Gubernur Jenderal (bahasa Inggris:governor general,bahasa Belanda:gouverneur-generaal) adalah pejabat tinggi dalampemerintahan kolonial atauprotektorat yang bertanggung jawab untuk mengelola administrasi dan urusan politik suatu wilayah kolonial atauprotektorat atas namanegara ataukekaisaran yang lebih besar. Istilah ini sering digunakan dalam konteks kekuasaan kolonialEropa, seperti dalam sejarahBelanda,Inggris,Prancis, danSpanyol, di mana Gubernur Jenderal memiliki wewenangeksekutif,legislatif, danyudikatif yang luas. Gubernur Jenderal biasanya diangkat olehmonarki ataupemerintah pusat dan bertindak sebagaikepala pemerintahan di wilayah yang dikelola. Tugas mereka meliputi pelaksanaan kebijakan, pengawasan terhadap administrasi, serta menjaga stabilitas dan keamanan wilayah tersebut. Gubernur Jenderal sering kali memiliki kekuasaan untuk membuat keputusan penting mengenai ekonomi, diplomasi, dan pertahanan dikoloni atauprotektorat yang mereka pimpin.
Dalam sejarah, posisi Gubernur Jenderal bervariasi tergantung pada kekuatan kolonial yang bersangkutan dan periode waktu tertentu.[1] Sebagai contoh, diHindia Belanda, Gubernur Jenderal Belanda memiliki kekuasaan yang sangat besar dan berfungsi sebagaikepala negara dan pemerintahan di wilayah tersebut. DiInggris, Gubernur JenderalAustralia danKanada bertindak sebagai perwakilan monarkiInggris dengan tugas-tugas serupa dinegara-negara persemakmuran. Posisi ini sering dihapus atau diubah seiring dengan prosesdekolonisasi dan pembentukan negara-negara merdeka, di mana peran Gubernur Jenderal digantikan oleh pejabat-pejabat nasional yang sesuai dengan sistem pemerintahan baru. Gubernur Jenderal memiliki peran penting dalam transisi dari pemerintahan kolonial ke pemerintahan nasional dan sering kali menjadi simbol hubungan antara negara merdeka dan kekuatan kolonial yang dulu menguasai wilayah tersebut.
Dalam penggunaan modern, istilah gubernur jenderal berasal dari koloni-koloni Inggris yang mempunyai pemerintahan sendiri di dalamKerajaan Inggris. Sebelum Perang Dunia I, gelar tersebut hanya digunakan di koloni-koloni federasi yang konstituennya telah memilikigubernur sebelum melakukan federasi, yaituKanada,Australia, danUni Afrika Selatan. Dalam kasus ini, perwakilan Kerajaan diDominion federasi diberi gelar superior sebagai gubernur jenderal. Pengecualian pertama terhadap aturan ini adalah Selandia Baru, yang diberikan status Dominion pada tahun 1907, namun baru pada tanggal 28 Juni 1917Arthur Foljambe, Earl ke-2 Liverpool, diangkat menjadigubernur jenderal Selandia Baru.
Sejak tahun 1950-an, gelar gubernur jenderal telah diberikan kepada semua perwakilan kedaulatan diwilayah Persemakmuran yang independen. Dalam kasus ini, jabatan gubernur kolonial sebelumnya diubah (kadang-kadang untuk petahana yang sama) menjadi gubernur jenderal setelah kemerdekaan, karena sifat jabatan tersebut menjadi perwakilan konstitusional monarki yang sepenuhnya independen dan bukannya simbol pemerintahan kolonial sebelumnya. . Di negara-negara ini, gubernur jenderal bertindak sebagai wakil raja, menjalankan fungsi seremonial dan konstitusional sebagaikepala negara.
Satu-satunya negara lain yang saat ini menggunakan sebutan gubernur jenderal adalahIran, yang tidak memiliki hubungan dengan monarki atau Persemakmuran mana pun. Di Iran, otoritas provinsi dipimpin oleh seorang gubernur jenderal[2] (Persia: استاندارostāndār), yang ditunjuk olehmenteri dalam negeri.
Pieter Both awalnya betugas sebagai sebagaiperwiraangkatan laut utama diHindia Belanda sejak tahun 1599. Masa tugasnya berakhir pada tahun 1601.Pada tanggal 27 November 1609, sebuah resolusiStaten-Generaal telah menetapkan Pieter Both sebagai pemimpin tertinggi bagi seluruh perdaganganPerusahaan Hindia Timur Belanda diAsia sekaligus mendirikan pemerintahannya yang disebut Pemerintah Agung. Pimpinan tertingginya diberi gelar gubernur jenderal.
Pada 1599 ia menjadi pedagang dan pemilik kapal, dia merupakan pendiri dan anggota dariNieuwe Compagnie atauBrabantsche. Salah satu perusahaan dagang Belanda. Pada 1602, Perusahaan ini kemudian bergabung ke (VOC). Gerard Reynst menjadi Gubernur JenderalPerusahaan Hindia Timur Belanda sejak tahun 1614 hingga 1615.
Jan Pieterszoon Coen adalahGubernur Jenderal Hindia TimurVereenigde Oostindische Compagnie (VOC atau Kompeni) yang keempat dan keenam. Pada masa jabatan pertama ia memerintah antara tahun1619 –1623 dan untuk masa jabatan yang kedua berlangsung antara tahun1627 –1629.
Van Riebeeck bisa dianggap sebagai orang pertama yang memulai perkebunankopi diJawa Barat. Ia juga merupakan pendaki pertama yang berhasil sampai di puncakGunung Tangkuban Parahu pada tahun 1713.
Mattheus de Haan (19 Oktober 1663 – 1 Juni 1729), adalahGubernur jenderalHindia Belanda yang ke 21. Ia memerintah antara tahun1725 –1729.Mattheus de Haan menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda menggantikan Hendrik Zwaardecroon. Awal karier sebagai onder-koopman di kamar dagang Rotterdam.
Durven sepulangnya dariBatavia ke Belanda pada tahun1732, menuntutKompeni ke pengadilan, karena dianggap merugikannya. TetapiVOC mengundur-undur prosesnya sampai Durven meninggal pada tahun1740.
Orang tua Abraham Patras berasal dari Prancis, ia sendiri lahir di sana. Mereka mengungsi keBelanda setalah ditariknya kembaliMaklumat Nantes, maka sebagai kaumHuguenot mereka mengungsi ke Belanda.
Valckenier, oleh Kerajaan Belanda, dituduh sebagai pencetuspembantaian orang Tionghoa di Batavia tahun 1740. Ia ditangkap ketika berada diAfrika Selatan setelah meletakkan jabatan. Ia dibawa kembali ke Batavia tempat ia meninggal dalam sel setelah dipenjara hampir 10 tahun.
Petrus Albertus van der Parra, (29 September 1714 – 28 Desember 1775) adalahGubernur-JenderalHindia Belanda yang ke-29. Ia memerintah secara cukup lama antara tahun1761 –1775. Ia meninggal ketika masih menjabat.
Sir Thomas Stamford Bingley RafflesFRS (6 Juli 1781 – 5 Juli 1826) adalah seorang negarawanBritania,Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1811–1816), dan Letnan Gubernur Jendral Bengkulu (1818–1824); yang sangat terkenal dikarenakan mampu membawa pendirianMalaysia danSingapura yang lebih maju dan modern.
Mr. Godert Alexander Gerard Philip baronvan der Capellen (15 Desember 1778 – 10 April 1848) adalah penguasaHindia Belanda pertama yang memerintah di Hindia setelah dikuasai olehKerajaan Inggris selama beberapa tahun. PadaKonvensi london, kepada Belanda diberikan kembali Hindia Belanda.
Johannes graaf van den Bosch (2 Februari 1780 – 28 Januari 1844) adalah seorangperwira dan politikus Belanda. Ia adalahGubernur-Jenderal Hindia Belanda ke-43 yang memerintah pada 1830–1834. Ia pernah menjabat sebagai komandanKNIL, Menteri Urusan Koloni, danMenteri Negara.
Ia adalahpamong praja selama pemerintahanWillem I danBelanda. Setelah menjabat sebagai Gubernur-Jenderal, ia kemudian menjabat sebagai Menteri Angkatan Laut dan Menteri Jajahan. Semasa jabatannya, ia amat kuat membelaSistem Tanam Paksa yang menyengsarakan rakyat Indonesia.
Mr. Albertus Jacobus Duymaer van Twist (20 Februari 1809 – 3 Desember 1887) sebagai putra seorang profesor diGroningen dengan nama yang sama dan istrinyaJudith van Lochem.
Charles Ferdinand Pahud de Mortanges (18 April 1803 – 31 Agustus 1873), adalahGubernur-JenderalHindia Belanda yang ke 51. Ia memerintah antara tahun1856 –1861.
Mr. Ludolph Anne Jan Wilt baron Sloet van de Beele (28 Maret 1806 – 10 Desember 1890), adalahGubernur-JenderalHindia Belanda yang ke-52. Ia memerintah antara tahun1861 –1866.
johannes Benedictus "Jo" van Heutsz (3 Februari 1851 – 10 Juli 1924) adalah seorang penguasapemerintahHindia Belanda yang membawaIndonesia di bawah kekuasaan Belanda. Van Heutsz dikirim ke Aceh sebagaisubaltern (bawahan) pada tahun1873 dan memperolehpromosi dengan cepat. Kemudian ketika tahun1887, dia memperoleh kenaikan pangkat menjadikepala staf, dan selanjutnya tahun1899, Van Heutsz diangkat sebagaigubernurmiliter dan sipilAceh yang harus menghadapiperang Aceh (1898-1903). Dalam jangkawaktusatu tahun, dia mengatur (rencana)untuk dapat menaklukankerajaan Aceh.
Sebelum menjadi Gubernur-Jenderal Hindia Belanda, Idenburg pernah menjadiGubernurSuriname, dari tahun1905 -1908. Sekitar 20 tahun setelah ia berhenti, menantunyaAbraham Arnold Lodewijk Rutgers juga menjadi Gubernur Suriname.
Johan Paul, graaf vanLimburg Stirum (2 Februari 1873 – 17 April 1948) adalah seorangGubernur JenderalHindia Belanda dandiplomat. Pada tanggal18Mei1918, Gubernur Limburg Stirum, atas nama pemerintah Belanda, mendirikan dan meresmikanVolksraad (Dewan Rakyat). Awalnya, dewan hanya berfungsi sebagai badan penasihat yang hanya berhak untuk memberikan saran kepada pemerintah Hindia Belanda. Dewan Rakyat terdiri dari anggota yang dipilih dan diangkat oleh Gubernur Jenderal.
Ia memerintah antara tanggal24 Maret1921 sampai6 September1926. Sebelum memerintah di Hindia Belanda, ia sempat pula menjabat sebagai seorang Gubernur diSuriname dari tahun1908 sampai1911.
JonkheerMr.Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh-Stachouwer (7 Maret 1888 – 16 Agustus 1978) adalah seorangbangsawan dan negarawanBelanda, ia dikenal sebagaigubernur jenderal terakhirHindia Belanda. Ia masuk dalam tahanan Jepang setelah menyerahnya angkatan perang seluruh Hindia Belanda tanpa syarat dalamKapitulasi Kalijati pada 8 atau 9 Maret 1942.
Secara de facto, Van Mook menjalankan peran sebagai Gubernur Jenderal karena Tjarda ditawan Jepang, meskipun status Van Mook adalah Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Semenjak pendudukan wilayahHindia Belanda oleh tentaraKekaisaran Jepang, praktis sejak saat itu pula kaum penguasa Belanda tidak lagi memiliki otoritas dalam menjalankan kekuasaannya.
^Ricklefs, M.C. Ricklefs (2017).Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.ISBN978-979420-187-9.Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^Opstall, M.E. van (1972) De reis van de vloot van Pieter Willemsz Verhoeff naar Azie 1607 – 1612 (The voyage of the fleet of Pieter Willemsz Verhoeff to Asia 1607 – 1612), p. 141.
^Apparently the party put ashore briefly on thepeninsula that ends inNorthwest Cape, according to Miriam Estensen,Discovery: The Quest for the Great South Land (1998:167).