Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungihalaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Rumpun Anglikan, yang juga dikenal sebagairumpun Jermanik Kepulauan, mencakupbahasa Inggris Kuno dan semua variasi linguistik yang diturunkan darinya. Untuk lebih lengkap, lihat bagan berikut:
Bahasa Inggris dikategorikan sebagaiC0 Internasional menurutSIL Ethnologue, artinya bahasa ini merupakanbahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa
All human beings are born free and equal in dignity and rights. They are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood.
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
Negara maupun teritori yang menggunakan bahasa Inggris danbahasa kreol turunan sebagai bahasa keseharian mayoritas penduduknya
Negara maupun teritori yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi ataupun bahasa administratif, tetapi tidak digunakan dalam keseharian ataupun tidak dituturkan olehpenutur jati dalam jumlah besar
Bahasa Inggris berkembang pertama kali di kerajaan-kerajaanAnglia-Sachsen dan di wilayah yang saat ini merupakanSkotlandia tenggara. Setelah meluasnya pengaruh Inggris Raya pada abad ke-17 dan ke-20 melaluiImperium Inggris Raya, bahasa Inggris tersebar luas di seluruh dunia.[9][10][11][12] Di samping itu, luasnya penggunaan bahasa Inggris juga disebabkan oleh penyebaran kebudayaan dan teknologi Amerika Serikat yang mendominasi di sepanjang abad ke-20.[13] Hal-hal tersebut telah menyebabkan bahasa Inggris saat ini menjadibahasa utama dan secara tidak resmi (de facto) dianggap sebagaibahasa penghubung (lingua franca) di berbagai belahan dunia.[14][15]
Menurut sejarahnya, bahasa Inggris berasal dari peleburan beragam dialek yang saling berkerabat, yang di zaman sekarang secarakolektif dikenal sebagaibahasa Inggris Kuno, yang dibawa ke pantai timurPulau Britania Raya oleh pendatangJermanik (Anglia-Sachsen) pada abad ke-5; kataEnglish berasal dari namasuku Anglia.[16] Bangsa Anglia-Sachsen ini sendiri berasal dari wilayahAnglia (saat iniSchleswig-Holstein,Jerman). Bahasa Inggris awal juga dipengaruhi olehbahasa Nordik Kuno setelahViking menaklukkan Inggris pada abad ke-9 dan ke-10.
Selain bahasa Anglia-Sachsen danbahasa Prancis Norman, sejumlah besar kata dalam bahasa Inggris juga berakar daribahasa Latin, karena bahasa Latin adalahlingua francaGereja Kristen dan bahasa utama di kalangan intelektual Eropa,[19] dan telah menjadi dasar kosakata bagi bahasa Inggris modern.
Karena telah mengalami perpaduan beragam kata dari berbagai bahasa di sepanjang sejarah, bahasa Inggris modern memiliki kosakata yang sangat banyak, dengan ejaan yang kompleks dan tidak teratur (irregular), khususnya vokal. Bahasa Inggris modern tidak hanya merupakan perpaduan dari bahasa-bahasa Eropa, tetapi juga dari berbagai bahasa di seluruh dunia.Oxford English Dictionary memuat daftar lebih dari 250.000 kata berbeda, tidak termasuk istilah-istilah teknis, sains, danslang (bahasa gaul) yang jumlahnya juga sangat banyak.[20][21]
Etimologi
KataEnglish berasal dari eponimAngle, nama suku Jermanik yang diperkirakan berasal dari wilayah Angeln diJutlandia (sekarang Jerman utara).[22] Untuk kemungkinanetimologi kata ini, lihat artikelAngeln dansuku Anglia.
Bahasa Inggris modern, kadang digambarkan sebagailingua franca global pertama,[23][24] adalahbahasa dominan, atau dalam beberapa kasus bahkan ditetapkan sebagaibahasa internasional dalam bidang komunikasi, sains, teknologi informasi, bisnis, kelautan,[25] kedirgantaraan,[26] hiburan, radio, dan diplomasi.[27] Penyebaran bahasa Inggris di luarKepulauan Britania dimulai dengan pertumbuhan Imperium Britania, dan pada abad ke-19 jangkauannya telah global.[28] Setelahkolonisasi Britania sejak abad ke-16 hingga ke-19, bahasa Inggris menjadi bahasa dominan di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Pertumbuhan pengaruh budaya dan ekonomi Amerika Serikat dan statusnya sebagainegara adidaya global sejakPerang Dunia II turut mempercepat penyebaran bahasa Inggris ke seluruh dunia.[24] Bahasa Inggris menggantikanbahasa Jerman sebagai bahasa sains yang dominan dalam penghargaanHadiah Nobel pada paruh kedua abad ke-20.[29] Bahasa Inggris telah menyamai dan bahkan telah melampauibahasa Prancis sebagai bahasa dominan dalam dunia diplomasi pada paruh kedua abad ke-19.
Kemampuan berbahasa Inggris telah menjadi kebutuhan dalam sejumlah bidang ilmu, pekerjaan, dan profesi semisalkedokteran dankomputasi; sebagai akibatnya, lebih dari satu miliar orang di dunia bisa berbahasa Inggris setidaknya pada tingkat dasar (lihatbahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau internasional). Bahasa Inggris adalah salah satu dari enam bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa.[30]
Salah satu dampak pertumbuhan bahasa Inggris adalah berkurangnyakeragaman bahasa di berbagai belahan dunia. Pengaruh bahasa Inggris berperan penting dalamkepunahan bahasa.[31] Sebaliknya, berbagai keragaman bahasa Inggris juga berpotensi menciptakan bahasa-bahasa baru dari waktu ke waktu, bersama denganbahasa kreol danbahasa pijin.[32]
Bahasa Inggris merupakan bahasaIndo-Eropa yang termasuk ke dalam cabangJermanik Barat dari subrumpunJermanik.[33]Bahasa Inggris Kuno berasal dari sebuah wilayahkesinambungan dialek dan budaya di sekujur pesisirLaut UtaraFrisia. Ragam tutur di wilayah ini secara bertahap berkembang menjadibahasa-bahasa Anglik di Kepulauan Britania sertabahasa-bahasa Frisia danJerman Hulu/Saksen Hulu diEropa Daratan. Bahasa-bahasa Frisia merupakan kerabat terdekat bagi bahasa Inggris dan bahasa-bahasa Anglik lainnya; keseluruhan bahasa ini tergabung dalam subkelompokAnglo-Frisia. Ragam tutur Jerman Hulu/Saksen Hulu juga berkerabat dekat dengan subkelompok ini; terkadang bahasa-bahasa Inggris, Frisia, dan Jerman Hulu digolongkan ke dalam subkelompokIngvaeonik (Jermanik Laut Utara), walaupun pengelompokan ini masih diperselisihkan keabsahannya.[34] Bahasa Inggris Kuno berevolusi menjadi bahasa Inggris Pertengahan, yang kemudian menurunkan bahasa Inggris Modern.[35] Beberap ragam tutur bahasa Inggris Kuno dan Pertengahan juga berkembang menjadi bahasa-bahasa Anglik lainnya, sepertiBahasa Skot yang dituturkan di Skotlandia,[36] atau ragamFingal sertaForth dan Bargy (Yola) di Irlandia.[37]
Sebagaimanabahasa Islandia danFaroe yang berkembang di kepulauan terpisah dari daratan Eropa, perkembangan bahasa Inggris di Kepulauan Britania membuatnya terisolasi dari pengaruh bahasa-bahasa Jermanik daratan. Bahasa Inggris pun berubah secara signifikan. Bahasa Inggris tidakberkesalingpahaman dengan bahasa Jermanik kontinental mana pun, akibat perbedaan dalam halkosakata,sintaksis, danfonologi. Walaupun begitu, beberapa di antaranya, seperti bahasa Belanda dan Frisia, memiliki kedekatan yang kuat dengan bahasa Inggris, terutama pada tahap-tahap awal pembetukannya.[38]
Namun, tidak seperti bahasa Islandia dan Faroe yang terisolasi, bahasa Inggris berkembang dengan pengaruh yang didapatkan melalui serangkaian invasi pihak luar ke Kepualaun Britania, terutama oleh penutur bahasaNorse Kuno danPrancis Norman. Bahasa-bahasa ini meninggalkan pengaruh yang dalam, sampai-sampai bahasa Inggris memiliki beberapa kesamaan dalam hal kosakata dan tata bahasa dengan banyak bahasa di luarkladus linguistiknya—walaupun hal ini tidak lantas menjadikan penutur bahasa Inggris dapat saling paham dengan penutur bahasa-bahasa tersebut. Beberapa peneliti bahkan berpendapat bahwa bahasa Inggris dapat dianggap sebagaibahasa campuran ataukreol. Pandangan ini juga dikenal sebagaihipotesis kreol Inggris Pertengahan. Meski begitu, terlepas dari pengaruh bahasa-bahasa lain terhadap kosakata dan tata bahasa Inggris Modern yang diakui secara luas, sebagian besar ahli di bidangkontak bahasa tidak menganggap bahasa Inggris sebagai bahasa campuran sejati.[39][40]
Bahasa Inggris digolongkan sebagai bahasa Jermanik karena ia mengalami beberapainovasi bahasa yang sama dengan bahasa-bahasa Jermanik lainnya sepertibahasa Belanda,Jerman, danSwedia.[41] Inovasi-inovasi ini menunjukkan bahwa bahasa-bahasa tersebut diturunkan dari leluhur bersama, yaitubahasa Proto-Jermanik. Termasuk di antara ciri khas bahasa Jermanik adalah: pemabgian verba-verba menjadi kelasverba kuat danverba lemah, penggunaanverba modal, serta perubahan-perubahan bunyi yang berdampak pada konsonan-konsonan daribahasa Proto-Indo-Europa, sepertiHukum Grimm danHukum Verner. Bahasa Inggris digolongkan sebagai bagian dari cabang Anglo-Frisia, sebab bahasa Frisia dan bahasa Inggris berbagi ciri yang lebih spesifik, sepertipalatalisasi konsonan velar Proto-Germanik.[42]
Kalimat pertamaBeowulf (atas) ditulis dalam bahasa Inggris Kuno: "Hƿæt ƿē Gārdena ingēar dagum þēod cyninga þrym ge frunon," yang berarti, "Listen! We of the Spear-Danes from days of yore have heard of the glory of the folk-kings."
Bahasa Inggris berasal dari dialekJermanik Laut Utara yang dibawa ke Britania olehpemukim Jermanik dari berbagai wilayah yang saat ini dikenal dengan Belanda, Jerman utara, danDenmark.[43] Menjelang periode ini, pendudukBritania Romawi berkomunikasi dengan menggunakan bahasaBrittonik,Keltik, beserta bahasa-bahasa Romawi yang dipengaruhi oleh bahasa Latin setelah pendudukan Romawi yang berlangsung selama 400 tahun.[44] Salah satu suku Jermanik yang datang ke Britania adalahAngles,[45] yang diperkirakan pindah seluruhnya ke Britania.[46] NamaEngland (dariEngla land[47] "Land of the Angles") andEnglish (Old EnglishEnglisc[48]) berasal dari nama suku ini–meskipun suku-suku Jermanik lainnya sepertiSaxon,Jute, dan suku-suku dari pantaiFrisia,Saxon Hulu,Jutland, danSwedia selatan juga pindah ke Britania pada periode ini.[49][50][51]
Bahasa Inggris Kuno kemudian diubah lagi oleh dua gelombang invasi. Yang pertama adalah invasi oleh penutur bahasaJermanik Utara, ketikaHalfdan Ragnarsson danIvar the Boneless mulai menaklukkan dan menguasai Kepulauan Britania bagian utara pada abad ke-8 dan ke-9 (lihatDanelaw). Invasi kedua berasal dari penuturbahasa RomawiNormandia Kuno pada abad ke-11 setelahpenaklukan Normandia terhadap Inggris. Normandia mengembangkan bahasa Inggris menjadibahasa Anglo-Norman, dan kemudianAnglo-Prancis–dan memperkenalkan penggolongan kata, khususnya di kalangan istana dan pemerintahan. Normandia juga memperluasleksikon bahasa Inggris dengan menyerap kata-kata dari bahasa Skandinavia dan Prancis. Hal ini pada akhirnya menyederhanakan tatabahasa dan mengubah bahasa Inggris menjadi sebuah "bahasa pinjaman"–bahasa yang secara terbuka menerima kata-kata baru dari bahasa lain.
Pergeseran linguistik dalam bahasa Inggris setelah pendudukan Normandia menghasilkan bahasa baru yang saat ini dikenal dengan bahasa Inggris Pertengahan;The Canterbury Tales karyaGeoffrey Chaucer adalah karya terkenal yang ditulis dalam bahasa ini. Pada periode ini, bahasa Latin merupakanlingua franca di kalangan Gereja Kristen dan intelektual Eropa, dan karya-karya ditulis atau disalin dalam bahasa Latin.[19] Kata-kata Latin kemudian turut diserap untuk menciptakan istilah atau konsep yang tidak terdapat dalam kata bahasa Inggris asli.
Pemakaianbahasa Inggris Modern, termasuk dalam karya-karyaWilliam Shakespeare[53] danAlkitab Versi Raja James, umumnya bermula sejak tahun 1550, dan setelahBritania Raya menjadi kekuatan kolonial, bahasa Inggris berfungsi sebagailingua franca di negara-negara jajahanImperium Britania. Pada periode pascakolonial, beberapa negara baru yang memilikiberagam bahasa pribumi memilih untuk tetap menggunakan bahasa Inggris sebagailingua franca untuk menghindari pertentangan politik yang mungkin muncul akibat menggunakan salah satu bahasa pribumi ketimbang bahasa yang lainnya. Sebagai akibat pertumbuhan Imperium Britania, bahasa Inggris digunakan secara luas di wilayah bekas jajahan Britania di Amerika Utara,India,Afrika Selatan,Australia,Singapura, dan di berbagai wilayah lainnya. Penggunaan bahasa Inggris semakin meluas setelah Amerika Serikat muncul sebagainegara adidaya pada pertengahan abad ke-20.
Selain dengan bahasa Frisia, bahasa lainnya yang juga terkait jauh dengan bahasa Inggris adalah bahasa-bahasa Jermanik Barat non-Anglo-Frisia (bahasa Belanda,Afrikaans,Jerman Hulu,Jerman Hilir,Yiddish) sertarumpun bahasa Jermanik Utara (Swedish,Denmark,Norwegia,Islandia, danFaroe). Tidak ada satupun dari bahasa-bahasa tersebut yang saling berpahaman dengan bahasa Inggris, umumnya karena perbedaanleksis,sintaks,semantik, danfonologi, serta isolasi yang dialami oleh bahasa Inggris diKepulauan Britania yang terpisah dari dataran Eropa, meskipun beberapa bahasa seperti Belanda memiliki afinitas yang cukup kuat dengan bahasa Inggris, terutama pada tingkat dasar. Pengisolasian telah memungkinkan bahasa Inggris (serta bahasa Islandia dan Faroe) untuk berkembang secara mandiri dan terpisah dari pengaruh bahasa Jermanik Eropa daratan.[54]
Selain karena isolasi, perbedaan leksikal antara bahasa Inggris dengan bahasa Jermanik lainnya juga disebabkan olehperubahan diakronis,pergeseran semantik, dan banyaknya kata bahasa Inggris yang diserap dari bahasa lain, terutama Latin dan Prancis (meskipun penyerapan kata ini sama sekali bukanlah hal unik bagi bahasa Inggris). Misalnya: kata "exit" diserap dari bahasa Latin, bukannyauitgang (Belanda) danAusgang (Jerman), juga kata "change" (Prancis).
Persebaran geografis
Persentase penutur bahasa Inggris berdasarkan negara dan wilayah dependen pada tahun 2014.
80–100%
60–80%
40–60%
20–40%
0.1–20%
Tidak ada data
Persentase pengguna bahasa Inggris sebagaibahasa ibu
Pada tahun 2016, sekitar 400juta orang menggunakan bahasa Inggris sebagaibahasa pertama mereka, sementara 1.1miliar orang menuturkannya sebagai bahasa kedua.[55] English is thelargest language by number of speakers. Komunitas penutur bahasa Inggris dapat ditemui di tiap benua.[56]
Negara-negara yang menjadi tempat bahasa Inggris dituturkan dapat digolongkan menjadi tiga kategori berbeda, tergantung peran yang diambil oleh bahasa Inggris di negara tersebut. Negara "lingkar dalam" (inner circle)[57] yang memiliki banyakpenutur jati bahasa Inggris berbagi ragam tulisan standar yang bersifat internasional dan secara kolektif memengaruhi norma bertutur bahasa Inggris di seluruh dunia. Bahasa Inggris bukan hanya milik satu negara saja, dan bukan pula milik pemukim keturunan Inggris semata. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa resmi di beberapa negara yang memiliki sedikit keturunan penutur jati bahasa Inggris. Bahasa ini juga telah menjadi bahasa terpenting dalam komunikasi internasional dengan bertindak sebagailingua franca bagi orang-orang yang tidak berbagi bahasa ibu yang sama di seluruh dunia.
Tiga lingkar negara-negara penutur bahasa Inggris
Ahli bahasa berkebangsaan India,Braj Kachru, membedakan antara negara-negara penutur bahasa Inggris denganmodel tiga lingkar.[57] Dalam model ini,
negara-negara di "lingkar dalam" memiliki komunitas penutur jati bahasa Inggris yang besar;
negara-negara di "lingkar luar" memilki komunitas penutur jati bahasa Inggris yang kecil, tetapi penggunaan bahasa Inggris yang luas sebagai bahasa kedua di bidang pendidikan, penyiaran, atau keperluan resmi setempat; dan
negara-negara di "lingkar pengembangan", yang memiliki banyak pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing.
Kachru mendasarkan modelnya pada metode penyebaran bahasa Inggris di negara yang berbeda-beda, bagaimana cara penutur mempelajarinya, dan lingkup penggunaan bahasa Inggris di negara tersebut. Cakupan ketiga lingkar ini dapat berubah seiring waktu.[58]
Tiga Lingkar Bahasa Inggris (Three Circles of English) menurut Braj Kachru
Fonetik danfonologi bahasa Inggris berbeda dari satu dialek ke dialek yang lain, meskipun hal ini biasanya tidak mengganggu komunikasi antar penutur berbeda dialek. Keragaman fonologi menjadikan jumlahfonem (bunyi yang dapat mengubah arti) yang berbeda-beda, sementara keragaman fonetik memberikan perbedaan dalam hal realisasi pengucapan fonem-fonem tersebut.[59] Ringkasan berikut utamanya menjabarkan duasistem pengucapan baku, yaitu Pengucapan Lazim (Received Pronunciation, RP) yang dipakai diBritania Raya, serta logat Amerika Umum (General American, GA) yang dipakai diAmerika Serikat.
Kebanyakan dialek bahasa Inggris menggunakan 24fonem konsonan yang sama. Daftar konsonan yang diberikan di bawah ini berlaku untuk dialekInggris California[63] dan RP.[64]
Untukkonsonan hambat (hentian, afrikat, dan frikatif) yang berpasangan pada tabel di atas, seperti/pb/,/tʃdʒ/, dan/sz/, fonem yang pertama bersifatfortis (kuat), sementara yang kedua bersifat lenis (lemah). Konsonan hambat fortis seperti/ptʃs/ diucapkan dengan otot yang lebih tegang dan hembusan napas yang lebih kuat daripada konsonan lenis seperti/bdʒz/, dan selalu bersifatnirsuara (diucapkan tanpa menggetarkan pita suara). Pada konsonan lenis di awal dan akhir ujaran,getaran pita suara dilakukan secara parsial, sementara pada konsonan lenis di antara vokal, getaran pita suara dilakukan secara penuh. Pada kebanyakan dialek, hentian fortis seperti/p/ memiliki ciri artikulasi atau akustik tambahan, yaitu: 1) diucapkan denganaspirasi[pʰ] jika konsonan tersebut berdiri sendiri di awal suku kata bertekanan; 2) sering kali diucapkan tanpa aspirasi pada kasus lainnya, dan 3) sering kali diucapkantanpa letupan[p̚] atau dengan pra-glotalisasi[ʔp] di akhir suku kata. Pada kata yang terdiri dari satu suku kata, bunyi vokal sebelum hentian fortis dipendekkan, sehingga bunyi vokal pada katanip 'cubit' terdengar lebih pendek (secara fonetis, bukan fonemis) daripada vokal dalam katanib[nɪˑb̥] 'ujung yang runcing'.[65]
hentian lenis:bin[b̥ɪˑn] 'wadah',about[əˈbaʊt] 'tentang',nib[nɪˑb̥] 'ujung yang runcing'
Pada dialek RP, aproksiman lateral/l/ memiliki duaalofon (variasi pengucapan) berbeda, yaitu[l] yang pengucapannya jelas atau polos, seperti pada katalight 'cahaya', serta[ɫ] yang diucapkan denganvelarisasi (lidah belakang dinaikkan sampai mendekati velum) sehingga terkesan "gelap" (dark l), seperti pada katafull 'penuh'.[66] Dialek GA menggunakanl gelap pada kebanyakan kasus.[67]
l jelas: pengucapan RP untuklight[laɪt] 'cahaya'
l gelap: pengucapan RP dan GA untukfull[fʊɫ] 'penuh', pengucapan GA untuklight[ɫaɪt] 'cahaya'
Semua konsonansonoran (baik likuida/l,r/ maupun sengau/m,n,ŋ/) bersifat nirsuara (diucapkan tanpa getaran pita suara) jika didahului oleh bunyi hambat nirsuara, dan bersifat silabis (diucapkan sebagai suku kata tersendiri) jika didahului oleh konsonan lain di akhir kata.[68]
Pengucapan vokal-vokal dalam bahasa Inggris amat bervariasi dari satu dialek ke dialek lainnya, dan merupakan salah satu aspek yang paling mudah dideteksi untuk mengetahui logat yang digunakan oleh penuturnya. Tabel di bawah ini mendaftarfonem-fonem vokal dalam dialekReceived Pronunciation (RP) danGeneral American (GA), dengan contoh-contoh kata yang mengandung vokal-vokal tersebut, berdasarkanset kosakata yang disusun oleh para linguis. Vokal-vokal di sini direpresentasikan dengan simbol IPA; daftar vokal RP mengikut daftar vokal standar yang biasa ditemukan dalam kamus-kamus dan publikasi lain yang berasal dari Inggris.[69]
Dalam dialek RP, panjang vokal bersifat fonemis;vokal panjang ditandai dengan simbol titik dua serupa ujung panah[ː] dalam tabel di atas. Contohnya adalah vokal dalam kataneed[niːd] yang berlawanan dengan vokal dalam katabid[bɪd]. Sementara dalam dialek GA, panjang vokal tidak bersifat fonemis atau mengubah makna.
Bunyi vokal dalam dialek RP maupun GAdipendekkan jika ditutup oleh konsonan fortis (seperti/ttʃf/) pada suku kata yang sama, tetapi tidak dipendekkan sebelum konsonan lenis seperti/ddʒv/ atau jika berada pada suku kata terbuka. Karena itu, bunyi vokal dalam katarich[rɪtʃ],neat[nit], dansafe[seɪ̯f] terkesan lebih pendek daripada bunyi vokal dalam kataridge[rɪˑdʒ],need[niˑd], dansave[seˑɪ̯v], begitu pula dengan bunyi vokal dalam katalight[laɪ̯t] yang lebih pendek daripada bunyi vokal dalam katalie[laˑɪ̯]. Karena konsonan lenis sering kali bersifat nirsuara pada akhir suku kata, panjang sebuah bunyi vokal merupakan penanda yang penting untuk mengetahui apakah konsonan yang mengikutinya bersifat lenis atau fortis.[70]
Vokal/ə/ hanya muncul pada suku kata tanpa penekanan dan diucapkan dengan mulut yang lebih terbuka pada posisi akhir bentuk dasar/pangkal kata (stem).[71][72] Beberapa dialek tidak membedakan antara bunyi/ɪ/ dan/ə/ dalam posisi tanpa penekanan, sehingga katarabbit 'kelinci' danabbot 'abbas, kepala biara' berbagi rima yang serupa, sementara namaLenin danLennon memiliki pengucapan yang sama (homofon). Ciri dialektal ini disebut sebagaipenggabungan vokal lemah (weak vowel merger).[73] Bunyi/ɜr/ dan/ər/ dalam dialek GA direalisasikan sebagaivokal dengan corak bunyir[ɚ]. Contohnya adalah katafurther 'lebih jauh', yang secara fonemis direpresentasikan sebagai/ˈfɜrðər/ tapi diucapkan sebagai[ˈfɚðɚ] dalam GA. Kata yang sama dalam RP direpresentasikan secara fonemis sebagai/ˈfɜːðə/ dan direalisasikan sebagai[ˈfəːðə].[74]
Tekanan, ritme dan intonasi
Tekanan memiliki peran yang besar dalam bahasa Inggris. Dalam kata-kata bahasa Inggris, ada suku kata yang ditekan dan ada yang tidak. Tekanan yang dimaksud di sini mencakup perbedaan dalam hal durasi, intensitas, dan kualitas vokal, dan terkadang juga perubahan pada nada (pitch). Suku kata yang ditekan diucapkan dengan lebih panjang dan lebih nyaring daripada suku kata yang tidak ditekan. Bunyi vokal dalam suku kata tanpa tekanan sering kali mengalamireduksi sementara vokal dalam suku kata dengan tekanan tidak direduksi.[75] Beberapa kata—terutama kata tugas, tetapi juga kata kerja modal sepertican—memilikibentuk lemah dan kuat tergantung dari apakah kata tersebut muncul di posisi yang ditekan atau tidak dalam sebuah kalimat.
Tekanan dalam bahasa Inggris bersifat fonemis, dan terdapat beberapa pasang kata yang dibedakan hanya berdasarkan posisi tekanannya. Contohnya, katacontract ditekan pada suku kata pertama (/ˈkɒntrækt/ ) ketika digunakan sebagai nomina ('kontrak'), tetapi ditekan pada suku kata terakhir (/kənˈtrækt/ ) ketika digunakan sebagai verba yang dapat mencakup banyak makna (termasuk misalnyacontract yang berarti 'menyusut').[76][77][78] Di sini, tekanan berkaitan dengan reduksi vokal: padacontract yang bermakna nomina, vokal pada suku kata pertama yang ditekan diucapkan tanpa reduksi sebagai/ɒ/, tetapi padacontract yang bermakna verba, suku kata pertama tidak ditekan dan vokalnya direduksi menjadi/ə/. Tekanan juga digunakan untuk membedakan antara kata dan frasa, sehingga gabungan kata serangkai hanya diberi tekanan pada salah satu bagian, tetapi frasa dengan komponen yang sama ditekan dua kali: contohnyaa burnout (/ˈbɜːrnaʊt/) 'kelelahan mental' versusto burn out (/ˈbɜːrnˈaʊt/) 'membakar habis', sertaa hotdog (/ˈhɒtdɒɡ/) 'sepotonghotdog' versusa hot dog (/ˈhɒtˈdɒɡ/) 'seekor anjing yang panas'.[79]
Bahasa Inggris umumnya dianggap sebagai bahasa yang ritmenya diatur oleh suku kata bertekanan (stress-timed rhythm); selisih waktu pengucapan antara suku kata bertekanan dalam bahasa Inggris cenderung konstan.[80] Suku kata dengan tekanan diucapkan lebih panjang, sementara suku kata tanpa tekanan (yang berada di antara suku kata bertekanan) dipendekkan. Pemendekan bunyi vokal dalam suku kata tanpa tekanan menyebabkan perubahan dalamkualitas vokal; fenomena ini disebut juga denganreduksi vokal.[81]
Ragam regional
Ragam-ragam bahasa Inggris Baku dan ciri khasnya[82]
Perbedaan paling besar dalam ragam-ragam bahasa Inggris adalah pada pengucapan bunyi vokalnya. Terdapat dua ragam utama yang digunakan sebagai ragam baku dalam pengajaran bahasa Inggris di negara-negara yang penduduknya mayoritas bukan penutur bahasa tersebut, yaitu bahasa Inggris Britania (British English, BrE) dan bahasa Inggris Amerika (American English, AmE). Negara-negara sepertiKanada,Australia,Irlandia,Selandia Baru danAfrika Selatan memiliki ragam baku mereka sendiri yang lebih jarang dipakai dalam pengajaran bahasa Inggris secara internasional. Beberapa perbedaan antara ragam-ragam ini dapat dilihat pada tabel "Ragam-ragam bahasa Inggris Baku dan ciri khasnya".[82]
Sepanjang sejarahnya, bahasa Inggris telah melalui berbagaiperubahan bunyi. Sebagian perubahan bunyi ini berlaku pada seluruh ragam bahasa Inggris, sementara sebagian yang lain hanya berlaku pada beberapa ragam saja. Ragam-ragam baku bahasa Inggris pada umumnya mengalamiPergeseran Vokal Besar (Great Vowel Shift) yang memengaruhi pengucapan vokal-vokal panjang, walaupun terdapat perbedaan dalam bunyi vokal yang dihasilkan oleh pergeseran ini pada sebagian kecil dialek. Di Amerika Utara, beberapa pergeseran berantai (pergeseran bunyi yang memicu pergeseran lainnya) sepertiPergeseran Vokal Kota-Kota Utara (Northern Cities Vowel Shift) danPergeseran Kanada (Canadian Shift) menghasilkan bentang vokal yang amat khas pada sebagian logat daerah.[83]
Beberapa dialek memiliki bunyi konsonan fonemis dan fonetis yang lebih banyak atau lebih sedikit dari jumlah bunyi dalam ragam-ragam baku. Sebagian ragam konservatif seperti bahasa Inggris Skotlandia menggunakan bunyinirsuara[ʍ] dalam katawhine 'mengeluh', kontras dengan bunyi[w] dalam katawine '(minuman) anggur' yang menggunakan getaran pita suara. Sementara itu, kebanyakan dialek lainnya menggunakan[w] dalam kedua kondisi; ciri ini disebut juga sebagaimerger konsonanwine–whine. Bunyi frikatif velar nirsuara/x/ dapat ditemukan dalam bahasa Inggris Skotlandia, yang membedakan antara pengucapan kataloch/lɔx/ 'danau' dengan katalock/lɔk/ 'mengunci, gembok'. Logat sepertiCockney yang mengalami fenomena "penghapusanh" (h-dropping) tidak memiliki bunyi frikatif glotal/h/, dan logat yang mengalami "penghentianth" (th-stopping) dan "pengedepananth" (th-fronting) sepertidialek Afrika-Amerika danInggris Estuari tidak memiliki frikatif dental/θ,ð/, tetapi menggantinya dengan hentian dental/alveolar/t,d/ atau frikatif labiodental/f,v/.[84][85] Perubahan lain yang memengaruhi fonologi ragam-ragam tempatan di antaranya adalah penghapusanyod (penghapusan bunyi/j/ dalam beberapa kondisi), peleburanyod (peleburan bunyi/j/ yang membentuk kluster dengan konsonan lain menjadi bunyi sibilan), dan pemupusan kluster konsonan.[86]
Dialek GA dan RP berbeda dalam hal pengucapan bunyi historis/r/ yang menutup vokal di akhir suku kata. Dialek GA merupakanragam rhotis, yaitu ragam bahasa Inggris yang merealisasikan bunyi/r/ di akhir suku kata, sementara dialek RP yang bersifat non-rhotis menghilangkan bunyi/r/ di posisi tersebut. Dialek-dialek bahasa Inggris dapat digolongkan sebagai ragam rhotis dan non-rhotis tergantung apakah dialek tersebut menghilangkan bunyi/r/ seperti dialek RP atau melestarikan bunyi tersebut seperti dialek GA.[87]
Terdapat perbedaan dialektal yang kompleks dalam kosakata yang memiliki bunyi vokal terbuka depan dan vokal terbuka belakang/æɑːɒɔː/. Keempat bunyi vokal ini hanya dibedakan dalam dialek RP, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Dalam dialek GA, vokal-vokal ini melebur menjadi/æɑɔ/,[88] sementara dalam dialek Kanada, kesemuanya melebur menjadi dua bunyi saja:/æɑ/.[89] Selain itu, kosakata yang mengandung vokal-vokal tersebut dapat berbeda-beda tergantung dialeknya. Tabel "Vokal terbuka dalam beberapa dialek" menunjukkan keragaman ini dalam beberapa kosakata yang mengandung bunyi-bunyi vokal tersebut.
Tata bahasa Inggris memiliki variasi dalam struktur dan penggunaannya, itu tergantung tradisi yang digunakan oleh suatu negara yang dipengaruhi oleh bahasa asli dari negara tersebut. Secara umum, tata bahasa yang dipedomani adalah tata bahasa Inggris Amerika (American English) dan Inggris Britania Raya(British English).
Sistem kala
Bahasa Inggris umumnya dikenal memiliki empat bentukkala yakni:
Namun, kala yang sejati dalam bahasa Inggris hanyakala lampau dankala kini (taklampau) karena dua kala lainnya hanya berupa kata dasar ditambah verba bantu.
Untuk menunjukkan perbedaan aspek gramatikal lebih lanjut, masing-masing kala memiliki "empat bagian" yakni:
Simple (umumnya menunjukkan aspek habitual, frekuentatif, atau momentan tergantung adverbia yang ada)
Continuous/Progressive (aspek kontinuatif atau progresif)
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "English".Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History.;;
↑Baugh, Albert C. and Cable, Thomas (1978)."Latin Influences on Old English".An excerpt from Foreign Influences on Old English. Diarsipkan dariasli tanggal 2010-11-27. Diakses tanggal5 September 2010.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
12Daniel Weissbort (2006). "Translation: theory and practice: a historical reader". p.100. Oxford University Press, 2006
↑"How many words are there in the English Language?".Oxford Dictionaries (dalam bahasa bahasa Inggris). Oxford University Press. Diarsipkan dariasli tanggal 2011-11-30. Diakses tanggal 19-02-2016.;Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"Vista Worldwide Language Statistics" (dalam bahasa bahasa Inggris). Vistawide.com. Diarsipkan dariasli tanggal 2016-11-20. Diakses tanggal 31-10-2010.;Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Collingwood, R. G. (1936). "The English Settlements. The Sources for the period: Angles, Saxons, and Jutes on the Continent".Roman Britain and English Settlements. Oxford, England: Clarendon. hlm.325 et sec.ISBN0-8196-1160-3.;
12345Kesalahan pengutipan: Tanda<ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamaBorjars
Daftar pustaka
Aarts, Bas; Haegeman, Liliane (2006). "6. English Word classes and Phrases". Dalam Aarts, Bas; McMahon, April (ed.).The Handbook of English Linguistics. Blackwell Publishing Ltd.
Aitken, A. J.; McArthur, Tom, ed. (1979).Languages of Scotland. Occasional paper – Association for Scottish Literary Studies; no. 4. Edinburgh: Chambers.ISBN978-0-550-20261-1.
Algeo, John (1999). "Chapter 2:Vocabulary". Dalam Romaine, Suzanne (ed.).Cambridge History of the English Language. Vol.IV: 1776–1997. Cambridge University Press. hlm.57–91.doi:10.1017/CHOL9780521264778.003.ISBN978-0-521-26477-8.
Ammon, Ulrich (2006). "Language Conflicts in the European Union: On finding a politically acceptable and practicable solution for EU institutions that satisfies diverging interests".International Journal of Applied Linguistics.16 (3):319–338.doi:10.1111/j.1473-4192.2006.00121.x.S2CID142692741.
Ammon, Ulrich (2008). "Pluricentric and Divided Languages". Dalam Ammon, Ulrich N.; Dittmar, Norbert; Mattheier, Klaus J.; etal. (ed.).Sociolinguistics: An International Handbook of the Science of Language and Society / Soziolinguistik Ein internationales Handbuch zur Wissenschaft vov Sprache and Gesellschaft. Handbooks of Linguistics and Communication Science / Handbücher zur Sprach- und Kommunikationswissenschaft 3/2. Vol.2 (Edisi 2nd completely revised and extended). de Gruyter.ISBN978-3-11-019425-8.
Australian Bureau of Statistics (28 March 2013)."2011 Census QuickStats: Australia". Diarsipkan dariasli tanggal 6 November 2015. Diakses tanggal25 March 2015.
Bailey, G. (1997). "When did southern American English begin". Dalam Edgar W. Schneider (ed.).Englishes around the world. hlm.255–275.
Bammesberger, Alfred (1992). "Chapter 2: The Place of English in Germanic and Indo-European". Dalam Hogg, Richard M. (ed.).The Cambridge History of the English Language. Vol.1: The Beginnings to 1066. Cambridge University Press. hlm.26–66.ISBN978-0-521-26474-7.
Barry, Michael V. (1982). "English in Ireland". Dalam Bailey, Richard W.; Görlach, Manfred (ed.).English as a World Language. University of Michigan Press. hlm.84–134.ISBN978-3-12-533872-2.
Bauer, Laurie; Huddleston, Rodney (2002)."Chapter 19: Lexical Word-Formation". Dalam Huddleston, Rodney; Pullum, Geoffrey K. (ed.).The Cambridge Grammar of the English Language. Cambridge: Cambridge University Press. hlm.1621–1721.ISBN978-0-521-43146-0. Diarsipkan dariasli tanggal 2015-02-12. Diakses tanggal10 February 2015.;;;
Boberg, Charles (2010).The English language in Canada: Status, history and comparative analysis. Studies in English Language. Cambridge University Press.ISBN978-1-139-49144-0.;;
Cassidy, Frederic G. (1982). "Geographical Variation of English in the United States". Dalam Bailey, Richard W.; Görlach, Manfred (ed.).English as a World Language. University of Michigan Press. hlm.177–210.ISBN978-3-12-533872-2.
Collingwood, Robin George; Myres, J. N. L. (1936). "Chapter XX. The Sources for the period: Angles, Saxons, and Jutes on the Continent".Roman Britain and the English Settlements. Vol.Book V: The English Settlements. Oxford, England: Clarendon Press.JSTOR2143838.LCCN37002621.
Denning, Keith; Kessler, Brett; Leben, William Ronald (17 February 2007).English Vocabulary Elements. Oxford University Press.ISBN978-0-19-516803-7. Diarsipkan dariasli tanggal 2023-03-17. Diakses tanggal25 February 2015.;;;
Eagleson, Robert D. (1982). "English in Australia and New Zealand". Dalam Bailey, Richard W.; Görlach, Manfred (ed.).English as a World Language. University of Michigan Press. hlm.415–438.ISBN978-3-12-533872-2.
"Summary by language size".Ethnologue: Languages of the World. Diarsipkan dariasli tanggal 2018-12-26. Diakses tanggal10 February 2015.
Fasold, Ralph W.; Connor-Linton, Jeffrey, ed. (2014).An Introduction to Language and Linguistics (Edisi Second). Cambridge University Press.ISBN978-1-316-06185-5.
Greenbaum, S.; Nelson, G. (2002).An introduction to English grammar (Edisi Second). Longman.ISBN978-0-582-43741-8.
Halliday, M. A. K.; Hasan, Ruqaiya (1976).Cohesion in English. Pearson Education ltd.
Hancock, Ian F.; Angogo, Rachel (1982). "English in East Africa". Dalam Bailey, Richard W.; Görlach, Manfred (ed.).English as a World Language. University of Michigan Press. hlm.415–438.ISBN978-3-12-533872-2.
Hickey, R., ed. (2005).Legacies of colonial English: Studies in transported dialects. Cambridge University Press.
Hogg, Richard M. (1992). "Chapter 3: Phonology and Morphology". Dalam Hogg, Richard M. (ed.).The Cambridge History of the English Language. Vol.1: The Beginnings to 1066. Cambridge University Press. hlm.67–168.doi:10.1017/CHOL9780521264747.ISBN978-0-521-26474-7.S2CID161881054.
"How many words are there in the English language?".Oxford Dictionaries Online. Oxford University Press. 2015. Diarsipkan dariasli tanggal 2011-11-30. Diakses tanggal2 April 2015.How many words are there in the English language? There is no single sensible answer to this question. It's impossible to count the number of words in a language, because it's so hard to decide what actually counts as a word.
Hughes, Arthur; Trudgill, Peter (1996).English Accents and Dialects (Edisi 3rd). Arnold Publishers.
International Civil Aviation Organization (2011)."Personnel Licensing FAQ". International Civil Aviation Organization – Air Navigation Bureau. In which languages does a licence holder need to demonstrate proficiency?. Diarsipkan dariasli tanggal 2014-12-20. Diakses tanggal16 December 2014.Controllers working on stations serving designated airports and routes used by international air services shall demonstrate language proficiency in English as well as in any other language(s) used by the station on the ground.
König, Ekkehard; van der Auwera, Johan, ed. (1994).The Germanic Languages. Routledge Language Family Descriptions. Routledge.ISBN978-0-415-28079-2.JSTOR4176538. Diarsipkan dariasli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal26 February 2015.; The survey of the Germanic branch languages includes chapters by Winfred P. Lehmann, Ans van Kemenade, John Ole Askedal, Erik Andersson, Neil Jacobs, Silke Van Ness, and Suzanne Romaine.
König, Ekkehard (1994)."17. English". Dalam König, Ekkehard; van der Auwera, Johan (ed.).The Germanic Languages. Routledge Language Family Descriptions. Routledge. hlm.532–562.ISBN978-0-415-28079-2.JSTOR4176538. Diarsipkan dariasli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal26 February 2015.;
Labov, W. (1972). "13. The Social Stratification of (R) in New York City Department Stores".Sociolinguistic patterns. University of Pennsylvania Press.
Lanham, L. W. (1982). "English in South Africa". Dalam Bailey, Richard W.; Görlach, Manfred (ed.).English as a World Language. University of Michigan Press. hlm.324–352.ISBN978-3-12-533872-2.
Lass, Roger (1992). "2. Phonology and Morphology". Dalam Blake, Norman (ed.).Cambridge History of the English Language. Vol.II: 1066–1476. Cambridge University Press. hlm.23–154.
Lass, Roger (2000). "Chapter 3: Phonology and Morphology". Dalam Lass, Roger (ed.).The Cambridge History of the English Language, Volume III: 1476–1776. Cambridge: Cambridge University Press. hlm.56–186.
Lass, Roger (2002), "South African English", dalam Mesthrie, Rajend (ed.),Language in South Africa, Cambridge University Press,ISBN978-0-521-79105-2
Lawton, David L. (1982). "English in the Caribbean". Dalam Bailey, Richard W.; Görlach, Manfred (ed.).English as a World Language. University of Michigan Press. hlm.251–280.ISBN978-3-12-533872-2.
Levine, L.; Crockett, H. J. (1966). "Speech Variation in a Piedmont Community: Postvocalic r*".Sociological Inquiry.36 (2):204–226.doi:10.1111/j.1475-682x.1966.tb00625.x.
Li, David C. S. (2003). "Between English and Esperanto: what does it take to be a world language?".International Journal of the Sociology of Language.2003 (164):33–63.doi:10.1515/ijsl.2003.055.ISSN0165-2516.
National Records of Scotland (26 September 2013)."Census 2011: Release 2A". Scotland's Census 2011. Diarsipkan dariasli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal25 March 2015.
Nevalainen, Terttu; Tieken-Boon van Ostade, Ingrid (2006). "Chapter 5: Standardization". Dalam Denison, David; Hogg, Richard M. (ed.).A History of the English language. Cambridge University Press.ISBN978-0-521-71799-1.
O'Dwyer, Bernard (2006).Modern English Structures, second edition: Form, Function, and Position. Broadview Press.
Office for National Statistics (4 March 2013)."Language in England and Wales, 2011".2011 Census Analysis. Diarsipkan dariasli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal16 December 2014.
Payne, John; Huddleston, Rodney (2002). "5. Nouns and noun phrases". Dalam Huddleston, R.; Pullum, G. K. (ed.).The Cambridge Grammar of English. Cambridge: Cambridge University Press. hlm.323–522.
Richter, Ingo (2012)."Introduction". Dalam Richter, Dagmar; Richter, Ingo; Toivanen, Reeta; etal. (ed.).Language Rights Revisited: The challenge of global migration and communication. BWV Verlag.ISBN978-3-8305-2809-8. Diarsipkan dariasli tanggal 2023-03-17. Diakses tanggal2 April 2015.
Roach, Peter (2009).English Phonetics and Phonology (Edisi 4th). Cambridge.
Romaine, Suzanne (1982). "English in Scotland". Dalam Bailey, Richard W.; Görlach, Manfred (ed.).English as a World Language. University of Michigan Press. hlm.56–83.ISBN978-3-12-533872-2.
Romaine, Suzanne (1999). "Chapter 1: Introduction". Dalam Romaine, Suzanne (ed.).Cambridge History of the English Language. Vol.IV: 1776–1997. Cambridge University Press. hlm.01–56.doi:10.1017/CHOL9780521264778.002.ISBN978-0-521-26477-8.
Ryan, Camille (August 2013)."Language Use in the United States: 2011"(PDF).American Community Survey Reports. hlm.1. Diarsipkan dariasli(PDF) tanggal 5 February 2016. Diakses tanggal16 December 2014.
Sailaja, Pingali (2009).Indian English. Dialects of English. Edinburgh University Press.ISBN978-0-7486-2595-6. Diarsipkan dariasli tanggal 2023-03-17. Diakses tanggal5 April 2015.;;;
Schiffrin, Deborah (1988).Discourse Markers. Studies in Interactional Sociolinguistics. Cambridge University Press.ISBN978-0-521-35718-0. Diarsipkan dariasli tanggal 2023-03-17. Diakses tanggal5 April 2015.;;;
Sheidlower, Jesse (10 April 2006)."How many words are there in English?".Slate Magazine. Diarsipkan dariasli tanggal 2011-09-16. Diakses tanggal2 April 2015.The problem with trying to number the words in any language is that it's very hard to agree on the basics. For example, what is a word?
Sweet, Henry (2014) [1892].A New English Grammar. Cambridge University Press.
Thomas, Erik R. (2008). "Rural Southern white accents". Dalam Edgar W. Schneider (ed.).Varieties of English. Vol.2: The Americas and the Caribbean. de Gruyter. hlm.87–114.doi:10.1515/9783110208405.1.87.ISBN978-3-11-020840-5.
Todd, Loreto (1982). "The English language in West Africa". Dalam Bailey, Richard W.; Görlach, Manfred (ed.).English as a World Language. University of Michigan Press. hlm.281–305.ISBN978-3-12-533872-2.
Toon, Thomas E. (1982). "Variation in Contemporary American English". Dalam Bailey, Richard W.; Görlach, Manfred (ed.).English as a World Language. University of Michigan Press. hlm.210–250.ISBN978-3-12-533872-2.
Toon, Thomas E. (1992). "Old English Dialects". Dalam Hogg, Richard M. (ed.).The Cambridge History of the English Language. Vol.1: The Beginnings to 1066. Cambridge University Press. hlm.409–451.ISBN978-0-521-26474-7.
Trudgill, Peter; Hannah, Jean (2002).International English: A Guide to the Varieties of Standard English (Edisi 4th). London: Hodder Education.ISBN978-0-340-80834-4.