem yang dilambangkan olehj dilafalkan berbeda-beda menurut dialek:[j],[ʝ],[ɟ],[ʒ],[ʃ],[x] (yang terakhir umum digunakan diPaís Vasco).
Dalam ejaan standarbahasa Italia modern, hanya kata daribahasa Latin,nama diri (sepertiJesi,Letojanni,Juventus, dsb.) atau kata dari bahasa asing yang memakai J. Sampaiabad ke-19, J cenderung digunakan daripada I dalamdiftong, sebagai pengganti akhiran-ii, dan dalam kelompok vokal (seperti pada kataSavoja); aturan ini cukup ketat dalam pedoman ejaan resmi. J juga digunakan untuk menyerap bunyi/j/ dalam dialek, misalnyaajo dalam bahasa Romanesque menjadiaglio (–/ʎ/–). Novelis ItaliaLuigi Pirandello menggunakan J pada kelompok vokal dalam karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa Italia; ia juga menulis bahasa ibunya, bahasa Sicilia dengan tetap mempertahankan penggunaan J.
Dalambahasa Spanyol, J melambangkan/x/ atau/h/ (yang berkembang darikonsonan gesek/dʒ/), serupa dengan bunyi "h" atau "kh" Indonesia.
Dalambahasa Prancis,Portugis danRumania, huruf J mulanya berbunyi/dʒ/ tetapi kini berubah menjadi/ʒ/ (seperti pada katameasure bahasa Inggris).
"J" ialah satu-satunya huruf yang tidak ditemukan dalamsistem periodik unsur (namunJl pernah digunakan untuk mewakilijoliotium, danJ sendiri pernah dipakai untukyodium[2]).