Johnson menjalani pendidikan diEton College, danBalliol College, Oxford dengan jurusanLiterae Humaniores.[4] Ia memulai kariernya di dunia jurnalistik diThe Times dan kemudian pindahThe Daily Telegraph, di mana ia menjadi Asisten Editor. Dia diangkat sebagaiEditorThe Spectator pada tahun 1999. Dalam pemilihan umum tahun 2001, ia terpilih sebagai anggotaHouse of Commons dan kemudian menjadi salah satu politisi yang paling berpengaruh di Inggris. Johnson juga menulis beberapa buku.
Pada bulan September 2007, ia terpilih sebagai kandidat Konservatif untukpemilihan wali kota London 2008. Johnson mengalahkan kandidat dariPartai Buruh,Ken Livingstone dan terpilih sebagai Wali kota London. Johnson kemudian mengundurkan diri dariparlemen. Dengan perolehan lebih dari satu juta suara, ia menjadi wali kota dengan perolehan suara terbesar dibanding politikus manapun dalam sejarah Britania Raya.[5][6] Pada tanggal 4 Mei 2012, Johnsonkembali terpilih sebagai Wali kota London, sekali lagi mengalahkan Livingstone dalam Pemilu.[7]
Ruddock, Andy (2006). "Invisible Centers: Boris Johnson, Authenticity, Cultural Citizenship and a Centrifugal Model of Media Power".Social Semiotics.16 (2):263–282.doi:10.1080/10350330600664847.
Yates, Candida (2010). "Turning to Flirting: Politics and the Pleasures of Boris Johnson".Rising East Essays.2 (1).