Movatterモバイル変換


[0]ホーム

URL:


Lompat ke isi
WikipediaEnsiklopedia Bebas
Pencarian

Kabupaten Deli Serdang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dariDeli Serdang)
Kabupaten Deli Serdang
Transkripsi bahasa daerah
 • Abjad Jawiدلي سرداڠ
 • Surat Batakᯑᯩᯞᯫᯘᯩᯒ᯳ᯑᯰ
Museum Daerah Deli Serdang
Lambang resmi Kabupaten Deli Serdang
Lambang
Motto: 
Bhinneka Perkasa Jaya[1]
(Jawa Kuno) Kuat dan berjaya dalam keberagaman
Peta
Peta
Kabupaten Deli Serdang di Sumatra
Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten Deli Serdang
Peta
Tampilkan peta Sumatra
Kabupaten Deli Serdang di Indonesia
Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten Deli Serdang (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat:3°33′N98°51′E / 3.55°N 98.85°E /3.55; 98.85
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
Tanggal berdiri24 November1956[2]
Dasar hukumUU No. 18 Tahun 2024[2]
Hari jadi1 Juli 1946; 78 tahun lalu (1946-07-01)
Ibu kotaLubuk Pakam
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiAsri Ludin Tambunan
 • Wakil BupatiLom Lom Suwondo
 • Sekretaris DaerahCitra Effendi Capah
 • Ketua DPRDZakky Shahri
Luas
 • Total2.241,68 km2 (865,52 sq mi)
Populasi
 (30 Juni2024)[4]
 • Total2.046.862
 • Kepadatan910/km2 (2,400/sq mi)
Demografi
 • Agama
 • BahasaIndonesia,Melayu,Batak,Jawa
 • IPMKenaikan 77,56 (2024)
 tinggi [6]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
20351-20585
Kode BPS
1212Edit nilai pada Wikidata
Kode area telepon061, 0628 (Sibolangit)
Pelat kendaraanBK
Kode Kemendagri12.07Edit nilai pada Wikidata
APBDRp 4.803.960.000.000,- (2024)[7]
PADRp 1.673.560.000.000,- (2024)[7]
DAURp 1.707.252.975.000,- (2024)[8]
DAKRp 709.803.256.000,- (2024)[9]
Flora resmiPisang Barangan
Fauna resmiWalet sarang-hitam
Situs webdeliserdangkab.go.id


Kabupaten Deli Serdang (abjad Jawi: دلي سرداڠ; :tulisen Karo: ᯑᯩᯞᯫ ᯘᯩᯒ᯳ᯑᯰ ) adalahkabupaten diprovinsiSumatera Utara,Indonesia.[3][10] Ibu kota kabupaten ini terletak di KecamatanLubuk Pakam. Berdasarkan dataBadan Pusat Statistik Deli Serdang2023, penduduk kabupaten ini berjumlah 1.953.986 jiwa (2022), dan pada pertengahan 2024 sebanyak 2.046.862 jiwa.[4][11]

Kabupaten Deli Serdang dikenal sebagai salah satu daerah dari 33kabupaten ataukota di provinsi Sumatera Utara. Kabupaten yang memiliki keanekaragaman sumber daya alamnya yang besar sehingga merupakan daerah yang memiliki peluang investasi cukup baik. Selain memiliki sumber daya alam yang besar, Deli Serdang juga memiliki keanekaragaman budaya, yang disemarakan oleh hampir semua suku-suku yang ada diNusantara.

Adapun etnis asli penghuni Deli Serdang adalah etnisMelayu Deli dan sebagian dari etnisMelayu Serdang yang penamaan kabupaten ini juga di ambil dari dua kesultanan, yakni KesultananDeli dan KesultananSerdang. EtnisKaro jjuga menjadi penghuni asli di beberapa kecamatan di kabupaten ini, yang rata-rata mendiami wilayah hulu/wilayah yang berbatasan dengan KabupatenKaro. KemudianBatak Toba,Batak Simalungun dan etnisBatak lainnya ditambah beberapa suku pendatang yang dominan seperti dariJawa,Minangkabau,Nias,Tionghoa,India, dan lain-lain juga menempati kabupaten ini.

Dahulu, wilayah ini disebutKabupaten Deli dan Serdang, dan pemerintahannya berpusat di KotaMedan. Memang dalam sejarahnya, sebelum kemerdekaan RepublikIndonesia, wilayah ini terdiri dari dua pemerintahan yang berbentukkerajaan (kesultanan) yaitu KesultananDeli berpusat di KotaMedan dan KesultananSerdang yang berpusat diPerbaungan.

Bandar udara baru untuk KotaMedan yang menggantikan Bandar UdaraPolonia, yakni Bandar UdaraKualanamu, terletak di kabupaten ini, tepatnya berada diKecamatanBeringin. Pada akhir tahun 2015, sistemBus Rapid TransitTrans Mebidang telah beroperasi di KotaMedan, KotaBinjai, dan Kabupaten Deli Serdang.

Sejarah

[sunting |sunting sumber]

SebelumProklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Kabupaten Deli Serdang yang dikenal sekarang ini dua pemerintahan yang berbentuk kerajaan (kesultanan) yaitu KesultananDeli yang berpusat di KotaMedan dan KesultananSerdang berpusat diPerbaungan. Kabupaten Deli dan Serdang ditetapkan menjadi Daerah Otonom sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1984 tentang Undang-Undang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 7 Darurat Tahun 1965. Hari jadi Kabupaten Deli Serdang ditetapkan tanggal 1 Juli 1946.[1]

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1984, ibu kota Kabupaten Deli Serdang dipindahkan dari KotaMedan keLubuk Pakam dengan lokasi perkantoran diTanjung Garbus yang diresmikan olehGubernurSumatera Utara pada tanggal 23 Desember 1986. Sesuai dengan dikeluarkan UU Nomor 36 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003, Kabupaten Deli Serdang telah dimekarkan menjadi dua wilayah yakni Kabupaten Deli Serdang dan KabupatenSerdang Bedagai, secara administratif Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kini terdiri atas 22kecamatan yang di dalamnya terdapat 14kelurahan dan 380desa.[1]

Sebelum Kemerdekaan

[sunting |sunting sumber]

SebelumProklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Kabupaten Deli Serdang yang dikenal sekarang ini merupakan dua pemerintahan yang berbentukkerajaan (kesultanan) yaitu KesultananDeli yang berpusat di KotaMedan dan KesultananSerdang yang berpusat diPerbaungan.[1]

RIS

[sunting |sunting sumber]

Dalam masa pemerintahanRepublik Indonesia Serikat (RIS), keadaanSumatra Timur mengalami pergolakan yang dilakukan oleh rakyat secara spontan menuntut agarNST (Negara Sumatra Timur) yang dianggap sebagai prakarsaVan Mook (Belanda) dibubarkan dan wilayahSumatra Timur kembali masukNegara Republik Indonesia. Para pendukung NST membentuk Permusyawaratan Rakyat se-Sumatra Timur menentang Kongres Rakyat Sumatra Timur yang dibentuk oleh Front Nasional.[1]

Negara-negara bagian dan daerah-daerah istimewa lain diIndonesia kemudian bergabung denganNegara Republik Indonesia (NRI), sedangkanNegara Indonesia Timur (NIT) danNegara Sumatra Timur (NST) tidak bersedia.

Negara Kesatuan

[sunting |sunting sumber]

Akhirnya PemerintahNRI meminta kepadaRepublik Indonesia Serikat (RIS) untuk mencari kata sepakat dan mendapat mandat penuh dari NST dan NIT untuk bermusyawarah dengan NRI tentang pembentukan Negara Kesatuan dengan hasil antara lain Undang-Undang Dasar Sementara Kesatuan yang berasal dari UUD RIS diubah sehingga sesuai denganUndang-Undang Dasar 1945.[1]

Pembagian Sumatra Timur ke dalam 5 Afdeling

[sunting |sunting sumber]

Atas dasar tersebut terbentuklah Kabupaten Deli Serdang seperti tercatat dalam sejarah bahwa Sumatra Timur dibagi atas 5 (lima)Afdeling, salah satu di antaranyaDeli en Serdang, Afdeling ini dipimpin seorang Asisten Residen beribu KotaMedan serta terbagi atas empatOnderafdeling yaitu Beneden Deli beribu kotaMedan, Bovan Deli beribu kotaPancur Batu, Serdang beribu kotaLubuk Pakam, Padang Bedagai beribu kotaTebing Tinggi dan masing-masing dipimpin olehKontrolir.[1]

Keresidenan Sumatra Timur

[sunting |sunting sumber]

Selanjutnya dengan keputusan Dewan Perwakilan RakyatSumatra Timur tanggal19 April1946, Keresidenan Sumatra Timur dibagi menjadi 6 (enam). Kabupaten ini terdiri atas 6 (enam)kawedanan yaitu Deli Hulu, Deli Hilir, Serdang Hulu, Serdang Hilir, Bedagai/Kota Tebing Tinggi pada waktu itu ibu kota berkedudukan diPerbaungan. Kemudian dengan Besluit Wali Negara tanggal 21 Desember 1949 wilayah tersebut adalah Deli Serdang dengan ibu kotaMedan meliputiLubuk Pakam, Deli Hilir, Deli Hulu, Serdang, Padang, dan Bedagai.[1]

Kabupaten Deli dan Serdang

[sunting |sunting sumber]

Pada tanggal 24 November 1956, Kabupaten Deli dan Serdang ditetapkan menjadi Daerah Otonom dan namanya berubah menjadi Kabupaten Deli Serdang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1948 yaitu Undang-Undang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah dengan Undang-Undang Nomor 7 Drt Tahun 1956. Untuk merealisasikannya dibentuklahDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) danDewan Pewakilan Daerah (DPD).[12]

Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang

[sunting |sunting sumber]

Tahun demi tahun berlalu setelah melalui berbagai usaha penelitian dan seminar-seminar oleh para pakarsejarah dan pejabat Pemerintah Daerah Tingkat II Deli Serdang pada waktu itu (sekarang Pemerintah Kabupaten Deli Serdang), akhirnya disepakati dan ditetapkanlah bahwa Hari Jadi Kabupaten Deli Serdang adalah tanggal1 Juli 1946.[1]

Perpindahan Ibu kota

[sunting |sunting sumber]

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1984, ibu kota Kabupaten Deli Serdang dipindahkan dari KotaMedan keLubuk Pakam dengan lokasi perkantoran diTanjung Garbus yang diresmikan olehGubernurSumatera Utara pada tanggal 23 Desember 1986. Demikian pula pergantian pimpinan di daerah ini pun telah terjadi beberapa kali.

Perubahan Luas Wilayah

[sunting |sunting sumber]

Daerah ini, sejak terbentuk sebagaikabupaten sampai dengan tahun tujuh puluhan mengalami beberapa kali perubahan luas wilayahnya, karena KotaMedan, KotaTebing Tinggi, dan KotaBinjai yang berada di daerah perbatasan pada beberapa waktu yang lalu meminta/mengadakan perluasan daerah, sehingga luasnya berkurang menjadi 4.397,94 km².

Diawal pemerintahannyaKota Medan menjadi pusat pemerintahannya, karena memang dalam sejarahnya sebagian besar wilayah Kota Medan adalah "Tanah Deli" yang merupakan daerah Kabupaten Deli Serdang. Sekitar tahun1980-an, pemerintahan daerah ini pindah keLubuk Pakam, sebuah kota kecil yang terletak di pinggirJalan Lintas Sumatra lebih kurang 30 kilometer dari KotaMedan yang telah ditetapkan menjadi ibu kota Kabupaten Deli Serdang.

Pada tahun2004, Kabupaten ini kembali mengalami perubahan baik secaraGeografi maupunAdministrasi Pemerintahan, setelah adanyapemekaran daerah dengan lahirnya Kabupaten baruSerdang Bedagai sesuai dengan UU No. 36 Tahun 2003, sehingga berbagai potensi daerah yang dimiliki ikut berpengaruh. Dengan terjadinya pemekaran daerah, maka luas wilayahnya sekarang menjadi 2.394,62 km² terdiri dari 22 kecamatan dan 394 desa/kelurahan, yang terhampar mencapai 3,34% dari luasSumatera Utara.

Pemerintahan

[sunting |sunting sumber]

Kepala daerah

[sunting |sunting sumber]
Artikel utama:Daftar Bupati Deli Serdang
Kantor Bupati Deli Serdang

Bupati Deli Serdang adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Bupati Deli Serdang bertanggungjawab kepadagubernur provinsiSumatera Utara. Saat ini,bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Deli Serdang ialahAshari Tambunan, dengan wakil bupatiAli Yusuf Siregar.[13] Mereka menang padaPemilihan umum Bupati Deli Serdang 2018, untuk periode tahun2019-2024. Ashari dan Ali dilantik oleh gubernurSumatera Utara,Edy Rahmayadi, pada 23 April 2019 diKota Medan.[14]

NoBupatiMulai jabatanAkhir jabatanPrd.Ket.Wakil Bupati
14Ashari Tambunan24 April 2021petahana(2018)Ali Yusuf Siregar

Dewan Perwakilan

[sunting |sunting sumber]
Artikel utama:Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Deli Serdang

Berikut ini adalah komposisi anggotaDPRD Kabupaten Deli Serdang dalam tiga periode terakhir.

Partai PolitikJumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[15]2019–2024[16]2024–2029
PKB3Penurunan 2Kenaikan 3
Gerindra6Kenaikan 8Penurunan 7
PDI-P6Kenaikan 7Steady 7
Golkar8Penurunan 7Steady 7
NasDem(baru) 4Kenaikan 6Kenaikan 7
PKS4Kenaikan 5Steady 5
Hanura4Penurunan 1Kenaikan 2
PAN6Penurunan 4Penurunan 3
PBB0Kenaikan 1Steady 1
Demokrat5Steady 5Penurunan 4
Perindo(baru) 1Steady 1
PPP3Steady 3Steady 3
PKPI1Penurunan 0
Jumlah Anggota50Steady 50Steady 50
Jumlah Partai11Kenaikan 12Steady 12


Kecamatan

[sunting |sunting sumber]
Artikel utama:Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Deli Serdang

Kabupaten Deli Serdang terdiri dari 22kecamatan.[17] Nama-nama kecamatannya sebagai berikut:[18]

  1. Bangun Purba
  2. Batang Kuis
  3. Beringin
  4. Biru-Biru
  5. Deli Tua
  6. Galang
  7. Gunung Meriah
  8. Hamparan Perak
  9. Kutalimbaru
  10. Labuhan Deli
  11. Lubuk Pakam(ibu kota kabupaten)
  12. Namo Rambe
  13. Pagar Merbau
  14. Pancur Batu
  15. Pantai Labu
  16. Patumbak
  17. Percut Sei Tuan
  18. Sibolangit
  19. Sinembah Tanjung Muda Hilir
  20. Sinembah Tanjung Muda Hulu
  21. Sunggal
  22. Tanjung Morawa

Demografi

[sunting |sunting sumber]

Suku bangsa

[sunting |sunting sumber]

Penduduk Deli Serdang terdiri dari:Suku Jawa 35,5%,Melayu 25,5%,Batak 31% (sudah termasuk semua sub-suku Batak seperti:Toba,Karo,Mandailing,Simalungun, bahkanAngkola sertaPakpak), dan juga suku-suku lainnya seperti:Tionghoa,Minang,Nias,Aceh,Tamil-India, dan lain-lain dengan persentase 8%.[butuh rujukan]

Agama

[sunting |sunting sumber]
Masjid Al Ikhlas Lubuk Pakam
Gereja Katolik Gembala Yang Baik Lubuk Pakam

Sedangkan agama yang dianut oleh masyarakat Deli Serdang berdasarkan Data Kependudukan 2018 mayoritas beragamaIslam. Adapun banyaknya penduduk Deli Serdang menurut agama yang dianut yakniIslam sebanyak 78,16%, kemudianKristen sebanyak 19,63% dengan rincianProtestan sebanyak 16,81% danKatolik sebanyak 2,82%. Kemudian penganut agamaBuddha sebanyak 2,05%, Hindu sebanyak 0,47% dan sebagian kecil lagiKonghucu sebanyak 0,01%.[5]

Untuk saran rumah ibadah, berdasarkan data Badan Pusat Statiskik Kabupaten Deli Serdang 2024, kabupaten ini memiliki 1.027 masjid, 530 mushola, 691 gereja Protestan, 145 gereja Katolik, dan 184 vihara. Untuk jumlah jemaah haji tahun 2023, ada 648 jemaah dari Deli Serdang.[19]

Seni budaya

[sunting |sunting sumber]

Lagu Daerah

[sunting |sunting sumber]

Tari Daerah

[sunting |sunting sumber]

Pariwisata

[sunting |sunting sumber]
Hill ParkSibolangit.

Beberapa objek wisata alam yang ada di Kabupaten Deli Serdang ialah;

  • Masjid Agung Lubuk Pakam
  • Lau Simempar Gunung Meriah
  • Museum Daerah Deli Serdang
  • Rumah Datuk diHamparan Perak danBatang Kuis
  • Pantai Labu, terletak di kecamatanPantai Labu.
  • Magic Eye 3D Museum. Objek wisata yang baru ada di kabupaten ini terletak di kecamatanBatang Kuis, tepatnya 7,5 km sebelum menujuBandara Internasional Kuala Namu.
  • Lau Mentar Canyon, Lokasinya terletak di kecamatanSibolangit.
  • Sumber Air Panas Negeri Suah, terletak di desa Gugung,Sibolangit.
  • Air Terjun Dwi Warna, terletak di desa Gugung, kecamatanSibolangit.
  • Hill Park Sibolangit, lokasinya yang tidak jauh dariKota Medan, terletak di desa Suka Makmur, jalan lintasMedan keKabanjahe.
  • Danau Linting
  • Pulau Siba, terletak di semenanjung desa Sei Baharu di kecamatanHamparan Perak. Dikembangkan oleh pihak swasta menjadi lokasi wisata bahari. Terdapat beberapa jenis permainan wisata air dan juga penginapan untuk para pengunjung.
  • Pemandian Air Panas Embun Pagi Penen, Frans Betala, Pemandian Alam Kasanova dan Pemandian Alam Sarilaba Biru Indah di kecamatanSibiru-Biru.
  • Pantai Pasir Putih dan Pantai Beting Camar di kecamatanHamparan Perak.
  • Air Terjun Tarak Enggang, Pemandian Pagar Salju dan Pemandian Pagar Manik di kecamatanBangun Purba.
  • Pantai Percut dan Taman Air Percut di kecamatanPercut Sei Tuan.
  • Taman Rekreasi Bagan Serdang, Pantai Putra Deli, Pantai Serambi Deli, Pantai Muara Indah di kecamatanPantai Labu.
  • Lau Jabi Negeri Gugung, Pemandian Alam Elva, Pemandian Alam Rindu, Pemandian Alam Karoja, Taman Hutan Wisata Sibolangit, Air Terjun Tujuh Tingkat, Air Terjun dan Pemandian Alam Loknya, PT Taman Rekreasi Deli, Lorena, Bumi Perkemahan Pramuka, Pemandian Alam Bolbrem dan Retreat Center diKecamatan Sibolangit.
  • Air Terjun Pelangi Indah dan Air Panas Gunung Manumpak di kecamatanSinembah Tanjung Muda Hulu.
  • Agro Wisata Kampung Bunga di kecamatanTanjung Morawa.
  • Kuil Sri Maha Mariamman Sampali adalah sebuah Kuil Hindu yang terletak dekat Sampali.Setiap tahun di kuil ini dilaksanakan ritual Theemithi, yaitu ritual berjalan di atas api dan Navaratri

Referensi

[sunting |sunting sumber]
  1. ^abcdefghi"Sejarah Deli Serdang".bapenda.deliserdangkab.go.id.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-01. Diakses tanggal1 Februari 2022. 
  2. ^ab"Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2024 tentang Kabupaten Deli Serdang di Provinsi Sumatera Utara"(PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-07-02. Diarsipkan dariversi asli(PDF) tanggal 2024-07-15. Diakses tanggal2024-07-15. 
  3. ^abcd"Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dariversi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal3 Oktober 2019. 
  4. ^ab"Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024"(Visual).www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal25 November 2024. 
  5. ^ab"Data Kependudukan Berdasarkan Agama di Kabupaten Deli Serdang 2018".www.disdukcapil.deliserdangkab.go.id. Diarsipkan dariversi asli tanggal 2020-01-26. Diakses tanggal14 Agustus 2023. 
  6. ^"Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020), 2023-2024".www.bps.go.id.Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal23 November 2024. 
  7. ^ab"Postur APBD Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024".djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal23 November 2024. Periksa nilai tanggal di:|date= (bantuan)
  8. ^"Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota"(PDF).www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal23 November 2024. Periksa nilai tanggal di:|date= (bantuan)
  9. ^"Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Sumatera Utara".djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. 25. Diakses tanggal23 November 2024. Periksa nilai tanggal di:|date= (bantuan)
  10. ^"Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dariversi asli(PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal15 Januari 2020. 
  11. ^"Kabupaten Deli Serdang Dalam Angka 2023"(pdf).www.deliserdangkab.bps.go.id. hlm. 9, 66. Diakses tanggal14 Agustus 2023. 
  12. ^"Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014"(PDF).www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dariversi asli(PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal1 Februari 2022. 
  13. ^"Pejabat Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang".www.portal.deliserdangkab.go.id.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-01. Diakses tanggal1 Februari 2022. 
  14. ^"Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang Dilantik Gubsu Letjen TNI Purn Edy Rahmayadi".www.portal.deliserdangkab.go.id. 24 April 2019.Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-01. Diakses tanggal1 Februari 2022. 
  15. ^Perolehan Kursi DPRD Deli Serdang Periode 2014-2019
  16. ^"Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Deli Serdang 2019-2024". Diarsipkan dariversi asli tanggal 2020-02-24. Diakses tanggal2020-05-18. 
  17. ^Kabupaten Deli Serdang Dalam Angka 2020(PDF). BPS Kabupaten Deli Serdang. 2020. hlm. 4.ISBN 978-602-0714-50-9. Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  18. ^Pangaribuan, R. H., dan Waruwu, D. J. P. (2023).Kabupaten Deli Serdang Dalam Angka 2023. BPS Kabupaten Deli Serdang. hlm. 7.ISSN 0215-2347. Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  19. ^"Kabupaten Deli Serdang Dalam Angka 2024"(pdf).deliserdangkab.bps.go.id. hlm. 158–159. Diakses tanggal20 Agustus 2024. 

Lihat pula

[sunting |sunting sumber]

Pranala luar

[sunting |sunting sumber]
Wikimedia Commons memiliki media mengenaiDeli Serdang Regency.
Kecamatan
Lambang Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten
Lambang Sumatera Utara
Kota
Topik
Umum
Perpustakaan nasional
Lain-lain
Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kabupaten_Deli_Serdang&oldid=26990209"
Kategori:
Kategori tersembunyi:

[8]ページ先頭

©2009-2025 Movatter.jp