Bahasa adalah suatu sistemkomunikasi yang tersusun secara teratur dan terdiri atastata bahasa sertakosakata. Bahasa merupakan sarana utama bagimanusia untuk menyampaikan makna, baik melalui bentukbahasa lisan maupunisyarat tangan, serta dapat pula diwujudkan dalam bentuktulisan. Bahasa manusia ditandai oleh keragaman budaya dan sejarahnya, dengan variasi yang mencolok antara kebudayaan satu dengan yang lain serta sepanjang waktu.[1] Bahasa manusia memiliki sifatproduktif danpergeseran, yang memungkinkan penciptaan kalimat dalam jumlah tak terbatas serta kemampuan untuk merujuk pada objek, peristiwa, dan gagasan yang tidak hadir secara langsung dalam percakapan. Penggunaan bahasa manusia berlandaskan padakonvensi sosial dan diperoleh melalui prosespembelajaran.
Perkiraan jumlah bahasa yang digunakan manusia di dunia saat ini berkisar antara5.000 hingga7.000. Ketepatan perkiraan tersebut bergantung pada batasan yang bersifat arbitrer antara apa yang dianggap sebagai bahasa dandialek.[2]Bahasa alami dapat berupalisan, isyarat, atau keduanya; tetapi, setiap bahasa dapatdikodekan ke dalam media sekunder menggunakan rangsanganindra pendengaran,indra penglihatan, atauindra peraba, misalnya melalui tulisan, siulan, isyarat, ataubraille. Dengan kata lain, bahasa manusia bersifatbebas-modalitas, sementara bentuk tulisan atau isyarat merupakan cara untuk merekam atau menyandikan ujaran dan gerak alami manusia.
Bergantung padapandangan filosofis mengenai definisi bahasa dan makna, istilah "bahasa" dalam pengertian umum dapat merujuk pada kemampuan kognitif untuk mempelajari dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks; atau pada seperangkat aturan yang membentuk sistem tersebut; ataupun pada kumpulan ujaran yang dihasilkan dari aturan itu. Semua bahasa bergantung pada prosessemiosis dalam menghubungkantanda denganmakna tertentu. Bahasa lisan, manual, dan taktil memiliki sistemfonologi yang mengatur bagaimana simbol disusun menjadi rangkaian yang dikenal sebagai kata ataumorfem, serta sistemsintaksis yang mengatur bagaimana kata dan morfem digabungkan menjadi frasa dan kalimat.
Kajian ilmiah mengenai bahasa disebutlinguistik. Telaah kritis terhadap bahasa, sepertifilsafat bahasa, hubungan antarabahasa dan pikiran, serta bagaimana kata merepresentasikan pengalaman, telah menjadi bahan perdebatan sejak masaGorgias danPlato diYunani Kuno. Para pemikir sepertiJean-Jacques Rousseau (1712–1778) berpendapat bahwa bahasa berakar dari emosi, sementara tokoh lain sepertiImmanuel Kant (1724–1804) menilai bahwa bahasa berasal dari pemikiran rasional dan logis. Filsuf abad ke-20 sepertiLudwig Wittgenstein (1889–1951) berpendapat bahwa filsafat sejatinya merupakan kajian tentang bahasa itu sendiri. Tokoh-tokoh besar dalam linguistik modern mencakupFerdinand de Saussure danNoam Chomsky.
Bahasa diyakini berkembang secara bertahap darisistem komunikasi primata awal ketikahominin purba memperoleh kemampuan membentukteori pikiran dan berbagiintensionalitas.[3][4] Perkembangan ini diperkirakan bertepatan dengan peningkatan volume otak, dan banyak ahli linguistik berpendapat bahwa struktur bahasaberevolusi untuk memenuhi fungsi sosial dan komunikatif tertentu. Pemrosesan bahasa terjadi di berbagai areaotak manusia, terutama diarea Broca danarea Wernicke. Manusiamemperoleh bahasa melalui interaksi sosial sejak masa kanak-kanak, dan umumnya anak-anak telah mampu berbicara dengan lancar pada usia sekitar tiga tahun. Bahasa dan budaya saling bergantung; karenanya, selain sebagai alat komunikasi, bahasa juga berperan dalam menandaiidentitas kelompok,stratifikasi sosial, serta berfungsi dalamperawatan sosial danhiburan.
Bahasa-bahasaberkembang dan beragam seiring waktu, dan sejarah perkembangannya dapatdirekonstruksi denganmembandingkan bahasa-bahasa modern untuk menentukan ciri-ciri yang mungkin dimiliki oleh bahasa leluhur mereka agar tahap perkembangan selanjutnya dapat terjadi. Sekelompok bahasa yang berasal dari nenek moyang yang sama disebutrumpun bahasa; sedangkan bahasa yang tidak menunjukkan adanyahubungan kekerabatan dengan bahasa lain, baik yang masih hidup maupun punah, disebutbahasa isolat. Terdapat pula banyakbahasa tak terklasifikasi yang hubungan genealogisnya belum diketahui, sertabahasa palsu yang mungkin tidak pernah benar-benar ada. Kesepakatan akademik menyatakan bahwa antara 50% hingga 90% bahasa yang dituturkan pada awalabad ke-21 kemungkinan besar akan mengalamikepunahan pada tahun 2100.[5][6][7]
Kata bahasa Inggris "language" diturunkan dariIndo-Eropa *dn̥ǵʰwéh₂s "lidah, perkataan, bahasa" lewatBahasa latinlingua, "bahasa; lidah", danPrancis Kunolangage "bahasa".[8]Kata tersebut terkadang digunakan untuk mengacu padakode,sandi dan bentuk lain darisistem komunikasi yang dibentuk secara artifisial seperti yang digunakan padapemrograman komputer.Makna bahasa dalam hal ini adalah suatusistemisyarat untukmenyandikan dan menerjemahkaninformasi.Artikel ini secara khusus memperhatikan tentang sifat-sifat yang dimilikibahasa alami manusia sebagaimana yang dipelajari dalam disiplinilmulinguistik. Sementara itu pengertian bahasa secara semiotika sosial adalah sejumlah semion sosial yang memunculkan realitas pengalaman dan logika, realitas simbol, dan realitas sosial.[9]
Sebagai objek kajian linguistik, "bahasa" memiliki 2 arti dasar: sebagai sebuah konsep abstrak, dan sebagai sebuah sistem linguistik yang spesifik. Bahasa Indonesia adalah contoh dari makna bahasa sebagai sebuah sistem linguistik yang spesifik.Ferdinand de Saussure, seoranglinguis asal Swiss, adalah orang pertama yang merumuskan perbedaan kata dalambahasa Prancis. Terdapatlangage dalam arti bahasa sebagai sebuah konsep,langue dalam arti bahasa sebagai sistem linguistik yang spesifik, danparole dalam arti bahasa sebagai penggunaan konkret bahasa tertentu sebagaituturan.[10]
Bila berbicara mengenai bahasa sebagai konsep umum, dapat digunakan berbagai definisi yang menekankan aspek yang berbeda dari fenomena tersebut.[11]Definisi tersebut juga memerlukan pendekatan dan pemahaman berbeda tentang bahasa, dan terkadang memberikan kajian teori linguistik yang berbeda atau bahkan bertentangan.[12]
Salah satu definisi memandang bahasa pada pokoknya sebagaikemampuan mental yang membuat manusia dapat menggunakan perilaku linguistik: untuk belajar bahasa dan untuk menghasilkan serta memahami penyebutan. Definisi ini menekankan keuniversalan bahasa bagi semua manusia dan menggaris bawahi bahwa dasar biologis bagi kemampuan berbahasa manusia adalah perkembangan yang unik dariotak manusia.Pendukung pandangan bahwa dorongan akuisisi bahasa bersifat lahiriah pada manusia sering berpendapat bahwa hal ini didukung oleh fakta bahwa semua anak yang normal secara kognitif, yang dibesarkan dalam suatu lingkungan tempat bahasa dapat diakses, akan memperoleh bahasa tanpa pengajaran formal.Bahasa bahkan dapat berkembang secara spontan dalam lingkungan tempat orang hidup atau tumbuh bersama tanpa suatu bahasa umum, sebagai contohnya,bahasa kreol, dan perkembangan bahasa isyarat secara spontan sepertiBahasa Isyarat Nikaragua.Pandangan ini, yang dapat ditelusuri kembali keImmanuel Kant danRené Descartes, biasanya memandang bahasa sebagaibawaan lahir. Contohnya adalah teoritata bahasa universal dariNoam Chomsky, atau teori ekstrem lahiriah dari filsuf AmerikaJerry Fodor.Definisi semacam ini sering diaplikasikan oleh orang yang mempelajari bahasa lewat kerangkailmu kognitif dan dalamneurolinguistik.[13][14]
Definisi lain melihat bahasa sebagai sebuah sistem formal isyarat, yang tunduk pada berbagai aturan tata bahasa, untuk menyampaikan suatu makna.Definisi ini menekankan bahwa bahasa manusia dapat dijelaskan sebagaisistem terstruktur tertutup yang terdiri dari aturan-aturan yang menghubungkan isyarat tertentu dengan makna tertentu.[15]Pandanganstrukturalis terhadap bahasa pertama kali diperkenalkan olehFerdinand de Saussure,[16] dan strukturalismenya tetap menjadi fondasi terhadap hampir semua pendekatan terhadap bahasa pada masa sekarang.[17]
Beberapa pendukung pandangan bahasa ini mengedepankan sebuah pendekatan formal yang mempelajari struktur bahasa dengan mengidentifikasi elemen-elemen dasarnya, dan kemudian memformulasikan penjelasan formal dari aturan-aturannya berdasarkan pada elemen-elemen mana yang digabungkan untuk membentuk kata dan kalimat.Pendukung utama dari teori tersebut adalahNoam Chomsky, pencetusteori tata bahasa generatif. Ia mendefinisikan bahasa sebagai sebuah kumpulan kalimat yang dapat dihasilkan dari sekumpulan aturan tertentu.Chomsky menganggap aturan-aturan tersebut merupakan suatu fitur lahiriah dari otak manusia dan membentuk esensi dari bahasa itu sendiri.[18]Definisi formal bahasa umumnya digunakan dalamlogika formal, dalamteori-teori tata bahasa formal, dan dalam penerapanlinguistik komputasi.[19][20]
Definisi lain dari bahasa adalah sebagai sebuahsistem komunikasi yang membuat manusia dapat bekerja sama. Definisi ini menekankan fungsi sosial bahasa serta fakta bahwa manusia menggunakannya untuk mengekspresikan dirinya sendiri dan untuk memanipulasi objek dalam lingkungannya.Teori tata bahasa fungsional menjelaskan struktur tata bahasa lewat fungsi komunikatifnya dan memahami struktur tata bahasa sebagai hasil dari suatu proses adaptif. Dalam proses adaptif ini, tata bahasa "disesuaikan" untuk melayani kebutuhan komunikatif penggunanya.[21][22]
Pandangan terhadap bahasa ini berhubungan dengan kajian bahasa dalam kerangkapragmatis,kognitif, dan kerangka interaktif, serta dalamsosial-linguistik danlinguistik antropologi.Teori-teori fungsionalis cenderung mempelajari tata bahasa sebagai sebuah fenomena dinamis, sebagai suatu struktur yang selalu dalam proses perubahan saat digunakan oleh para penuturnya.Pandangan ini menyebabkan kajianlinguistik tipologi menjadi penting. Kajian tipologi adalah klasifikasi bahasa-bahasa menurutfitur strukturalnya. Kepentingan ini muncul karena kajian tersebut dapat memperlihatkan bahwa proses-prosesgramatikalisasi condong mengikuti lintasan yang sebagian bergantung pada tipologi.Dalam filsafat bahasa pandangan ini sering dikaitkan dengan karya terakhirWittgenstein dan dengan filsuf bahasa umum sepertiG. E. Moore,Paul Grice,John Searle danJ. L. Austin.[20]
Sistem komunikasi yang digunakan oleh hewan lain, sepertilebah ataukera besar, merupakan sistem tertutup, yang terdiri atas sejumlah ide yang terbatas dan umumnya sangat sedikit jumlahnya yang dapat diungkapkan.[24] Sebaliknya, bahasa manusia bersifat terbuka danproduktif, artinya memungkinkan manusia menghasilkan berbagai ujaran yang tak terbatas dari seperangkat unsur yang terbatas, serta menciptakan kata dan kalimat baru. Hal ini dimungkinkan karena bahasa manusia didasarkan pada kode ganda, di mana sejumlah unsur yang secara individual tidak bermakna (misalnya bunyi, huruf, atau gerakan) dapat dikombinasikan untuk membentuk satuan makna yang lebih besar, seperti kata dan kalimat.[25] Namun, satu penelitian menunjukkan bahwa burung Australia,Pomatostomus ruficeps, mampu menggunakan unsur akustik yang sama dalam susunan berbeda untuk menghasilkan dua vokalisasi yang memiliki fungsi berbeda.[26] Selain itu,Turdoides bicolor juga menunjukkan kemampuan menghasilkan dua jenis vokalisasi berbeda yang tersusun dari bunyi serupa, yang hanya dapat dibedakan melalui jumlah unsur yang diulang.[27]
Beberapa spesies hewan juga terbukti mampu memperoleh bentuk komunikasi melalui pembelajaran sosial. Misalnya, seekorbonobo bernamaKanzi belajar mengungkapkan dirinya dengan menggunakan sekumpulanleksigram simbolik. Demikian pula, banyak spesies burung dan paus mempelajari lagu mereka dengan meniru anggota lain dari spesiesnya. Namun, meskipun beberapa hewan dapat mempelajari banyak kata dan simbol,[note 1] tidak ada satu pun yang mampu mempelajari sebanyak tanda yang umumnya dikuasai oleh seorang anak manusia berusia empat tahun, apalagi memperoleh strukturtata bahasa yang kompleks seperti bahasa manusia.[29]
Bahasa manusia berbeda dari sistem komunikasi hewan karena memilikikategori gramatikal dan semantik, seperti kata benda dan kata kerja, masa kini dan masa lampau, yang memungkinkan ekspresi makna dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi.[29] Ciri lain yang membedakannya adalahrekursivitas, misalnya, sebuah frasa nomina dapat memuat frasa nomina lain (seperti dalam "[[bibir simpanse]]"), atau suatu klausa dapat memuat klausa lain (seperti dalam "[Aku melihat [anjing itu sedang berlari]]").[4] Bahasa manusia juga merupakan satu-satunya sistem komunikasi alami yang dapat digambarkan sebagaibebas modalitas, artinya ia dapat digunakan tidak hanya melalui satu saluran atau medium, tetapi melalui berbagai cara. Sebagai contoh, bahasa lisan menggunakan modalitas auditori, sementarabahasa isyarat dan tulisan menggunakan modalitas visual, dan tulisanbraille menggunakan modalitas taktil.[30]
Bahasa manusia memiliki keunikan karena mampu merujuk pada konsep abstrak serta peristiwa imajiner atau hipotetis, selain juga peristiwa yang telah terjadi di masa lampau atau yang mungkin terjadi di masa depan. Kemampuan untuk merujuk pada hal-hal yang tidak terjadi pada waktu atau tempat yang sama dengan peristiwa ujaran ini disebutpergeseran. Meskipun beberapa sistem komunikasi hewan menunjukkan bentuk pergeseran terbatas—seperti komunikasi padalebah yang dapat menyampaikan lokasi sumber nektar yang tidak terlihat—tingkat dan fleksibilitas pergeseran dalam bahasa manusia dianggap tidak tertandingi.[25]
Menara Babel karyaPieter Bruegel Senior. Cat minyak di atas papan, 1563. Sepanjang sejarah, manusia telah berspekulasi tentang asal-usul bahasa.Mitos Alkitabiah mengenaiMenara Babel merupakan salah satu kisahnya; berbagai kebudayaan lain memiliki cerita tersendiri tentang bagaimana bahasa muncul.[31]
Beragam teori tentang asal-usul bahasa berbeda berdasarkan asumsi dasarnya mengenai hakikat bahasa itu sendiri.[32] Sebagian teori berangkat dari gagasan bahwa bahasa merupakan sistem yang terlalu kompleks untuk muncul begitu saja dalam bentuk akhirnya; karenanya, bahasa harus berevolusi dari sistem pra-bahasa di antara nenek moyang manusia purba. Teori-teori semacam ini dikenal sebagai teori berlandaskan kesinambungan. Sebaliknya, pandangan lain beranggapan bahwa bahasa merupakan ciri khas manusia yang benar-benar unik dan tidak memiliki padanan di dunia hewan, sehingga bahasa harus muncul secara tiba-tiba pada masa transisi dari pra-hominid menuju manusia awal. Pandangan ini disebut teori ketakberlanjutan. Dalam ranah yang serupa, teori yang berakar pada pandangan generatif tentang bahasa yang dipelopori olehNoam Chomsky memandang bahasa sebagai kemampuan bawaan yang sebagian besar dikodekan secara genetik, sedangkan teori fungsionalis menilai bahasa sebagai sistem yang terutama bersifat kultural, dipelajari melalui interaksi sosial.[33]
Teori kesinambungan dipegang oleh sebagian besar sarjana, meskipun mereka berbeda dalam memandang bagaimana bahasa berkembang. Mereka yang menilai bahasa terutama bersifat bawaan, seperti psikologSteven Pinker, menganggap pendahulunya adalahkecerdasan hewan,[14] sedangkan mereka yang memandang bahasa sebagai alat komunikasi yang dipelajari secara sosial, seperti psikologMichael Tomasello, melihatnya sebagai hasil evolusi darikomunikasi hewan pada primata, baik melalui isyarat maupun vokalisasi, untuk memfasilitasi kerja sama.[34] Model kesinambungan lainnya menilai bahasa berkembang darimusik, pandangan yang telah diusung olehRousseau,Herder,Humboldt, danCharles Darwin. Salah satu pendukung terkemuka pandangan ini ialah arkeologSteven Mithen.[35]Stephen Anderson memperkirakan usia bahasa lisan berkisar antara 60.000 hingga 100.000 tahun,[36] dan menyatakan:
Para peneliti asal-usul evolusioner bahasa pada umumnya menganggap masuk akal bahwa bahasa hanya ditemukan sekali saja, dan bahwa semua bahasa lisan modern dengan demikian memiliki suatu keterkaitan, meskipun hubungan itu kini tak lagi dapat direkonstruksi... karena keterbatasan metode yang tersedia untuk rekonstruksi.[37]
Karena bahasa muncul pada masapra-sejarah manusia, jauh sebelum adanya catatan tertulis, perkembangan awalnya tidak meninggalkan jejak sejarah, dan diyakini tidak ada proses serupa yang dapat diamati saat ini. Teori-teori yang menekankan kesinambungan kerap meninjau perilaku hewan, misalnya, apakah primata memperlihatkan ciri-ciri yang dapat dianggap analog dengan bentuk pra-bahasa manusia. Fosil manusia purba juga dapat diperiksa untuk mencari tanda-tanda adaptasi fisik terhadap penggunaan bahasa atau perilaku simbolik pra-linguistik. Ciri-ciri dalam fosil manusia yang mungkin menunjukkan kemampuan berbahasa antara lain: ukuran otak relatif terhadap massa tubuh, keberadaanlaring yang mampu menghasilkan bunyi kompleks, serta jenis alat dan artefak yang dibuat.[38]
Secara umum, para ahli sebelumnya sepakat bahwaaustralopithecine, manusia purba pra-Homo, tidak memiliki sistem komunikasi yang berbeda secara signifikan darikera besar modern. Namun, sebuah penelitian pada tahun 2017 mengenaiArdipithecus ramidus menantang pandangan tersebut.[39] Pendapat para ahli bervariasi mengenai perkembangan sejak kemunculan genusHomo sekitar 2,5 juta tahun lalu. Beberapa di antaranya berasumsi bahwa sistem bahasa primitif (proto-bahasa) telah muncul sejak masaHomo habilis (2,3 juta tahun lalu), sementara yang lain menempatkan perkembangan komunikasi simbolik sederhana pada masaHomo erectus (1,8 juta tahun lalu) atauHomo heidelbergensis (600.000 tahun lalu), dan kemunculan bahasa dalam arti sesungguhnya padaHomo sapiens modern secara anatomi bersamaan denganrevolusi Paleolitik Atas kurang dari 100.000 tahun lalu.[40][41]
Noam Chomsky merupakan salah satu pendukung utama teori ketakberlanjutan mengenai asal-usul bahasa manusia.[33] Ia berpendapat bahwa bagi para sarjana yang mempelajari hakikat bahasa, “pembicaraan tentang evolusi kapasitas berbahasa adalah sesuatu yang tidak relevan.”[42] Chomsky mengemukakan kemungkinan bahwa “suatu mutasi acak terjadi [...] yang kemudian mengatur ulang otak dan menanamkan organ bahasa pada otak primata yang sebelumnya tidak memilikinya.”[43] Meskipun ia menekankan agar kisah tersebut tidak diartikan secara harfiah, Chomsky menegaskan bahwa “kisah ini mungkin lebih mendekati kenyataan dibandingkan banyak dongeng lain yang sering dikisahkan tentang proses evolusi, termasuk mengenai bahasa.”[43]
Pada Maret 2024, para peneliti melaporkan bahwa awal mula bahasa manusia diperkirakan bermula sekitar 1,6 juta tahun yang lalu.[44]
Noam Chomsky adalah salah satu ahli teori linguistik terpenting pada abad ke-20 dan ke-21.
Kajian tentang bahasa,linguistik, telah berkembang menjadi ilmu sejak deskripsi pertama tata bahasa dari bahasa tertentu diIndia lebih dari 2000 tahun lalu. Sekarang, linguistik adalah sebuah ilmu yang memperhatikan semua aspek dari bahasa, menelitinya dari semua sudut pandang yang telah dijelaskan di atas.
Kajian akademis terhadap bahasa dilakukan dari banyak area disiplin dan dari sudut pandang teoretis yang berbeda, semuanya memberikan pendekatan modern terhadap linguistik.Sebagai contoh,linguistik deskriptif membedah tata-bahasa dari sebuah bahasa,linguistik teoretis mengembangkan teori terbaik untuk mengonsepkan bahasa sebagai sebuah kajian berdasarkan pada data dari berbagai macam bahasa manusia yang masih ada,sosiolinguistik mempelajari cara bahasa digunakan untuk tujuan sosial memberikan kajian fungsi sosial dari bahasa dan deskripsi gramatikal,neurolinguistik mempelajari bagaimana bahasa diproses dalam otak manusia, dan melakukan percobaan mengenai teori tentang kemampuan bahasa,linguistik komputasional dibangun dari linguistik teoretis dan deskriptif untuk membangun model komputasi bahasa yang terkadang ditujukan untuk memproses bahasa alami atau saat mencoba hipotesis linguistik, danlinguistik historis bergantung pada tata-bahasa dan deskripsi leksikal dari bahasa untuk menyelidiki sejarah tiap-tiap bahasa dan membangun pohon rumpun-rumpun bahasa dengan menggunakanmetode komparatif.
Kajian formal bahasa sering dianggap bermulai diIndia olehPanini, seorang ahli tata bahasa abad 5 SM yang memformulasikan 3,959 aturanmorfologiSanskrit.Namun, penulis-penulisSumeria telah mempelajari perbedaan antara tata bahasaBahasa Sumeria danBahasa Akkadia sejak sekitar tahun 1900 SM.Kemudian tradisi tata bahasa berkembang pada semua kultur kuno yang mengadopsi tata tulis.[45]
Pada abad ke-17, seorangTata bahasa Port-Royal dari Prancis mengembangkan ide bahwa tata bahasa seluruh bahasa merupakan suatu refleksi atas dasar-dasar pemikiran universal, dan oleh karena itu tata bahasa bersifat universal.Pada abad ke-18,linguistik komparatif tumbuh sebagai hasil dari penggunaan pertamametode komparatif oleh ahlifilologi dan ahli India kuno asal Inggris,William Jones.[46]Kajian ilmiah bahasa diperluas dari bahasa Indo-Eropa ke bahasa secara umum olehWilhelm von Humboldt.Pada awal abad 20,Ferdinand de Saussure memperkenalkan ide bahwa bahasa adalah suatu sistem statis dari unit-unit yang saling berhubungan, didefinisikan lewat pertentangan yang ada di antara unit-unit tersebut.[16]
Dengan memperkenalkan perbedaan analisis bahasa, antara analisisdiakronik dansinkronik, Saussure meletakkan fondasi disiplin ilmu linguistik modern.Saussure juga memperkenalkan beberapa dimensi analisis bahasa yang masih menjadi dasar dalam berbagai teori linguistik kontemporer, seperti perbedaan antarasintagma danparadigma sertaperbedaanLangue-parole: membedakan bahasa sebagai suatu sistem abstrak (langue), dari bahasa sebagai suatu manifestasi konkrit dari sistem itu sendiri (parole).[47]
Sekitar tahun 1960-an,Noam Chomsky memformulasikanteori generatif bahasa.Menurut teori tersebut, bentuk paling dasar dari bahasa adalah suatu kumpulan aturan sintaks yang universal bagi seluruh manusia, yang mendasari semua tata bahasa bahasa manusia.Kumpulan aturan tersebut disebuttata bahasa universal. Chomsky menyebutnya sebagai tujuan utama dari disiplin ilmu linguistik.Dengan demikian, tata bahasa dari setiap bahasa menjadi penting bagi linguistik karena dengan ilmu tersebut manusia akan mampu memahami aturan universal yang mendasari asal-muasal keberagaman linguistik yang tampak dapat diwariskan.[48]
Sebagai lawan dari teori formal dari aliran generatif,teori fungsional tata bahasa mengajukan bahwa sejak bahasa secara dasarnya adalah suatu alat, strukturnya lebih baik dianalisis dan dipahami dengan merujuk kepada fungsi-fungsi mereka.Teori fungsional tata bahasa berbeda denganteori formal tata-bahasa. Teori formal berusaha mendefinisikan berbagai elemen bahasa yang berbeda serta menjelaskan cara elemen-elemen tersebut berhubungan satu sama lain dan membentuk sistem aturan-aturan atau operasi-operasi formal. Teori Fungsional berusaha untuk menentukan berbagai fungsi yang dilakukan oleh bahasa dan kemudian menghubungkan fungsi-fungsi tersebut dengan elemen-elemen linguistik yang menggunakannya.[20][notes 1]Dalam kerangkalinguistik kognitif, bahasa dianggap sebagai suatu konsep (yang terkadang universal, dan terkadang spesifik pada bahasa tertentu) yang bergantung kepada bentuknya.[49]Linguistik kognitif lebih mengutamakan tentang cara pikiran membuat makna lewat bahasa.
Bicara adalah modalitas dasar bahasa dalam semua kultur.Pemerolehan serta produksi bahasa lisan bergantung pada keberadaan kapasitas mutakhir untuk mengontrol bibir, lidah dan komponen-komponen peralatan vokal lain, kemampuan untuk menerjemahkan suara lisan secara akustik, dan peralatan neurologis yang dibutuhkan untuk memperoleh dan menghasilkan bahasa.[50]Kajian terhadap dasar genetis bagi bahasa manusia baru dimulai, dan satu-satunya gen yang telah memengaruhi produksi bahasa secara positif adalahFOXP2. Apabila terpengaruh mutasi, orang tersebut mungkin akan mengalamikelainan bahasa bawaan.[51] Berbicara merupakan proses dinamis antara penutur dan mitra tutur di mana informasi disajikan, gagasan diungkapkan, dan pikiran disampaikan.[52] Keterampilan ini mencakup keterampilan mendengarkan dan memahami yang produktif dan reseptif. Berbicara yang efektif melibatkan pengucapan, tata bahasa, kosakata, kefasihan, dan pemahaman untuk memfasilitasi komunikasi yang jelas dan bermakna.
Otak adalah pusat koordinasi dari semua aktivitas linguistik; ia mengatur produksi kognisi linguistik dan pemaknaan dan mekanika dari produksi lisan.Namun, pengetahuan kita mengenai dasar neurologis untuk bahasa masih terbatas, meskipun telah dianggap berkembang lewat penggunaan teknik pencitraan modern.Disiplin linguistik yang mendedikasikan untuk meneliti aspek-aspek neurologis dari bahasa disebut denganneurolinguistik.[53]
Penelitian awal dalam neurolinguistik mengikutkan penelitian bahasa terhadap orang dengan luka pada otak, untuk melihat bagaimana luka pada area tertentu memengaruhi bahasa dan bicara.Dengan cara ini, para neurosaintis pada abad 19 menemukan bahwa dua area dalam otak secara krusial memengaruhi pemrosesan bahasa.Area pertama adalaharea Wernicke, yang berada di bagian belakang darisuperior temporal gyrus di dalam belahan otak serebral dominan.Orang dengan luka di area otak ini memilikiAphasia reseptif, suatu kondisi di mana terdapat kerusakan mayor terhadap komprehensi bahasa, sementara berbicara masih dengan ritme yang alami dan relatif normalstruktur kalimat.Area kedua adalaharea Broca, terletak di belakanginferior frontal gyrus dari belahan otak yang dominan.Orang dengan luka pada area ini memilikiaphasia ekspresif, yang berarti bahwa mereka tahu apa yang ingin mereka katakan, mereka hanya tidak dapat mengeluarkannya.[54]Mereka umumnya mampu memahami apa yang dikatakan kepada mereka, tetapi tidak mampu berbicara secara fasih.Simtom-simtom lain yang mungkin ada pada aphasia Broca termasuk bermasalah dengan kelancaran, artikulasi, menemukan-kata,pengulangan kata, dan menghasilkan dan memahami kalimat dengan tata-bahasa kompleks, baik secara oral maupun tulisan.Mereka dengan aphasia juga memperlihatkan pembicaraan yang tidak terstruktur dan ketidakmampuan menggunakan bahasa isyarat, secara analogi untuk memperlihatkan bagaimana mereka memengaruhi bicara, dengan aphasia Broca menyebabkan si pengisyarat memberi isyarat dengan lambat dan dengan tata-bahasa yang tidak benar, namun pada pengisyarat dengan aphasia Wernicke akan fasih berisyarat, tetapi hanya sedikit masuk akal oleh orang lain dan sulit memahami isyarat-isyarat dari orang lain.Hal ini memperlihatkan bahwa gangguan tersebut adalah spesifik terhadap kemampuan untuk menggunakan bahasa, bukan pada fisiologi yang digunakan untuk produksi bicara.[55][56]
Dengan kemajuan teknologi pada akhir abad 20, neurologi juga telah mengadopsi teknik non-invasif sepertipencitraan resonansi magnetis fungsional (fMRI) danelektrofisiologi untuk mempelajari pemrosesan bahasa dalam individu tanpa gangguan.[53]
Spectrogram dari vokal bahasa Inggris Amerika[i,u,ɑ] memperlihatkan formanf1 danf2
Pemindaian MRI secara langsung dari seseorang yang berbicara Cina Mandarin.
Bahasa lisan bergantung pada kemampuan fisik manusia untuk menghasilkan suara, suatu gelombang longitudinal disebarkan lewat udara pada suatu frekuensi yang dapat menggetarkangendang telinga.Kemampuan ini bergantung pada fisiologi dari organ-organ lisan manusia.Organ-organ tersebut terdiri dari paru-paru, kotak suara (laring), dan sistem vokal atas - tenggorokan, mulut, dan hidung.Dengan mengkontrol bagian-bagian berbeda dari peralatan lisan, aliran udara dapat dimanipulasi untuk menghasilkan suara lisan yang berbeda.[57]
Suara lisan dapat dianalisis menjadi suatu kombinasi dari elemen-elemensegmentasi dan suprasegmentasi.Elemen segmentasi adalah yang mengikuti satu sama lain secara berurutan, yang biasanya direpresentasikan dengan huruf-huruf berbeda dalam skrip alfabet, seperti pada skrip Romawi.Dalam bicara bebas, tidak ada batasan jelas antara satu segmen dengan lainnya, tidak juga umumnya ada jeda suara antara kata.Segmen-segmen oleh karena itu dibedakan dengan suara-suara berbeda yang merupakan hasil dari artikulasi mereka yang berbeda, dan mereka dapat berbentuk huruf vokal atau konsonan.Fenomena suprasegmentasi melingkupi elemen-elemen sepertipenekanan, tipefonasi,warna nada suara, danprosodi atauintonasi, kesemuanya bisa memengaruhi di antara beberapa segmen-segmen.[58]
Segmenkonsonan danvokal digabungkan untuk membentuksilabel, yang kemudian digabungkan untuk membentuk pengucapan; hal ini dapat dibedakan secara fonetis lewat ruang antara dua pernafasan.Secara akustik, segmen-segmen berbeda ini dikarakterisasikan oleh strukturformant berbeda, yang dapat terlihat dalam suatuspektogram dari rekaman gelombang suara (lihat gambar Spectogram dari struktur formant dari tiga huruf vokal bahasa Inggris).Forman adalah puncak amplitudo dalam spektrum frekuensi dari suatu suara tertentu.[58][59]
Huruf vokal adalah suara-suara yang tidak memiliki gesekan bunyi yang disebabkan oleh mendekatnya atau terhalangnya beberapa bagian dari sistem vokal atas.Mereka beragam secara kualitas bergantung pada tingkat peralatan bibir dan letak dari lidah dalam rongga oral.[58]Huruf vokal disebutvokal tertutup saat bibir secara relatif tertutup, sebagaimana pada pengucapan dari huruf vokal[i] (Inggris "ee"), atauvokal terbuka saat bibir secara relatif terbuka, sebagaimana pada huruf vokal[a] (Inggris "ah").Jika lidah terletak pada bagian belakang mulut, kualitasnya berubah, membuat huruf vokal seperti[u] (Inggris "oo").Kualitas juga berubah bergantung apakah bibirmembulat atau tidak, membuat perbedaan seperti antara[i] (huruf vokal tidak membulat seperti pada Inggris "ee"") dan[y] (vokal depan membulat seperti pada Jerman "ü".[60]
Konsonan adalah suara-suara yang memiliki gesekan bunyi atau penutupan pada poin tertentu dalam sistem vokal atas.Suara konsonan beragam dari tempat artikulasi, contohnya tempat dalam sistem vokal di mana aliran udara terhambat, umumnya pada bibir, gigi,rongga gigi,langit-langit,langit-langit lunak,tekak, ataucelah suara.Setiap tempat artikulasi menghasilkan sekumpulan suara yang berbeda, yang lebih lanjuta dibedakan olehcara artikulasi, atau jenis dari gesekan, baik tertutup penuh, pada kasus di mana konsonan disebutoklusif ataustop, atau tingkatan berbeda dari peralatan membentukfricative danapproximant.Konsonan juga dapatdibunyikan atau tidak dibunyikan, bergantung apakah pita vokal di set dalam vibrasi oleh aliran udara selama menghasilkan suara.Bunyi adalah yang membedakan Inggris[s] padabus (sibilant tak berbunyi) dengan[z] padabuzz (sibilant berbunyi).[61]
Beberapa suara lisan, baik vokal dan konsonan, melibatkan pengeluaran aliran udara lewat lubang nasal, dan hal ini disebutnasal atau suaranasalisasi.Suara-suara lainnya didefinisikan dengan cara lidah bergerak dalam mulut: seperti suara l (disebutlateral, karena udara mengalir pada kedua sisi lidah), dan suara r (disebutrhotics yang dikarakterisasikan dengan bagaimana lidah diposisikan relatif dengan aliran udara.[59]
Dengan menggunakan organ-organ bicara tersebut, manusia dapat menghasilkan ratusan suara berbeda: beberapa sering muncul pada bahasa-bahasa di dunia, sementara yang lainnya lebih umum pada rumpun bahasa tertentu, wilayah bahasa, atau bahkan spesifik pada satu bahasa.[62]
Bila dijelaskan sebagai suatu sistem darikomunikasi simbolik, bahasa secara tradisional terdiri dari tiga bagian:isyarat,makna, dan suatukode menghubungkan isyarat dengan maknanya.Kajian dari prosessemiotik, bagaimana isyarat dan makna digabungkan, digunakan, dan diinterpretasikan disebut dengansemiotik.Isyarat-isyarat dapat dibentuk dari suara, gerak, huruf-huruf atau simbol, bergantung pada apakah bahasa tersebut diucapkan, diisyaratkan, atau ditulis, dan mereka dapat digabungkan menjadi isyarat kompleks seperti kata-kata dan frasa.Bila digunakan dalam komunikasi, suatu isyarat disandikan dan dipindahkan oleh pengirim lewat suatu kanal kepada penerima yang menterjemahkannya.[63]
Beberapa properti yang membatasi bahasa manusia dengan sistem komunikasi lainnya adalah kesembarangan dari isyarat linguistik, berarti bahwa tidak ada koneksi yang dapat diprediksi antara suatu isyarat linguistik dan maknanya, dualitas dari sistem lingustik, berarti bahwa struktur linguistik dibangun dengan menggabungkan elemen-elemen menjadi struktur besar yang dapat dilihat sebagai lapisan-lapisan, misalnya bagaimana suara membentuk kata dan kata membentuk frasa, ciri-ciri dari elemen-elemen bahasa, berarti bahwa elemen-elemen pembangun dari isyarat linguistik adalah unit-unit diskrit, misalnya suara dan kata, yang dapat dibedakan satu dengan yang lainnya dan disusun kembali dalam pola-pola berbeda, dan produktivitas dari sistem linguistik, yang berarti bahwa jumlah terbatas dari elemen-elemen lingustik dapat digabungkan secara teoretis menjadi sejumlah kombinasi tak terbatas.[63]
Aturan-aturan mengenai isyarat mana yang dapat digabungkan untuk membentuk kata dan frasa disebut dengansintaks atau tata-bahasa.Makna yang terhubung pada isyarat-isyarat tertentu, morfem, kata, frasa, dan teks disebutsemantik.[64]Pembagian bahasa menjadi terpisah tetapi sistem yang terhubung dari isyarat dan makna berawal dari kajian linguistik pertama dari de Saussure dan sekarang digunakan hampir pada semua cabang dari linguistik.[65]
Bahasa mengekspresikan makna dengan mengaitkan sebuah isyarat dengan maknanya, atau isinya.Bentuk isyarat haruslah sesuatu yang dapat dipersepsi, contohnya, dalam suara, gambar, atau gerak isyarat, dan kemudian berhubungan dengan makna tertentu oleh konvensi sosial.Karena relasi dasar dari makna bagi kebanyakan isyarat-isyarat linguistik didasarkan pada konvensi sosial, isyarat linguistik bisa dianggap sembarang, dalam artian bahwa konvensi tersebut terbentuk secara sosial dan sejarah, bukan lewat relasi alami antara suatu bentuk isyarat tertentu dan maknanya.
Maka, bahasa haruslah memilikikosakata isyarat yang berkaitan dengan makna tertentu. Isyarat Inggris dari "anjing" menandakan, misalnya, anggota dari jenisCanis.Dalam sebuah bahasa, susunan dari isyarat yang sembarang yang terhubung kepada makna tertentu disebut denganlexicon, dan sebuah isyarat yang terhubung ke sebuah makna disebut denganlexeme.Tidak semua makna dalam sebuah bahasa direpresentasikan oleh satu kata. Terkadang, konsep semantik terkandung dalam morfologi atau sintaks dari suatu bahasa dalam bentukkategori tata bahasa.[66]
Semua bahasa memiliki struktur semantik daripredikat: sebuah struktur yang mendasari sebuah properti, keadaan, atau aksi.Secara tradisional, semantik telah dipahami sebagai kajian bagaimana pembicara dan pendengar memberikannilai benar terhadap suatu pernyataan, sehingga makna dapat dipahami sebagai suatu proses di mana sebuah predikat dapat dikatakan benar atau salah mengenai sebuah entitas, contohnya: "[x [adalah y]]" atau "[x [maka y]]."Baru-baru ini, model dari semantik ini telah dilengkapi dengan model makna yang lebih dinamis yang menggabungkan pengetahuan yang sama tentang konteks di mana sebuah tanda diinterpretasikan menjadi produksi dari makna.Model makna seperti itu ditelaah lebih jauh dalam bidangpragmatik.
Sebuah spectrogram memperlihatkan suara dari kata bahasa Inggris "man", yang ditulis secara fonetik sebagai[mæn]. Perlu diketahui bahwa dalam alur bicara, tidak ada pembedaan jelas antara segmen-segmen, hanya transisi halus saat peralatan vokal bergerak.
Bergantung kepada modalitas, struktur bahasa dapat didasarkan pada sistem suara (bicara), gestur (bahasa isyarat), atau grafik atau simbol taktil (tulisan).Cara-cara di mana bahasa menggunakan suara atau isyarat untuk membentuk makna dipelajari dalamfonologi.[67]Kajian bagaimana manusia menghasilkan dan memaknakan suara vokal disebut denganfonetik.[68]Dalam bahasa ucapan, makna dihasilkan bila suara menjadi bagian dari sistem di mana beberapa suara dapat berkontribusi untuk mengekspresikan suatu makna dan suara lainnya tidak.Dalam setiap bahasa, hanya sejumlah suara berbeda terbatas yang dapat dibuat oleh vokal manusia untuk berkontribusi dalam pembentukan makna.[69]
Suara sebagai bagian dari sistem linguistik disebut denganfonem.[70]Fonem adalah unit abstrak dari suara, dicirikan sebagai unit terkecil dalam sebuah bahasa yang berfungsi untuk membedakan antara makna dari sepasang kata secara minimal dari kata-kata berbeda, yang disebut denganpasangan minimum.Dalam bahasa Inggris, contohnya, kata/bat/[bat] dan/pat/[pat] membentuk suatu pasangan minimum, di mana perbedaan antara /b/ dan /p/ membedakan kedua kata, yang memiliki makna berbeda.Namun, setiap bahasa memperlihatkan suara dengan cara yang berbeda. Sebagai contohnya, dalam suatu bahasa yang tidak membedakan antara konsonan berbunyi dan tak berbunyi, suara [p] dan [b] akan dianggap sebuah fenom tunggal, dan akibatnya, pengucapan keduanya akan memiliki makna yang sama.Hal yang sama, pada bahasa Inggris tidak membedakan secara fonem antara pengucapanberhembus dan nirhembus dari konsonan sebagai kebanyakan bahasa lain lakukan: /p/ nirhembus dalam /spin//spin dan /p/ berhembus dalam /pin/[pin] dianggap hanya sebagai cara yang berbeda dalam pengucapan fenom yang sama (variansi dari fenom tunggal disebut denganallofon), sedangkan dalamMandarin, perbedaan dalam pengucapan memisahkan antara kata[pʰá] "jongkok" danpá "delapan" (aksen di atas á berarti bahwa vokal diucapkan dengan nada tinggi).[71]
Semuabahasa lisan memiliki sedikitnya dua kategori fenom berbeda:harakat dankonsonan, yang dapat digabungkan menjadisuku kata.[58]Selain segmen seperti harakat dan konsonan, beberapa bahasa juga menggunakan suara dengan cara berbeda untuk menyampaikan suatu makna.Banyak bahasa, misalnya, menggunakanpenekanan,aksen,durasi, dannada untuk membedakan makna.Karena fenomena seperti ini bekerja di luar tingkat dari sebuah segmen, mereka disebut dengansuprasegmental.[72]Beberapa bahasa hanya memiliki sedikit fenom, sebagai contohnya,Rotokas danBahasa Piraha masing-masing dengan 11 dan 10 fenom, sementara bahasa sepertiTaa bisa memiliki 141 fenom.[71]Dalambahasa isyarat,persamaan dengan fenom (sebelumnya dikenal denganchereme) ditentukan oleh elemen-elemen dasar dari gestur, seperti bentuk tangan, orientasi, lokasi, dan gerakan, yang berhubungan dengan kebiasaan artikulasi dalam bahasa lisan.[73]
Aksara merepresentasikan suara dari perkataan manusia menggunakan simbol visual, yang bisa atau mungkin tidak berhubungan dengan suara dari bahasa lisan.Alfabet latin (dan yang berbasis atau diturunkan darinya) adalah berbasiskan representasi dari suatu suara, sehingga kata-kata terbentuk dari huruf-huruf yang secara umum menandakan sebuah konsonan atau harakat dalam struktur dari kata.Dalam naskah suku kata, seperti naskahInuktitut, setiap isyarat merepresentasikan seluruh suku kata.Dalam naskahlogografik, setiap isyarat merepresentasikan seluruh kata,[74]dan akan secara umum tidak memiliki hubungan dengan suara dari kata dalam bahasa lisan.
Karena semua bahasa memiliki jumlah kata yang sangat banyak, tidak ada naskah logografik yang diketahui eksis.Dalam menulis, dimensi sementara saat suara dan kata mengalir pada bahasa lisan direpresentasikan secara spasial dalam bentuk direksi.Tapi direksi di mana urutan-urutan dari simbol disusun dalam menulis juga beragam, beberapa sistem penulisan menggunakan arah horizontal (kiri ke kanan pada naskah Latin atau kanan ke kiri padanaskah Arab), yang lainnya seperti tulisan tradisional Cina menggunakan dimensi vertikal (atas - bawah).Beberapa sistem penulisan menggunakan arah berlawan untuk baris-baris alternatif, dan yang lainnya, seperti naskah Maya, dapat ditulis dengan arah mana pun dan menggunakan petunjuk grafis untuk memperlihatkan pada pembaca arah dari membaca.[75]
Untuk merepresentasikan suara dari bahasa-bahasa di dunia dalam penulisan, linguis telah mengembangkanInternational Phonetic Alphabet, dirancang untuk merepresentasikan semua suara yang berbeda yang telah diketahui untuk membantu pemaknaan dalam bahasa manusia.[76]
Tata bahasa adalah kajian bagaimana elemen-elemen makna (morfem) dalam suatu bahasa dapat digabungkan menjadi pengucapan. Morfem dapatbebas atauterikat. Jika mereka bebas berpindah dalam pengucapan, mereka biasanya disebut dengan kata, dan jika mereka terikat dengan kata atau morfem lainnya, mereka disebut denganafiks.Bagaimana suatu elemen makna dapat digabungkan dalam suatu bahasa dikontrol oleh aturan-aturan.Aturan-aturan untuk struktur internal kata disebut denganmorfologi.Aturan-aturan dari struktur internal dari frasa dan kalimat disebut dengan sintaks.[77]
Tata bahasa dapat diartikan sebagai sebuah sistem kategori, dan suatu kumpulan aturan-aturan yang menentukan bagaimana kategori-kategori digabungkan untuk membentuk aspek-aspek makna yang berbeda.[78]Bahasa-bahasa berbeda secara luas tergantung apakah mereka dikodekan lewat penggunaan unit kategori atau leksikal.Namun, beberapa kategori sangat umum sehingga hampir universal.Beberapa kategori universal itu termasuk pengkodean relasi gramatikal dari peserta dan predikat secara tata bahasaberbeda antara relasinya terhadap predikat, pengkodean dari relasisementara danspasial pada predikat, dan sistem daripelaku gramatikal mengatur acuan dan perbedaan antara pembicara dan penerima dan tentang siapa yang mereka bicarakan.[79]
Bahasa mengelompokkanbagian-bagian dari pembicaraan menjadi kelas-kelas bergantung kepada fungsi dan posisi relatif terhadap bagian lainnya. Semua bahasa, misalnya, memiliki perbedaan mendasar antara sekelompok kata yang secara prototipikal mengacu pada sesuatu dan konsep dan sekelompok kata yang secara prototipikal mengacu pada aksi dan kejadian. Kelompok pertama, yang mengikutkan kata seperti "anjing" dan "lagu", biasanya disebut dengankata benda. Kelompok kedua, yang mengikutkan kata seperti "lari" dan "menyanyi", disebut dengankata kerja. Kategori umum lainnya adalahKata sifat: kata-kata yang menjelaskan properti atau kualitas dari kata benda, seperti "merah" atau "besar".
Kelas-kelas kata juga memiliki fungsi berbeda dalam tata bahasa. Secara prototipe, kata kerja digunakan untuk membentukpredikat, sementara kata benda digunakan sebagaiargumen dari predikat. Dalam kalimat seperti "Sally lari," predikatnya adalah "lari," karena ia merupakan kata yang menandakan keadaan tertentu tentang argumennya "Sally". Beberapa kata kerja seperti "sumpah" bisa saja memerlukan dua argumen, contohnya: "Sally menyumpahi John". Predikat yang hanya menggunakan satu argumen disebut denganintransitif, dan predikat yang memakai dua argumen disebut dengantransitif.
Banyak kelas-kelas lain yang ada di bahasa yang berbeda, sepertikonjungsi yang berguna untuk menggabungkan dua kalimat,klausa yang memperkenalkan sebuah kata benda,interjeksi seperti "agh!" atau "wow!", atauideofon yang menirukan suara dari suatu kejadian.Beberapa bahasa memiliki posisional yang menjelaskan posisi spasial dari suatu kejadian atau entitas.Banyak bahasa memilikipenggolongan, yang mengidentifikasi sejumlah kata-benda yang termasuk pada tipe tertentu atau memiliki suatu bentuk tertentu.Sebagai contohnya, dalamBahasa Jepang, penggolongan umum kata benda untuk manusia adalahnin (人), dan ia digunakan untuk menghitung manusia, apa pun namanya:
san-nin no gakusei (三人の学生) secara literal "3 manusia-penggolongan dari pelajar"—tiga pelajar
Untuk pohon, akan berbentuk:
san-bon no ki (三本の木) secara literal "3 penggolongan-untuk-objek dari pohon-panjang"—tiga pohon;
Dalam linguistik, kajian mengenai struktur internal dari kata-kata kompleks, dan proses-proses di mana setiap kata dibentuk disebutmorfologi.Pada kebanyakan bahasa, adalah memungkinkan untuk membentuk kata-kata kompleks yang dibentuk dari beberapamorfem.Sebagai contohnya, kata Bahasa Inggris "unexpected" dan dianalisis sebagai gabungan dari tiga morfem "un-", "expect" dan "-ed".[80]
Morfem dapat dikelompokkan berdasarkan apakah mereka morfem independen, yang disebutakar, atau apakah mereka dapat muncul terkait dengan morfem lainnya.Morfem yang terikat atauafiks dapat digolongkan menurut posisi mereka berkaitan dengan akarnya:prefiks lebih dulu dari akar,sufiks setelah akar daninfiks dimasukkan di antara akar.Afiks bertujuan untuk mengubah atau mengembangkan makna dari akar.Beberapa bahasa mengganti makna dari kata dengan mengubah struktur fonologi dari kata, contohnya, kata Inggris "run", dengan kata kerja masa lampaunya adalah "ran".Proses ini disebut denganablaut.Lebih lanjut, morfologi membedakan antara prosesinfleksi, yang mengubah atau mengembangkan kata, dan prosesderivasi, yang membuat kata baru dari kata yang sudah ada.Dalam bahasa Inggris, kata kerja "sing" memiliki bentuk infleksi "singing" dan "sung", yang mana keduanya merupakan kata kerja, dan bentuk derivasi "singer", yang merupakan sebuah kata benda yang diturunkan dari kata kerja dengan sufiks agentif "-er".[81][82]
Bahasa berbeda secara luas dalam bagaimana mereka bergantung kepada proses morfologis dari formasi kata.Dalam beberapa bahasa, sebagai contohnya, Cina, tidak ada proses morfologis, dan semua informasi gramatis disandikan secara sintaks dengan membentuk pertalian dari kata-kata tunggal.Bentuk dari morfo-sintaks ini sering disebutisolasi, atau analitis, karena hampir ada suatu korespondensi penuh antara sebuah kata tunggal dan sebuah aspek tunggal dari makna.Kebanyakan bahasa memiliki kata-kata yang terdiri dari beberapa morfem, tetapi mereka beragam dalam tingkatan di mana morfem adalah unit-unit diskrit.Pada kebanyakan bahasa, secara terkenal dalam kebanyakan bahasa Indo-Eropa, morfem tunggal bisa memiliki beberapa makna berbeda yang tidak dapat dianalisis menjadi segmen-segmen kecil.Sebagai contohnya, dalam bahasa Latin katabonus, ataubagus, terdiri dari kata akarbon- yang berarti "baik", dan sufiks -us, yang berarti gender maskulin, jumlah tunggal dan kasusnominatif.Bahasa seperti itu disebut denganbahasa fusional, karena beberapa makna bisa digabungkan menjadi morfem tunggal.Kebalikan dari bahasa fusional adalahbahasa aglutinatif, yang membentuk kata-kata dengan menggabungkan morfem-morfem dalam satu rantai, tetapi dengan setiap morfem sebagai suatu unit diskrit semantik.Sebuah contoh dari bahasa seperti itu adalahTurki, dengan contoh kataevlerinizden, atau "dari rumah anda", terdiri dari beberapa morfem,ev-ler-iniz-den dengan artirumah-jamak-anda-dari.Bahasa-bahasa yang bergantung kepada morfologi pada tingkat tertinggi secara tradisional disebutbahasa polisintetik.Mereka bisa mengekspresikan sebuah kalimat Bahasa Inggris secara penuh dalam satu kata tunggal.Sebagai contohnya, dalamYupik katatuntussuqatarniksaitengqiggtuq, yang berarti "Dia (pria) belum mengatakan lagi bahwa dia akan berburu rusa kutub.",kata tersebut terdiri dari morfem-morfemtuntu-ssur-qatar-ni-ksaite-ngqiggte-uq dengan arti, "rusa.kutub-berburu-besok-mengatakan-negasi-lagi-orang.ketiga.tunggal-indikatif", dan kecuali pada morfemtuntu ("rusa kutub"), tidak ada morfem lain yang muncul dalam isolasi.[83]
Banyak bahasa menggunakan morfologi untuk merujuk-silang kata-kata dengan sebuah kalimat.Hal ini terkadang disebut dengankesepakatan.Contohnya, pada kebanyakan bahasa Indo-Eropa, adjektif harus merujuk-silang pada kata benda yang diubahnya berkenaan dengan jumlah, perihal, dan gender, sehingga adjektif Latinbonus, atau "bagus", diinfleksikan sepakat dengan kata benda gender maskulin dan singular.Pada bahasa-bahasa polisintetik, kata kerja merujuk-silang subjek dan objek mereka.Dalam tipe-tipe bahasa ini, sebuah kata-kerja tunggal bisa mengikutkan informasi yang membutuhkan sebuah kalimat dalam bahasa Inggris.Sebagai contohnya, dalamBahasa Basque frasaikusi nauzu, atau "anda melihat saya", kata kerja bantu masa lampaun-au-zu (mirip dengan Inggris "do") sesuai dengan subjek (anda) diekspresikan dengan prefiksn, dan dengan objek (saya) diekspresikan dengan sufiks -zu.Kalimat tersebut dapat secara langsung diterjemahkan sebagai "melihat kamu-kan-saya".[84]
Sebagai tambahan dari kelas-kelas kata, sebuah kalimat dapat dianalisis dipandang dari fungsi tata-bahasa: "Kucing" adalahsubjek dari kalimat, "di atas matras" adalah sebuah frasalokatif, dan "duduk" adalah inti daripredikat.
Cara lain di mana bahasa menyampaikan makna adalah lewat urutan dari kata-kata dalam sebuah kalimat.Aturan-aturan tata bahasa untuk bagaimana menghasilkan kalimat baru dari kata-kata yang telah diketahui disebut dengan sintaks.Aturan-aturan sintaks dari suatu bahasa menentukan kenapa sebuah kalimat dalam bahasa Inggris seperti "I love you" memiliki makna, tetapi "*love you I" tidak[notes 2]Aturan-aturan sintaks menentukan bagaimana urutan kata dan struktur kalimat dibatasi, dan bagaimana batasan tersebut memiliki kontribusi pada makna.[85]Contohnya dalam bahasa Inggris dua kalimat "si budak mengutuk si tuan" dan "si tuan mengutuk si budak" memiliki makna berbeda karena peran dari subjek tata-bahasa disandikan oleh kata benda di depan kata kerja, dan peran dari objek disandikan oleh kata benda yang muncul setelah kata kerja.Sebaliknya dalamLatin keduanyaDominus servos vituperabat danServos vituperabat dominus berarti "si tuan menegur si budak", karenaservos, atau "budak", ada dalamkasus akusatif, memperlihatkan bahwa mereka adalahobjek dari tata bahasa, dari kalimat dandominus, atau "tuan", ada dalamkasus nominatif, memperlihatkan bahwa dia adalah si subjek.[86]
Latin menggunakan morfologi untuk mengekspresikan perbedaan antara subjek dan objek, sedangkan pada bahasa Inggris menggunakan urutan kata.Contoh lain bagaimana aturan-aturan sintatis memberikan makan adalah aturan padaurutan kata terbalik dalam pertanyaan yang ada di banyak bahasa.Aturan ini menjelaskan kenapa dalam bahasa Inggris, saat frasa "John is talking to Lucy" berubah menjadi sebuah pertanyaan, menjadi "Who is John talking to?", dan bukan "John is talking to who?".Contoh terakhir bisa digunakan sebagai cara untuk menempatkanempasis khusus padawho, dengan demikian sedikit mengubah makna dari pertanyaan.Sintaks juga mengikutkan aturan-aturan bagaimana kalimat-kalimat kompleks disusun dengan mengelompokan kata-kata dalam unit-unit, disebutfrasa, yang dapat menempati tempat berbeda dalam suatu struktur sintaktis besar.Kalimat-kalimat dapat dijelaskan sebagai terdiri dari frasa-frasa terhubung dalam sebuah struktur pohon, menghubungkan frasa satu sama lain pada tingkatan yang berbeda.[87]Di sebelah kanan adalah suatu representasi grafik dari analisis sintaktis dari kalimat bahasa Inggris "the cat sat on the mat".Kalimat tersebut dianalisis sebagai dibentuk oleh suatu frasa kata benda, kata kerja dan frasa preposional; fase preposional lebih lanjut lagi dibagi menjadi sebuah preposisi dan sebuah frasa kata benda; dan frasa kata benda terdiri dari sebuah artikel dan sebuah kata benda.[88]
Alasan kenapa kalimat dapat dilihat sebagai menjadi gabungan dari frasa adalah karena setiap frasa akan bergerak sebagai sebuah elemen tunggal jika operasi sintaktis diikutkan.Contohnya, "the cat" adalah satu frasa dan "on the mat", adalah yang lainnya karena mereka akan dianggap sebagai satu unit jika sebuah pilihan telah dibuat untuk menekankan lokasi dengan pindah ke depan frasa preposisi: "[And] on the mat, the cat sat".[88]Ada banyak perbedaan pada kerangka formalis dan fungsionalis yang mengajukan teori-teori untuk menjelaskan struktur sintaktis, berdasarkan asumsi-asumsi berbeda tentang apa itu bahasa dan bagaimana ia seharusnya dijelaskan.Tiap-tiapnya akan menganalisis sebuah kalimat seperti contoh di atas dalam makna yang berbeda.[20]
Bahasa dapat dikelompokan menurut relasi pada tipe-tipe tata-bahasa mereka.Bahasa-bahasa yang berada pada rumpun yang berbeda terkadang memiliki fitur-fitur yang sama, dan fitur berbagi tersebut condong berhubungan.[89]Contohnya, bahasa dapat dikelompokan berdasarkanurutan kata, urutan relatif darikata kerja, dan komponen-komponennya dalam suatukalimat indikatif normal.Dalam bahasa Inggris, urutan dasar adalahSPK: "Ular (S) menggigit (P) orang (O)", sedangkan untuk contohnya, kalimat tersebut dalambahasa orang AustraliaGamilaraay akan menjadi "duyugu nama dayn yiːy" (Ular Orang Gigit),Subjek-Objek-Predikat.[90]Tipe urutan kata berkaitan sebagai suatu parameter tipologis, karena dasar tipe urutan kata berhubungan dengan parameter sintaktis lainnya, seperti urutan relatif dari kata benda dan adjektif, atau penggunaanpreposisi atauposposisi.Korelasi seperti itu disebutimplikasi universal.Contohnya, kebanyakan (tapi tidak semua) bahasa yang memiliki tipeSOP memiliki posposisi bukan preposisi, dan memiliki adjektif sebelum kata benda.[91]
Dari kajian berbagai tipe urutan kata, telah ditemukan bahwa tidak semua bahasa mengelompokan hubungan antara aktor dan aksi menjadi Subjek, Objek dan Kata Kerja, seperti dalam Bahasa Inggris.Tipe ini disebut dengan tipenominatif-akusatif.Beberapa bahasa disebutergatif, Gamilaraay diantaranya, membedakan antara Agen dan Pasien.Dalam klausa transitif bahasa Inggris, kedua subjek dari kalimat intransitif ("I run") dan kalimat transitif ("I love you") diperlakukan sama, diperlihatkan di sini oleh kata ganti nominatifI.Dalam bahasa-bahasa ergatif, partisipan tunggal dalam sebuah kalimat intransitif, seperti "I run", diperlakukan sama sebagai pasien dalam suatu kalimat transitif, memberikan persamaan pada "me run" dan "you love me".Hanya pada kalimat transitif persamaan kata gantiI akan digunakan.[90]Dengan cara ini aturan-aturan semantik dapat dipetakan ke relasi tata bahasa dengan cara berbeda, mengelompokan sebuah subjek intransitif baik dengan Agen (tipe akusatif) atau Pasien (tipe ergatif) atau membuat setiap dari tiga aturan tersebut secara berbeda, yang disebuttipe tripartite.[92]
Fitur-fitur berbagi bahasa yang termasuk pada tipe kelas tipologis yang sama bisa muncul secara independen.Kemunculannya mereka bisa dikarenakan hukum universal mengatur struktur dari bahasa alami, bahasa universal, atau mereka mungkin sebuah hasil dari bahasa-bahasa mengembangkan solusi-solusi konvergen terhadap masalah komunikatif yang muncul yang mana manusia menggunakan bahasa untuk menyelesaikannya.[21]
Sementara manusia memiliki kemampuan untuk mempelajari bahasa apa pun, mereka hanya melakukan hal tersebut jika mereka tumbuh dalam suatu lingkungan yang memiliki bahasa dan digunakan oleh yang lain.Bahasa oleh karena itu bergantung padakomunitas dari pembicara di mana anak-anakmempelajari bahasa dari orang tua dan teman, dan mereka sendiri memindahkan bahasa kepada anak mereka.Bahasa digunakan oleh mereka yang menyuarakannya untukkomunikasi dan untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial.Banyak aspek dari penggunaan bahasa dapat dilihat beradapatsi secara spesifik untuk tujuan tersebut.[21]Dikarenakan cara di mana bahasa dipindahkan antara generasi dan dalam komunitas, bahasa terus-menerus berubah, berpisah menjadi bahasa baru atau menyatu karenakontak bahasa.Prosesnya sama dengan proses padaevolusi, di mana proses dari turunan dengan modifikasi mengarah pada formasi dari suatupohon filogenetis.[93]
Namun bahasa berbeda dengan organisme biologis di mana mereka siap menggabungkan elemen-elemen dari bahasa lain lewat prosesdifusi, saat pembicara dari bahasa-bahasa berbeda melakukan kontak.Manusia juga terkadang menggunakan lebih dari satu bahasa, memperolehbahasa pertama mereka atau bahasa saat kanak-kanak, atau mempelajari bahasa baru saat mereka tumbuh.Karena meningkatnya kontak bahasa dalam dunia global, banyak bahasa-bahasa kecil menjadilangka karena si penutur berpindah ke bahasa lain yang memungkinkan mereka berpartisipasi dalam komunitas yang lebih besar dan lebih influensial.[94]
Kajian semantik dari makna mengasumsikan bahwa makna berada dalam suatu relasi antara isyarat dan makna yang secara kuat terbentuk lewat konvensi sosial.Namun, semantik tidak mempelajari bagaimana dalam konvensi sosial tersebut dibuat dan memengaruhi bahasa.Melainkan, saat mempelajari bagaimana suatu kata dan isyarat digunakan, terkadang kata memiliki makna berbeda, bergantung kepada penggunaan pada konteks sosial.Salah satu contoh penting dari hal ini adalah proses yang disebutdeixis, yang menjelaskan cara bagaimana beberapa kata mengacu kepada entitas lewat relasi mereka dalam titik-titik tertentu dalam ruang dan waktu saat kata tersebut diucapkan.Kata tersebut adalah, contohnya, kata, "Saya" (yang menunjuk pembicara), "sekarang" (yang menunjukan momen pembicaraan), dan "di sini" (yang menunjukan waktu berbicara).Isyarat juga berubah maknanya sepanjang waktu, saat konvensi mengatur penggunaannya secara bertahap berubah.Kajian tentang bagaimana makna dari ekspresi linguistik berubah bergantung konteks disebut pragmatika.Deixis adalah sebuah bagian penting dari cara kita menggunakan bahasa untuk menunjukan entitas di dunia.[95]Pragmatika bersangkutan dengan cara-cara di mana penggunaan bahasa dipolakan dan bagaimana pola-pola tersebut memengaruhi makna.Sebagai contohnya, di semua bahasa, ekspresi linguistik dapat digunakan tidak hanya untuk memindahkan informasi, tetapi untuk melakukan aksi.Aksi-aksi tertentu hanya dibentuk lewat bahasa, tetapi memiliki efek nyata,misalnya, aksi "menamakan", yang membuat sebuah nama baru untuk beberapa entitas, atau aksi dari "menyebutkan seseorang suami dan istri", yang membuat kontrak sosial dari pernikahan.Tipe-tipe dari aksi ini disebut denganaksi bicara, walau mereka tentu saja terbawa dalam penulisan dan isyarat tangan.[96]
Bentuk dari ekspresi linguistik tidak berhubungan dengan makna yang dimilikinya dalam suatu konteks sosial.Contohnya, jika di meja makan seseorang bertanya, "bisakah anda menjangkau garam?", hal itu, faktanya, bukanlah pertanyaan tentang panjang dari tangan teman yang diajak bicara, tetapi suatu permintaan untuk memberikan garam.Makna tersebut tersirat oleh konteks di mana ia dibicarakan; bentuk efek dari makna ini disebutimplikatur konversasional.Aturan-aturan sosial tentang bagaimana penggunaan bahasa dianggap sesuai dalam situasi tertentu dan bagaimana pengucapan dapat dipahami dalam relasi terhadap konteksnya beragam dalam komunitas, dan mempelajarinya adalah suatu bagian besar dari memperolehkompetensi komunikatif dalam sebuah bahasa.[97]
Semua manusia yang sehat danberkembang secara normal bisa belajar menggunakan bahasa.Anak-anak memperoleh bahasa atau bahasa yang ada disekitarnya: bahasa mana pun yang mereka terima secara penuh selama masa kanak-kanak.Perkembangannya secara esensial sama antara anak-anak yang mempelajaribahasa isyarat ataubahasa lisan.[98]Proses belajar ini dikenal dengan akuisisi bahasa pertama, karena tidak seperti pembelajaran lainnya, ia tidak membutuhkan pembelajaran langsung atau kajian secara khusus.DalamThe Descent of Man naturalisCharles Darwin menyebut proses tersebut dengan "keinginan insting untuk memperoleh suatu seni."[14]
Akuisisi bahasa pertama berlangsung regular secara bertahap, walaupun terdapat berbagai variasi dalam waktu untuk tingkatan-tingkatan tertentu di antara bayi yang berkembang secara normal.Sejak lahir, bayi merespon lebih mudah pada suara manusia daripada suara lainnya.Sekitar umur satu bulan, bayi tampak telah dapat membedakan antarasuara bicara yang berbeda.Sekitar umur enam bulan, seorang anak mulaimengoceh, menghasilkan suara bicara dari bahasa yang digunakan di sekitarnya.Perkataan mulai muncul pada umur 12 sampai 18 bulan; rata-rataperbendaharaan kata bayi berumur 18 bulan adalah sekitar 50 kata.Pengucapan pertama anak adalah berbentukHolofrasa (secara harfiah "keseluruhan-kalimat"), pengucapan yang hanya menggunakan satu kata untuk mengomunikasikan seluruh ide.Beberapa bulan setelah anak menghasilkan kata-kata, mereka akan menghasilkan pengucapan dengan dua-kata, dan dalam beberapa bulan akan mulai ber-bicara telegrafis, atau kalimat singkat yang kurang kompleks secaratata bahasa daripada orang dewasa bicara, tetapi memperlihatkan struktur sintaks reguler.Pada umur tiga sampai lima tahun, kemampuan anak untuk berbicara dan berisyarat yang halus yang hampir mirip dengan bahasa dewasa.[99]
Akuisisi dari bahasa kedua dan tambahan dapat berlangsung pada umur berapa pun, lewat paparan dalam hidup sehari-hari atau lewat kursus.Anak yang mempelajari bahasa kedua lebih mungkin mendapatkan kefasihan seperti aslinya daripada orang dewasa, tetapi secara umum, sangat jarang bagi seseorang yang menggunakan bahasa kedua melewati secara penuh penutur aslinya.Perbedaan penting antara akuisisi bahasa pertama dan akuisisi bahasa tambahan adalah bahwa proses dari akuisisi bahasa tambahan dipengaruhi oleh bahasa yang si pelajar telah ketahui.
Bahasa, dipahami sebagai kumpulan norma-norma perkataan dari komunitas tertentu, juga termasuk bagian dari kultur yang lebih besar dari komunitas yang menuturkannya.Bahasa tidak hanya berbeda dari segi pengucapan, kosakata, atau tata bahasa, tetapi juga berbeda dalam "kultur berbicara".Manusia menggunakan bahasa sebagai cara memberikan sinyal identitas antara grup kultur dan perbedaan dengan yang lainnya.Bahkan di antara pembicara dalam satu bahasa beberapa cara berbeda dalam menggunakan bahasa masih ada, dan setiapnya digunakan untuk memberikan sinyal pertalian antara subgrup dalam satu kultur yang besar.Linguis dan antropologis, terutamasociolinguistic,ethnolinguists danlinguistic anthropologists telah mengkhususkan mengkaji bagaimana cara berbicara bisa berbeda antaraKomunitas bicara.
Linguis menggunakan istilahvariasi untuk mengacu pada cara-cara berbeda dalam berbicara suatu bahasa. Istilah ini mengikutkandialek yang secara geografi atau sosialkultural dibentuk dan jugajargon ataugaya darisubkultur.Antropologi linguistik dan sosiologi bahasa menjelaskan gaya komunikasi sebagai cara suatu bahasa digunakan dan dipahami dalam kultur tertentu.[100]
Karena norma-norma bagi penggunaan bahasa bersama oleh anggota dari grup tertentu, gaya komunikasi juga menjadi suatu cara memperlihatkan dan membangun identitas grup.Perbedaan linguistik bisa menjadi penanda penting dari pemisahan antara kelompok-kelompok sosial, contohnya, menuturkan sebuah bahasa dengan aksen khusus bisa menyatakan keanggotaan dari sebuah etnis minoritas atau kelas sosial, wilayah asal, atau status sebagai penutur bahasa kedua.Bentuk-bentuk perbedaan ini bukan bagian dari sistem linguistik, tetapi adalah suatu bagian penting dari bagaimana pengguna bahasa menggunakan bahasa sebagai alat sosial untuk membangun kelompok.[101]
Namun, banyak bahasa juga memiliki konvensi tata bahasa yang mensinyalkan posisi sosial dari pembicara dengan relasi terhadap yang lain lewat penggunaan tingkat nama yang berkaitan dengan hierarki atau pemisahan sosial.Dalam banyak bahasa, terdapat perbedaan gaya atau bahkan tata-bahasa antara cara pria dan wanita berbicara, antara kelompok usia, atau antarakelas sosial, seperti halnya beberapa bahasa menggunakan kata-kata berbeda bergantung kepada siapa mendengarkan.Contohnya, dalam bahasa AustraliaDyirbal, seorang pria yang menikah harus menggunakan sekumpulan kata-kata untuk mengacu pada benda-benda keseharian saat berbicara, bila ada ibu angkatnya.[100]Beberapa kultur, contohnya, memiliki sistem yang rumit dalam "deixis sosial", atau sistem pensinyalan jarak sosial lewat makna linguistik.[102]Dalam Bahasa Inggris, deixis sosial biasanya diperlihatkan lewat pembedaan antara mengacu beberapa orang dengan nama depan dan yang lain dengan nama keluarga, dan juga dalam gelar seperti "Nyonya.", "anak", "Doktor", atau "Yang Mulia", tetapi pada bahasa lain, sistem tersebut bisa sangat kompleks dan tersandi di seluruh tata bahasa dan kosakata dari bahasa.Misalnya, pada beberapa bahasa di Asia timur, sepertiThai,Burmese, danJawa, kata yang berbeda digunakan berdasarkan apakah pembicara mengacu seseorang dari tingkat tinggi atau rendah dari diri sendiri dalam sebuah sistem tingkatan dengan hewan dan anak-anak di yang paling bawah dan dewa-dewi dan anggota kerajaan sebagai yang tertinggi.[102]
Dalam sejarah sejumlah cara-cara berbeda dari merepresentasikan bahasa dalam media grafik telah ditemukan. Hal ini disebutsistem tulis.
Penggunaan tulisan telah membuat bahasa lebih berguna bagi manusia. Ia membuat kita bisa menyimpan sejumlah besar informasi di luar tubuh manusia dan menerimanya kembali, dan ia membolehkan komunikasi antarjarak yang sebelumnya tidak mungkin.Banyak bahasa secara konvensional menggunakan jenis-jenis berbeda, gaya, dan tingkat nada dalam bahasa tulisan dan lisan, dan dalam beberapa komunitas, tulisan secara tradisional mengambil tempat bahasa yang berbeda daripada yang diucapkan.Ada beberapa bukti bahwa penggunaan tulisan juga memiliki efek pada perkembangan kognitif pada manusia, mungkin karena mempelajari literasi secara umum membutuhkan pendidikan eksplisit danpendidikan formal.[103]
Penemuan sistem tulis pertama secara kasar bersamaan dengan permulaan dariZaman Perunggu pada akhir periodeNeolitik dari akhir4 milenia SM.naskah cuneiformSumeria purba danHiroglif Mesir secara umum dianggap sistem tulis paling awal, keduanya muncul dari sistem simbol proto-literasi nenek moyang dari 3400-3200 SM dengan tulisan koheren paling awal sekitar2600 SM.Secara umum disetujui bahwa tulisan Sumeria adalah suatu penemuan independen; namun, diperdebatkan apakah tulisan orang Mesir dikembangkan penuh secara independen oleh orang Sumeria, atau karenadifusi kultural.Debat yang sama juga ada padanaskah China, yang dibuat sekitar1200 SM.Sistem tulis Mesoamerikapra-Kolombia (termasuk diantaranyaOlmec danNaskah Maya) secara umum dipercaya memiliki asal mula yang independen.[75]
Halaman pertama dari puisiBeowulf ditulis denganInggris Kuno pada periode pertengahan awal (800 - 1100 AD). Walaupun bahasa Inggris Kuno merupakan leluhur langsung dari bahasa Inggris modern, perubahan telah menjadikannya tidak dapat dipahami bagi penutur bahasa Inggris kontemporer.
Semua bahasa berubah saat pembicara mengadopsi atau menemukan cara baru berbicara dan menyampaikannya ke anggota lain dari komunitas berbicara mereka.Perubahan bahasa terjadi pada semua tingkat dari tingkat fonologis sampai pada tingkat kosakata, morfologi, sintaks, dan diskursus.Walaupun perubahan bahasa terkadang pada awalnya dinilai negatif oleh pembicara dari bahasa tersebut yang sering menganggap perubahan menjadi "merusak" atau sebagai suatu tanda penggunaan bahasa yang salah dari normal, hal tersebut adalah alami dan tidak terelakkan.[104][105]
Perubahan bisa memengaruhi suara-suara tertentu atau seluruhsistem fonologis.Perubahan suara bisa terdiri dari penggantian dari suatu suara ataufitur fonetik oleh yang lain, hilang sepenuhnya suara yang dipengaruhi, atau bahkan munculnya suara baru di tempat yang tadinya tidak ada.Perubahan suara dapatdikondisikan di mana suatu suara berubah hanya jika ia terjadi dalam daerah sekitar dari suara-suara tertentu lainnya.Perubahan suara biasanya dianggapbiasa, yang berarti ia diharapkan untuk diterapkan secara mekanis saat kondisi strukturalnya sesuai, terlepas dari faktor-faktor non-fonologis.Di sisi lain, perubahan suara terkadangsporadik, memengaruhi hanya satu kata tertentu atau beberapa kata, tanpa ada kesamaan yang tampak.Terkadang sebuah perubahan sederhana memicu suaturantai pergeseran di mana seluruh sistem fonologis terpengaruhi.Hal ini terjadi padaBahasa Germanic saat perubahan suara yang dikenal denganHukum Grimm memengaruhi semua stop konsonan dalam sistem.Konsonan asli *bʰ menjadi /b/ dalam bahasa Jerman, yang sebelumnya *b berubah menjadi /p/ dan *p sebelumnya berubah menjadi /f/.Proses yang sama berlaku untuk semua stop konsonan dan menjelaskan kenapaBahasa Italic seperti Latin memilikip dalam kata sepertipater danpisces, sementara bahasa Germanic, seperti Inggris, memilikifater danfish.[106]
Contoh lainnya adalahPergeseran harakat besar dalam bahasa Inggris, yang merupakan alasan kenapa pengejaan harakat Inggris tidak berhubungan dengan pengucapannya sekarang.Hal ini karena pergeseran harakat membawa ortografi yang telah mapan keluar dari sinkronisasi dengan pengucapannya.Sumber lain dari perubahan suara adalah erosi dari kata-kata saat pengucapan secara bertahap menjadi semakin tidak berbeda, dan mempersingkat kata, menghilangkan silabel-silabel atau suara.Perubahan jenis ini menyebabkan Latinmea domina menjadiPrancismadame]] dan Inggris Amerikama'am.[107]
Perubahan juga terjadi dalam tata bahasa dari bahasa pada pola-pola diskursus sepertiidiom atau konstruksi tertentu menjadigramatikalisasi.Hal ini sering terjadi saat kata atau morfem aus dan sistem gramatis secara tidak sadar menyusun ulang untuk mengganti elemen yang hilang.Sebagai contoh, dalam beberapa ragam dariSpanyol Carribean akhiran /s/ telah menghilang.KarenaStandar Spanyol menggunakan akhiran /s/ dalam morfem menandakanorang kedua subjek "anda" pada kata kerja, variasi Carribean sekarang harus mengekspresikan orang kedua menggunakan kata gantitú.Hal ini berarti kalimat "Nama anda siapa" adalah¿como te llamas?['komote'jamas] di Standar Spanyol, tetapi['komo'tute'jama] di Spanyol Carribean.Perubahan suara sederhana telah memengaruhi morfologi dan sintaks.[108]Penyebab utama lainnya dari perubahan tata-bahasa adalah kebakuan bertahap dari idiom-idiom menjadi bentuk-bentuk tata-bahasa baru, contohnya cara dalam bahasa Inggris konstruksi "going to" hilang aspek penggunaannya dan dalam suatu variasi bahasa Inggris hampir menjadi kalimat baku masa depan (yaituI'm gonna).
Perubahan bahasa bisa disebabkan oleh faktor-faktor "internal bahasa", seperti perubahan dalam pengucapan dimotivasi oleh suara-suara tertentu sangat susah untuk dibedakan secara audio atau untuk diucapkan, atau karena pola-pola tertentu dari perubahan yang menyebabkan tipe-tipe langka tertentu dari konstruksi menjadibergeser ke arah tipe-tipe yang lebih umum.[109]Penyebab lain dari perubahan bahasa adalah sosial, seperti saat pengucapan tertentu menjadi bersifat lambang dari keanggotan dalam kelompok tertentu, seperti kelas-kelas sosial, atau denganideologi-ideologi, dan oleh karenanya diadopsi oleh mereka yang ingin diidentifikasi dengan kelompok atau ide tersebut.Dengan cara ini, masalah identitas dan politik bisa memiliki efek mendalam dalam struktur bahasa.[110]
Salah satu sumber penting dari perubahan bahasa adalah kontak antara bahasa-bahasa berbeda dan menghasilkandifusi dari sifat-sifat linguistik antara bahasa.Kontak bahasa terjadi saat pembicara dari dua atau lebih bahasa atauvariasi berinteraksi secara regular.[111]Multilingualisme mungkin telah menjadi hal yang normal dalamsejarah manusia, dan sekarang kebanyakan manusia di dunia adalah multilingual.Sebelum munculnya konsepnegara ethno-nasional, monolingualisme dikarakterkan umumnya dari populasi yang menghuni pulau-pulau kecil.Tapi dengan ideologi yang membuat satu masyarakat, satu negara, dan satu bahasa perubahan politik yang diinginkan, monolingualisme mulai menyebar lewat dunia.Namun, hanya ada sekitar 250 negara di dunia bersamaan dengan sekitar 6000 bahasa, yang berarti bahwa kebanyakan negara adalah multilingual dan kebanyakan bahasa maka ada karena kontak dekat dengan bahasa lainnya.[112]
Saat pembicara dari bahasa berbeda berinteraksi secara dekat, bahasa mereka biasanya memengaruhi satu sama lain.Selama kontak bahasa terjaga terus-menerus selama periode waktu yang lama, sifat-sifat linguistik bergabung antara bahasa, dan bahasa-bahasa yang tadinya dari rumpun yang berbeda bisa menyatu menjadi lebih mirip.Dalam wilayah di mana banyak bahasa berada pada kontak dekat, hal ini bisa mengarah pada formasi dariWilayah bahasa di mana bahasa yang tidak berhubungan berbagi sejumlah fitur-fitur linguistik.Jumlah dari wilayah bahasa telah dicatat, diantaranya,Wilayah bahasa Balkan,Wilayah bahasa Mesoamerika, danWilayah bahasa Ethiopia.Juga, wilayah besar sepertiAsia Selatan, Eropa, dan Asia Tenggara terkadang dianggap wilayah bahasa, karena persebaran difusi darifitur areal tertentu.[113][114]
Kontak bahasa juga bisa menyebabkan suatu variasi dari fenomena linguistik lain, termasukkonvergensi bahasa,pinjaman, danreleksifikasi (penggantian dari kosakata asli dengan bahasa lain).Dalam situasi ekstrem dan kontak bahasa yang terus-menerus, ia bisa menyebabkan pada formasi daribahasa campuran baru yang tidak dapat dianggap termasuk pada satu rumpun bahasa.Salah satu tipe dari bahasa campuran disebutpijin terjadi saat pembicara dewasas dari dua bahasa berbeda berinteraksi secara teratur, tetapi dalam suatu situasi di mana tidak ada kelompok yang belajar untuk berbicara bahasa dari kelompok lainnya secara fasih.Pada kasus ini, mereka terkadang akan membentuk suatu bentuk komunikasi yang memiliki sifat-sifat dari kedua bahasa, tetapi dengan tata-bahasa dan struktur fonologis yang disederhanakan.Bahasa tersebut muncul umumnya terdiri dari kategori-kategori tata-bahasa dan fonologis seperti orang yang memiliki bahasa lain sebagai bahasa pertamanya.Tapi jika sebuah bahasa Pijin menjadi bahasa utama dari suatu komunitas, maka nantinya anak-naka mereka akan tumbuh mempelajari pijin sebagai bahasa pertama mereka.Saat generasi dari anak-anak tersebut tumbuh, pijin terkadang akan tampak berubah strukturnya dan memperoleh tingkat kompleksitas yang tinggi.Tipe bahasa ini disebut denganbahasa kreol.Contoh dari bahasa campuran adalahTok Pisin, bahasa resmi dariPapua New-Guinea, yang awalnya muncul sebagai Pijin berdasarkan bahasa Inggris danBahasa Austronesian; contoh lainnya yaituKreyòl ayisyen, bahasa kreol berbasiskan Prancis yang digunakan diHaiti, danMichif, bahasa campuran di Kanada, berdasarkan pada bahasa Natif AmerikaCree dan Prancis.[115][116]
"Bahasa hidup" sederhananya adalah bahasa yang secara luas digunakan sebagai bentuk komunikasi utama oleh kelompok tertentu dari masyarakat.Jumlah pasti dari bahasa hidup beragam dari 6.000 sampai 7.000, bergantung kepada presisi dari definisi seseorang tentang "bahasa", dan terutama, tentang bagaimana seseorang membedakan antara bahasa dandialek.Pada tahun 2009,SIL ethnologue mengkatalogkan 6909 bahasa hidup manusia.[117]Ethnologue mendirikan grup linguistik untuk mempelajarikejelasan mutual, dan makanya terkadang mengikutkan lebih banyak kategori-kategori daripada klasifikasi konservatif.Sebagai contohnya,Bahasa Denmark yang banyak ahli menganggap sebagai bahasa tunggal dengan beberapa dialek, dikelompokkan sebagai dua bahasa berbeda (Danish danJutish) oleh Ethnologue.[117]
Ethnologue terkadang juga dikritik karena menggunakan data kumulatif yang dikumpulkan selama beberapa dekade, yang berarti bahwa jumlah pasti dari penutur sering kali kedaluwarsa, dan beberapa bahasa diklasifikasikan sebagai hidup mungkin telah menjadi punah.Menurut Ethnologue, 389 (atau hampir 6%) bahasa memiliki lebih dari sejuta penutur.Bahasa-bahasa tersebut bersama mencatat sekitar 94% dari populasi dunia, sebaliknya 94% dari bahasa dunia digunakan oleh 6% dari populasi global.Di sebelah kanan adalah tabel dari 10 bahasa paling banyak dituturkan di dunia dengan populasi diestimasi dari Ethnologue (perhitungan tahun 2009).[117]
Rumpun bahasa utama di dunia (dan pada beberapa kasus kelompok geografis dari rumpun-rumpun). Untuk rincian lebih lanjut, lihatDistribusi bahasa di dunia.
Bahasa-bahasa di dunia dapat dikelompokan menjadirumpun bahasa mencakup bahasa-bahasa yang dapat diperlihat memiliki leluhur yang sama.Linguis saat ini mengenali ratusan rumpun bahasa, walau beberapa dari mereka dapat dikelompokan menjadi unit lebih besar bila lebih banyak bukti didapat dan dipelajari lebih dalam.Saat sekarang ada lusinanbahasa terisolasi: bahasa yang tidak dapat diperlihatkan berelasi dengan bahasa lain di dunia. Diantaranya adalahBasque, dituturkan di Eropa,Zuni diNew Mexico,P'urhépecha di Mexico,Ainu di Jepang,Burushaski diPakistan dan banyak lainnya.
Delapan negara dengan warna merah terdiri dari 50% dari bahasa dunia. Area warna biru adalah yang paling beragam secara linguistik di dunia, dan lokasi dari bahasa paling terancam punah di dunia.
Hampir punahnya bahasa terjadi bila sebuah bahasa berada pada risiko tidak digunakan lagi bila penuturnya meninggal ataubergeser menggunakan bahasa lain.Bahasa hilang terjadi saat bahasa tersebut tidak memiliki penutur asli, dan menjadi sebuahbahasa mati.Jika kemudian tidak ada lagi yang menuturkan bahasa tersebut, ia menjadibahasa punah.Walau bahasa selalu menjadi punah selama sejarah manusia, sekarang mereka menghilang dengan laju semakin cepat dikarenakan proses-proses dariglobalisasi danneo-kolonialisme, di mana bahasa dengan kekuatan ekonomi mendominasi bahasa lainnya.[6]
Semakin bahasa yang secara umum dituturkan mendominasi bahasa yang jarang dituturkan, maka bahasa yang jarang dituturkan nantinya akan menghilang dari populasi.Jumlah total dari bahasa di dunia tidak diketahui.Estimasinya beragam bergantung kepada banyak faktor.Konsensusnya adalah sekitar 6.000[5]dan 7.000 bahasa yang sekarang dituturkan, dan antara 50-90% dari mereka akan menjadi punah pada tahun 2100.[6]20 Bahasa teratas dituturkan oleh lebih dari 50 juta penutur masing-masingnya, dituturkan oleh 50% populasi dunia, walaupun banyak dari bahasa-bahasa lain yang dituturkan oleh komunitas yang lebih kecil, kebanyakan mereka kurang dari 10.000 penutur.[6]
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization bergerak dengan lima tingkat dari bahasa yang terancam punah: "aman", "rentan" (tidak dituturkan oleh anak di luar rumah), "pasti punah" (tidak dituturkan oleh anak), "punah parah" (hanya dituturkan oleh generasi tua), dan "langka kritis" (dituturkan oleh beberapa anggota dari generasi tua, terkadangsemi-tutur).Meskipun klaim bahwa dunia akan lebih baik bila semuanya menggunakan sebuah bahasa utamalingua franca, seperti bahasa Inggris atauEsperanto, ada suatu konsensus bahwa hilangnya bahasa melukai keberagaman kultural dari dunia.Adalah kepercayaan umum, merujuk kembali pada narasi alkitab dariMenara babel bahwa keberagaman bahasa menyebabkan konflik politik,[31]tapi kepercayaan ini kontradiksi dengan fakta bahwa banyak episode-episode kekerasan utama dunia terjadi di situasi dengan keberagaman linguistik yang rendah sepertiYugoslavia danPerang Sipil Amerika, atau genosida olehJerman Nazi danRwanda, meskipun kebanyakan unit-unit politik yang stabil telah sangat multilingual.[121]
Banyak proyek-proyek sedang berjalan bertujuan untuk membantu mencegah atau memperlambat kehilangan tersebut denganmerevitalisasi bahasa yang terancam penuh, dan mempromosikan edukasi, dan literasi terhadap bahasa-bahasa minoritas.Di seluruh dunia banyak negara telah memberlakukanperundang-undangan tertentu yang ditujukan untuk melindungi, dan menstabilkan bahasa pribumi darikomunitas bahasa.Minoritas linguis telah berargumen bahwa kehilangan bahasa adalah proses alami yang seharusnya tidak dinetralisasi, dan dengan mendokumentasikan bahasa yang terancam punah demi keturunan sudah cukup.[122]
↑"Tata bahasa fungsional menganalisis struktur tata-bahasa, seperti halnya tata-bahasa formal dan struktural; tetapi ia juga menganalisis keseluruhan situasi komunikatif: tujuan dari pembicaraan, pembicaranya, konteks diskursusnya.Fungsionalis mempertahankan motif situasi komunikatif, batasan, penjelasan, atau sebaliknya menentukan struktur tata-bahasa, dan bahwa pendekatan struktural atau formal tidak hanya terbatas pada basis data yang secara artifisial membatasi, tetapi ketidakcukupannya bahkan sebagai suatu catatan struktural.Tata bahasa fungsional, maka, berbeda dari tata bahasa formal dan struktural di mana ia bermaksud tidak untuk memodelkan tetapi untuk menjelaskan; dan penjelasannya didasarkan pada situasi komunikatif."(Nichols (1984))
↑Prefiks asteris * secara konvensi mengindikasikan bahwa kalimat tersebut tidak memiliki tata-bahasa, yaitu tidak benar secara sintaks
↑Nicholas Evans & Stephen Levinson (2009) 'The Myth of Language Universals: Language Diversity and Its Importance for Cognitive Science'.Behavioral and Brain Sciences 32, 429–492.
↑Clark, Gary; Henneberg, Maciej (2017). "Ardipithecus ramidus and the evolution of language and singing: An early origin for hominin vocal capability".Homo.68 (2):101–121.doi:10.1016/j.jchb.2017.03.001.PMID28363458.
Allerton, D. J. (1989). "Language as Form and Pattern: Grammar and its Categories". Dalam Collinge, N.E. (ed.).An Encyclopedia of Language. London:NewYork: Routledge.
Aronoff, Mark; Fudeman, Kirsten (2011).What is Morphology. John Wiley & Sons.
Austin, Peter K; Sallabank, Julia (2011). "Introduction". Dalam Austin, Peter K; Sallabank, Julia (ed.).Cambridge Handbook of Endangered Languages. Cambridge University Press.ISBN978-0-521-88215-6.
Brown, Keith; Ogilvie, Sarah, ed. (2008).Concise Encyclopedia of Languages of the World. Elsevier Science.ISBN0-08-087774-5.
Clackson, James (2007).Indo-European Linguistics: An Introduction. Cambridge University press.
Campbell, Lyle (2002). "Areal linguistics". Dalam Bernard Comrie, Neil J. Smelser and Paul B. Balte (ed.).International Encyclopedia of Social and Behavioral Sciences.Oxford: Pergamon. hlm.729–733.
Campbell, Lyle (2004).Historical Linguistics: an Introduction (Edisi 2nd). Edinburgh and Cambridge, MA: Edinburgh University Press and MIT Press.
Evans, Nicholas;Levinson, Stephen C. (2009). "The myth of language universals: Language diversity and its importance for cognitive science".32 (5). Behavioral and Brain Sciences:429–492.;
Goldsmith, John A (1995). "Phonological Theory". Dalam John A. Goldsmith (ed.).The Handbook of Phonological Theory. Blackwell Handbooks in Linguistics. Blackwell Publishers.ISBN1-4051-5768-2.
Haugen, Einar (1973). "The Curse of Babel".Daedalus.102 (3, Language as a Human Problem):47–57.
Hauser, Marc D.; Chomsky, Noam; Fitch, W. Tecumseh (2002). "The Faculty of Language: What Is It, Who Has It, and How Did It Evolve?".Science 22.298 (5598):1569–1579.
Hockett, Charles F. (1960). "Logical considerations in the study of animal communication". Dalam W.E. Lanyon; W.N. Tavolga (ed.).Animals sounds and animal communication. hlm.392–430.
Olson, David R. (1996). "Language and Literacy: what writing does to Language and Mind".Annual Review of Applied Linguistics.16:3–13.doi:10.1017/S0267190500001392.
Ulbaek, Ib (1998). "The Origin of Language and Cognition". Dalam J. R. Hurford & C. Knight (ed.).Approaches to the evolution of language. Cambridge University Press. hlm.30–43.
Zentella, Ana Celia (2002). "Spanish in New York". Dalam García, Ofelia; Fishman, Joshua (ed.).The Multilingual Apple: Languages in New York City. Walter de Gruyter.
↑GorilaKoko dilaporkan mampu menggunakan hingga 1000 kata dalamBahasa Isyarat Amerika, serta memahami 2000 kata dalam bahasa Inggris lisan. Namun, masih terdapat perdebatan apakah penggunaannya terhadap isyarat tersebut mencerminkan pemahaman yang kompleks atau sekadar hasil daripengondisian operan.[28]
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda<ref> untuk kelompok bernama "note", tapi tidak ditemukan tanda<references group="note"/> yang berkaitan