Pada dasarnya,industri plastik memproduksi produk berbahanpolimer, yaituplastik. Selain itu, industri plastik juga memproduksi berbagai modifikasi plastik yang dimanfaatkan dalam berbagai industri lain sepertipengemasan,konstruksi,elektronika,kedirgantaraan,manufaktur, dantransportasi. Industri ini merupakan bagian dariindustri kimia. Selain itu, mengingat komponen utama plastik adalahminyak mineral, maka industri plastik dapat dikatakan sebagaiindustri petrokimia.
Selain produksi plastik, bagian terpenting dari industri ini ialahperekayasaan plastik. Bagian tersebut umumnya diisi olehplastik rekayasa yang digunakan sebagaibahan baku berbagai jenis produksi, mengingat sifat mekanis dan termalnya lebih baik dari padaplastik komoditas yang umum digunakan.
Menurut PlasticsEurope, target pasar plastik tiga teratas ialah industripengemasan,konstruksi, danotomotif.[1]

Produksi plastik telah berkembang secara global. Dalam berbagai laporan, produksi plastik umumnya mencakup produksitermoplastik danpoliuretana, juga termasuktermoset,perekat,pelapis,penyegel, serta seratpolipropilena.[1] Data produksi plastik di bawah ini dikutip dari laporan PlasticsEurope (PEMRG) and Consultic.[3][4]
| Tahun | Megaton |
|---|---|
| 2002 | 204 |
| 2007 | 257 |
| 2009 | 250 |
| 2011 | 279 |
| 2012 | 288 |
| 2013 | 299 |
| 2018 | 370,5 |
| 2022 | 400,3 |
Namun,produksi plastik mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020. Harga gas alam yang menurun pesat. Selain itu, pelarangan plastik sekali pakai(di Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, dan berbagai negara di Afrika) dan larangan kantung plastik (di beberapa negara bagian Amerika Serikat) telah menurunkan permintaan plastik. Industri petrokimia telah berupaya meningkatkan pendapatannya dengan memperluas permintaan produk plastik secara cepat di seluruh dunia (misalnya dengan melobi pelarangan plastik dan meningkatkan produksi plastik di negara-negara yang aturan terkait dengan plastik belum begitu diterapkan).[5]