
Dalamtaktikmiliter,gerakan menjepit ataupengepungan ganda adalah unsur dasar dari taktik militer, yang telah digunakan hampir di seluruhpeperangan. Keduasayap dari musuh diserang secara serentak melalui gerakan menjepit, setelah pihak musuh telah bergerak maju ke barisan tengah dari pasukan. Pada saat yang bersamaan, lapisan kedua dari penjepit menyerang melalui sisi yang lebih jauh, untuk mencegah musuh memperkuat diri atau mengirimkan bala bantuan.
Sebagian besar pertempuraninfanteri dalam skala apapun, didasarkan pada taktik ini. Taktik ini juga umum digunakan olehpesawat tempur. Sesuai definisinya, gerakan menjepit mengharuskan pihak musuh menghadapi serangan dari depan, kedua sayap, dan dari belakang. Jika kedua sayap penjepit bertemu di barisan belakang musuh, maka musuh akanterkurung. Sebuah pasukan yang terkurung biasanyamenyerah, dihancurkan, atau kadang-kadang berusaha menembus pengurungan tersebut. Kadang-kadang juga bala bantuan dari luar dapat menyerang pihak pengurung dan membuka jalan keluar bagi pasukan yang terkurung.
Gerakan menjepit yang dilakukanjenderalKartageHannibal dalamPertempuran Cannae pada216 SM dianggap olehsejarawan militer sebagai salah satu manuver pertempuran terhebat dalam sejarah, dan merupakan kesuksesan pertama gerakan menjepit yang tercatat dalam sejarah[1] Variasi lain dari manuver ini juga sukses digunakan olehKhalid bin Walid dalamPertempuran Walaja melawan tentaraPersiaSassania yang berjumlah lebih banyak pada tahun633.[2]