Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dansayuran, namun ditemukan pada konsentrasi tinggi, yang dapat mencapai 8% bobot kering, pada jeruklemon dan limau (misalnyajeruk nipis danjeruk purut).
Sifat-sifat fisis asam sitrat dirangkum pada tabel di sebelah kanan.Keasaman asam sitrat didapatkan dari tigagugus karboksil COOH yang dapat melepasproton dalam larutan. Jika hal ini terjadi,ion yang dihasilkan adalahion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalamlarutan penyangga untuk mengendalikanpH larutan.[10] Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentukgaram sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam denganpengkelatan, sehingga digunakan sebagaipengawet dan penghilangkesadahan air (lihat keterangan tentangkegunaan di bawah).[11]
Padatemperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbukkristal berwarna putih. Serbuk kristal tersebut dapat berupa bentukanhydrous (bebas air), atau bentukmonohidrat yang mengandung satu molekul air untuk setiap molekul asam sitrat. Bentukanhydrous asam sitrat mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam sitrat dalam air dingin. Bentuk monohidrat tersebut dapat diubah menjadi bentukanhydrous dengan pemanasan di atas 74 °C.[12]
Secara kimia, asam sitrat bersifat sepertiasam karboksilat lainnya. Jika dipanaskan di atas 175 °C, asam sitrat terurai dengan melepaskankarbon dioksida danair.[12]
Pada tahun1893, C. Wehmer menemukan bahwakapangPenicillium dapat membentuk asam sitrat darigula. Namun, pembuatan asam sitrat dengan mikroba secara industri tidaklah nyata sampaiPerang Dunia I mengacaukan ekspor jeruk dari Italia. Pada tahun1917, kimiawan panganAmerika, James Currie menemukan bahwa galur tertentu kapangAspergillus niger dapat menghasilkan asam sitrat secara efisien, dan perusahaan kimiaPfizer memulai produksi asam sitrat skala industri dengan cara tersebut dua tahun kemudian.[15]
Dalam proses produksi asam sitrat yang sampai saat ini lazim digunakan, biakan kapangAspergillus niger diberisukrosa agar membentuk asam sitrat. Setelah kapang disaring dari larutan yang dihasilkan, asam sitrat diisolasi dengan cara mengendapkannya dengankalsium hidroksida membentukgaram kalsium sitrat. Asam sitrat di-regenerasi-kan dari kalsium sitrat dengan penambahanasam sulfat.[12]
Cara lain pengisolasian asam sitrat dari hasil fermentasi adalah dengan ekstraksi menggunakan larutanhidrokarbon senyawabasaorganiktrilaurilamina yang diikuti dengan re-ekstraksi dari larutan organik tersebut dengan air.[12]
Limun,jeruk dan buah-buahan semacam ini mengandung banyak asam sitrat.
Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai zat pembericita rasa danpengawet makanan dan minuman, terutamaminuman ringan. Kode asam sitrat sebagai zat aditif makanan (E number) adalah E330.[16]Garam sitrat dengan berbagai jenislogam digunakan untuk menyediakan logam tersebut (sebagai bentuk biologis) dalam banyaksuplemen makanan. Sifat sitrat sebagailarutan penyangga digunakan sebagai pengendalipH dalam larutan pembersih dalam rumah tangga danobat-obatan.[17]
Kemampuan asam sitrat untukmeng-kelat logam menjadikannya berguna sebagai bahansabun dandeterjen. Denganmeng-kelat logam padaair sadah, asam sitrat memungkinkan sabun dan deterjen membentuk busa dan berfungsi dengan baik tanpa penambahan zat penghilangkesadahan. Demikian pula, asam sitrat digunakan untuk memulihkan bahan penukar ion yang digunakan pada alat penghilang kesadahan dengan menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi pada bahan penukar ion tersebut sebagai kompleks sitrat.[18]
Asam sitrat digunakan di dalam industribioteknologi dan obat-obatan untuk melapisi (passivate) pipa mesin dalam proses kemurnian tinggi sebagai gantiasam nitrat, karena asam nitrat dapat menjadi zat berbahaya setelah digunakan untuk keperluan tersebut, sementara asam sitrat tidak.[19]
Asam sitrat dapat pula ditambahkan padaes krim untuk menjaga terpisahnya gelembung-gelembunglemak.
Dalam resep makanan, asam sitrat dapat digunakan sebagai pengganti sari jeruk.
Asam sitrat dikategorikan aman digunakan pada makanan oleh semuabadan pengawasan makanan nasional dan internasional utama, tetapi asam sitrat dapat menyebabkan korosi pada gigi jika dikonsumsi secara belebihan. Asam sitrat secara alami terdapat pada semua jenismakhluk hidup, dan kelebihan asam sitrat dengan mudah dimetabolisme dan dihilangkan dari tubuh.[20]
Paparan terhadap asam sitrat kering ataupun larutan asam sitrat pekat dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Pengenaan alat protektif (seperti sarung tangan atau kacamata pelindung) perlu dilakukan saat menangani bahan-bahan tersebut.[20][21][22]
^abcdefg"citric acid".chemister.ru. Diarsipkan dariversi asli tanggal 29 November 2014. Diakses tanggal1 Juni 2014.Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^abcCitric acid dalam Linstrom, P.J.; Mallard, W.G. (eds.)NIST Chemistry WebBook, NIST Standard Reference Database Number 69. National Institute of Standards and Technology, Gaithersburg MD.http://webbook.nist.gov (diakses tanggal 2 Juni 2014)
^Maniatis, T.; Fritsch, E. F.; Sambrook, J. 1982. Molecular Cloning: A Laboratory Manual. Cold Spring Harbor Laboratory, Cold Spring Harbor, NY.
^Matzapetakis, M.; Raptopoulou, C. P.; Tsohos, A.; Papaefthymiou, V.; Moon, S. N.; Salifoglou, A. (1998). "Synthesis, Spectroscopic and Structural Characterization of the First Mononuclear, Water Soluble Iron−Citrate Complex, (NH4)5Fe(C6H4O7)2·2H2O".J. Am. Chem. Soc.120 (50): 13266–13267.doi:10.1021/ja9807035.
^Scheele, Carl Wilhelm (1784)."Anmärkning om Citron-saft, samt sätt at crystallisera densamma" [Note about lemon juice, as well as ways to crystallize it].Kungliga Vetenskaps Academiens Nya Handlingar [New Proceedings of the Royal Academy of Science]. 2nd series (dalam bahasa Swedia).5: 105–109.
^Lotfy, Walid A.; Ghanem, Khaled M.; El-Helow, Ehab R. (2007). "Citric acid production by a novelAspergillus niger isolate: II. Optimization of process parameters through statistical experimental designs".Bioresource Technology.98 (18): 3470–3477.doi:10.1016/j.biortech.2006.11.032.PMID17317159.
^ab"Citric acid".International Chemical Safety Cards.NIOSH. 18 September 2018. Diarsipkan dariversi asli tanggal July 12, 2018. Diakses tanggal9 September 2017.Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^J. Zheng; F. Xiao; L. M. Qian; Z. R. Zhou (Desember 2009). "Erosion behavior of human tooth enamel in citric acid solution".Tribology International.42 (11–12): 1558–1564.doi:10.1016/j.triboint.2008.12.008.
^British Pharmacopoeia Commission Secretariat (2009)."Index, BP 2009"(PDF). Diarsipkan dariversi asli(PDF) tanggal 11 April 2009. Diakses tanggal4 Februari 2010.Parameter|url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)