Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sepasang cip BIOSAMD untuk sebuah komputer 310Dell dari tahun 1980an. Bagian bawah menunjukkan jendela berbeda dari cipEPROM.
Dalam komputasi,BIOS (/ˈbaɪɒs,-oʊs/,Basic Input/Output System, atau dikenal sebagaiBIOS Sistem,ROM BIOS,BIOS ROM atauBIOS PC) adalahfirmware yang digunakan untuk menyediakan layanan berkala untuksistem operasi danprogram-program dan untuk melakukan inisiasiperangkat keras sealam prosesbooting (pengaktifan daya).[1] Firmware BIOS sudah diinstal sebelumnya padaPC IBM atau sistem papanPC IBM yang kompatibel dan tersedia di beberapa sistem berbasisUEFI untuk menjaga kompatibilitas dengan sistem operasi yang tidak mendukung operasi asli UEFI.[2][3] Namanya berasal dari SistemInput/Output Dasar yang digunakan pada sistem operasiCP/M pada tahun 1975.[4][5] BIOS yang awalnya merupakanhak milik PC IBM telah direkayasa ulang oleh beberapa perusahaan (sepertiPhoenix Technologies) yang ingin menciptakan sistem yang kompatibel. Antarmuka sistem asli tersebut berfungsi sebagai standar de facto.
merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut denganPower On Self Test, POST)
Memuat dan menjalankan sistem operasi
Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasiproses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakanBIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakanbahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
IstilahBIOS pertama kali muncul dalam sistem operasiCP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saatproses booting dimulai yang berhadapan secara langsung denganperangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memilikiboot loader sederhana dalamROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuahberkas yang disebut "IBMBIO.COM" (IBM PC-DOS) atau "IO.SYS" (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnyaCP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai "kehidupan" dalam tulisan Yunani (Βίος).
Dalam BIOS, terdapat beberapa komponen dasar, yakni sebagai berikut:
Contoh dari CMOS Setup (Phoenix BIOS)
Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
BIOS juga sering disebut sebagaiROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chipmemori hanya baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyipanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chipROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Oleh sebab itu, sekarang sebutanFlash BIOS lebih populer dibandingkan denganROM BIOS. Berikut ini adalah beberapa chip ROM yang digunakan sebagai tempat penyimpanan BIOS.
EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM
Ya, dengan menggunakan EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik daripapan sirkuit dengan menggunakan perangkat lunakFlash BIOS Programmer.
Flash BIOS
Tampilan yang dikeluarkan oleh BIOS saatNVRAM mengalami kerusakan atau saat baterailitium CR-2032 habis dayanya atau dicabut dari slotnya
Meskipun BIOS disimpan dalammemori hanya baca, konfigurasi BIOS tidak disimpan dalam ROM, (hal ini disebabkan oleh sifat ROM yang statis) melainkan sebuah chip terpisah yang disebut sebagaiReal-time clock (RTC), yang berupa sebuahNon-Volatile Random Access Memory (NVRAM). NVRAM juga sering disebut sebagaiComplimentary Metal-Oxide Random Access Memory (CMOS RAM), karena menggunakan metode pembuatan CMOS. Karena menggunakan metode pembuatan CMOS, NVRAM membutuhkan daya yang sangat kecil agar dapat bekerja. Meskipun disebutnon-volatile, NVRAM sebenarnya merupakan sebuahchip yangvolatile, sehingga data yang tersimpan di dalamnya dapat terhapus dengan mudah jika daya listrik yang menghidupinya terputus. Oleh karena itu, NVRAM "dihidupi" oleh sebuahbaterai (mirip bateraikalkulator atau jam) dengan bahanLitium dengan seriCR-2032. Sebuah baterai Litium CR-2032 dapat menghidupi NVRAM selama tiga hingga lima tahun. Jika daya dalam baterai habis, atau daya yang disuplainya terputus (akibat dicabut dari slotnya), maka semua konfigurasi akan dikembalikan ke kondisi standar, sesuai ketika BIOS tersebut diprogram oleh pabrikan. BIOS umumnya memberikan laporanCMOS Checksum Error atauNVRAM Checksum Error.
BIOS kadang-kadang juga disebut sebagaifirmware karena merupakan sebuahperangkat lunak yang disimpan dalammedia penyimpanan yang bersifat hanya-baca. Hal ini benar adanya, karena memang sebelum tahun 1995, BIOS selalu disimpan dalam media penyimpanan yang tidak dapat diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya sebuah sistem komputer, maka BIOS pun kemudian disimpan dalamEEPROM atauFlash memory yang dapat diubah oleh pengguna, sehingga dapat di-upgrade (untuk mendukung prosesor yang baru muncul, adanyabug yang mengganggu kinerja atau alasan lainnya). Meskipun demikian, prosesupdate BIOS yang tidak benar (akibat dieksekusi secara tidak benar atau ada hal yang mengganggu saat prosesupgrade dilaksanakan) dapat mengakibatkanmotherboard mati mendadak, sehingga komputer pun tidak dapat digunakan karena perangkat yang mampu melakukanproses booting (BIOS) sudah tidak ada atau mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan (korupsi) terhadap BIOS, beberapamotherboard memiliki BIOS cadangan . Selain itu, kebanyakan BIOS juga memiliki sebuah region dalam EEPROM/Flash memory yang tidak dapat di-upgrade, yang disebut sebagai "Boot Block".Boot block selalu dieksekusi pertama kali pada saat komputer dinyalakan. Kode ini dapat melakukan verifikasi terhadap BIOS, bahwa kode BIOS keseluruhan masih berada dalam keadaan baik-baik saja (dengan menggunakan metode pengecekan kesalahan sepertichecksum,CRC,hash dan lainnya) sebelum mengeksekusi BIOS. Jikaboot block mendeteksi bahwa BIOS ternyata rusak, makaboot block akan meminta pengguna untuk melakukan pemrograman BIOS kembali dengan menggunakanfloppy disk yang berisi programflash memory programmer danimage BIOS yang sama atau lebih baik. Pembuatmotherboard sering merilis update BIOS untuk menambah kemampuan produk mereka atau menghilangkan beberapa bug yang mengganggu.
Artikel ini perluditerjemahkan ke bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secaraburuk dari Wikipedia bahasa selain Indonesia. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas berbahasa tersebut, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa tersebut. Lihatdaftar bahasa Wikipedia. Artikel yang sama sekali tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepatsesuai kriteria A2.
Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat,mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
IBM Personal Computer Technical Reference (Edisi Revised).IBM Corporation. March 1983.
IBM Personal Computer AT Technical Reference. IBM Personal Computer Hardware Reference Library. Vol.0, 1, 2 (Edisi Revised).IBM Corporation. March 1986 [1984-03]. 1502494, 6139362, 6183310, 6183312, 6183355, 6280070, 6280099.