Movatterモバイル変換


[0]ホーム

URL:


Lompat ke isi
WikipediaEnsiklopedia Bebas
Pencarian

Durasi Penyinaran Matahari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Durasi Penyinaran Matahari atauLama Penyinaran Matahari ataupunDurasi Sinaran Matahari merupakan suatu indikatorklimatologis untuk mengukur durasi atau lamanya penyinaran matahari pada suatu periode tertentu (biasanya sehari atau setahun) di suatu lokasi tertentu diBumi, biasanya dinyatakan dalam bentuk nilai rerata selama beberapa tahun. Hal ini juga merupakan indikator pengukurkeadaan berawan suatu wilayah dan karenanya berbeda denganinsolasi yang mengukur jumlah radiasi atau energi sinar matahari terhadap suatu wilayah selama periode tertentu.

Durasi penyinaran matahari biasanya dinyatakan dalam bentuk jam per tahun, atau (rerata) jam per hari. Ukuran pertama mengindikasikan secara umum tingkat kecerahan suatu wilayah dibandingkan dengan wilayah lain dan ukuran selanjutnya berfungsi sebagai pembanding durasi penyinaran matahari di suatu waktu yang sama tetapi pada musim yang berbeda-beda.[1] Selain itu, ukuran ini sering digunakan untuk mengetahui persentase rasio durasi sinar matahari yang tercatat dan durasisiang hari pada periode pengamatan.

Penggunaan penting dari data durasi sinar matahari adalah untuk mengkarakterisasi iklim suatu tempat, terutama tempat seperti resor kesehatan. Selain itu, data ini juga dapat digunakan untuk memperhitungkan efek psikologis dari cahaya matahari yang kuat pada kesejahteraan manusia dan juga sering digunakan untuk mempromosikan tujuan wisata.[1]

Durasi siang hari

[sunting |sunting sumber]
Diagram yang menunjukkan perpindaham gambar matahari di saat terbit dan terbenam
Artikel utama:Siang hari

Jika matahari berada di atas horizon 50% dari waktu untuk standar satu tahun yaitu 8.760 jam, durasi semu siang hari maksimal adalah 4.380 jam untuk setiap tempat di mukaBumi. Akan tetapi, terdapat efek astronomis dan fisis yang memengaruhi perubahan dari gambar tersebut, yaitupembiasan atmosfer yang memungkinkan matahari untuk tetap terlihat meskipun secara kasatmata matahari telah terbenam di bawah cakrawala. Oleh karena itu, rata-rata siang hari (mengabaikan efektudung awan) terpanjang berada di daerah kutub yakni Matahari tampak secara semu menghabiskan banyak waktu di sekitar cakrawala. Tempat-tempat diLingkar Arktik memiliki totalsiang hari tahunan terpanjang, 4.647 jam per tahun, sedangkan Kutub Utara menerima 4.575 jam per tahun. Karena sifat elips dari orbit Bumi,Belahan Bumi Selatan tidak simetris:Lingkar Antartika, dengan 4.530 jamsiang hari, menerima sinar matahari lima hari lebih sedikit daripadaantipodenya. Sementara itu, wilayah ekuator memiliki total siang hari sepanjang 4,422 jam per tahun.[2]

Pengukuran dan definisi

[sunting |sunting sumber]
Heliograf Campbell–Stokes mengukur pancaran sinar matahari

Dengan mempertimbangkan maksimum durasi siang hari secara teori untuk lokasi tertentu, ada juga pertimbangan praktis di mana jumlah siang hari cukup diperlakukan sebagai "jam penyinaran matahari". Jam penyinaran matahari yang "Cerah" mewakili total jam ketika sinar matahari lebih kuat dari ambang batas yang ditentukan, dibandingkan dengan jam-jam "tampak" saja. Sinar matahari yang "tampak", misalnya, terjadi saat-saat matahari terbit dan terbenam, tetapi sinar tersebut tidak cukup kuat untuk merangsang suatu sensor. Pengukuran dilakukan oleh suatu instrumen yang disebutheliograf.[3] Untuk pengukuran durasi penyinaran matahari secara khusus, digunakanHeliograf Campbell–Stokes.

Dalam rangka menyelaraskan pengukuran data di seluruh dunia, pada tahun 1962,Organisasi Meteorologi Dunia membakukan desain Heliograf Campbell—Stokes yang disebutInterim Reference Sunshine Recorder (IRSR).[1] Pada tahun 2003, durasi penyinaran matahari dibakukan sebagai suatu periode ketika pancaran sinar matahari langsung melebihi ambang batas 120 W/m².[1]

Persebaran geografis

[sunting |sunting sumber]
Peta durasi pancaran sinar matahari di seluruh dunia. Patut diketahui bahwa data untuk Antartika akurat hanya pada wilayah pesisir. Sementara wilayah pedalamannya menerima 3600 jam pancaran sinar matahari tiap tahunnya.[4]
  < 1200 h
  1200–1600 h
  1600–2000 h
  2000–2400 h
  2400–3000 h
  3000–3600 h
  3600–4000 h
  > 4000 h

Durasi sinar matahari mengikuti pola umum geografis:lintang subtropis (antara lintang 25° hingga 40° utara/selatan) mempunyai nilai durasi sinar matahari terpanjang, karena lintang ini merupakan tempat bagi sisi timur sistem tekanan udara tinggi subtropis, yang biasa diasosiasikan dengan penurunan udara berskala besar dari tropopause tingkat atas. Banyak dari iklim kering di dunia di sisi timur dari lintang subtropis ini, yang mana hal tersebut membuat kondisi atmosfer yang stabil, kelembapan serta tudung awan yang rendah. Wilayah gurun atau padang pasir, dengan tekanan udara konstan yang tinggi dan kondensasi yang sedikit sepertiAfrika Utara,barat daya Amerika Serikat,Australia Barat, danTimur Tengah—merupakan contoh dari iklim yang panas, kering, dan rerata nilai durasi pancaran sinar mataharinya yang tinggi.

Dua wilayah utama dengan durasi rerata pancaran sinar matahari terpanjang adalah wilayah timur serta tengahGurun Sahara—yang meliputi wilayah beberapa negara sepertiMesir,Sudan,Libya,Chad, danNiger—dan wilayah barat daya Amerika Serikat (Arizona,California,Nevada).[5] Kota yang secara resmi memperoleh julukan sebagai kota dengan durasi penyinaran terpanjang di dunia adalah kotaYuma, Arizona, dengan lebih dari 4,000 jam per tahunnya (kurang lebih 91% dari waktu siang hari),[5][6] tetapi banyak di antara buku klimatologi menyatakan bahwa kemungkinan terdapat kota-kota di Afrika Utara yang mempunyai durasi penyinaran matahari yang lebih panjang. Di wilayah yang meliputi bagian utara Chad danPegunungan Tibesti, bagian utara Sudan, selatan Libya, danMesir Hulu, durasi penyinaran matahari per tahunnya diperkirakan lebih dari 4,000 jam. Bulan dengan durasi penyinaran matahari terpanjang di dunia adalah bulan Desember di wilayah timur Antarktika, dengan durasi penyinaran matahari sebesar 23 jam per harinya.[7]

Sebaliknya, wilayah yang berada digaris lintang yang lebih tinggi (di atas 50° utara/selatan) yang juga terletak di angin barat badai lebih banyak memiliki cuaca yang cenderung berawan, penghujan, dan tidak stabil, juga sering memiliki durasi penyinaran matahari yang rendah per tahunnya.Iklim laut sedang seperti di wilayah barat laut Eropa, pesisir barat lautKanada, dan wilayahPulau Selatan Selandia Baru merupakan contoh iklim yang dingin, berawan, basah, dan lembap dan merupakan daerah dengan durasi penyinaran matahari yang sangat rendah. Wilayah dengan durasi penyinaran matahari terendah per tahunnya umumnya berada di wilayah perairan dekat kutub, dan juga beberapa wilayah utara Eropa, selatan Alaska, utara Russia, dan wilayah-wilayah di sekitarLaut Okhotsk. KotaTórshavn yang merupakan ibu kotaKepulauan Faroe merupakan wilayah paling berawan di dunia dengan durasi penyinaran matahari hanya sebesar 840 jam per tahunnya.

Referensi

[sunting |sunting sumber]
  1. 1234"8. Measurement of Sunshine Duration",Guide to Meteorological Instruments and Methods of Observation(PDF), WMO, 2008, diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 2013-02-03
  2. Gerhard Holtkamp,The Sunniest and Darkest Places on Earth, Scilogs, diarsipkan dariasli tanggal 2009-10-27
  3. Definitions for other daily elements, Australian Bureau of Meteorology
  4. https://www.climatestotravel.com/climate/antarctica#optical_phenomena
  5. 12Sunniest places in the world, Current Results.com
  6. Ranking of cities based on % annual possible sunshine,NOAA, 2004
  7. Antarctic climatic data, diarsipkan dariasli tanggal 2008-05-07
Basis data pengawasan otoritasSunting di Wikidata


Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuahrintisan. Anda dapat membantu Wikipedia denganmengembangkannya.

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Durasi_Penyinaran_Matahari&oldid=28462696"
Kategori:
Kategori tersembunyi:

[8]ページ先頭

©2009-2026 Movatter.jp