Movatterモバイル変換


[0]ホーム

URL:


Lompat ke isi
WikipediaEnsiklopedia Bebas
Pencarian

Dhammacakkappavattana Sutta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lihat pula:Āsāḷha Pūjā
Khotbah Buddha diTaman Rusa, seperti yang tergambar diWat Chedi Liam, Thailand
Bagian dariseri
Tipiṭaka
Buddhisme Theravāda
Terjemahan dari
Dhammacakkappavattana Sutta
IndonesiaKhotbah Mengenai Pemutaran Roda Dhammacode: id is deprecated
InggrisSetting in Motion the Wheel of the Dharma,
Promulgation of the Law Sutra,
The First Turning of the Wheel,
The Four Noble Truths Sutra
PaliDhammacakkappavattana Suttacode: pi is deprecated
SanskertaDharmacakrapravartana Sūtra धर्मचक्रप्रवर्तनसूत्रcode: sa is deprecated
Tionghoa轉法輪經, 转法轮经code: zh is deprecated
Jepang転法輪経code: ja is deprecated
Korea초전법륜경code: ko is deprecated
Myanmarဓမ္မစက္ကပဝတ္တနသုတ်code: my is deprecated
Thaith:ธัมมจักกัปปวัตนสูตรcode: th is deprecated
(RTGS:Thammachakkappavatana Sut)
VietnamKinh Chuyển Pháp luâncode: vi is deprecated
Khmerធម្មចក្កប្បវត្តនសូត្រ
(Thormmachakkappavorttanak Sot)
code: km is deprecated
Sinhalaධම්මචක්ක පවත්තන සූත්‍රයcode: si is deprecated
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dariseri tentang
Buddhisme
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dhammacakkappavattana Sutta (Pali; Sanskerta:Dharmacakra Pravartana Sūtra; bahasa Indonesia:Khotbah Mengenai PemutaranRoda Dhamma) adalah sebuahsutta berisi khotbah pertama yang dibabarkan olehBuddha Gautama setelah mencapaiPencerahan Sempurna kepada lima orang petapa diTaman Rusa di Isipatana pada hari purnama bulanĀsāḷha, tahun 588 SM. Kelima petapa tersebut adalahKondañña,Vappa,Bhaddiya,Mahānāma, danAssaji, yang kemudian dikenal sebagai lima siswa pertama Buddha.[1]

Setelah mendengarkan khotbah ini, kelima petapa tersebut mencapai tingkat kesucianSotapanna, dengan Koṇḍañña yang pertama kali mencapai kesucian disusul dengan yang lainnya.[2]

Latar belakang

[sunting |sunting sumber]

Pada minggu ketujuh setelah mencapai Pencerahan Sempurna, pada hari ke-50 pagi hari, setelah berpuasa selama tujuh minggu, dua orang pedagang,Tapussa dan Bhallika lewat di dekat tempat Sang Buddha sedang duduk bermeditasi di bawah pohon Rajayatana. Mereka menghampiri Buddha dan mempersembahkan makanan dari beras dan madu. Setelah Tapussa dan Bhallika melanjutkan perjalanannya, Buddha merenung apakahDhamma yang ditemukannya akan diajarkan kepada khalayak ramai atau tidak, sebab Dhamma itu dalam sekali dan sulit untuk dimengerti sehingga timbul perasaan enggan dalam diri Buddha untuk mengajar Dhamma.[3]

Kesulitan umat manusia untuk memahami Dhamma yang sudah dicapai oleh Buddha dinyatakannya dalam syair berikut:[4]

Susah payah kupahami Dhamma
Tidak perlu membabarkan sekarang
Yang sulit dipahami mereka yang serakah dan benci
Orang diselimuti kegelapan takkan mengerti Dhamma
Dhamma menentang arus sulit dimengerti
Dhamma sangat dalam, halus, dan sukar dirasakan

Setelah itu, Buddha memutuskan untuk tidak membabarkan Dhamma yang ditemukannya karena menyadari Dhamma ini sangat sulit dimengerti manusia yang masih diliputi kegelapan batin. Sewaktu Buddha merenungkan demikian, pikirannya condong pada hidup nyaman, bukan mengajar Dhamma.Brahma Sahampati yang membaca pikiran Buddha, lalu berpikir, "Aduh, dunia ini sudah selesai! Aduh, dunia ini segera musnah, karena SangTathāgata, SangArahanta, Yang telah mencapai Penerangan Sempurna, condong pada hidup nyaman, bukan mengajar Dhamma."[4]

Kemudian Brahma Sahampati, turun dariBrahmaloka dan berdiri di hadapan Buddha. Setelah memberi penghormatan kepada Buddha, Brahma Sahampati berkata kepadanya, "Semoga Sang Tathagata, demi belas kasih kepada para manusia, berkenan mengajar Dhamma. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapikekotoran batin dan mudah mengerti Dhamma yang akan diajarkan." Denganmata dewa, Buddha dapat mengetahui bahwa memang ada orang-orang yang tidak lagi terikat kepada hal-hal duniawi dan mudah mengerti Dhamma. Karena itu Buddha mengambil ketetapan hati untuk mengajar Dhamma demi belas kasihnya kepada umat manusia.[3]

Buddha menyatakan persetujuannya dengan berkata, "Pintu menuju tiada kematian,Nibbāna, sekarang telah terbuka. Akan kubabarkan Dhamma kepada semua makhluk agar mereka yang memiliki keyakinan dan pendengaran yang baik bisa sama-sama memetik manfaatnya."[5]

Lihat pula

[sunting |sunting sumber]

Referensi

[sunting |sunting sumber]
  1. "Pemutaran Roda Dhamma". Bhagavant.com. Diakses tanggal15 Juni 2020.
  2. Bhikkhu Sukhemo (20 Juli 2008)."Dhammacakkappavattana Sutta (Khotbah Tentang Pemutaran Roda Dhamma)". Dhammacakka Online Website Resmi Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya. Diakses tanggal15 Juni 2020.
  3. 12Maha Pandita Sumedha Widyadharma (1999)."Riwayat Hidup Buddha Gotama – Bab II – Pelepasan Agung". Samaggi Phala. Diakses tanggal16 Juni 2020.
  4. 12Karsan, Sulan (2016). "Pemutaran Roda Dhamma".Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti(PDF).Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm. 19.ISBN 978-602-282-944-7. Diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 2020-02-15. Diakses tanggal16 Juni 2020.
  5. Ashin Kusaladhamma (Maret 2015). "Pemutaran Roda Dhamma".Kronologi Hidup Buddha. Yayasan Satipaṭṭhāna Indonesia dan Ehipassiko Foundation. hlm. 167-176. Diakses tanggal21 Juli 2020. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)

Sumber

[sunting |sunting sumber]

Sumber cetakan

[sunting |sunting sumber]

Kanon Pali

  • Bhikkhu Bodhi (penerjemah) (2000),The Connected Discourses of the Buddha: A New Translation of the Samyutta Nikaya, Boston: Wisdom Publications,ISBN 0-86171-331-1
  • Bhikkhu Nanamoli (penerjemah) (1995),The Middle Length Discourses of the Buddha: A New Translation of the Majjhima Nikaya, Boston: Wisdom Publications,ISBN 0-86171-072-X

Guru Buddhis

  • Anandajoti Bhikkhu (trans.) (2010).The Earliest Recorded Discourses of the Buddha (from Lalitavistara, Mahākhandhaka & Mahāvastu). Kuala Lumpur: Sukhi Hotu.Also available on-line.
  • Sumedho, Ajahn (2002),The Four Noble Truths, Amaravati Publications
  • Sucitto, Ajahn (2010),Turning the Wheel of Truth: Commentary on the Buddha's First Teaching, Shambhala
  • Dhamma, Ven. Dr. Rewata (1997),The First Discourse of the Buddha, Wisdom,ISBN 0-86171-104-1
  • Geshe Tashi Tsering (2005),The Four Noble Truths: The Foundation of Buddhist Thought, Volume I, Wisdom, Kindle Edition
  • Gethin, Rupert (1998),Foundations of Buddhism, Oxford University Press
  • Goldstein, Joseph (2002),One Dharma: The Emerging Western Buddhism, HarperCollins
  • Thich Nhat Hanh (1991),Old Path White Clouds, Parallax Press
  • Thich Nhat Hanh (1999),The Heart of the Buddha's Teaching, Three River Press
  • Thich Nhat Hanh (2012),Path of Compassion: Stories from the Buddha's Life, Parallax Press
  • Rahula, Walpola (2007),What the Buddha Taught, Grove Press, Kindle Edition

Sekunder

  • Anderson, Carol (2001),Pain and Its Ending: The Four Noble Truths in the Theravada Buddhist Canon, Motilall Banarsidas
  • Bronkhorst, Johannes (1993),The Two Traditions of Meditation in Ancient India, Motilal Banarsidass Publ.
  • Cohen, Robert S. (2006),Beyond Enlightenment: Buddhism, Religion, Modernity, Routledge
  • Cousins, L.S. (2001),"Review of "Pain and its Ending: The Four Noble Truths in the Theravada Buddhist Canon"(PDF),Journal of Buddhist Ethics,8:36–41
  • Davidson, Ronald M. (2003),Indian Esoteric Buddhism, Columbia University Press,ISBN 0-231-12618-2
  • Gethin, Rupert (1998),Foundations of Buddhism, Oxford University Press
  • Gombrich, Richard (1988, repr. 2002).Theravada Buddhism: A Social History from Ancient Benares to Modern Colombo. London: Routledge.ISBN0-415-07585-8.
  • Gombrich, Richard F. (1997),How Buddhism Began: The Conditioned Genesis of the Early Teachings, Routledge,ISBN 978-1-134-19639-5
  • Harvey, Peter (1990),Introduction to Buddhism, Cambridge University Press
  • Lopez Jr, Donald S (1995),Buddhism in Practice(PDF), Princeton University Press,ISBN 0-691-04442-2
  • Norman, K.R. (1982). "The Four Noble Truths: a problem of Pali syntax" in L.A. Hercuset al. (ed.),Indological and Buddhist Studies: Volume in Honour of Professor J.W. de Jong on his Sixtieth Birthday. Canberra, pp. 377–91.
  • Norman, K.R. (2003), "The Four Noble Truths",K.R. Norman Collected Papers II(PDF), diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 2020-01-01, diakses tanggal2020-06-15
  • Schmithausen, Lambert (1981),On some Aspects of Descriptions or Theories of 'Liberating Insight' and 'Enlightenment' in Early Buddhism". In: Studien zum Jainismus und Buddhismus (Gedenkschrift für Ludwig Alsdorf), hrsg. von Klaus Bruhn und Albrecht Wezler, Wiesbaden
  • Sharf, Robert H. (1995),"Buddhist Modernism and the Rhetoric of Meditative Experience"(PDF),NUMEN,42, diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 2019-04-12, diakses tanggal2017-05-06
  • Sharf, Robert H. (2000),"The Rhetoric of Experience and the Study of Religion"(PDF),Journal of Consciousness Studies,7 (11–12):267–87, diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 2013-05-13, diakses tanggal2017-05-06
  • Vetter, Tilmann (1988),The Ideas and Meditative Practices of Early Buddhism, BRILL
  • Warder, A.K. (1999),Indian Buddhism, Delhi Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)

Bacaan lebih lanjut

[sunting |sunting sumber]
Keilmuan
Komentar dalam bahasa Inggris

Pranala luar

[sunting |sunting sumber]
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Dīghanikāya
(DN)
Sīlakkhandhavagga
(DN 1-13)
Mahāvagga
(DN 14-23)
Pāthikavagga
(DN 24-34)
Majjhimanikāya
(MN)
Mūlapaṇṇāsa
(MN 1-50)
Mūlapariyāyavagga
(MN 1-10)
Sīhanādavagga
(MN 11-20)
Opammavagga
(MN 21-30)
Mahāyamakavagga
(MN 31-40)
Cūḷayamakavagga
(MN 41-50)
Majjhimapaṇṇāsa
(MN 51-100)
Gahapativagga
(MN 51-60)
Bhikkhuvagga
(MN 61-70)
Paribbājakavagga
(MN 71-80)
Rājavagga
(MN 81-90)
Brāhmaṇavagga
(MN 91-100)
Uparipaṇṇāsa
(MN 101-152)
Devadahavagga
(MN 101-110)
Anupadavagga
(MN 111-120)
Suññatavagga
(MN 121-130)
Vibhaṅgavagga
(MN 131-142)
Saḷāyatanavagga
(MN 143-152)
Saṃyuttanikāya
(SN)
Aṅguttaranikāya
(AN)
Khuddakanikāya
(KN)
   TopikBuddhisme   
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dhammacakkappavattana_Sutta&oldid=28947240"
Kategori:
Kategori tersembunyi:

[8]ページ先頭

©2009-2026 Movatter.jp