Fisiologi (serapan daribahasa Belanda:fysiologiecode: nl is deprecated) atauilmu faal[1] (serapan daribahasa Arab:فَعْلcode: ar is deprecated,translit.faʿl) adalah salah satu daricabang-cabang biologi yang mempelajari berlangsungnya sistemkehidupan.[2] Istilah fisiologi berasal dari kata dalambahasa Yunani yaituphysis danlogos yang berarti alam dan cerita. Metode ilmiah yang digunakan dalam fisiologi bertujuan untuk mempelajari fungsi fisika dan kimia dari biomolekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan. Kajian mengenai fisiologi dimulai ketika ahli anatomi William Harvey menjelaskan adanya sirkulasi darah pada abad ke-17 Masehi. Fisiologi kemudian menjadi sebuah disiplin ilmiah melalui buku teks berjudulInstitutiones Medicae (1708) yang ditulis dan diajarkan oleh Herman Boerhaave di Leiden. Fisiologi tidak memperdulikan jenis makhluk hidup yang dipelajari.[3]
Istilah "fisiologi" dipinjam dari bahasa Belanda,physiologie, yang dibentuk dari dua kataYunani Kuno: φύσις,physis, berarti "asal-usul" atau "hakikat" dan λογία,logia, yang berarti "kajian". Istilah "faal" diambil daribahasa Arab, berarti "pertanda", "fungsi", "kerja". Fisiologi merupakan salah satu bidang ilmu yang menjadi objek pemberianPenghargaan Nobel (Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran)
Ilmu fisiologi manusia dimulai dari sekitar tahun 420SM hingga zamanHipokrates, yang juga dikenal sebagai bapak kedokteran.[4] Pemikiran kritis dariAristoteles dan perhatiannya pada hubungan antara struktur dan fungsi menandai dimulainya ilmu fisiologi pada Yunani Kuno[5]
Jean Fernel, seorang peneliti berkewarganegaraanPrancis memperkenalkan istilah "fisiologi" pada tahun 1525. Namun fisiologi eksperimental baru diawali padaabad ke-17, ketika ahlianatomiWilliam Harvey menjelaskan adanya sirkulasi darah.Herman Boerhaave sering disebut sebagai bapak fisiologi karena karyanya berupa buku teks berjudulInstitutiones Medicae (1708) dan cara mengajarnya yang cemerlang di Leiden.
Padaabad ke-19, ilmu fisiologi mulai berkembang dengan pesat, secara khusus pada tahun 1838 dengan ditemukannya teori sel olehMatthias Schleiden danTheodor Schwann. Secara radikal teori ini menyatakan bahwa organisme terdiri atas unit yang disebut sel.Claude Bernard (1813–1878) kemudian menemukan konsepmilieu interieur (lingkungan internal), yang kemudian disebut sebagai "homeostasis" oleh peneliti dari Amerika,Walter Cannon.
Padaabad ke-20, ahli biologi juga mengalami ketertarikan pada bagaimana organisme selain manusia melakukan fungsinya, yang kemudian menimbulkan adanya fisiologi komparatif danekofisiologi.[6] Pada tahun belakangan, fisiologi evolusi telah menjadi salah satu subdisiplin dari fisiologi.[7]
Banyak bidang yang berkaitan dengan fisiologi, di antaranya adalahEkofisiologi yang mempelajari pengaruh lingkungan terhadap perubahan fisiologi dalam tubuh hewan dan tumbuhan.Genetika bukanlah satu-satunya faktor yang memengaruhi fisiologi hewan dan tumbuhan. Tekananlingkungan juga sering menyebabkan kerusakan pada organismeeukariotik. Organisme yang tidak hidup dihabitat akuatik harus menyimpan air dalam lingkungan seluler. Pada organisme demikian,dehidrasi dapat menjadi masalah besar.
Dehidrasi pada manusia dapat terjadi ketika terdapat peningkatan aktivitas fisik. Dalam bidangfisiologi keolahragaan, telah dilakukan berbagai penelitian mengenai efek dehidrasi terhadaphomeostasis.
Fisiologi hewan bermula dari metode dan peralatan yang digunakan dalam pembelajaranfisiologi manusia yang kemudian meluas padaspesies hewan selain manusia. Fisiologi tumbuhan banyak menggunakan teknik dari kedua bidang ini.
Cakupan subjek dari fisiologi hewan adalah semua makhluk hidup. Banyaknya subjek menyebabkan penelitian di bidang fisiologi hewan lebih terkonsentrasi pada pemahaman bagaimana ciri fisiologis berubah sepanjang sejarah evolusi hewan.