Fitur Smart Contract
Ethereum menyediakan fitur Smart Contract yang dijalankan secara otomatis. Smart Contract bertugas mengikat perjanjian antara sejumlah pihak. Ketika kontrak sudah dibuat, maka isinya tidak bisa lagi diubah. Keberadaan Smart Contract membuat Ethereum tidak hanya cocok digunakan pada lingkungancryptocurrency, tetapi bisa juga diaplikasikan pada sektor lainnya sepertimanajemenrantai pasok.[3]
Aset investasi yang likuid
Bisa dibilang bahwa Ethereum merupakanasetinvestasi yanglikuid berkat keberadaan bursa,platform perdagangan, danpialangonline yang ada di seluruh dunia. Dengan proses yang praktis, pemilik bisa menukar Ethereum menjadiemas atauuang tunai.[3]
Di Indonesia, terdapat berbagai platform online yang menyediakan layanan perdagangan Ethereum. Platform ini dikenal sebagaicrypto exchange atau bursa kripto, tempat di mana pengguna dapat membeli, menjual, dan menyimpan aset kripto. Jumlah exchange yang tersedia cukup banyak, masing-masing menawarkan fitur dan keunggulan yang berbeda-beda.[4]
Saat pengguna mendaftar di salah satu platform exchange, biasanya mereka langsung mendapatkan dompet digital Ethereum yang bisa digunakan untuk menyimpan maupun melakukan transaksi.[5]
Teknologi DeFi
Memasuki ekosistem Ethereum 2.0, jaringan ini akan menggunakan DeFi, yaitu teknologidecentralized finance sehingga mampu menciptakan sistem keuangan yang terbuka bagi para pengguna.[3] Istilah itu mengacu ke platform cryptocurrency peer-to-peer yang memfasilitasi pinjaman di luarinstitusiperbankantradisional.[6] Banyaksitus berjalan di jaringan ethereum, menggunakankode sumber terbuka denganalgoritma yang menetapkan tarif secara nyata berdasarkanpenawaran dan permintaan.[7]