Bolpoin (bahasa Inggris:ballpoint pen; sering disalahpahami sebagaipulpen), adalahalat tulis yang ujungnya menggunakanbola kecil yang berputar untuk mengontrol pengeluarantintakental yang disimpan dalam kolom berbentuksilinder. Ujung bolpoin berupa bola kecil darikuningan,baja, atautungsten karbida yang diameternya berbeda-beda, umumnya 0,07 hingga 0,12 cm.[1] Besar diameter bola berpengaruh pada ketebalan tulisan di atas kertas. Tinta kering dalam seketika setelah bersentuhan dengan kertas. Bolpoin berbeda denganpulpen, bolpoin berharga murah dan bebas pemeliharaan.
Walaupun bolpoin dan pulpen berbeda, kebanyakan masyarakat Indonesia kerap menganggap bolpoin sebagai pulpen. Ini merupakan salah kaprah. Nama yang benar dari alat tulis berujung tumpul ini adalah bolpoin.
Awalnya, alat tulis yang menggunakan tinta adalahpena dantinta yang digunakan terpisah. Pena yang digunakan pada awalnya dibuat dari bulu angsa seperti yang lazim digunakan diEropa pada abad pertengahan, batang alang-alang air yang digunakan diTimur Tengah atau bahkan kuas yang digunakan diCina danJepang. Kelemahannya adalah penggunaannya sering merepotkan para pemakainya karena tintanya berceceran atau bahkan tumpah di atas kertas.
Bolpoin diciptakan olehjurnalisHungaria,László Biró pada tahun1938. Biro memperhatikan bahwa tinta yang digunakan dalam percetakansurat kabar mengering dengan cepat dan tidak meninggalkan noda pada kertasnya. Kesulitan-kesulitan lain saat menggunakan pena untuk mengoreksi naskah-naskah yang ditulis pada kertas tipis seperti tinta yang melebar, tumpah atau kertas yang sobek karena sabetan pena yang cukup tajam.
Ujung sebuah bolpoin
Bersama saudara lelakinya George, seorangkimiawan, dia mengembangkan ujung pen yang baru berupa sebuah bola yang dapat berputar dengan bebas pada sebuah lubang. Saat berputar, bola tersebut akan mengambil tinta dari sebuahkartrij, tinta membasahi bola kecil yang mengalir secara kapiler dan dengan bantuan gravitasi. dan kemudian menggelinding agar melekatkannya pada kertas. Karena bola kecil itulah maka pena baru itu dinamakanball point pen atau yang lazim dikenal dengan nama bolpoin.
Rancangan ini kemudian dipatenkan diArgentina pada10 Juni1943 dan dijual dengan merekBirome, yang masih bertahan hingga saat ini.
Dua orang berkebangsaanInggris,Henry Martin danFrederick Miles mendukung gagasan ini. Mereka kemudian ikut menekuni pembuatan alat tulis baru ini dan dijual ke Angkatan Udara Inggris yang memerlukan alat tulis yang anti bocor dan meluap untuk digunakan pada pesawat terbang yang digunakan padaPerang Dunia II.
Pada waktu yang bersamaan, diAmerika Serikat,Milton Reynolds asalChicago membeli alat tulis baru itu. Ia kemudian menyempurnakannya dan menjualnya kepada tentara Amerika. Namun bolpoin itu masih belum sesempurna bolpoin yang ada pada saat ini.
Franz Szech, seorang wargaCalifornia, berusaha mencari tinta yang sempurna dan berhasil membuat tinta tersebut dari dapur rumahnya. Tinta itu jauh lebih awet dan tahan lama berada dalam bolpoinnya, tetapi sayangnya tinta itu lambat laun menjadi kering bila terkena udara.
Setelah perang dunia II usai, orang-orang berkumpul di etalase pusat pertokoanGimbels diNew York. Di etalase ini disediakan sebuah tanki air besar yang dikerumuni oleh pengunjung. Tangki air ini digunakan untuk mendemonstrasikan alat tulis berupa pena yang digunakan di bawah permukaan air. Pena tersebut dipromosikan menggunakan tinta buatan Szech.
Sebelum menggunakan bolpoin khusus, para antariksawan atau astronaut memakaipensilkarbon biasa karena bolpoin biasa tidak akan bisa digunakan akibat tekanan vakum di luar angkasa yang akan menyedot habis tintanya.
Bolpoin khusus ruang angkasa dirancang olehPaul C. Fisher, pada bulan juli 1966. Uji coba pena tersebut meliputi kondisi di bawah air, ruang tanpa bobot dan tekanan hampa. Pena ini diuji pertama kali olehDr Robert Gilruth, DirekturNASA, diHouston,Texas. Pada tahun 1967, bolpoin ini lulus ujian dan dipilih untuk digunakan oleh paraastronautApollo.
Karena bolpoin biasa menggunakan gayagravitasibumi untuk mengeluarkan tintanya. Maka harus ada lubang untuk pernapasan di ujung atas tabungresorvoirnya. Namun untuk bolpoin ruang angkasa, lubang pernapasan ini tidak mungkin bisa diaplikasikan karena tinta akan tersedot habis oleh tekanan vakum diluar angkasa. Maka dari itu, tintanya dibuat dari bahan rumit. Misalnya,thixotropic,solid-gel ink,cohesive,adhesive dan visco-elastis (bentuknya seperti permen karet). Tinta ini mampu melawan tekanan hampa di luar angkasa. Tinta dijamin tidak akan kering selama 100 tahun.
Masih tentang bolpoinnya, karetsealant-nya ekstra keras dan rapat untuk menahan tinta tak tersedot oleh tekanan vakum. Tapi di sisi lain, tinta harus bisa dikeluarkan bila bolpoin digunakan. Karet ini diriset dan direkomendasi olehNASA. Untuk mendorong agar tinta keluar, ditabungnya yang berukuran setengah jari kelingking itu diisi gasNitrogen berkekuatan 3,139 kg/cm, gas yang dipakai untuk peredam kejut dan ban mobil balapF-1. Pada suhu beku -15,12 derajatCelsius atau panas 662,4 derajat Celsius, pena tetap berfungsi.
Sementara itu, ujung pena terbuat daristainless steel (baja tahan karat) berbentuk bola yang akan berputar seirama pena digerakkan. Tintathixontropic yang menempel di bola baja ini sangat halus sehingga mampu menyelip di antara karet sealant viscoelastic. Walaupun halus, tinta ini mampu tetap tegas terbaca dan hampir tidak tergantung dalam kondisi apapundimana bolpoin ini bisa dipakai.
Bolpoin Fisher's space pen ini juga menyimpan kisah lain dari misi pendaratan manusia pertama dibulan yangdimana para astronaut itu nyaris tidak bisa kembali kebumi.
Ketika tugas di bulan selesai dan para astronaut harus kembali ke bumi, tiba-tiba terjadi insiden. Saat mereka kembali kelunar module, tiba-tiba salah satu dari penyangga (life support) melayang dan menghantamplastik pelindung saklar starter mesin lunar Module. Tidak dijalaskan siapa pemiliknya.
Insiden ini berakibat fatal. Plastik pelindung ini ternyata cukup rapuh dan tak sanggup berfungsi sebagai pelindung. Akibatnya saklar rusak dan mesin roket tidak mau hidup.
Masalah seperti ini memang sudah diperhitungkan dan harus bisa diantisipasi. Antara astronaut dan control room di Houston terjadi komunikasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Sebenarnya masalah itu mudah, mesin bisa dihidupkan dengan menggunakan obeng. Namun kendalanya astronaut tidak dibekali kunci-kunci untuk menekan bobot. Kemudian dari eksperimen kilat, badan pena ruang angkasa Fisher tersebut mampu menghantarkan listrik dengandaya listrik,tegangan listrik,kuat arus listrik danhambatan listrik ekstra presisi dan semua telah dipenuhi oleh bolpoin tersebut. Berkat bolpoin yang dibawa tersebut yang digunakan untuk menghubungkan aliran listrik pada saklar yang rusak tersebut, para astronaut dapat kembali ke bumi dengan selamat.
Kisah ini diungkap olehJohn McLeish humas NASA yang dikarantina bersamaEdwin Aldrin danNeil Armstrong setelah mereka berdua selamat mendarat di bumi. Kisah ini tidak terekspos karena semua orang pada waktu itu termasuk NASA terkesima dengan pendaratan manusia di bulan.