Ekonomi Filipina merupakanekonominegara keempat terbesar diAsia Tenggara dan ketiga puluh enam didunia berdasarkanproduk domestik bruto.Filipina menganut sistemekonomi campuran denganindustri utama bergerak pada bidangpengolahan makanan,tekstil,elektronik danotomotif. Pusat industri umumnya berada di daerahMetro Manila danMetro Cebu.Pertanian masih memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi di Filipina.Amerika Serikat danJepang telah menjadi mitraekspor utama Filipina. Selain itu, Filipina juga bekerja sama denganTiongkok,Singapura,Hong Kong,Korea Selatan danJerman dalam kegiatan ekspor. Sebagian besar ekspor berupa barangkomponen elektronik dansemikonduktor. Di samping itu hasilalam sepertigas alam,minyak kelapa danbuah-buahan menjadi andalan utama bidang ekspor hasil alam.Filipina tergabung dalam beberapaforumekonomi internasional sepertiPerhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara,Organisasi Perdagangan Dunia danKerja Sama Ekonomi Asia Pasifik.
Ekonomi Filipina mengalami kemunduran pada tahun 1998 akibat darikrisis finansial Asia 1997. Kemunduran ekonomi Filipina juga dipengaruhi olehcuaca buruk yang melanda beberapa wilayah Filipina. Pertumbuhan ekonomi jatuh sebesar 4,4% dalam rentang waktu setahun (1997-1998) dari 5% menjadi 0, 6% Kenaikan pertumbuhan mulai pulih pada tahun 2000 dengan besarpertumbuhan ekonomi senilai 4%. Perlambatan pertumbuhan ekonomi Filipina merupakan akibat dariutang negara yang sangat besar jumlahnya.Utang negara meliputi 77% dari total produk domestik bruto negara Filipina. Utang negara ini ditujukan untuk perbaikan ekonomi.Anggaran belanja negara untukpendidikan danmiliter kemudian dikurangi. Kemunduran ekonomi Filipina diatasi oleh pemerintah melalui peningkataninfrastruktur, penambahanpendapatan negara melalui pergantian sistempajak danderegulasi, serta memberikan pengelolaan ekonomi kepadaswasta. Pemerintah FIlipina juga mengadakan peningkatkan integrasi perdagangan di wilayah sekitar sebagai salah satu cara penyelesaian kemunduran ekonomi Filipina. Dalam pemulihan ekonomi. Filipina dipengaruhi oleh dua mitra dagangnya yang terbesar yaitu Amerika Serikat dan Jepang.[1]
Filipina telah mengadakankerja sama ekonomi dalamKawasan Pertumbuhan ASEAN Timur. Dalam kerja sama ekonomi ini, negara yang tergabung di dalamnya ialahBrunei Darussalam,Indonesia,Malaysia dan Filipina. Masing-masing negara mengajukan kawasan kerja sama dari wilayahnya masing masing. Brunei Darussalam mengajukan seluruh wilayah negaranya sebagai kawasan kerja sama. Sedangkan Indonesia mengajukan 15provinsi diKalimantan,Sulawesi,Maluku danPapua. Malaysia mengajukan duanegara bagian yaituSabah,Sarawak, dan satu wilayah teritorial federal yaituLabuan. Sedangkan Filipina mengajukan PulauMindano dan ProvinsiPalawan.[2]
Filipina juga bergabung dalam perjanjian yang menetapkanKawasan Perdagangan Bebas Perbara-India. Kerangka perjanjian kerja sama ekonomi ini ditetapkan pada tanggal 8 Oktober 2003. Dalam perjanjian ini, Filipina termasuk bagian dari Perbara (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) bersama dengan Indonesia, Malaysia,Thailand,Singapura,Vietnam, Brunei Darussalam,Kamboja,Laos, danMyanmar. Sedangkan perjanjian perdagangan dilakukan terhadap negaraIndia. Pada tanggal 13 Agustus 2009, ditetapkanprotokol untuk mengubah perjanjian kerangka kerjasama yang ditandatangani diBangkok, Thailand.[3]