Movatterモバイル変換


[0]ホーム

URL:


Lompat ke isi
WikipediaEnsiklopedia Bebas
Pencarian

Hemoroid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel inimemberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis.Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Hemoroid
Diagram menunjukkan anatomi anus baik hemoroid internal maupun eksternal
Informasi umum
SpesialisasiGeneral surgery Sunting ini di Wikidata

Wasir (bentuk tak baku tetapi paling umum digunakan),bawasir (atauhemoroid[1]), juga dikenal sebagaiambeien, adalah strukturvaskular di dalamkanal anus.[2][3] Dalam keadaan normalnya, struktur ini merupakan bantalan yang membantu kontrolfeses.[4] Struktur ini menjadi penyakit ketikamembengkak ataumeradang; istilahhemoroid sering digunakan secara umum untuk merujuk pada penyakit tersebut.[3] Tanda dan gejala wasir bergantung pada jenisnya.[5] Wasir internal sering kali menyebabkanpendarahan rektum berwarna merah terang tanpa rasa nyeri saatbuang air besar.[6][5] Wasir eksternal sering kali menyebabkan nyeri dan pembengkakan di areaanus.[5] Jika terjadi pendarahan, warnanya biasanya lebih gelap.[5] Gejala sering kali membaik setelah beberapa hari.[6] Sebuahskin tag mungkin tersisa setelah penyembuhan wasir eksternal.[5]

Meskipun penyebab pasti wasir masih belum diketahui, sejumlah faktor yang meningkatkan tekanan di dalam abdomen diyakini turut terlibat.[5] Ini dapat mencakupkonstipasi,diare, dan duduk ditoilet dalam waktu yang lama.[6] Wasir juga lebih umum terjadi selamakehamilan.[6] Diagnosis ditegakkan dengan melihat area tersebut.[6] Banyak orang secara keliru menyebut segala gejala yang terjadi di sekitar area anus sebagai wasir, padahal penyebab serius dari gejala tersebut harus disingkirkan.[4]Kolonoskopi atausigmoidoskopi adalah tindakan yang wajar untuk mengonfirmasi diagnosis dan menyingkirkan penyebab yang lebih serius.[7]

Sering kali, tidak diperlukan pengobatan khusus dan wasir yang tidak menimbulkan gejala tidak memerlukan perawatan.[7][8] Langkah awal terdiri dari meningkatkan asupanserat, meminum cairan untuk menjaga hidrasi,OAINS untuk membantu meredakan nyeri, dan istirahat.[9] Krim obat dapat dioleskan ke area tersebut, namun efektivitasnya kurang didukung oleh bukti yang kuat.[7] Sejumlah prosedur ringan dapat dilakukan jika gejalanya parah atau tidak membaik dengan penanganan konservatif.[10]Embolisasi arteri hemoroid (HAE) adalahprosedur invasif minimal yang aman dan efektif untuk dilakukan serta biasanya lebih dapat ditoleransi dibandingkan terapi tradisional.[11][12][13] Pembedahan dicadangkan bagi mereka yang gagal membaik setelah langkah-langkah tersebut.[10]

Sekitar 50% hingga 66% orang memiliki masalah dengan wasir pada suatu titik dalam hidup mereka.[9][6] Pria dan wanita sama-sama terdampak dengan frekuensi yang hampir sama.[9] Wasir paling sering menyerang orang berusia antara 45 dan 65 tahun,[14] dan lebih umum terjadi di kalangan orang kaya,[5] meskipun hal ini mungkin mencerminkan perbedaan akses layanan kesehatan daripada prevalensi yang sebenarnya.[15] Luaran biasanya baik.[6][7]

Penyebutan pertama yang diketahui tentang penyakit ini berasal dari sebuahpapirus Mesir tahun 1700 SM.[16]

Gejala dan tanda

[sunting |sunting sumber]
Berkas:M 44 anus 22.jpg
Bawasir eksternal yang tampak di sekitar anus manusia

Bawasir internal dan eksternal dapat muncul berbeda. Namun, banyak orang dapat mengalami keduanya.[3] Jarang dijumpai perdarahan yang signifikan hingga menyebabkananemia,[14] dan lebih jarang lagi perdarahan yang mengancam nyawa.[17] Banyak orang merasa malu ketika menghadapi masalah ini[14] dan biasanya baru mencari perawatan medis ketika kasusnya sudah lanjut atau kronis.[3]

Jika tidakterkena trombosis, bawasir eksternal dapat menyebabkan beberapa masalah.[18] Namun, jika terkena trombosis, bawasir dapat sangat menyakitkan.[3][9] Namun, nyeri ini biasanya hilang dalam 2 – 3 hari,[14] sedangkan pembengkakannya memerlukan beberapa minggu untuk hilang.[14] Dapat tersisa suatuakrokordon setelah sembuh.[3] Jika bawasir besar dan menimbulkan masalah higiene, kondisi ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit di sekelilingnya dan gatal di sekitar anus.[18]

Bawasir internal biasanya muncul tanpa nyeri,perdarahan dari rektum berwarna merah terang selama atau setelah buang air besar.[3] Darahnya biasanya menutupi feses, kondisi yang dikenal sebagaihematokezia, ada pada kertas toilet, atau menetes ke dalam kloset.[3] Fesesnya sendiri biasanya berwarna normal.[3] Gejala lain di antaranya dapat berupa keluarnya lendir, massa di sekitar anus jika lendir ini turun ke anus,gatal pada anus, daninkontinensia feses.[17][19] Bawasir internal biasanya hanya terasa sakit jika terjadi trombosis ataunekrosis.[3]

Penyebab

[sunting |sunting sumber]

Penyebab sesungguhnya dari bawasir yang bergejala tidak diketahui dengan jelas.[20] Sejumlah faktor dipercaya turut berperan, termasuk: kebiasaan buang air besar yang tidak teratur (sembelit ataudiare), kurang olahraga, faktor nutrisi (diet rendah serat), peningkatan tekanan intraabdomen (kembung berkepanjangan,ascitis, adanya massa intraabdomen, ataukehamilan), genetik, tidak adanya katup di dalam pembuluh-pembuluh hemoroid, dan usia lanjut.[9][14] Faktor lain yang diduga meningkatkan risikonya termasukobesitas, duduk dalam jangka waktu lama,[3]batuk kronik, dangangguan fungsi dasar panggul.[21] Namun, sangat sedikit bukti mengenai keterkaitan ini.[21]

Selamakehamilan, tekanan darifetus pada abdomen dan perubahan hormonal menyebabkan pembuluh hemoroid membesar. Proses melahirkan juga menyebabkan peningkatan tekanan intraabdomen.[22] Wanita hamil jarang memerlukan pembedahan karena gejalanya biasanya hilang setelah melahirkan.[9]

Patofisiologi

[sunting |sunting sumber]

Bantalan hemoroid merupakan bagian normal anatomi manusia dan menjadi penyakit patologis hanya ketika bagian ini mengalami perubahan abnormal.[3] Terdapat tiga bantalan utama dalamsaluran anus normal.[9] Biasanya bantalan ini terletak di posisi lateral kiri, anterior kanan, dan posterior kanan.[14] Semuanya tidak tersusun atasarteri atauvena tetapi pembuluh darah yang disebutsinusoid,jaringan ikat, danotot polos.[21] Sinusoid tidak mempunyaijaringan otot di dindingnya, seperti yang ada pada vena.[3] Kelompok pembuluh darah ini dikenal sebagaipleksus hemoroid.[21]

Bantalan hemoroid penting untukkontinensia. Bagian ini berperan dalam memberikan 15–20% tekanan penutupan anus saat istirahat dan melindungi ototsfingter ani selama pengeluaran kotoran.[3] Ketika seseorang mengejan, tekanan intraabdomen meningkat, dan bantalan hemoroid membesar membantu mempertahankan agar anus tetap tertutup.[14] Dipercaya bahwa gejala bawasir terjadi ketika struktur vaskuler ini turun ke bawah atau ketika tekanan vena meningkat secara berlebihan.[17] Peningkatan tekanansfingter ani juga dapat berperan dalam gejala bawasir.[14] Ada dua jenis gejala wasir yang dapat timbul: internal daripleksus hemoroid superior dan eksternal dari pleksus hemoroid inferior.[14]Garis dentata membagi kedua daerah tersebut.[14]

Diagnosis

[sunting |sunting sumber]
Tingkatan bawasir internal
TingkatDiagramGambar
1Tampak endoskopik
2
3
4

Bawasir biasanya didiagnosis melalui pemeriksaan fisik.[10] Pemeriksaan visual pada anus dan area sekitarnya dapat mendiagnosis bawasir eksternal atau prolaps.[3]Colok dubur dapat dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanyatumor rektal,polip, pembesaranprostat, atau adanyaabses.[3] Pemeriksaan ini mungkin tidak dapat dilakukan tanpasedasi yang sesuai karena nyeri yang timbul, walaupun kebanyakan bawasir internal tidak menyebabkan nyeri.[9] Konfirmasi visual bawasir internal mungkin perlu dilakukan dengananoskopi, suatu alat berbentuk tabung berlubang yang dilengkapi lampu pada satu sisinya.[14] Terdapat dua jenis bawasir: eksternal dan internal. Kedua jenis ini dibedakan atas posisinya relatif terhadapgaris dentata.[9] Beberapa orang tertentu dapat menunjukkan versi simtomatis keduanya.[14] Jika disertai nyeri, kondisinya lebih menyerupaifisura ani atau bawasir eksternal dan bukan bawasir internal.[14]

Bawasir internal adalah jenis yang timbul di atasgaris dentata.[18] Jenis ini tertutup olehepitel kolumnar yang tidak mempunyaireseptor nyeri.[21] Jenis ini dikelompokkan pada tahun 1985 ke dalam empat tingkat berdasarkan derajatprolaps.[9][21]

  • Tingkat I: Tanpa prolaps. Hanya penonjolan pembuluh darah.[10]
  • Tingkat II: Prolaps ketika mengejan tetapi berkurang secara spontan.
  • Tingkat III: Prolaps ketika mengejan dan perlu didorong kembali secara manual.
  • Tingkat IV: Prolaps dan tidak dapat didorong kembali secara manual.
Wasir eksternal disertai trombosis

Bawasir eksternal adalah jenis yang timbul di bawah dentata ataugaris pektinatus.[18] Bawasir ini terliputi di dekatnya olehanoderma dan di sisi jauhnya oleh kulit, keduanya sensitif terhadap nyeri dan suhu.[21]

Diagnosis Banding

[sunting |sunting sumber]

Banyak masalah anorektal, termasukfisura,fistula, abses,kanker kolorektal,varises rektal dangatal-gatal mempunyai gejala serupa dan dapat secara keliru dianggap bawasir.[9]Perdarahan melalui rektum juga dapat terjadi karena kanker kolorektal,kolitis termasukpenyakit radang usus,penyakit divertikular, danangiodisplasia.[10] Jika adaanemia, penyebab potensial lainnya harus dipertimbangkan.[14]

Kondisi lain yang menyebabkan terjadinya massa pada anus termasuk:akrokordon,kutil pada anus,prolaps rektum,polip, dan pembesaran papilla anus.[14]Varises anorektal akibat peningkatanhipertensi portal (tekanan darah dalamsistem vena portal) dapat timbul menyerupai bawasir tetapi merupakan kondisi yang berbeda.[14]

Pencegahan

[sunting |sunting sumber]

Disarankan sejumlah langkah pencegahan termasuk menghindari mengejan ketika buang air besar, menghindari konstipasi dan diare dengan mengonsumsi makanan serat tinggi dan meminum banyak cairan atau meminum suplemen serat, dan cukup berolahraga.[14][23] Disarankan juga untuk mengurangi waktu yang digunakan untuk mencobabuang air besar, menghindari membaca ketika di toilet,[9] juga menurunkan berat badan bagi orang yang kelebihan berat badan dan menghindari mengangkat beban berat.[24]

Pengelolaan

[sunting |sunting sumber]

Konservatif

[sunting |sunting sumber]

Perawatan konservatif biasanya terdiri dari nutrisi dengandiet tinggi serat, asupan cairan secara oral untuk menjaga agar tubuh tidak mengalami dehidrasi,obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS),rendam duduk, dan istirahat.[9] Asupan serat yang tinggi memberikan hasil yang baik,[25] dan dapat dicapai dengan mengubah diet atau mengonsumsisuplemen serat.[9][25] Tidak banyak bukti yang mendukung manfaat dilakukannya rendam duduk selama masa perawatan.[26] Dan jika hal ini dilakukan, harus dibatasi hanya selama 15 menit saja setiap kali.[21]

Walaupun tersedia banyak obat topikal dan supositoria untuk mengobati hemoroid, manfaat obat-obatan ini belum menunjukkan bukti yang nyata.[9] Senyawa yang mengandungsteroid tidak boleh digunakan lebih dari 14 hari karena dapat menyebabkan penipisan kulit.[9] Kebanyakan senyawa yang digunakan merupakan kombinasi dari berbagai zat aktif.[21] Kombinasi ini biasanya terdiri dari krim pelapis sepertivaselin atauseng oksida, senyawa analgesik sepertilidokain, dan vasokonstriktor sepertiepinefrin.[21] Manfaatflavonoid dengan efek sampingnya masih perlu dipertanyakan.[21][27] Gejala biasanya hilang pada saat kehamilan; sehingga pengobatan ditindaklanjuti setelah melahirkan.[28]

Sejumlah tindakan dapat dilakukan di tempat praktik. Walaupun pada umumnya aman, efek samping serius sepertisepsis perianal mungkin juga terjadi.[10]

  • Ligasi gelang karet biasanya disarankan sebagai penanganan pertama bagi penderita dengan derajat penyakit 1 sampai 3.[10] Ini merupakan prosedur dimana gelang karet dipasangkan ke hemoroid internal setidaknya 1 cm di atasgaris dentata untuk menghambat suplai darah. Setelah 5–7 hari, hemoroid yang mengering akan terlepas. Jika gelang karet diletakkan terlalu dekat dengan garis dentata, akan timbul rasa nyeri yang berat setelahnya.[9] Tingkat penyembuhan dengan metode ini mencapai 87%[9] dengan tingkat komplikasi mencapai 3%.[10]
  • Skleroterapi melibatkan suntikan zatpembuat sklerosis, sepertifenol, ke dalam hemoroid. Tindakan ini menyebabkan dinding pembuluh vena mengempis sehingga hemoroid mengerut. Tingkat keberhasilan tindakan setelah empat tahun adalah ~70%[9] ternyata lebih tinggi dari ligasi gelang karet.[10]
  • Sejumlah metodekauterisasi cukup efektif untuk menangani hemoroid, tetapi hanya digunakan bila metode lainnya tidak berhasil. Prosedur ini menggunakanelekrokauteri,radiasi infra merah,bedah laser,[9] ataubedah beku.[29] Kauterisasi inframerah merupakan opsi untuk kondisi penyakit tingkat 1 atau 2.[10] Untuk mereka dengan penyakit tingkat 3 atau 4 tingkat kekambuhan sangat tinggi.[10]

Pembedahan

[sunting |sunting sumber]

Sejumlah teknik pembedahan dapat dilakukan bila penanganan secara konservatif dan prosedur sederhana gagal.[10] Semua pengobatan melalui pembedahan melibatkan komplikasi hingga derajat tertentu termasuk di dalamnya perdarahan, infeksi,striktur ani danretensi urine, disebabkan karena kedekatan letak rektum dengan sistem saraf yang menuju kandung kemih.[9] Terdapat juga kemungkinan risikoinkontinensia fekal (tidak dapat menahan buang air besar), terutama dalam bentuk cairan,[21][30] dengan laju dilaporkan berkisar antara 0% dan 28%.[31] Kondisi lain yang dapat timbul setelah proses pengangkatan hemoroid adalahektropion mukosa (biasanya disertai stenosis anus).[32] Di sini biasanya mukosa anus keluar dari anus, suatu kondisi yang lebih ringan dariprolaps rektum.[32]

  • Pengangkatan hemoroid secara bedah eksisi merupakan suatu pembedahan dengan pemotongan jaringan hemoroid, hanya dilakukan pada kasus yang parah.[9] Pada umumnya menyebabkan nyeri pascaoperasi yang bermakna dan memerlukan 2–4 minggu untuk pemulihan.[9] Namun, terdapat manfaat jangka panjang pada mereka yang menderita bawasir tingkat 3 dibandingkan dengan ligasi gelang karet.[33] Ini merupakan penanganan yang direkomendasikan pada mereka yang menderitahemoroid eksterna karena trombosis jika dilaksanakan dalam waktu 24–72 jam.[18][10] SalepGliseril trinitrat setelah pembedahan, dapat mengurangi nyeri dan membantu penyembuhan.[34]
  • Dearterialisasi hemoroid trans-anal dengan panduan doppler, merupakan pengobatan yang bersifat invasif minimal dengan menggunakan ultrasonografi doppler untuk menentukan lokasi aliran darah arteri secara akurat. Arteri ini kemudian "diikat" dan jaringan yang prolaps akan kembali ke posisi normal. Melalui prosedur ini tingkat kemunculan berulang agak tinggi, tetapi memiliki tingkat komplikasi yang lebih rendah dibandingkan dengan hemoroidektomi.[9]
  • Hemoroidektomi dengan stapler, juga dikenal denganhemoroidopeksi dengan stapler, merupakan prosedur yang mencakup pengangkatan jaringan hemoroid yang secara abnormal membesar, diikuti dengan reposisi jaringan hemoroid yang tersisa ke posisi anatomi yang normal. Prosedur ini tidak terlalu sakit dan proses penyembuhan lebih cepat dibandingkan dengan pengangkatan total hemoroid.[9] Namun, kemungkinan hemoroid simptomatis untuk kembali lebih besar dibandingkan dengan dengan hemoroidektomi konvensional.[35] Oleh karena itu, prosedur ini hanya disarankan untuk penyakit tingkat 2 atau 3.[10]

Epidemiologi

[sunting |sunting sumber]

Cukup sulit untuk menentukan tingkat kekerapan penyakit ini secara umum karena tidak banyak pasien yang menemui penyedia layanan kesehatan.[17][20] Namun, diperkirakan hemoroid yang bergejala mengenai setidaknya 50% dari populasi di AS pada suatu waktu dalam hidupnya dan sekitar ~5% dari populasi terkena penyakit ini setiap waktu.[9] Kedua gender kurang lebih mengalami kondisi insidens yang sama[9] dengan tingkat kemunculan yang tinggi pada usia 45 dan 65 tahun.[14] Umumnya lebih sering muncul padakaukasia[36] dan orang dengan status sosioekonomi yang tinggi.[21] Hasil jangka panjang pada umumnya baik, walaupun sejumlah orang mengalami episode simptomatik yang muncul kembali.[17] Hanya sebagian kecil pasien yang memerlukan tindakan operasi kembali.[21]

Sejarah

[sunting |sunting sumber]
Miniatur Inggris abad ke-11. Di sisi kanan adalah operasi untuk mengangkat hemoroid.

Yang pertama kali menjelaskan tentang rasa sakit ini adalahpapirus Mesir dari 1700 tahun sebelum masehi yang menyatakan:“… Engkau harus memberikan racikan, suatu cairan yang memberikan perlindungan luar biasa; daunAkasia, dihaluskan, murnikan dan masak bersamaan. Oleskan secarik kain linen halus disana -tempelkan di anus, dia akan sembuh dengan segera."[37] Pada tahun 460 SM,Hippocratic corpus membicarakan tentang pengobatan yang mirip dengan penanganan modern yang menggunakan ligasi gelang karet:“Dan hemoroid seperti itu dapat dirawat dengan cara menancapkan jarum dan mengikatnya dengan benang wol yang sangat tebal, dan jangan diangkat sampai terlepas dan jatuh, tinggalkan saja di situ; ketika pasien pulih, berikan terapi tumbuhan Hellebore padanya.”[37] Hemoroid juga diperkirakan dijelaskan dalam kitabInjil.[14][38]

Celsus (25 SM – 14 M) menggambarkan prosedur ligasi dan eksisi, dan menceritakan kemungkinan komplikasinya.[39]Galen menganjurkan untuk mematikan pembuluh arteri ke vena, serta mengeklaim bahwa cara ini dapat mengurangi nyeri sekaligus mencegah penyebaran gangren.[39] BukuSusruta Samhita, (Abad ke-4 - 5 M), hampir sama seperti yang diucapkan oleh Hippocrates, tetapi lebih menekankan pada kebersihan luka.[37] Pada abad ke-13, para ahli bedah dari Eropa sepertiLanfranc of Milan,Guy de Chauliac,Henri de Mondeville dan John of Ardene membuat kemajuan besar dan mengembangkan teknik-teknik pembedahan.[39]

Kata "hemorrhoid" pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1398, yang berasal dariPrancis kuno "emorroides", dari bahasaLatin "hæmorrhoida -ae",[40] berasal dariYunani "αἱμορροΐς" (haimorrhois), "penyebab keluar darah", dari "αἷμα" (haima), "darah"[41] + "ῥόος" (rhoos), "saluran, aliran, arus",[42] dengan sendirinya dari "ῥέω" (rheo), "mengucur, mengalir".[43]

Kasus terkenal

[sunting |sunting sumber]

Pemain bisbol terkenalGeorge Brett dikeluarkan dari pertandingan dalam1980 World Series karena menderita nyeri akibat hemoroid. Setelah mengalami pembedahan minor, Brett kembali bermain di pertandingan berikutnya, sambil mengatakan "...permasalahan saya semua sudah di belakang saya."[44] Brett kembali dioperasi untuk mengatasi hemoroidnya pada musim semi tahun itu.[45] Komentator politik konservatifGlenn Beck menjalani operasi hemoroid, dan selanjutnya menceritakan pengalamannya yang kurang menyenangkan ini tahun 2008 melalui video diYouTube yang ditonton secara luas.[46]

Rujukan

[sunting |sunting sumber]
  1. Arti kataGALAT! URL tidak ditemukan atau tidak sah. dalam situs web {{{ver}}} olehlembaga penyusun kamus.
  2. Chen, Herbert (2010).Illustrative Handbook of General Surgery. Berlin: Springer. hlm. 217.ISBN 978-1-84882-088-3.
  3. 12345678910111213141516Schubert, MC; Sridhar, S; Schade, RR; Wexner, SD (July 2009)."What every gastroenterologist needs to know about common anorectal disorders".World J Gastroenterol.15 (26):3201–09.doi:10.3748/wjg.15.3201.ISSN 1007-9327.PMC 2710774.PMID 19598294.
  4. 12Beck, David E. (2011).The ASCRS textbook of colon and rectal surgery (Edisi 2nd). New York: Springer. hlm. 175.ISBN 978-1-4419-1581-8.Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-12-30.
  5. 1234567Sun, Z; Migaly, J (March 2016)."Review of Hemorrhoid Disease: Presentation and Management".Clinics in Colon and Rectal Surgery.29 (1):22–29.doi:10.1055/s-0035-1568144.PMC 4755769.PMID 26929748.
  6. 1234567"Hemorrhoids".National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. November 2013. Diarsipkan dariasli tanggal 26 January 2016. Diakses tanggal15 February 2016.
  7. 1234Hollingshead, JR; Phillips, RK (January 2016). "Haemorrhoids: modern diagnosis and treatment".Postgraduate Medical Journal.92 (1083):4–8.doi:10.1136/postgradmedj-2015-133328.PMID 26561592.S2CID 207022763.
  8. Ashburn, Jean H. (18 August 2025). "Hemorrhoidal Disease: A Review".JAMA.doi:10.1001/jama.2025.13083.
  9. 123456789101112131415161718192021222324252627Lorenzo-Rivero, S (August 2009)."Hemorrhoids: diagnosis and current management".Am Surg.75 (8):635–42.doi:10.1177/000313480907500801.PMID 19725283.S2CID 220122385.Kesalahan pengutipan: Tanda<ref> tidak sah; nama "Review09" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  10. 1234567891011121314Rivadeneira, DE; Steele, SR; Ternent, C; Chalasani, S; Buie, WD; Rafferty, JL; Standards Practice Task Force of TheAmerican Society of Colon and Rectal Surgeons (September 2011). "Practice parameters for the management of hemorrhoids (revised 2010)".Diseases of the Colon and Rectum.54 (9):1059–64.doi:10.1097/DCR.0b013e318225513d.PMID 21825884.S2CID 29688768.Kesalahan pengutipan: Tanda<ref> tidak sah; nama "NG2011" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  11. Kesalahan pengutipan: Tanda<ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:0
  12. Kesalahan pengutipan: Tanda<ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:1
  13. Kesalahan pengutipan: Tanda<ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:3
  14. 1234567891011121314151617181920Kaidar-Person, O; Person, B; Wexner, SD (January 2007)."Hemorrhoidal disease: A comprehensive review"(PDF).Journal of the American College of Surgeons.204 (1):102–17.doi:10.1016/j.jamcollsurg.2006.08.022.PMID 17189119. Diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 2012-09-22.Kesalahan pengutipan: Tanda<ref> tidak sah; nama "Kaidar2007" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  15. Kesalahan pengutipan: Tanda<ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamap663
  16. Ellesmore, Windsor (2002). "Surgical History of Haemorrhoids". Dalam Charles MV (ed.).Surgical Treatment of Haemorrhoids. London: Springer. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  17. 12345Davies, RJ (2006 Jun)."Haemorrhoids".Clinical evidence (15):711–24.PMID 16973032.
  18. 12345Dayton, senior editor, Peter F. Lawrence; editors, Richard Bell, Merril T. (2006).Essentials of general surgery (Edisi 4th ed.). Philadelphia ;Baltimore: Williams & Wilkins. hlm. 329.ISBN 9780781750035.;Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  19. Azimuddin, edited by Indru Khubchandani, Nina Paonessa, Khawaja (2009).Surgical treatment of hemorrhoids (Edisi 2nd ed.). New York: Springer. hlm. 21.ISBN 978-1-84800-313-2.;Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  20. 12Reese, GE (2009 Jan 29). "Haemorrhoids".Clinical evidence.2009.PMID 19445775.;
  21. 1234567891011121314Beck, David (2011).The ASCRS textbook of colon and rectal surgery (Edisi 2nd ed.). New York: Springer. hlm. 174–177.ISBN 9781441915818.Kesalahan pengutipan: Tanda<ref> tidak sah; nama "ASCRS2011" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  22. National Digestive Diseases Information Clearinghouse (2004)."Hemorrhoids".National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK),NIH. Diarsipkan dariasli tanggal 2010-03-23. Diakses tanggal18 Maret 2010.;
  23. Frank J Domino (2012).The 5-Minute Clinical Consult 2013 (Griffith's 5 Minute Clinical Consult). Hagerstown, MD: Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 572.ISBN 1-4511-3735-4.
  24. Glass, [edited by] Jill C. Cash, Cheryl A.Family practice guidelines (Edisi 2nd ed.). New York: Springer. hlm. 665.ISBN 9780826118127.;Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  25. 12Alonso-Coello, P.; Guyatt, G. H.; Heels-Ansdell, D.; Johanson, J. F.; Lopez-Yarto, M.; Mills, E.; Zhuo, Q.; Alonso-Coello, Pablo (2005). Alonso-Coello, Pablo (ed.). "Laxatives for the treatment of hemorrhoids".Cochrane Database Syst Rev (4): CD004649.doi:10.1002/14651858.CD004649.pub2.PMID 16235372.
  26. Lang, DS (2011 Dec). "Effectiveness of the Sitz bath in managing adult patients with anorectal disorders".Japan journal of nursing science : JJNS.8 (2):115–28.PMID 22117576.;
  27. Alonso-Coello P, Zhou Q, Martinez-Zapata MJ; et al. (2006)."Meta-analysis of flavonoids for the treatment of haemorrhoids".Br J Surg.93 (8):909–20.doi:10.1002/bjs.5378.PMID 16736537.;Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  28. Quijano, CE (2005 Jul 20). "Conservative management of symptomatic and/or complicated haemorrhoids in pregnancy and the puerperium".Cochrane database of systematic reviews (Online) (3): CD004077.PMID 16034920.;
  29. Misra, MC (2005). "Drug treatment of haemorrhoids".Drugs.65 (11):1481–91.PMID 16134260.Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  30. Pescatori, M (2008 Mar). "Postoperative complications after procedure for prolapsed hemorrhoids (PPH) and stapled transanal rectal resection (STARR) procedures".Techniques in coloproctology.12 (1):7–19.PMID 18512007.;
  31. Ommer, A (2008 Nov). "Continence disorders after anal surgery--a relevant problem?".International journal of colorectal disease.23 (11):1023–31.PMID 18629515.;
  32. 12Lagares-Garcia, JA (2002 Dec)."Anal stenosis and mucosal ectropion".The Surgical clinics of North America.82 (6):1225–31, vii.PMID 12516850.;
  33. Shanmugam, V (2005 Jul 20). "Rubber band ligation versus excisional haemorrhoidectomy for haemorrhoids".Cochrane database of systematic reviews (Online) (3): CD005034.PMID 16034963.;
  34. Ratnasingham, K (2010). "Meta-analysis of the use of glyceryl trinitrate ointment after haemorrhoidectomy as an analgesic and in promoting wound healing".International journal of surgery (London, England).8 (8):606–11.PMID 20691294.
  35. Jayaraman, S (2006 Oct 18). "Stapled versus conventional surgery for hemorrhoids".Cochrane database of systematic reviews (Online) (4): CD005393.PMID 17054255.;
  36. Christian Lynge, Dana; Weiss, Barry D. (2001).20 Common Problems: Surgical Problems And Procedures In Primary Care. McGraw-Hill Professional. hlm. 114.ISBN 978-0-07-136002-9.
  37. 123Ellesmore, Windsor (2002). "Surgical History of Haemorrhoids". Dalam Charles MV (ed.).Surgical Treatment of Haemorrhoids. London: Springer. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  38. King James Bible. 1 Samuel 6 4. Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
  39. 123Agbo, SP (1 January 2011). "Surgical management of hemorrhoids".Journal of Surgical Technique and Case Report.3 (2): 68.doi:10.4103/2006-8808.92797. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  40. hæmorrhoida, Charlton T. Lewis, Charles Short,A Latin Dictionary, on Perseus Digital Library
  41. αἷμα, Henry George Liddell, Robert Scott,A Greek-English Lexicon, on Perseus Digital Library
  42. ῥόος, Henry George Liddell, Robert Scott,A Greek-English Lexicon, on Perseus Digital Library
  43. ῥέω, Henry George Liddell, Robert Scott,A Greek-English Lexicon, on Perseus Digital Library
  44. Dick Kaegel (March 5, 2009)."Memories fill Kauffman Stadium".Major League Baseball. Diarsipkan dariasli tanggal 2011-06-05. Diakses tanggal2014-01-14.
  45. "Brett in Hospital for Surgery".The New York Times. Associated Press. March 1, 1981.
  46. "Glenn Beck: Put the 'Care' Back in Health Care".ABC Good Morning America. Jan. 8, 2008. Diakses tanggal17 September 2012.

Pranala luar

[sunting |sunting sumber]
Wikimedia Commons memiliki media mengenaiHemorrhoids.
Saluran GI atas
Esofagus
Perut
Saluran GI bawah
Enteropati
Usus halus
(Duodenum/Jejunum/Ileum)
Usus Besar
(Apendiks/Usus Besar)
Besar dan/atau kecil
Rektum
Anal canal
Pendarahan GI
Kelenjar pencernaan
Hati
Kantung empedu
Saluran empedu/
Lainnyabiliary tree
Pankreas
Lain
Hernia
Peritoneal
Arteri,arteriol
dankapiler
Inflamasi
Penyakit arteri perifer
Arteriosklerosis
Stenosis
Lainnya
Aneurisma /diseksi /
pseudoaneurisma
Malformasi vaskular
Nevus Vaskular
Vena
Inflamasi
Trombosis vena /
Tromboflebitis
Varises
Lainnya
Arteri atau vena
Tekanan darah
Hipertensi
Hipotensi
Internasional
Nasional
Lain-lain
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hemoroid&oldid=28901111"
Kategori:
Kategori tersembunyi:

[8]ページ先頭

©2009-2026 Movatter.jp