Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantumemperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini dihalaman pembicaraannya.(Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
|
Jenis perusahaan | Publik (N.V.) |
|---|---|
| Kode emiten |
|
| Industri |
|
| Nasib | Digabung denganPSA Group untuk membentukStellantis |
| Pendahulu | |
| Penerus | Stellantis |
| Didirikan | 12 Oktober 2014;11 tahun lalu (2014-10-12) |
| Ditutup | 16 Januari 2021;5 tahun lalu (2021-01-16) |
| Kantor pusat | Amsterdam, Belanda (Kantor resmi), London Britania Raya (Kantor fiskal) |
Wilayah operasi | Seluruh dunia |
Tokoh kunci | John Elkann(Chairman) Mike Manley(CEO)[1] |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik |
|
Karyawan | 198.545 (2018)[2] |
| Anak usaha | Perusahaan[4]
|
| Situs web | fcagroup.com |
Fiat Chrysler Automobiles N.V. (FCA) dulu adalah sebuahperusahaan multinasional yang terutama terkenal sebagai produsenmobil,kendaraan niaga,suku cadang otomotif, dan sistem produksi.Exor asal Italia adalah pemegang saham dan hak suara terbesar dari perusahaan ini. Pada saat itu, perusahaaan ini adalahprodusen otomotif terbesar kedelapan di dunia.[5] Grup ini didirikan pada bulan Oktober 2014 melalui penggabungan antaraChrysler Group danFiat S.p.A. Perusahaan ini berkantor pusat resmi diAmsterdam, sementara kantor pusat keuangannya berada diLondon. FCA melantai diNew York Stock Exchange danBorsa Italiana.[6] Exor, sebuah grup investasi yang dikendalikan olehkeluarga Agnelli, memegang 29,19% saham FCA dan mengendalikan 44,31% hak suara di FCA.[7]
Merek-merek FCA dioperasikan melalui dua anak usaha utamanya, yakniFCA Italy (sebelumnya bernama Fiat Group Automobiles SpA) yang berkantor pusat diTurin danFCA US (sebelumnya bernama Chrysler Group LLC) yang berkantor pusat diAuburn Hills, Michigan. Portofolio perusahaan ini meliputi merekAbarth,Alfa Romeo,Chrysler,Dodge,Fiat,Fiat Professional,Jeep,Lancia,Maserati, danRam Trucks. SementaraFerrari telah dipisah pada tahun 2016.[8] FCA beroperasi di empat pasar global (NAFTA,LATAM,APAC,EMEA).[9]
Pada tanggal 31 Oktober 2019, FCA mengumumkan niatnya untuk bergabung denganPSA Group, pemilik merekPeugeot,Citroën, dsb.[10] Pada tanggal 18 Desember 2019, FCA dan PSA mengumumkan bahwa mereka telah menyetujui perjanjian penggabungan senilai $50 miliar.[11][12] Pada bulan Juli 2020, perusahaan ini mengumumkan nama barunya, yakniStellantis,[13] yang diturunkan dari sebuah kata dalam bahasa Latin, yaknistello, yang berarti "menerangi dengan bintang". Pada tanggal 16 Januari 2021, setelah FCA dan PSA menyetujui penggabungan pada tanggal 4 Januari 2021, penggabungan akhirnya selesai dengan PSA digabung ke dalam FCA, dan FCA mengubah namanya menjadi Stellantis.

Manajemen eksekutif dari perusahaan ini dibagi di Michigan dan Italia.[15] Sementara operasi dari FCA tidak berubah, dengan fasilitas manufaktur, perancangan, dan rekayasa tetap berada diTurin, Michigan, Amerika Serikat, dsb.
Dewan direksi FCA hingga bulan Oktober 2018 beranggotakanJohn Elkann (Chairman) danMike Manley (CEO), dengan direktur non-eksekutif Ronald L. Thompson,Andrea Agnelli, Tiberto Brandolini d'Adda, Glenn Earle, Valerie A. Mars,Ruth J. Simmons,Patience Wheatcroft,Stephen Wolf, dan Ermenegildo Zegna, CEO dariErmenegildo Zegna.[16]
FCA menjalankan bisnis otomotifnya melalui dua anak usaha utama, yakni FCA Italy (sebelumnya bernamaFiat Group Automobiles)[17] dan FCA US (sebelumnya bernamaChrysler Group).[18] Keduanya mengubah namanya pada bulan Desember 2014.
FCA Italy meliputi merek asal Italia, yakniAbarth,Alfa Romeo,Fiat,Fiat Professional,Lancia, danMaserati, serta produsen mesinVM Motori.[19]
FCA US meliputi merek asal Amerika Serikat, yakniChrysler,Dodge,Jeep, danRam, serta organisasi servis dan suku cadangMopar.
Perusahaan lain yang masuk di dalam grup ini meliputi perusahaan otomasi produksi (Comau) dan perusahaan pencetakan logam (Teksid).
Pada awal tahun 2019, FCA menjualMagneti Marelli dengan harga €6,2 miliar keCalsonic Kansei asal Jepang yang dimiliki olehKKR.
Integrasi antara Fiat dan Chrysler dimulai pada tahun 2009 setelah Chrysler mengajukan reorganisasi kebangkrutanBab 11 pada tanggal 30 April 2009. Pada tanggal 10 Juni 2009, Chrysler keluar dari kebangkrutan dengan dana pensiun United Auto Workers, Fiat, pemerintah Amerika Serikat, dan pemerintah Kanada menjadi pemiliknya. Fiat awalnya hanya membeli 20% saham Chrysler, dan pada bulan Januari 2012, Fiat telah memegang 58,5% saham Chrysler. Pada tanggal 21 Januari 2014,Fiat resmi memegang seluruh saham Chrysler. Pada tanggal 2 Februari 2014, Fiat Chrysler resmi melantai di NYSE dengan kode saham "FCAU".[20] Total biaya akuisisi tersebut mencapaiUS$4,9 miliar dengan tambahan US$5,5 miliar dalam bentuk liabilitas pensiun.[21]
Fiat S.p.A. dan Chrysler Group LLC resmi bergabung ke dalam FCA pada tanggal 12 Oktober 2014, setelah disetujui oleh dewan direksinya pada tanggal 15 Juni 2014 dan oleh pemegang sahamnya pada tanggal 1 Agustus 2014.[22]
Pada tanggal 6 Mei 2014, Fiat Chrysler Automobiles mengumumkan rencana bisnis lima tahunnya.[23] Perusahaan ini memperkirakan bahwa penjualannya akan meningkat menjadi 7 juta unit, pendapatannya meningkat menjadi €132 miliar, laba bersihnya meningkat menjadi €5 miliar, serta utang industrialnya akan mencapai €11 miliar pada tahun 2015, dan akan berkurang menjadi €0,5-1 miliar pada akhir tahun 2018.[24] Pada bulan Januari 2016, grup ini memperbarui rencana bisnisnya saat mengumumkan kinerjanya untuk tahun fiskal 2015.
Sebagian besar pertumbuhan grup ini berasal dariJeep, karena terkenalnya merek tersebut dan tumbuhnya pasarSUV.Chrysler akan diposisikan ulang agar dapat berkompetisi denganFord,Chevrolet,Toyota, dan Volkswagen, sementaraDodge akan fokus pada kendaraan berbasis performa.Alfa Romeo akan menjadi merek premium dari grup ini untuk berkompetisi dengan BMW, Lexus, dan Audi, sementaraMaserati akan menjadi merek ultra-mewah dari grup ini untuk berkompetisi dengan Mercedes-Benz, Bentley, Jaguar, Aston Martin, dan Rolls-Royce.Fiat danRam Trucks tidak terlalu banyak diubah, sementaraSRT digabung kembali ke Dodge.[25] SedangkanLancia kemudian dikonfirmasi akan dihentikan produksinya.[26]
Pada tanggal 2014,Alfa Romeo meluncurkan4C dan 4C Spider di Amerika Utara. Pada tahun 2015, perusahaan ini mengumumkanGiulia dan pada tahun 2016, perusahaan ini mengumumkan sebuah SUV, yakniStelvio. Perusahaan ini kemudian menghentikan produksi 4C pada tahun 2019. FCA lalu mengumumkan penyegaran untuk Giulia dan Stelvio yang diproduksi pada tahun 2021.[27]
Pada tahun 2014,Chrysler meluncurkan penyegaran terhadap300/300C. Pada tahun 2016, Chrysler meluncurkanPacifica sebagai suksesor dariTown & Country.
Pada tahun 2015, penyegaran terhadapCharger andChallenger diluncurkan. Perusahaan ini juga memperkenalkan versi SRT Hellcat dari Charger dan Challenger.[28][29] FCA lalu mengumumkan bahwa tahun 2014 akan menjadi tahun produksi terakhir bagiDodge Avenger. Pada tahun 2018, perusahaan ini meluncurkan penyegaran terhadapDodge Durango beserta versi SRT-nya. Pada tahun 2018, perusahaan ini meluncurkanChallenger danCharger beserta versi SRT-nya.
Pada bulan April 2017, Dodge memperkenalkan Dodge Demon tahun 2018. Mobil tersebut dilengkapi dengan mesin 6,2L V8 HEMI dan supercharger 2,7L, yang dapat menghasilkan 840 tenaga kuda dan torsi sebesar 770 lb-ft, sehingga menjadikan Dodge Demon sebagai kendaraan produksi massal tercepat di dunia pada saat itu. Torsi Demon yang sangat besar pun membuat poros roda depannya terangkat saat dipacu. Mobil tersebut juga dilengkapi dengan sejumlah fitur baru, sepertiTransbrake, sistem kendali, sabuk pengaman lima titik, dan sistem HVAC yang dapat memproduksi tenaga tambahan dengan mendinginkan udara yang masuk.[23]
Pada tahun 2015,Fiat meluncurkanFiat 500X (diproduksi di Melfi, Italia) danFiat Egea (diproduksi di Turki oleh Tofas dan dijual di Eropa dengan nama Fiat Tipo dan dijual diMeksiko dengan namaDodge Neon).[23]